Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 11 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

"Pokoknya aku tidak mau mengenakan bikini sialan itu! Aku cuman jadi model bukan jual diri!" tegas Laura dengan tatapan tajam yang menolak keras mengenakan bikini yang menjadi produk pemotretannya.


Dua model cantik menghampiri Laura dan begitu sinisnya menatap penampilan Laura.


"Sudah, tak usah munafik ladies. Kamu itu sudah berstatus janda, jadi tak perlu malu. Ya mungkin saja kamu lebih berpengalaman dari pada kami" ucap model cantik dengan rambut kuncir yang mirip ekor kuda yang berhasil mengejek Laura.


"Betul, sudah janda belagu lagi" timpal temannya yang juga ikut mengejek Laura.


Laura mengepalkan tangannya mendengar ucapan rekan modelnya.


"Kalian tak perlu membawa-bawa statusku. Pekerjaan ini sama sekali bukan basic ku. Pakaian seperti ini sama saja jual diri, jual produk plus menjajakan tubuh. Aku tidak akan pernah membiarkan tubuh mahalku di ekspos oleh orang lain" ucap Laura dengan amarah menggebu-gebu sambil menghamburkan bikini tergantung di lemari pakaian.


Dua model kembali menyerangnya lewat kata-kata.


"Sok jual mahal, siap-siap kamu dapat masalah" ejeknya dengan tatapan sinis.


"Hentikan, sebaiknya kalian bubar" ucap Daniel yang baru saja tiba di ruang ganti. Tampak Angel menjadi ekornya yang terus mengikutinya kemana pun perginya.


Seketika dua model tadi bubar dan memilih meninggalkan Laura.


"Apa yang sedang kamu lakukan, cepat bersiap. Semua model sudah siap melakukan pemotretan" ucap Angel terdengar membentak Laura.


"Laura segeralah bersiap, jadwal pemotretan mu akan segera dimulai" ucap Daniel membujuknya.


"Tidak Daniel, aku tidak bisa melakukannya" ucap Laura sambil menggelengkan kepalanya.


"Laura percayalah, bukankah kamu sangat menginginkan pekerjaan ini. Kamu bahkan sudah menandatangani kontrak kerja dan mau tak mau kamu harus menanggung akibatnya. Uang ratusan juta sudah kamu kantongi jadi hadapi segala resikonya termasuk pakaian seperti ini" ucap Daniel dengan tatapan hangatnya dan kata-katanya terdengar kasar.


Laura menggeleng pelan dengan mata berkaca-kaca mendengar ucapan pria yang sangat disukainya selama bertahun-tahun lamanya.


"Kenapa? apa kamu malu mengenakan pakaian ini. Bayangkan saja saat kamu ingin melakukannya kepada mantan suamimu. Lagian statusmu sudah murahan juga" ucap Angel dengan seringai licik diwajahnya sambil melemparkan bikini di hadapan Laura.


Laura sudah tak bisa mengontrol emosinya ia langsung melayangkan tamparan keras di wajah Angel.


Plakkk


Suara keras tamparan menggelegar di ruangan tersebut. Angel mengepalkan tangannya dan ingin melakukan pembalasan, Namun Laura keburu kembali menjambak rambutnya. Terjadi aksi saling jambak dilakukan wanita cantik tersebut. Daniel mulai berusaha melerai mereka, dua tim kreatif ikut membantu melerai mereka hingga suara bass seorang wanita mampu mengagetkan mereka.


"Berhenti Laura Fernandez, kamu selalu saja membuat onar" teriak wanita paruh baya dengan pakaian modis.


"Ibu Sasa" ucapnya mereka kompak yang sama-sama mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


Rasain kamu, aku berharap perusahaan queen segera menendang mu keluar. Batin Angel.


"Mengapa kamu belum bersiap hah! lima belas menit pemotretan akan dimulai" ucap Sasa dengan tegasnya menatap tajam Laura. Layaknya induk singa yang keluar dari sarangnya.


"Aku tidak bisa mengikuti pemotretan jika mengenakan pakaian seperti itu. Maaf, aku tidak bisa melakukannya"ucap Laura dengan keputusan finalnya.


"Cepat paksa dia bersiap, bagaimana pun caranya" ucap Sasa kesal sambil menunjuk Laura layaknya buronan.


Kedua karyawati tim kreatif segera memegangi kedua tangan Laura. Kemudian salah satu dari mereka berusaha membuka paksa pakaian Laura. Sedangkan Laura tak tinggal diam, dia terus memberontak untuk lepas.


"Aku tidak akan pernah mengenakan pakaian sialan itu" teriak Laura sambil memberontak untuk lepas.


"Laura, bersikap lah secara profesional. Kamu sudah terikat kontrak kerja sama dengan perusahaan kami" ucap Daniel yang kembali membujuknya.


"Daniel tolong bantu aku, aku tidak bisa melakukannya" ucap Laura dengan wajah memelas yang sedikit menurunkan egonya.


"Maaf Laura, kamu harus mengikuti kebijakan perusahaan" ucap Daniel yang sama sekali tak ingin melakukan pembelaan terhadap sahabatnya.


Laura tersenyum sinis menatapnya. Pria sejati tak akan pernah membawa sahabatnya ke lubang kehinaan, pikirnya.


"Masih ingin bekerja menjadi model iklan perusahaan fashion atau siap-siap saja menerima surat pengunduran dirimu" ucap Sasa yang kembali melemparkan bikini merah ke wajah Laura.


Laura dengan kesal memunguti bikini yang tergeletak di lantai lalu menggenggamnya dengan eratnya. Para model dan karyawan lainnya hanya menjadi penonton menyaksikan dirinya di caci maki oleh manager senior.


