Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 9 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

Laura menjadi pias turun dari mobil. Matanya membulat sempurna melihat bangunan mewah di hadapannya. Ternyata Johan benar-benar tak main-main dengan ucapannya dan langsung membawanya ke sebuah hotel mewah.


Mati aku, aku masuk jebakan batman nya. Tapi tenang Laura sesuatu tak akan pernah terjadi kepada mu, dia hanya pria sesama jenis, kamu tak boleh takut. Batin Laura


"Mari" ucap Johan tersenyum kemenangan melihat gelagat mantan istrinya.


"Hehehehe iya."


Laura hanya bisa mengikuti langkah kaki Johan, mantan suaminya. Mereka berjalan beriringan melewati lobi hotel. Hingga staff resepsionis menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang tuan dan nyonya" ucap staff resepsionis dengan ramah.


"Siapakan kamar hotel untuk ku" ucap Johan dingin sambil tersenyum sinis melirik Laura.


"Aduh perutku sakit" ucap Laura dengan wajah memelas yang pura-pura sakit perut.


"Sepertinya aku harus kembali Johan, Sial, mobilku masih tertinggal di perusahaan fashion queen, aku harus kembali mengambil nya" ucap Laura sambil memegangi perutnya.


"Kita sudah pesan kamar hotel, tak seharusnya kamu membatalkan rencana kita. Bukankah kamu ingin membuktikannya?" ucap Johan tersenyum sinis.


"Lain kali saja, aku harus pergi" ucap Laura dan bergegas berlari keluar hotel.


Johan hanya tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah mantan istrinya.


"Pasti kamu takut melakukannya" ucap Johan meremehkan mantan istrinya.


Baiklah lain kali aku akan menagih janji mu. Batin Johan.


"Bagaimana tuan? kami sudah menyiapkan kamar hotel untuk anda" ucap Staff resepsionis dengan ramahnya.


"Lain kali saja, kami tak jadi menginap" ucap Johan dan memilih berjalan menuju pintu keluar.


Terlihat Mike berdiri di samping mobilnya yang tengah asyik bertelepon ria. Saat menyadari kedatangan atasannya. Mike segera memutuskan panggilan telepon nya.


"Mengapa anda masih di sini?" tanya Mike hati-hati.


"Laura kabur, sepertinya dia begitu takut membuktikannya" ucap Johan tersenyum tipis.


"Benar tuan, sedari tadi gelagat nona Laura sangat mencurigakan."

__ADS_1


Mike tersenyum mengatakannya sambil membukakan pintu mobil untuk atasannya.


"Kembali ke kediaman orang tua ku, aku ingin mengunjunginya" ucap Johan dingin lalu bergegas masuk ke dalam mobil nya.


"Siap tuan" ucap Mike kemudian berlari kecil masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi.


Mobil segera melaju kencang membelah jalanan pusat kota menuju kediaman orang tua Johan.


Hanya 30 menit perjalanan akhirnya mereka tiba di kediaman Johan. Bangunan tiga lantai tampak mewah dengan pekarangan rumah yang super luasnya. Para penjaga segera membukakan pintu mobil untuknya.


Johan begitu berkharisma keluar dari mobil. "Kamu boleh kembali Mike, besok pagi-pagi kamu harus tepat waktu menjemput ku" ucap Johan dingin lalu berjalan menuju pintu utama.


Para pelayan wanita berbaris rapi menyambut tuan mudanya. Tampak wanita paruh baya tersenyum menatap kehadiran sosok yang dirindukannya selama ini. Wajah wanita paruh baya itu terlihat pucat pasih, sebuah syal melingkar di lehernya yang pertanda bahwa ia tidak baik-baik saja.


"Mama sangat merindukanmu Johan" ucap nya dan langsung berhambur memeluk putranya.


Johan hanya diam membisu, ada rasa bersalah melihat kondisi ibunya yang semakin kurusan karena sikap egoisnya, memilih berpisah dengan Laura dibandingkan mempertahankan keinginan ibu nya.


Johan menuntun ibunya duduk di sofa, lalu ia pun ikut duduk di sampingnya.


"Johan tidak bisa melihat mama sakit-sakitan seperti ini. Besok Johan akan mengantar mama ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi mama" ucap Johan sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Mama tidak mau ke rumah sakit, mama cuman ingin bertemu dengan Laura. Mama ingin Laura yang merawat mama, titik!!!" ucap Mama nya yang bernama nyonya Tias.


