
Selesai memberikan obat untuk nyonya Tias, maka selesai lah pekerjaan Laura seharian ini. Berarti Laura sudah bisa beristirahat dengan bebas.
Laura lalu pamit undur diri dari hadapan nyonya Tias setelah selesai mengucapkan selamat malam.
Dengan pelan dan penuh hati-hati Laura menutup pintu kamar orang tua Johan, takutnya menggangu tidur nyonya Tias.
Namun tanpa Laura duga suara serak basah seseorang membuatnya terlonjat kaget. Laura segera menundukkan pandangannya mendengar suara yang dikenali nya.
"Tugasmu hanya merawat istri ku, jangan sekali-kali mempengaruhi pikirannya, dan ingat pula batasan mu seperti apa sekarang" peringat tuan William.
Laura tidak menggubris ucapan tuan William. Ia hanya bisa menunduk diam tanpa harus menimpali ucapan majikannya.
Tuan William kemudian berlalu masuk ke dalam kamarnya dan sudah tak terlihat lagi di balik pintu.
Laura mengelus dadanya pelan. Saat ini, mentalnya tengah diuji. Saat berbalik badan lagi-lagi Laura kembali berpapasan dengan Johan.
Dengan buru-buru Laura segera berjalan menuju kamarnya, Laura tidak ingin meladeni Johan yang kurang kerjaan, namun Johan berhasil menghentikannya.
"Ikut denganku, kita perlu bicara" ucap Johan lalu melangkahkan kakinya menuju ruang baca.
Laura menghentakkan kakinya dan dengan terpaksa mengikuti langkah kaki Johan. Sebenarnya ia sudah lelah dan butuh istirahat, akan tetapi Johan kembali mengajaknya bicara.
Kini Laura dan Johan sudah berada di ruang baca. Tampak Laura duduk berhadapan dengan Johan, tapi jarak mereka begitu jauh.
Laura memegang buku kuno yang siap ia kulik isinya sedangkan Johan sedang menatapnya tajam.
"Aku sudah menyuruh pelayan untuk mengemasi pakaianmu dan mengambil barang-barang yang sesuai keperluan mu di apartemen mu" ucap Johan buka suara.
Laura segera mengalihkan pandangannya menatap ke arah Johan.
"Bagus lah jika seperti itu. Tapi, tunggu.... bagaimana bisa kau menyuruh orang mu masuk ke apartemen ku, oh atau jangan-jangan kau menyuruh orang mu itu untuk membobol apartemen ku ya. Ayo ngaku?" ucap Laura dengan tatapan sinis nya.
"Ya bisa jadi, yang kau katakan benar" ucap Johan santai lalu bergerak mengambil buku sejarah perusahaannya di atas meja.
"Tuh kan, akhirnya kau ngaku juga. Ya sudah aku ingin beristirahat dan bobok cantik di kamar baru ku" ucap Laura dan langsung menutup kembali buku kuno yang begitu tebal dengan beribu-ribu halaman.
Laura bangkit dari duduknya sambil berdengus kesal berjalan menuju pintu keluar. Dan kembali Johan menghentikannya.
"Aku belum selesai bicara, kau malah main pergi, sangat tidak sopan!" ketus Johan sambil melipat kedua tangannya.
"Heh.. jangan asal bicara, aku ingin ke kamar untuk beristirahat. Aku sangat lelah dan butuh istirahat tuan Johan, jadi jangan menghalangiku! " kesal Laura sambil mengepalkan tangannya.
Johan tak lagi menggubris ucapannya dan membiarkannya pergi. Dia memaklumi seperti apa kondisi Laura saat ini.
__ADS_1
Sementara itu, Laura sudah berada di dalam kamarnya. Laura terlebih dahulu memeriksa koper nya yang berisi pakaiannya dan juga peralatan kosmetik nya. Beberapa barang-barang kesayangannya juga berada di dalam kamar baru nya, seperti bantal cinta, boneka beruang, hair dryer, kotak musik dan masih banyak lainnya.
"Astaga, aku seperti pindahan rumah" gumam Laura tersenyum tipis yang berbicara sendiri.
"Siapa ya yang akan mengurus kucing kesayangan ku? " tanya Laura pada dirinya sendiri.
"Emm ponsel ku mana ya."
Laura segera mencari-cari ponselnya dan ternyata masih berada di dalam tas nya. Laura dengan cepat mengeluarkan ponselnya lalu memainkannya dengan cepat. Laura membulatkan matanya melihat deretan panggilan masuk dari orang dikenalinya. Mulai dari sang mama, Daniel dan Fero segala.
