
Setelah itu kami memutuskan untuk duduk berdua di taman kota. Saat duduk dengan santai, tiba-tiba Irina bertanya sambil merasa malu-malu.
"Z-Ziruko, aku ingin sebuah kepastian."
"Ngomong-ngomong kepastian apa?"
"A-apa benar k-kamu itu seorang iblis?"
Tiba-tiba Ziruko terdiam, dia takut kalau mengatakan yang sebenarnya Irina akan menjadi takut padanya.
"Ya," jawab Ziruko sambil tersenyum.
"Begitu ya. Tidak apa-apa, yang penting kamu itu harus jujur."
"Kamu tidak takut?"
"Tidak. Lagipula aku merasa sedikit di diskriminasi di kekaisaran ini."
"Heh~ diskriminasi? karena hal apa?"
"M-mungkin aku pertama kalinya bilang kepada orang selain keluargaku yang sekarang. Sebenarnya aku tidak memiliki hubungan darah dengan Kaisar Luis maupun mendiang istrinya. Singkatnya, aku hanya seorang anak angkat."
"Heh~ aku merasa sedikit tidak percaya. Padahal kamu memiliki banyak kesamaan dengan kakak-kakakmu."
"Ya sudah kalau gak percaya."
Tiba-tiba ada dua orang prajurit menghampiri mereka berdua.
"Nona Irina, Tuan Ziruko, anda berdua dipanggil untuk kembali ke kekaisaran."
__ADS_1
Mereka berdua pun mengikuti perkataan dari prajurit itu dan langsung kembali ke kekaisaran.
Setelah sampai di kekaisaran mereka menghadap Kaisar Luis.
"Ziruko, aku hargai pencapaianmu selama beberapa hari terakhir. Karena hal itu aku akan memberikanmu hadiah."
"Maaf lancang, tapi sepertinya saya tidak memerlukan hadiah apa pun."
"Tidak tidak, pencapaian itu harus diberi hadiah. Aku sudah menunggumu sampai sembuh total demi mengatakan ini, jadi hargailah."
"Baik, Kaisar Luis"
"Baiklah, hadiah untukmu adalah... Kerajaan Astar."
"Kerajaan Astar? apa saya tidak salah dengar?"
"Kenapa, tuan kaisar. Bukannya masih ada keluarga Sygard yang lain. Kalau anda melakukan hal ini, takutnya akan terjadi kudeta. Sepertinya itu berat bagi saya."
"Tidak apa-apa, aku pastikan kamu aman-aman saja. Untuk menambah kepercayaan aku akan menitipkan putriku Irina padamu."
Irina terkejut mendengar hal itu.
"Ayahanda, ayahanda tidak pernah mengatakan tentang hal ini." kata Irina.
"Lagipula keputusan ini tidak bisa dipaksakan, kan?" tambah Ziruko.
"Tidak apa-apa Ziruko, lagipula Irina sepertinya setuju."
Irina terdiam mendengar perkataan ayahnya.
__ADS_1
"Kalau begitu masih ada satu masalah lagi."
"Masalah tentang apa, Ziruko?"
"Kota Ragorick dan Kerajaan Astar itu berada di tempat yang berlawanan. Kota Ragorick berada di paling barat kekaisaran dan Kerajaan Astar berada di timur kekaisaran. Ini akan membuat saya sulit untuk menjalankan pemerintahan."
"Aku sudah menyiapkan penyelesaiannya, kerajaanmu dibagi menjadi dua fraksi saja. Yang satu dipimpin olehmu, dan yang satunya dipimpin oleh Elena. Ratu Es Elena ada di pihakmu, kan?"
"Sepertinya saya tidak bisa menolak lagi. Kalau begitu saya izin keluar. Saya akan berangkat esok hari."
"Ya, silahkan."
Ziruko pun keluar dari tempat ini, Irina mengikuti di belakangnya.
"Irina, apa kamu benar-benar tidak terpaksa?"
"Ya, aku sama sekali tidak keberatan. Lagipula aku sudah bosan tinggal di kekaisaran terus."
"Mungkin aku akan melakukan petualangan yang berbahaya, apa kamu tetap mau ikut?"
"Tidak ada alasan untuk menolak. Lagipula yang perlu lebih dikhawatirkan itu kamu, kan?"
"Hee~ kenapa?"
"Kamu sepertinya tidak setuju dengan keputusan ayahku."
"Sebenarnya bukan ini yang aku inginkan. Kalau seperti ini terus aku akan merasa terkekang oleh pemerintahan. Keadaan ini akan mempersulitku untuk menjadi seorang kaisar."
~~ Season 1 Tamat ~~
__ADS_1