
3 tahun kemudian....
Terdengar suara tawa anak kecil begitu heboh di dalam kamar utama. Tawanya semakin kencang saat tangan kekar menggelitik perut kecilnya hingga tubuh kecil kedua nya terus menggeliat ingin menjauh dan turun dari tempat tidur.
“Ampun Daddy”ucapnya kompak dengan bibir kecilnya yang terus saja memancarkan tawa bahagiannya hingga pipi mereka memerah.
Dari raut wajah kedua anak kecil itu mirip dan bagaikan pinang dibelah dua. Dilihat dari ciri-ciri fisik saja mereka memang anak kembar, beralis tebal, bola mata bulat, bulu mata lentik, hidung mancung, bibir kecil, pipi kemerah-merahan dan tinggi badan pun sama. Tidak hanya itu, tatanan rambutnya pun sama dan piyama tidur yang sama pula dengan motif superhero. Sudah dipastikan mereka anak kembar.
Setelah tak ada balasan dari daddynya, anak kembar itu balik menggelitik daddynya hingga suara tawa mereka semakin menggema di dalam kamar tersebut.
"Ha ha ha ha" tawanya semakin pecah saja hingga tak mendengar suara pintu terbuka.
Ceklek
“Astaga, hentikan Johan. Lekaslah kalian ke kamar mandi” ucap wanita berambut panjang yang baru saja keluar dari kamar mandi, karena terlihat jelas hanya memakai jubah mandi.
Matanya melotot sempurna menatap mereka satu persatu yang masih berada di atas tempat tidur.
“He he he, morning Mommy” ucap anak kembar itu dengan kompaknya lalu bergegas turun dari tempat tidur dan berlari kecil mendekati wanita berambut panjang itu yang mereka anggap sebagai ibunya.
Anak kembar itu langsung memeluk kedua kaki ibunya dengan raut wajah bahagiannya. Sementara tangan ibunya mulai mengelus puncak kepala mereka dengan tatapan masih saja tertuju pada lelaki jangkung bertubuh kekar yang duduk di pinggir tempat tidur.
“Morning sayang” ucapnya cengegesan lalu mendekati istrinya dan sang istri hanya memalingkan wajah tak suka.
Cup
Sebuah ciuman mendarat di kening wanita berambut panjang itu hingga wajahnya tampak merona. Namun, tangan lentiknya langsung mendarat memukul lengan kekar suaminya.
“Sana mandi, bukankah pagi ini kau ada rapat penting” ucapnya terdengar ketus sambil memalingkan wajahnya.
“Hemm. Tolong siapkan pakaian kantorku” ucapnya tersenyum sambil mengelus puncak kepala istrinya.
Tatapannya beralih pada anak kembarnya hingga dia mengedipkan sebelah matanya membuat anak kembarnya tampak manggut-manggut menaikkan jempolnya yang seolah mengerti maksudnya.
Lelaki jangkung itu melangkah masuk ke kamar mandi. Sementara wanita itu menunduk hingga pandangannya bertemu dengan anak kembarnya yang tersenyum mendongak menatapnya.
“Jovan, Jovin, kalian juga harus mandi. Mommy yang akan memandikan kalian” ucapnya lalu memegang tangan anak kembarnya dan membawanya masuk ke kamar mandi. Sedangkan anak kembar itu begitu patuh kepada ibunya.
Terdapat dua kamar mandi dalam kamar utama yang super mewah yang mereka tempati, jadi tak menghentikan aktivitas mereka di pagi hari.
__ADS_1
Mereka adalah pasangan Johan dan Laura bersama anak kembarnya yang sudah berusia tiga tahun. Mereka terlihat seperti pasangan yang harmonis, namun nyatanya hubungan mereka tidak seperti pasangan suami istri pada umumnya. Hanya di depan anak-anaknya mereka akan bersikap akur, tapi di belakang mereka seperti orang asing.
Sebuah kejadian dua tahun yang lalu membuat Laura kembali terpuruk hingga meminta cerai kepada Johan. Hal itu terjadi karena orang tersayangnya yakni sang ibu pergi untuk selama-lamanya tepat usia anaknya baru saja genap satu tahun.
Kepergian ibunya kembali membuka luka mendalam bagi sosok wanita tangguh itu, karena orang disayanginya kembali pergi meninggalkannya. Dan hal yang tak terduga, dia sama sekali tidak mengetahui penyakit yang diderita ibunya selama ini, karena Johan, sang suami menutup-nutupinya darinya.
Johan yang mengetahui segalanya terpaksa harus berbohong demi menutupi penyakit kanker yang diderita ibu Laura karena semua itu juga keinginan mendiang ibu Laura.
Oleh sebab itu, membuat Laura murka dan kembali membenci Johan dan terus-menerus meminta cerai darinya. Namun, Johan bersikeras tak mengabulkan permintaannya dan kembali mengancamnya jika Laura bercerai darinya, maka Laura siap menyerahkan salah satu anaknya, karena itu Laura mengurungkan niatnya.
Dia tak ingin berpisah dengan anak-anaknya, sosok yang dimilikinya saat ini dan paling berharga dalam hidupnya. Walaupun pernah berencana ingin menggugurkannya, tapi kehadiran anak-anaknya mampu memberikan kebahagiaan untuknya.
Anak kembarnya menjadi harta yang paling berharganya di dunia ini dan menjadi masa depannya. Terkadang Laura merutuki kebodohannya sendiri, dimana dirinya lebih mementingkan karirnya di bandingkan buah hatinya pada saat masa-masa kehamilannya.
"Jovan, Jovin cepat sikat gigi. Jangan main air terus" tegur Laura pada anak kembarnya.