Mau tak mau Johan beserta sang papa mengabulkan permintaan wanita yang sangat disayangi di keluarganya. Yakni menjadikan putri tunggal keluarga Fernandez menjadi bagian dari keluarganya.


Johan hanya diam seribu bahasa, mustahil jika ia dapat mengabulkan permintaan mama nya. Dilain pihak, ia tidak ingin mama nya terus-menerus sakit-sakitan dan tak terawat lagi.


"Nanti aku pikirkan ma, sebaiknya mama istirahat saja" ucap Johan sambil memijit pelipisnya.


"Kamu anak satu-satunya mama, tapi begitu egois kepada mama. Pokoknya mama kasi kamu waktu seminggu untuk membawa Laura bertemu dengan mama. Jika permintaan mama tidak kamu laksanakan mendingan mama mati saja...uhuk..uhukk"ucap Nyonya Tias sambil terbatuk-batuk.


Johan begitu panik hingga meminta pelayan mengambilkan air putih untuk mama nya.


"Minum dulu ma" ucap Johan khawatir melihat kondisi mama nya.


"Tak perlu, pokoknya mama mau Laura yang merawat mama. Jika kamu mau pulang, pulang saja" ucap nyonya Tias sambil bangkit dari duduknya.


Johan mengusap wajahnya dengan kasar melihat tingkah laku sang mama tercinta nya. Johan kembali menuntun mama nya ke kamar untuk beristirahat.

__ADS_1


"Tak perlu membantu mama, kamu anak durhaka" ucapnya kembali.


"Astaga ma, Johan sangat sayang mama. Jangan mendoakan yang tidak-tidak kepada anak tampan mama. Baiklah, aku usahakan akan membawa Laura bertemu dengan mama" ucap Johan yang memilih mengalahkan egonya.


"Hore, mama tidak sabar untuk bertemu kembali menantu mama" ucap nyonya Tias antusias.


"Dia bukan lagi menantu mama. Jadi jangan menganggapnya lagi sebagai menantu mama."


"Laura tetap menantu mama sampai kapanpun. Hanya Laura wanita yang cocok bersanding denganmu" ucap nyonya Tias tegas yang sudah masuk ke dalam kamarnya.


"Terserah mama saja" ucap Johan sambil membantu mama nya berbaring di tempat tidur. Johan kembali memakaikan selimut untuk mama tercintanya.


"Selamat malam ma, mimpi yang indah."


"Malam, sebaiknya kamu juga istirahat."


Johan menghela nafas panjang lalu mengangguk setuju dengan ucapan mama nya. Johan memilih keluar dari kamar mama nya, kemudian berjalan menuju kamar nya yang berada di lantai tiga.


******


Sementara di kediaman orang tua Laura.....


Kedua orang tua Laura tampak berdebat melihat video pertengkaran Laura yang sedang tranding topik di sosial media.


"Anak itu selalu saja membuat masalah, malu-maluin keluarga" ucap papa Anthony yang emosional sambil mengepalkan tangannya.


"Papa begitu tega membuat Laura tinggal seorang diri di luaran sana" ucap mama Laura yang begitu bersedih melihat putri kecilnya tidak tinggal bersamanya.


"Dia bukan lagi putri ku!" ucap papa Anthony dengan tegasnya.


"Astaga pa, tidak seharusnya papa berkata seperti itu. Hanya Laura putri satu-satunya kita, tapi papa memilih mempertahankan keegoisan papa dibandingkan dengan putri sendiri. Baiklah kalau begitu mama memutuskan untuk tinggal bersama Laura" ucap mama Laura dengan kesalnya.


"Mama tak boleh keluar dari rumah ini. Biarkan Laura menikmati dunia luar dan merasakan yang namanya hidup menderita. Itulah akibatnya karena mama terlalu memanjakan Laura selama ini" ucap papa Anthony dan bergegas menuju ruang kerjanya.


Sementara Mama Laura hanya mampu terisak dengan nasib putrinya yang sudah di coreng dari anggota keluarganya.


Bersambung.....


Jangan lupa like, love komen dan vote ya teman-teman, biar cerita ini semakin baik kedepannya 🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak 🙏🙏


__ADS_2