Legenda Arcana

Legenda Arcana
Rencana Untuk Ulang Tahun Azalea


__ADS_3

Ziruko terkejut dengan pernyataan Azalea. Tapi mau bagaimana lagi, hal ini sudah terjadi.


"Ayo kita kembali keatas sambil mengecek pasukan yang lainnya."


Setelah itu mereka pun keluar dari kuil ini. Mereka semua melihat yang lainnya sedang menunggu di luar kuil.


"Apa kalian menang?"


"Tentu saja."


"Kalian hebat."


Setelah itu, para pasukan membubarkan diri.


"Sekarang ruangan kita akan penuh."


Mereka semua kembali ke penginapan. Setelah itu mereka memperdebatkan tentang pembagian tempat tidur.


"Baiklah sekarang pembagian tempat tidur."


"Udah pasti Ziruko, aku sama Mizu. Terus kamu sama Riz."


"Nggak mau Aza, masa aku tidur sama laki-laki. Aku sudah besar, kayanya aneh kalo tidur sama laki-laki."


"Nggak aneh Ziruko, ini kan demi kebaikan kita juga. Lebih aneh kalau laki-laki tidur dengan perempuan."


"Kamu nggak ngerti Aza, pokoknya aku nggak pengen tidur sama Riz."


"Oh, jadi kamu ingin tidur dengan Mizu."


"Bukan begitu."


"Terus apa kamu ingin tidur denganku?"


"Bukan juga. Aku hanya ingin tidur sendiri."


Mizu yang mendengar percakapan ini langsung memberikan saran mengenai pembagian tempat tidur.


"Kalau begitu kamu tidur sama aku aja Ziruko."


"Kamu gak boleh tidur sama Ziruko, Mizu!!!"


"Memangnya kenapa Azalea? Kamu cemburu?"


"Bukan begitu."


"Kalau begitu kita berdua saja tidur dengan Ziruko."


Ziruko yang mendengar perkataan itu, langsung memutuskan pembagian tempat tidur.


"Diam semuanya... aku mempunyai ide yang lebih bagus. Begini saja, aku tidur sendiri, Aza tidur dengan Mizu, dan Riz tidur sendirian di ruang tengah. Apa kamu tidak keberatan Riz?"


"Sepertinya itu yang terbaik. Aku tidak akan membiarkanmu tidur dengan adikku."


"Tapi, aku pernah tidur dengannya. Walaupun itu tidak sengaja."


"Benarkah?"


Mizu pun menjawab pertanyaan Riz.


"Benar Riz."


"Kau ini Mizu! aku lapor ke ayahanda mati kau."


"Kalau aku sih gak apa-apa, palingan nanti dinikahin."


"Kok kamu pengen nikah sama Ziruko."


"Gimana aku dong, ini kan hidup aku."


Setelah mereka pergi ke ruangan yang sudah dibagi-bagi. Lalu Ziruko langsung tidur.


Keesokan harinya...


Saat dia terbangun dia mendengar suara teriakan Azalea.


"Mizu!!! dimana kamu?"


Ziruko merasakan firasat yang buruk. Dengan berat hati dia berbalik kebelakang.


Benar sekali... ya memang hal ini pasti terjadi. Mizu terlihat tidur nyenyak dibelakang Ziruko.


Tidak lama kemudian, Azalea sudah sampai di depan pintu kamar Ziruko. Tambah parahnya lagi Ziruko lupa menutup pintu kamarnya.


"Zi.. ru.. ko.. apa semalam kamu bersenang-senang?"


"Tentu saja tidak."


"Biar aku ganti pertanyaannya. Apa disitu ada Mizu."


"A-ada."


"Kenapa kamu tidur sama Mizu?"


"Aku nggak tidur sama Mizu kok."

__ADS_1


"Terus itu siapa?"


"Dia Mizu. Mizu tidur denganku. Bukan aku tidur dengan Mizu."


"Apa bedanya? bukannya itu sama saja."


Setelah itu Mizu terbangun.


"Selamat pagi Ziruko!"


Ziruko merasa kesal, karena Mizu tidak menunjukkan muka penyesalan.


"Azalea pagi-pagi begini udah berisik ada apa sih. Gawat!!!"


"Gawat kenapa Mizu?"


"Sepertinya aku salah masuk kamar."


"Bukan sepertinya, tapi memang bener."


"Ya udah maafin aku ya Azalea, Ziruko."


"Memangnya kamu bisa salah masuk kamar?"


"Tentu saja."


"Tapi sepertinya kamu memang ingin tidur dengan Ziruko."


"Kamu benar Putri Azalea. Maksudku tentu saja tidak."


"Sudahlah lupakan saja."


"Terimakasih tuan putri."


Setelah itu Mizu dan Azalea keluar dari kamar Ziruko, mereka langsung menyiapkan makanan.


