Legenda Arcana

Legenda Arcana
Dibalik Nama 'Luca'


__ADS_3

Ziruko terkejut mendengar perkataan Lili. Begitu juga dengan kakeknya, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Setelah beberapa waktu, akhirnya kakeknya berbicara.


"Baiklah, aku akan mengizinkan mereka untuk tinggal disini."


"Terimakasih kakek."


Mereka berempat pun keluar dari tempat kakeknya berdiam.


"Lili, apa kamu bisa memperkirakan kapan para goblin akan menyerang."


"Biasanya mereka menyerang tiga hari sekali."


"Begitu ya, jadi sudah berapa hari sejak mereka terakhir kali menyerang."


"Mereka terakhir kali menyerang pada dua hari yang lalu."


"Berarti, mereka akan menyerang pada malam ini."


"Ya, kamu benar. Tapi tenang saja, mereka tidak mengetahui lokasi ini. Kami hanya mendengar suara mereka yang berlarian di atas sana."


"Begitu ya. Aku jadi penasaran kenapa para goblin menyerang desa ini."


"Apa kamu mau tau ceritanya?"


"Kalau kamu mau ceritakan, ya... akan aku dengarkan."


"Kalau begitu aku akan menjelaskannya, tapi..."


"Tapi kenapa?"


"Lebih baik kalau kita menceritakannya di rumahku saja."


"Apa rumahmu di tempat kakekmu yang tadi."


"Bukan, bukan. Aku punya rumah sendiri."


"Baiklah, ayo kita pergi kesana."


Mereka bertiga mengikuti Lili, rambut warna hijaunya terlihat sangat cantik.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di depan rumah Lili. Rumahnya lumayan besar, sepertinya sedikit lebih besar dari penginapan.


Mereka berempat langsung masuk kedalam rumah.


Ziruko melihat ke sekelilingnya, ruangan ini terlihat gelap. Lili berjalan ke depan, menuju saklar lampu. Dan seketika lampu pun menyala.


"Sepertinya rumah ini sudah lama tidak ditinggali ya."


"Ya, aku sudah lama tidak kesini. Kira-kira terakhir kali aku tinggal disini itu dua puluh hari yang lalu."


"Lalu selama ini, kamu tinggal dimana?"


"Aku tinggal di tempat kakekku. Karena sebentar lagi aku akan dilantik menjadi tetua."


"Tetua? kenapa? padahal masih muda, tapi disebut tetua."


"Aku akan menjelaskannya, jadi silahkan duduk saja dulu. Aku akan menyiapkan teh."


Setelah Lili pergi ke dapur. Mizu dan Azalea datang menghampiriku.

__ADS_1


"Ziruko, aku lelah sepertinya aku akan langsung beristirahat saja."


"Baiklah, Mizu."


"Aku juga."


"Ya, ya, Aza. Kalau ada penyerangan nanti aku bangunkan."


Mereka berdua serentak menjawab, "baik, Ziruko!!!"


Tidak lama kemudian, Lili datang membawa dua gelas teh menggunakan tatakan.


"Aku akan menjelaskan semuanya Ziruko."


"Jadi???"


"Yang pertama, aku akan menjawab tentang kenapa aku jadi tetua selanjutnya. Hal ini disebabkan karena beberapa bulan yang lalu ayahku meninggal."


"Maaf sudah bertanya."


"Tidak apa-apa, meninggal itu hal yang wajar bagi makhluk hidup. Dan juga hal itu sudah ditentukan oleh takdir."


"Terus kenapa harus kamu yang jadi tetua selanjutnya. Kan masih ada ibumu?"


"Ibuku bernama Liz de Rabby no Luca, meninggal saat Liliana de Rabby no Luca dilahirkan."


"Sepertinya aku salah tanya terus."


"Tidak apa-apa, aku tidak merasa terganggu."


"Terus kenapa kamu belum menjadi tetua?"


"Karena salah satu syarat untuk menjadi tetua adalah sudah mempunyai pasangan."


"Lupakan saja. Aku tidak akan memaksamu untuk menjadi suamiku."


"Untung saja."


"Kenapa kamu bilang gitu? apa menurutmu aku ini tidak cantik?"


"Bukan seperti itu, tapi... kalau jadi tetua disini aku tidak akan bisa jadi kaisar."


"Jadi kaisar?"


"Ya, itu adalah impianku."


"Begitu ya, semoga impianmu bisa terwujud."


"Sekarang aku pengen tau alasan goblin menyerang Desa Rabby."