"Mama, ternyata mama masih peduli kepada ku. Ini sudah larut malam, mama pasti sudah tidur. Besok pagi-pagi aku akan menghubunginya untuk menanyakan kabarnya"
Laura meletakkan ponselnya di atas nakas dan berlalu masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum tidur. Setelah selesai, tak lupa Laura mengganti bajunya dengan lingerie merah sebatas paha, hingga ia pun terlihat seksi.
Kemudian Laura membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang akan ia gunakan untuk mengistirahatkan tubuhnya beberapa bulan ke depan jika ia masih bertahan di rumah itu.
Tubuhnya benar-benar lelah seharian bekerja merawat nyonya Tias. Saat asyik membolak-balikkan tubuhnya, kembali ponselnya berdering.
Derttt
Derttt
Laura mengulurkan tangannya mengambil ponselnya lalu segera menjawab panggilan masuk tersebut.
"Kau dimana? aku tidak melihatmu seharian ini. Aku bahkan tidak sengaja melihat orang asing masuk ke apartemen mu dan membawa pergi kucing kesayangan mu. Aku sempat menghentikan mereka, namun jumlah mereka lebih banyak dan aku pun kalah bertarung darinya" ucap Fero menjelaskan panjang lebar dan sangat mengkhawatirkan Laura.
Apa! ini pasti ulah Johan. Batin Laura.
"Emm aku keluar kota untuk bekerja. Siapa ya kira-kira yang sudah berani membawa pergi kucing ku!" kesal Laura sambil mengepalkan tangannya. "Lalu bagaimana keadaan mu, apa kau baik-baik saja?" tanya Laura sok khawatir.
"Aku baik-baik saja kok. Jangan khawatir aku bisa menyelidikinya dan membawa kembali kucing kesayangan mu" jawab Fero dan juga ingin membantu Laura.
"Tidak usah, aku tidak ingin merepotkan mu. Aku bisa mengatasinya sendiri" tolak Laura cepat. Pasalnya Laura sudah tahu siapa dalang nya.
"Halo Fero.... halo Fero.... aku tidak bisa mendengar suara mu.... jaringannya jelek disini..." bohong Laura demi bisa mengakhiri panggilan teleponnya.
Tluppp....
"Aish.... Johan!!!!" kesal Laura dengan suara meninggi sambil menggenggam ponselnya.
Sementara Johan baru saja selesai mengganti bajunya dengan piyama. Johan pun sudah siap untuk tidur. Akan tetapi, Johan terlebih dahulu memeriksa kembali email masuk di ponselnya dan tak lupa menyetel kembali alarm di jam weker nya.
"Aku akan mengirim kembali file-file ini kepada Mike untuk diproses ulang" gumam Johan menyeringai.
__ADS_1
Tok
Tok
Pakkkk
Terdengar suara gedoran pintu dari luar membuat Johan mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
"Siapa yang sudah melakukannya malam-malam begini, sungguh berani dia" kesal Johan lalu bergegas membuka pintu kamarnya.
Ceklek
Orang tersebut langsung menyelonong masuk tanpa permisi.
"Laura, siapa yang menyuruhmu masuk ke kamar ku hah!" bentak Johan dengan suara bass-nya kepada Laura.
Ya orang yang baru saja masuk ke dalam kamar Johan adalah Laura.
"Tidak ada yang menyuruhku! ini keinginan ku sendiri. Aku datang kesini ingin membunuhmu karena sudah membawa kabur kucing kesayangannya ku"kesal Laura dengan suara meninggi.
Johan segera menutup pintu kamarnya takutnya suara Laura terdengar keluar dan itu bisa saja membuat heboh seisi rumah.
"Apa maksudmu?" tanya Johan berpura-pura tidak tahu.
Laura lalu mendekati Johan dan tanpa basa-basi Laura langsung memukuli Johan tanpa ampun.
"Rasakan ini!!!"
Baaa....buuuggh....Bugh...bughhhh...
Johan langsung menghentikan aksi Laura dengan cara memegangi kedua tangan Laura.
Sedangkan Laura memberontak untuk lepas sambil menatap tajam Johan.
"Kembali ke kamarmu! sepertinya kau datang hanya ingin menggoda ku" ucap Johan dingin sambil buang muka.
Laura terlonjat kaget atas tindakannya sendiri. Bisa-bisanya ia tidak memperhatikan penampilannya sendiri yang hanya mengenakan lingerie.
OMG, senjata makan tuan ini. Batin Laura.
Bersambung....
Jangan lupa, dukungannya teman-teman 🙏🙏🙏
__ADS_1