"Siap mommy" ucapnya kompak dan segera menyikat giginya. Selesai sikat gigi Laura lalu memandikan mereka.
Sesekali mereka tertawa bersama saat ibunya menggosok punggung kecilnya yang sedikit membuatnya geli. Momen tersebut membuat Laura gemes kepada anak kembarnya yang mulai aktif-aktifnya dan banyak tahu dengan bertanya ini itu yang terkadang membuatnya kehabisan kata-kata.
"Mengapa daddy sering mencium mommy setiap pagi?" tanya Jovin sambil memasang wajah menggemaskannya.
"Apa mommy mencintai daddy?" tanya Jovan dengan polosnya.
Laura membulatkan matanya mendengar pertanyaan anaknya. Darimana saja mereka tahu kata-kata seperti itu yang biasa digunakan oleh orang dewasa.
"Tentu sayang, lihatlah kalian berdua sebagai bukti cinta kami" jawab Laura tersenyum.
Kedua anak kembar menggemaskan itu hanya mampu ber o ria mendengar jawaban ibunya yang sama sekali tidak dimengerti oleh mereka sendiri.
"Jadi mommy cinta sama daddy" ucap Jovan kembali dan Laura hanya menggangguk menanggapi ucapannya.
Laura segera membawa mereka keluar untuk membantunya berpakaian di ruang ganti. Bersamaan pula Johan juga keluar dari kamar mandi dan berjalan masuk ke ruang ganti untuk berpakaian.
Tampak pakaiannya sudah disiapkan oleh Laura dan Johan tersenyum melihat setelan jas pilihan Laura. Johan kembali mengalihkan pandangannya pada anak dan istrinya. Terlihat Laura sedang berjongkok di depan anak-anaknya yang sedang membantunya memakai baju.
"Daddy, ternyata mommy cinta sama daddy" ucap Jovan antusias menatap ke arah daddynya.
"Betul-betul, mommy cinta Daddy" timpal Jovin tersenyum yang sudah pandai menirukan gaya bicara kartun favoritnya.
__ADS_1
Johan tergelak tawa mendengar ucapan anak kembarnya. Dia berjalan mendekati mereka, membuat Laura buru-buru mengancingkan baju Jovan. Sungguh dirinya seperti terjebak diantara anak dan suaminya. Apalagi Johan membungkukkan badannya di sampingnya.
"Nanti malam, aku akan mengajakmu makan malam di luar bersama si kembar. Jadi bersiaplah, tak ada penolakan" bisik Johan tepat di telinga istrinya.
Laura tak menanggapi ucapannya yang kini beralih menyisir rambut anak kembarnya. Setelah memastikan mereka rapi Laura segera membawanya keluar kamar dan membawanya turun ke lantai satu untuk sarapan.
Hanya gelengan kepala yang dilakukan Johan saat melihat tingkah acuh istrinya. Lalu dia bergegas memakai pakaiannya untuk menyusul mereka turun ke lantai satu untuk sarapan bersama.
Kini keluarga kecil Johan sudah berkumpul di meja makan. Tampak Laura begitu telaten mengambil sarapan untuk si kembar dan suaminya. Sereal gandum dan susu full cream menjadi sarapan favorit si kembar dan mereka tampak lahap memakannya. Sedangkan Johan dan Laura memakan sandwich dengan pandangan tak lepas dari si kembar.
Selesai sarapan bersama, Jovan dan Jovin di bawah ke ruang bermain oleh babysister nya. Sementara Laura berjalan menuju ruang kerjanya, namun langkahnya di hentikan oleh Johan. Tapi, tetap saja Laura tak peduli, dia menyelonong masuk dan segera menutup pintu ruang kerjanya, namun aksinya dihentikan oleh Johan.
"Sampai kapan kau terus bersikap egois seperti ini" ucap Johan dingin dan berjalan masuk ke ruang kerja Laura dan tak lupa menendang pintu ruang kerja itu hingga tertutup rapat.
Laura sempat terlonjat kaget melihat aksi Johan tak biasanya. Apalagi melihat tatapan Johan yang memancarkan amarah.
"Aku sudah katakan tak ingin keluar bersama"ucap Laura dingin.
Johan mengepalkan tangannya mendengar ucapannya. Setiap kali mengajaknya keluar bersama si kembar, Laura terus saja menolak, padahal itu demi kesenangan si kembar.
"Aku sudah sabar menghadapi mu Laura, tapi kau selalu saja bersikap keras kepala!" kesal Johan.
Sudah tiga tahun, Laura selalu saja bersikap dingin kepadanya. Di depan anak-anaknya Laura berubah menjadi istri yang baik, hal itu membuat Johan harus bersabar menghadapinya.
Johan melangkah mendekatinya dengan tatapan dingin membuat Laura tampak waspada dan berjalan mundur.
"Kau mau apa Johan" Laura terus mundur hingga membentur dinding.
Johan langsung menarik pinggangnya membuat tubuhnya menempel di tubuh Johan. Laura langsung memukul dada Johan, membuat Johan menangkap kedua tangannya lalu mencengkeramnya erat.
Tanpa basa-basi Johan langsung mencium bibir Laura dan memberikan ******* dalam hingga membuat sang empunya tak mampu melawan. Kegiatan mereka terhenti saat mendengar suara ketukan pintu dari luar.
"Mommy"
Terdengar suara anak kecil di balik pintu memanggilnya, membuat Laura langsung mendorong tubuh Johan hingga ciuman mereka terlepas.
Terlihat raut wajah Johan tampak frustasi yang sudah mendamba menginginkan istrinya. Namun, aksinya dihentikan oleh anaknya. Mereka menjadi canggung dan bergegas keluar dari ruangan tersebut.
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa, like, love, komen dan vote ya teman-teman 🙏🤗