Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 17 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

Laura terdiam sejenak mencerna kata-kata Johan yang menurutnya ada baiknya. Namun ia tidak ingin gegabah dan melakukan tindakan yang hanya bisa merugikannya nantinya.


"Aku tidak butuh kontrak kerja, apalagi harus terikat dengan keluargamu. Bisanya kau membodohi ku atau merugikan ku" tegas Laura lalu melemparkan kontrak kerja itu tepat di wajah Johan.


Kepalan tangan Johan sudah memutih dan siap beraksi melihat reaksi Laura yang memancing amarahnya, namun Johan berusaha untuk menahan amarahnya.


Laura tidak segampang itu setuju, dia sudah belajar dengan pengalamannya yang lalu-lalu, dimana kontrak kerja hanya merugikannya. Dan sekarang itu bisa saja kembali terulang jika ia tidak benar-benar cerdik.


"Bukankah kau butuh kerjaan?" ucap Johan dan terdengar menyindir.


"Ya, aku memang butuh kerjaan, tapi tidak begini juga kali" kesal Laura dengan tatapan sinis nya.


"Baiklah kalau begitu, kau kembali menyia-nyiakan kesempatan mu. Aku memberimu waktu seminggu untuk melunasi utang mu senilai 2 M dan Pinalti dari perusahaan fashion queen sebesar 5 M. Jadi total utang mu senilai 7 M. Jika kau tidak melunasinya dalam waktu yang sudah ditentukan, maka bersiaplah menikmati jeruji besi secepatnya dan kehidupan mu akan hancur" ancam Johan tak main-main.


Laura terlonjat kaget mendengar setiap ucapan Johan. Wajahnya menjadi pias dan bibirnya pucat pasih, keringat dingin mulai bercucuran di keningnya. Namun Laura berusaha untuk tenang.


Tidakkkkkk, aku tidak mau di penjara. Lihat saja ucapanmu tidak benar, suatu saat nanti kau akan memuji ku, Johan. Batin Laura.


Membayangkannya saja membuat Laura bergidik ngeri. Laura segera membuang jauh-jauh pikiran negatif itu.


"Ap-apa maksudmu, aku akan usahakan melunasi utang mu. Tapi, perlu banyak waktu." ucap Laura menunduk yang sudah tak berani bersitatap dengan Johan.


Johan tidak main-main mengatakannya. Bagaimana jika aku terima saja tawarannya. Itung-itung uang nya buat bisnis ku kedepannya.


Laura kembali mengambil kontrak kerja yang dipegang Johan.


"Mana yang harus aku tanda tangani?" tanya Laura dengan wajah polosnya dan sudah yakin dengan keputusannya.


"Apa kau menyetujui seluruh aturan dari pekerjaan ini?" tanya balik Johan.


"Ya, aku menyetujuinya demi cuan" jawab Laura sambil mengangkat tangannya yang sudah memegang bolpoin.


Tak apa, mungkin ini jalan Tuhan agar menjadikanku menjadi wanita kuat dan lebih baik lagi.

__ADS_1


"Oke, tanda tangan di sini" ucap Johan menunjuk kontrak kerja itu.


Tanpa menunggu lama, Laura menandatangani kontrak kerja nya dan sama sekali tak membacanya terlebih dahulu.


Semuanya pasti akan baik-baik saja.


Tak ada lagi kekuatan dan sikap keras kepala yang ditunjukkan Laura dihadapan mantan suaminya. Dia hanya perlu bekerja dengan baik dan mendapatkan belas kasih dari majikannya.


"Kapan aku bekerja?" tanya Laura sambil menghela nafasnya.


"Hari ini, kau sudah bisa bekerja" jawab Johan cepat.


"Hari ini! aku bahkan belum mengemasi pakaian ku" bantah Laura terlonjat kaget.


"Itu bisa diatur, jangan khawatir. Aku bisa menyuruh para pelayan wanita ke apartemen mu untuk mengemasi pakaianmu dan segala barang yang kau perlukan" ucap Johan dengan entengnya.


"Terserah kamu saja, sultan mah bebas lakuin apapun" ucap Laura murung dengan tubuh lemas dengan nasibnya yang benar-benar menjungkirbalikkan kehidupannya.


"Siapa sultan?"


"Pelayan, bawa wanita ini ke kamar nya" teriak Johan kepada pelayan wanita yang sedang berdiri tidak jauh darinya.


Dua pelayan wanita berjalan tergopoh-gopoh menghampiri majikannya. Dan betapa terkejutnya pelayan itu bisa melihat kembali mantan nona mudanya. Mereka pun tersenyum ramah menatap Laura.


"Ikutlah dengan mereka, aku akan kembali ke kantor" ucap Johan lalu melenggang pergi meninggalkan mereka.


Laura mengangguk sebagai jawabannya dan sudah tak mampu berkata-kata lagi.


Kemudian Laura mengikuti kedua pelayan wanita yang akan membawanya ke kamar, yang akan ia tempati selama berbulan-bulan lamanya.


Laura berusaha tersenyum melewati kamar pelayan. Sepertinya ia akan menempati salah satu kamar khusus untuk pelayan di kediaman William.


"Silahkan masuk nona" ucap pelayan wanita dengan ramahnya mempersilahkan Laura masuk ke dalam kamar yang cukup sederhana.

__ADS_1


"Terima kasih, mulai sekarang panggil saja Laura. Mohon kerjasamanya ya" ucap Laura bersikap ramah.


"Maaf nona, kami tidak bisa" ucapnya menunduk.


"Ya sudah, aku tidak akan mengajak kalian berbicara. Ingat ya Oliv, Intan!" ucap Laura berpura-pura mengancam mereka. Dan Laura mampu menyebutkan nama mereka lewat papan nama dari seragam pelayan yang mereka kenakan.


"Ja-jangan Laura" ucapnya terbata.


"Tunggu sebentar, aku ingin menyimpan tasku dulu, lalu kita menemui nyonya" ucap Laura tersenyum.


Kedua pelayan mengangguk mendengar ucapan Laura.


🍁🍁🍁🍁🍁


Kini Laura sudah berada di dalam kamar mama Johan. Tampak mama Johan terbaring lemah di atas ranjang empuknya yang tengah tidur siang.


Wajah mama Johan terlihat pucat pasih namun aura kecantikannya sama sekali tidak pudar. Laura menjadi iba melihat mantan mertuanya sakit-sakitan. Laura mengulurkan tangannya menarik selimut untuk menutupi tubuh sang majikan.


"Aku selalu menganggap anda sama seperti mama ku sendiri. Anda orang baik dan selalu menyayangiku" gumam Laura dengan mata berkaca-kaca.


Tanpa diduga pikiran Laura ikut tertuju kepada mama nya sendiri. Laura menjadi merindukan mama nya. Entah bagaimana kabar mamanya saat ini, yang jelas ia berharap mama nya tetap sehat sedia kala.


Mama Johan terbangun dan langsung mengerjapkan matanya melihat orang yang tengah duduk di sampingnya.


"Laura" ucapnya dengan mata berbinar dan berusaha duduk di ranjangnya.


"Iya nyonya" ucap Laura tersenyum sambil membantu mama Johan.


Mama Johan langsung berhambur memeluk Laura, sungguh ia sangat merindukan Laura, mantan istri anaknya. Sedangkan Laura hanya bisa membalas pelukan hangat mama Johan.


Bersambung.....


Jangan lupa, like love, komen dan vote ya teman-teman 🙏🤗

__ADS_1


Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2