Laura meremas kuat bikini tersebut di hadapan mereka. Dia tak tahu harus berbuat apa, pekerjaan tersebut sangat berarti baginya, namun dia juga tak ingin menjatuhkan harga dirinya hanya uang yang sama sekali tak ternilai harganya.


"Ya sudah, sebaiknya angkat kaki dari perusahaan fashion queen dan jangan lupa siapkan denda senilai 5M karena kamu melanggar kontrak kerja sama yang sudah ditandatangani hitam diatas putih" tegas Sasa tak main-main. Dia sudah menduga bahwa Laura lebih mempertahankan keegoisan dan harga dirinya.


Laura menggertakkan giginya mendengar ucapan Sasa manager senior di perusahaan fashion queen.


"Waktumu hanya sebulan melunasi denda yang terlampir di kontrak kerjasama" ucap Sasa tersenyum sinis.


Laura diam seribu bahasa yang tak mampu berkata-kata lagi. Dia tak menyangka hidupnya menjadi sial, kariernya menjadi hancur gara-gara bikini sialan. Laura bersumpah takkan pernah mengenakan bikini dari produk fashion queen.


Angel tersenyum kemenangan mendengar Laura diberhentikan secara tak wajar oleh manager perusahaan fashion queen.


"Seret dia keluar dari perusahaan fashion queen" ucap Sasa dengan suara lantang.


Kedua tim kreatif kembali menyeret paksa Laura keluar dari perusahaan fashion queen.


"Tak perlu, aku bisa sendiri keluar dari perusahaan fashion queen" bentak Laura dengan mata berkaca-kaca sambil memberontak hingga lepas dari cengkeraman kedua tim kreatif.

__ADS_1


Laura menatap dingin Daniel yang berdiri di samping Angel kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.


Daniel menghembuskan nafasnya dengan kasar dan merasa menyesali perbuatannya yang tak bisa berbuat apa-apa untuk sahabatnya. Daniel ikut menyusul Laura, namun keburu langkahnya dihentikan oleh Angel.


Tiba-tiba Johan dan Tara si CEO fashion queen berjalan beriringan bersama rombongannya menuju ruang pemotretan. Laura segera menepi sambil menyembunyikan wajahnya menggunakan tasnya. Dia sungguh tak ingin lagi bertemu dengan mantan suaminya.


Johan sempat melirik ke arah wanita yang sedikit mencurigakan namun dia pun terlihat bermasa bodoh berjalan bersama rombongannya.


Setelah memastikan aman, Laura berlari keluar dari perusahaan fashion queen dengan perasaan sesak di dada. Laura langsung pergi meninggalkan perusahaan fashion queen.


Aku bersumpah akan membalas kalian semua. Batin Laura.


Kebetulan Laura memarkirkan mobilnya di parkiran taman bermain.


Laura menumpahkan kesedihannya di dalam mobil yang sudah menemaninya selama tiga tahun lamanya. Air mata Laura sudah tak terbendung membasahi wajahnya. Keputusannya kali ini tepat, namun sayangnya dia pun dengan terpaksa merelakan pekerjaannya.


"Ternyata waktuku hanya sia-sia menyukai pria macam Daniel" gumam Laura sambil memukul-mukul stir mobilnya.


Sungguh kariernya hancur lebih-lebih perasaannya kepada Daniel, pria yang disukainya selama lima tahun lamanya harus pupus karena sama sekali tak memberikan pembelaan untuknya.


Laura terus saja menangis di dalam mobilnya yang hanya menumpahkan segala perasaannya yang berhasil membuang-buang tenaga dan waktunya.


Sementara di perusahaan fashion queen, Johan, Tara dan para petinggi perusahaan fashion queen sudah berada di ruang pemotretan. Terlihat mereka tergelak tawa yang sedang cuci mata melihat deretan model cantik dan seksi yang hanya mengenakan bikini produk terbaru fashion queen sedang melakukan pemotretan.


Hanya Johan yang tidak memperhatikan deretan model cantik. Johan sibuk dengan ponselnya dan sangat menyesal menghadiri permintaan Tara.


Johan memijit pelipisnya dan begitu muak berada di ruangan tersebut. Johan sama sekali tak melirik ke arah para model cantik. Sungguh dirinya malu, apalagi sampai melihat mantan istrinya ikut berpartisipasi dalam pemotretan tersebut. Karena dia sangat tahu betul mantan istrinya bagian dari model fashion queen. Tanpa mengucapkan sepatah kata, Johan memilih keluar dari ruangan tersebut.


"Mike siapkan mobil, kembali ke perusahaan" ucap Johan kepada sekretarisnya yang tengah berdiri bersama beberapa karyawan fashion queen.


"Baik tuan" ucapnya dengan hormat lalu mengikuti atasannya.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil yang akan membawanya ke perusahaan William group.


"Saya baru saja mendapatkan informasi tentang nona Laura tuan" ucap Mike yang fokus mengemudikan mobilnya.


"Ada apa dengannya?" tanya Johan yang tengah sibuk memainkan ponselnya.


"Demi mempertahankan harga dirinya, Nona Laura di pecat tuan. Nona Laura tak ingin melakukan pemotretan produk terbaru fashion queen. Nona Laura juga melakukan pertengkaran hebat dengan salah satu karyawati perusahaan fashion queen, sehingga mau tak mau nona Laura diberhentikan dari pekerjaan tersebut" ucap Mike menjelaskan.


"Baguslah, dia akan bekerja denganku. Usahakan malam ini temukan tempat tinggalnya. Aku ingin berbicara empat mata dengannya" ucap Johan menyeringai yang tengah asyik dengan ponselnya dimana memperlihatkan rekaman video Laura pagi tadi.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa, like love komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏


__ADS_2