Saat makanannya sudah jadi, mereka berempat langsung memakannya.


Setelah selesai makan Riz memintaku berbicara empat mata di luar ruangan.


"Ziruko aku ingin bicara denganmu."


"Ada apa Riz?"


"Sebentar lagi Azalea berulang tahun."


"Kok kamu bisa tau?"


"Dia kan putri seorang kaisar, latar belakangnya sudah bukan menjadi rahasia lagi."


"Dasar pelit."


"Aku sedang menjalani kehidupan yang hemat."


"Menurutku kamu tembak saja dia."


"Tembak? aku itu mau ngasih hadiah, bukan mau ngebunuh."


"Bukan itu maksudku. Maksudnya kamu ungkapkan perasaan padanya."


"Ungkapan perasaan ya? sepertinya dia tidak akan senang."


"Kamu itu tidak tau perasaan cewek. Kalau begitu beri dia bunga dan coklat saja."


"Kamu itu tidak tau selera ya, kalau coklat dicampur dengan bunga nanti rasanya jadi nggak enak."


"Berhenti bercanda Ziruko. Aku sudah muak."


"Mau berantem Riz???"


"Ya udah jangan cari saran ke aku."


"Bercanda, kok dianggap serius."


Setelah itu Ziruko menghampiri Mizu yang sedang membaca buku di ruang tengah.


"Mizu, aku mau ngomong sama kamu?"


"Ngomong apa?"


"Ini rahasia, jadi kita bicarakan di luar."


"Kamu mau ngungkapin perasaan Ziruko?"


"Pokoknya ini rahasia."


Mizu dan Ziruko pergi ke luar ruangan.


"Ada apa sih Ziruko?"


"Sebentar lagi Azalea ulang tahun, jadi apa hadiah yang cocok untuknya."


"Bakar saja dia."


"Kalian sama saja, aku mau ngasih hadiah bukan mau ngebunuh."

__ADS_1


"Kalau begitu kasih dia Paket Kombo Ayam Goreng."


"Wah sepertinya dia bakalan senang."


"Ya udah itu aja."


"Tunggu dulu Mizu, aku butuh yang spesial bukan yang biasa-biasa saja seperti itu."


"Kamu kasih aja bunga ke dia, kan gampang."


"Perempuan suka banget sama bunga ya?"


"Ya, hampir semua perempuan suka bunga."


"Kalau kamu suka bunga apa Mizu."


"Kalau kamu tanya begitu sih, aku sukanya bunga mimpi."


"Ini serius Mizu."


"Aku suka bunga mawar merah. Aku lebih senang jika kamu juga memberikan bunga untukku."


Tiba-tiba Azalea membuka pintu. Karena kaget Mizu melompat kearah Ziruko dan memegang pundaknya.


"Ziruko!!! enak ya, kamu mesra-mesraan sama Mizu"


"Nggak kok."


"Terus kenapa Mizu memegang pundakmu?"


"Itu karena kamu tiba-tiba datang."


"Sampai kapanpun alasan akan tetap menjadi alasan."


Nasib Ziruko dipertaruhkan saat itu, dia melihat Riz yang sedang duduk di kursi menertawainya.


"Riz bantu aku."


"Urus saja urusanmu sendiri."


"Jahat sekali kamu."


Mizu belum melepaskan tangannya dari pundak Ziruko. Dia malah memegangnya semakin erat. Azalea semakin marah.


"Mizu!"


"Ada apa tuan putri? kamu cemburu?"


"Kalau begitu gabung denganku."


"Aku tidak murahan."


"Kalau begitu aku jadi istri yang pertama saja."


"Jangan!"


"Tuh kan, kamu juga nggak mau kalo aku jadi yang pertama."


"Mizu!"


Azalea masuk kedalam dan langsunh menutup pintunya. Terdengar suara pintu yang sedang dikunci.


"Gawat Mizu, kamu benar-benar sudah membuat Aza marah."


"Sepertinya aku terlalu berlebihan."


"Kalau dia tidak membuka pintunya sampai malam bisa mati kita."


"Benar juga, bisa saja kita mati kedinginan. Tapi, kamu sudah mengerti kan."


"Mengerti apa?"


"Kalau Azalea suka sama kamu."


"Ya aku sudah tahu dari lama."


"Baguslah kalau begitu."


"Mizu lepaskan tanganmu dari pundakku."


"Maaf, aku malah jadi keenakan."


"Palingan juga sekitar lima belas menit lagi, Aza akan membuka pintunya."


Tiga jam kemudian...


"Mizu, ini benar-benar gawat."


"Ini sudah tiga jam kan?"


"Aku rasa baru sepuluh menit."


"Yang benar itu ini sudah tiga jam."


"Kalau begitu aku akan pergi mengambil pekerjaan di guild."

__ADS_1


"Aku ikut juga ya."


__ADS_2