
Manusia serigala yang muncul dari api tersebut merupakan orang yang menyerang Miho waktu itu. Dia langsung melontarkan perkataan dengan pelan.
“Ada apa kalian datang kesini? apa kalian mau mencari gara-gara???”
“Kamu saja yang terlalu berpikiran negatif, kami datang kesini untuk berbicara dengan kalian,” jawab Ziruko.
“Semuanya hentikan!!!”
Semua orang yang menyerang Ziruko dan Miho berhenti menyerang.
“Kalau memang begitu, silahkan masuk.”
Ziruko dan Miho dipandu oleh laki-laki itu. Namun mereka tidak merasa bebas. Mereka diikuti oleh banyak orang dibelakang mereka.
“Miho apa kamu tahu nama laki-laki itu?” tanya Ziruko.
“Namanya adalah Fergus. Dia adalah anak dari elder yang ada di tempat ini.”
“Begitu ya.”
Tidak lama kemudian mereka sampai ditengah desa. Terlihat ada dua kursi taman yang saling berhadapan.
“Jadi, apa tujuan kalian datang kesini?” tanya Fergus.
“Aku ingin bernegosiasi denganmu,” jawab Ziruko.
“Sepertinya kamu bukan berasal dari kelompok rubah itu.”
“Kalau boleh jujur, aku memang bukan berasal dari daerah ini. Aku kebetulan singgah di tempat ini karena rumor yang beredar.”
“Rumor tentang hal apa? padahal aku yakin kalau orang-orang diluar sana tidak tertarik dengan kehidupan para Foxez dan Wolvez.”
“Sebenarnya aku sedang mencari phoenix.” Ziruko langsung mengatakan intinya, tanpa berbelit-belit.
“Aku tidak tahu apapun tentang phoenix.”
“Kalau fenghuang?”
“Fenghuang katamu?”
__ADS_1
“Terkadang orang-orang menyebut phoenix dengan sebutan fenghuang.”
“Untuk memanggil fenghuang kamu membutuhkan dua potongan kalung.”
“Aku tahu itu, makanya aku datang kesini.”
“Apa tuan putri tanpa ekspresi itu sudah memberikannya padamu?”
“Aku akan memberikan apapun untuk orang ini.” kata Miho.
“Memangnya kamu ini sebenarnya siapa?”
“Maaf aku telat mengenalkan diri. Namaku adalah Ziruko, aku adalah orang yang akan menjadi seorang kaisar.”
“Hahahaha, kaisar katamu? impianmu itu terlalu tinggi.”
“Langsung saja kepada kesimpulannya, apa kamu mau memberikan potongan yang satunya lagi padaku?”
“Aku tidak akan memberikan barang berharga dengan cuma-cuma.”
“Kalau begitu apa syaratnya?”
“Apa yang kamu maksud?” Miho bertanya dengan kebingungan.
“Kita akan mengadakan duel, siapa yang menang akan menjadi elder yang selanjutnya.”
“Tapi kita harus mempunyai persetujuan dari elder.”
“Ribet sekali! aku ingin cepat menyelesaikan hal ini. Tapi kamu selalu saja menolak.”
“Sudah aku bilang kita memerlukan persetujuan dari elder.”
“Kalau begitu biar aku saja yang bilang pada elder.”
“Benarkah?”
“Aku tidak ingin direpotkan dengan hal seperti ini.”
“Baiklah, tapi aku tidak akan bertarung.”
__ADS_1
“Apa katamu?”
“Biarkan saja orang ini yang bertarung,” kata Miho sambil menunjuk kearah Ziruko.
“Tidak apa-apalah aku tidak akan kalah dengan orang yang tidak tau muncul dari mana.”
“Masalahnya kenapa harus bawa-bawa aku segala???” keluh Ziruko.
“Kamu kan calon pendampingku”
“Tapi, apa saja yang akan aku dapatkan jika aku bertarung?”
“Kamu bebas menentukan. Tapi ada satu hal yang tidak bisa kamu hapuskan dari daftar hadiah yang akan kamu ambil.”
“Apa itu?”
“Pemenangnya harus menjadi elder.”
“Tapi aku tidak akan tinggal disini.”
“Kalau tentang hal itu, pikirkan saja sendiri. Aku tidak suka mengurus hal-hal merepotkan seperti itu.”
“Yang pertama, aku ingin kalung milikmu itu. Kedua, aku menginginkan semua warga Wolvez tunduk padaku. Apa kamu bisa menyetujui hadiah yang aku inginkan.”
“Tenang saja, bukannya hadiah kedua yang kamu inginkan itu akan terwujud kalau kamu menjadi elder?”
“Sepertinya sudah disepakati.”
“Ini belum sepenuhnya disepakati. Aku belum meminta hadiah yang aku inginkan jika aku menang.”
“Lalu apa yang kamu inginkan?”
“Aku tidak meminta hal yang begitu penting. Mungkin aku juga memikirkan hal yang sama denganmu. Kesatu, aku menginginkan kalung yang dipakai Miho. Kedua, seperti syaratnya aku akan menjadi elder.”
“Sepertinya sudah disepakati ya.”
“Pertarungannya akan dilangsungkan besok di pesisir pantai. Untuk sekarang lebih baik kalian kembali saja ke tempat kalian. Aku tidak bisa mengobrol terus. Setelah ini aku akan mengatakan tentang hal ini kepada elder.”
Setelah mengatakan hal itu, Fergus langsung beranjak dari tempat duduknya. Setelah itu dia berjalan dengan dikawal oleh Wolvez yang lain.
__ADS_1
Karena tidak ada hal yang harus dilakukan lagi, Miho dan Ziruko kembali ke Desa Foxez.