
Batu yang di selimuti api menembus awan dengan sangat cepat. Batu itu menghantam tanah, dan terciptalah lubang-lubang yang lumayan besar. Bukan hanya itu saja, meteor itu berhasil membuat kobaran api.
"Jika seperti ini terus kekaisaran akan hancur!!!"
"Benar katamu Ziruko, kalau begini terus kekaisaran bisa hancur. Selama orang itu belum dikalahkan batu itu tidak akan berhenti berjatuhan."
"Kalau begitu bantu aku untuk mengalahkan orang itu!!!"
Ziruko dan Kagura berlari kearah orang yang mengeluarkan sihir "Meteor Shower".
Ziruko langsung mengeluarkan sihir "Ice Rope". Namun, sihir itu tidak bisa tercapai karena orang itu dikelilingi oleh barrier.
"Sial! kalau begitu, berarti Paman Nathan ada di sekitar sini."
Tiba-tiba Ziruko terkena oleh tendangan. Dia pun terhempas lumayan jauh.
"Aku melihatnya!" kata Kagura.
Setelah itu Kagura melawan orang yang menyerang Ziruko. Dia menendang orang itu. Ternyata orang yang dilawannya adalah Ruri.
"Ruri terpojokkan sangat cepat. Ini tidak seperti biasanya."
Ruri menggunakan sabitnya untuk melawan Kagura. Namun Kagura berhasil menghindari semua serangannya. Kagura mencoba untuk berbicara dengan Ruri sambil menghindari serangannya.
"Lumayan juga, setidaknya seranganmu itu lebih cepat dari Violet."
"Ruri tidak membutuhkan pujian."
"Jangan begitu, sebenarnya aku tidak memuji. Aku cuma mengatakan yang sebenarnya."
"Ruri sedang serius. Jadi, berhentilah berbicara!"
"Ngomong-ngomong Ruri, kenapa kamu melakukan semua ini?"
"Ruri hanya membalas budi kepada Sygard."
"Benarkah begitu?"
"Ruri tidak pernah berbohong!!!"
"Kalau begitu, bagaimana kalau kamu bergabung denganku dan Ziruko saja?"
"Sudah Ruri bilang, Ruri sedang membalas budi."
"Begitu ya, kalau memang begitu aku tidak mempermasalahkannya. Tapi, kalau kamu berubah pikiran... dua minggu lagi, kamu tunggu di Kota Ragorick."
"Ruri tidak butuh hal seperti itu."
"Ya, sudahlah. Pokoknya ingat saja ucapanku itu."
Kagura langsung melompat kebelakang Ruri. Dia kemudian melakukan tendangan, setelah itu dia menggunakan kipasnya untuk menghempaskan Ruri.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan. Kalau begitu dia gak akan bergabung. Tapi, ya sudahlah."
Sedangkan itu Ziruko sedang menghadapi Paman Nathan. Namun terlihat lebih sulit daripada yang dibayangkan.
"Paman Nathan! kenapa kamu melakukan semua ini?"
"Aku melakukan apa yang aku percayai."
__ADS_1
Paman Nathan mengeluarkan pedangnya dia langsung menerjang kearah Ziruko. Ziruko membuat pedang dari sihir es miliknya. Mereka pun saling beradu pedang dan berbicara satu sama lain.
"Aku membutuhkan jawaban yang pasti Paman Nathan!"
"Diamlah pengkhianat!"
"Seharusnya aku yang bilang begitu, paman!!!"
"Dasar iblis rendahan!"
Ziruko yang mendengar hal itu langsung terdiam. Setelah itu dia terkena serangan combo dari Paman Nathan, Ziruko pun terjatuh. Dia mencoba untuk bangkit namun Paman Nathan menginjak tubuhnya.
"Saat aku menancapkan pedang ini kepada tubuhmu semuanya akan berakhir."
Ziruko mencoba untuk mengeluarkan sihir, namun tangannya ditusuk oleh pedang milik Paman Nathan. Ziruko reflek berteriak karena merasakan rasa sakit. Kagura yang mendengarnya langsung mencoba untuk menolong Ziruko.
"Wind Slash"
Terdengar seseorang yang menggunakan sihir itu. Paman Nathan pun terhempas sangat jauh. Orang itu kemudian menghampiri Ziruko dan mencabut pedangnya.
Orang itu adalah Irina.
"Ziruko apa kamu baik-baik saja?"
"Ya, aku baik baik saja."
"Kamu terlihat sedang kesakitan begini. Untuk sekarang mundur saja dulu!"
Namun Ziruko enggan untuk mundur. Irina menyobekkan sebagian bagian bawah gaunnya untuk dijadikan perban untuk Ziruko.
"Maaf aku menggunakan kain ini. Namun ini hanya untuk menghentikan pendarahan!"