"Ini ada hubungannya dengan namaku."


"Namamu?"


"Kamu tau kan, namaku ada kata 'Luca'?"


"Ya, aku tau."


"Luca adalah artifak kuno yang dulu dimiliki oleh goblin."


"Artifak? artifak seperti apa?"

__ADS_1


"Mungkin kamu bisa menyebutnya sebagai arcana."


"Arcana? jadi luca itu adalah sebuah arcana?"


"Bukan begitu. Arcana ya arcana, luca ya luca."


"Terus gimana."


"Kamu bisa diam gak, aku jadi susah ngejelasinnya."


"Ya maaf."


"Jadi arcana itu dinamakan luca karena arcana itu punya seorang laki-laki yang bernama Luca. Dikisahkan dulu dia adalah seorang ksatria. Ksatria yang sangat hebat, bahkan ada yang bilang dia adalah salah satu jendral kekaisaran yang mengalahkan Bahamut."


"Dia pasti laki-laki yang hebat."


"Ya, benar. Arcana miliknya adalah tipe langka. Bisa dibilang arcananya bisa menggunakan kekuatan celestial. Setiap celestial kan memiliki kekuatan yang berbeda-beda, dan dia hampir mempunyai semua elemen."


"Wah keren, sepertinya aku ingin mempunyai arcana seperti itu."


"Jadi kamu gak punya arcana ya?"


"Ya, aku nggak punya."


"Mau jadi kaisar tapi nggak punya arcana. Kamu ini aneh sekali. Baiklah kita lanjutkan ceritanya. Setelah itu, laki-laki yang bernama Luca itu datang ke Desa Rabby. Saat itu penduduk Desa Rabby hidup damai dengan para goblin. Luca membangun rumah-rumah disini. Dan menjadikan tempat ini sebagai tempat untuk dia tinggal. Saat itu ia disambut dengan baik oleh para penduduk Desa Rabby maupun penduduk Desa Goblin."


"Jadi, dulu Desa Rabby dan Desa Goblin menyatu."


"Ya. Luca terpikat dengan seseorang yang berparas cantik nan rupawan, dan merupakan Tetua Desa Rabby. Namanya adalah Liz."


"Liz, jadi dia suka sama ibumu?"


"Tidak, Liz yang ini adalah nenek buyutku. Tidak lama kemudian mereka pun menikah. Mereka berdua mengelola Desa Rabby dan Desa Goblin sampai menjadi desa yang sangat berbahagia. Saat itu, tidak ada yang berani menyerang kedua desa ini. Sampai suatu ketika, Luca pun meninggal. Kekacauan mulai terjadi pada saat itu. Penduduk Desa Goblin menyerang Desa Rabby karena mereka menginginkan arcana milik Luca."


"Lalu, apa sampai sekarang arcana milik Luca masih ada disini."


"Sebenarnya sudah tidak ada. Mereka mencari arcana di sekitaran Desa Rabby. Padahal sebenarnya arcana milik Luca tidak ada disini."


"Lalu dimana arcana itu sekarang."


"Tidak ada yang tahu kecuali kakekku. Sebelum diangkat menjadi tetua, tetua sebelumnya memberitahukan lokasi arcana milik Luca kepada penerusnya. Karena tetua terdahulu yakin akan ada orang yang mirip dengan Luca datang kesini."


"Jadi begitu ya, alasan goblin menyerang Desa Rabby itu karena arcana. Aku jadi menginginkan arcana seperti itu."


"Begini saja, kalau kamu bisa menyelesaikan konflik antara Desa Rabby dan Goblin aku akan membujuk kakekku agar memberitahukan lokasi arcana milik Luca."


"Kalau begitu, aku terima tawaranmu. Yang kamu inginkan itu seperti apa? apa aku harus membunuh mereka semua atau bagaimana?"


"Jangan membunuh mereka!!! kamu kejam sekali. Pokoknya aku ingin menyelesaikan konflik ini tanpa pertumpahan darah yang sia-sia."


"Kalau begitu susah juga ya. Tapi aku akan mencobanya. Kalau soal negosiasi sepertinya Mizu jagonya."


"Ya, baiklah. Kalau begitu aku akan tidur."


"Tiba-tiba suara kentongan terdengar."


Ziruko mengikuti Lili yang tiba-tiba berlari keluar rumah. Disana terlihat ada seorang laki-laki yang sedang berlari."


"Nona Liliana gawat!!!"


"Ada apa?"

__ADS_1


"Para goblin berhasil menemukan tempat persembunyian ini."


__ADS_2