"Sudahlah diam disini!"
Irina memeluk Ziruko untuk mencegah dia melanjutkan bertarung.
"Irina..."
Kagura menghampiri Paman Nathan. Namun dia terlihat sangat marah sekali.
"Ini sudah terlalu berlebihan."
Mata Kagura berubah menjadi warna merah.
"Aku tidak akan segan membunuhmu!"
"Bagus! bagus! iblis itu harusnya bersikap seperti iblis. Jangan berpura-pura menjadi manusia. Sampai kapanpun manusia dan iblis tidak akan pernah akur."
Dengan sangat cepat Kagura melesat kearah Paman Nathan, dan dia membukakan kipasnya. Dalam 2 detik dia berhasil menghancurkan zirah yang tebal milik Paman Nathan.
"Maaf, sepertinya aku meleset. Selanjutnya tidak akan meleset."
"Yang benar saja kau sengaja melakukannya kan? kamu merendahkanku."
"Maaf sepertinya kamu memang sangat lemah!"
Paman Nathan mengaktifkan barrier, namun dengan mudah Kagura menghancurkannya. Kemudian Kagura menendang Paman Nathan dengan kedua kakinya. Paman Nathan pun terhempas.
Kagura tidak berhenti menyerang disitu dia terus menyerang seperti itu tanpa berhenti.
__ADS_1
"Sepertinya membunuh dengan perlahan itu tidak buruk juga."
"Kamu memang benar-benar seorang iblis!!!"
"Orang lemah cukup diam saja!!!"
Tubuh Paman Nathan dipenuhi oleh darah. Dari kejauhan Ziruko berteriak untuk menghentikan Kagura.
"Sudahlah, hentikan Kagura!"
Kagura mendengar ucapan dari Ziruko. Paman Nathan bangkit dari jatuhnya.
"Ternyata kamu itu berhasil dijinakkan oleh orang itu ya."
"Jangan anggap aku sebagai hewan!"
Kagura melemparkan kipasnya kearah tangan Paman Nathan. Sebagian tangan kanan Paman Nathan pun terpotong.
"Sekarang sudah imbas, pergilah kembali ke rumahmu!" Kagura mengatakan itu, sambil berbalik.
Setelah itu Kagura melesat menghampiri orang yang mengeluarkan sihir meteor. Namun tiba-tiba langkahnya dihentikan oleh seorang laki-laki yang menggunakan jubah.
"Cukup sampai disini!" kata laki-laki itu.
"A-aslan?"
"Sudah hentikan Nona Kagura, untuk saat ini kamu cukup beristirahat saja. Seharusnya kamu tidak perlu menanggapi para cecunguk ini. Untuk selanjutnya serahkan saja padaku."
Aslan membuka jubahnya. Dia langsung mengarahkan tangannya kearah para prajurit dan dia mengeluarkan sihir "Wind Slash".
Sihir miliknya tidak seperti sihir milik para adik-adiknya. Sihir "Wind Slash" nya mampu membuat seluruh pasukan Sygard terhempas.
Sygard pun berteriak untuk mundur. Namun Aslan tidak membiarkannya lari. Dia mengeluarkan "Wind Tornado".
Semua prajurit musuh berserakan di medan perang. Begitupun dengan Sygard dan yang lainnya.
"Lawan yang seperti ini saja, harus membutuhkan kekuatan yang banyak. Sepertinya benar, kekaisaran ini harus di rombak ulang."
Sungguh aneh, perjuangan mati-matian para prajurit. Berakhir dengan cepat saat Aslan datang. Setelah itu Aslan menghampiri Ziruko.
"Oy, kamu! sepertinya kamu itu orang yang sering dibicarakan di Central City. Apa kamu selemah ini, sampai-sampai adikku harus menolongmu?"
"Itu hebat Aslan, saat ini aku tidak sekuat dirimu."
"Kalau memang begitu, kamu tidak berhak untuk mendekati para adikku. Dan juga jangan sok akrab denganku! aku sangat tidak menyukainya."
Setelah itu Ziruko, Irina, dan Kagura masuk kedalam istana. Sedangkan para prajurit lainnya, membawa para pasukan Sygard untuk dipenjarakan.
Kagura memegang tangan Ziruko.
"Apa ini tidak sakit, Ziruko?"
"Tentu saja tidak sakit, namun setelah kamu pegang tanganku terasa jadi sakit."
"Kamu jangan gegabah."
"Maaf sebelumnya Kagura, lebih baik kamu jangan seperti tadi lagi. Kalau kamu begitu, tidak ada bedanya kamu dengan Paman Nathan."
Kagura menundukkan kepalanya, dan tidak menanggapi perkataan Ziruko.
__ADS_1