
Alsen mengeluarkan ledakan dari tangannya, dia jadi terlihat seperti sedang terbang.
Namun Paman Nathan tetap berdiri tegak, tanpa bergeming sedikitpun. Dia menggunakan arcana miliknya yang mempunyai kemampuan mengeluarkan barrier.
Ziruko tidak bisa membiarkan Paman Nathan berjuang sendirian. Dia langsung memukul setiap orang yang mendekatinya.
Hal ini terus berlanjut sampai beberapa menit. Namun, kelihatannya Alsen dan pasukannya terlihat sudah kelelahan. Begitupun dengan Ziruko, dan juga teman-temannya.
"Alsen, sepertinya kita sudahi saja sampai disini!"
"Cihh, baiklah untuk saat ini aku akan mengalah. Tapi ingat! aku pasti akan membalas penghinaan ini."
"Terserah kamu."
Setelah itu, Alsen dan pasukannya pergi meninggalkan Colosseum.
Ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Ziruko. Tidak ada lagi yang dia pikirkan kecuali beristirahat. Karenanya mereka langsung kembali ke penginapan.
Aneh sekali, setelah sampai di penginapan rasa lelah Ziruko menghilang. Dia mencoba untuk memulai pembicaraan dengan Paman Nathan.
"Paman, apa boleh aku panggil pangan dengan nama paman saja???"
"Terserah kamu mau bilang apa, tapi karena aku lebih tua aku menyarankan kamu memanggilku paman saja. Lagipula aku suka dipanggil dengan sebutan itu. Dan juga orang-orang disekitarku memanggilku dengan sebutan itu."
"Paman ada yang ingin kutanyakan padamu!"
"Santai saja tuan muda, kamu mau menanyakan tentang hal apa?"
"Sebenarnya tujuan paman menemuiku ada apa?"
"Percaya diri sekali kamu tuan muda, aku datang kesini bukan untuk menemuimu. Tujuan utamaku datang kesini adalah untuk menjemput Putri Azalea."
"Paman, aku mohon jangan bawa Azalea pergi dulu. Aku akan merasa kehilangan jika Azalea tidak ada disini."
"Aku tidak disuruh untuk membawa pulang Putri Azalea dengan paksa. Aku hanya akan menyuruhnya pulang. Jadi, jika tuan putri tidak mau pulang, aku tidak akan memaksanya."
"Ternyata begitu. Setidaknya aku merasa sedikit lebih tenang sekarang."
"Jadi itu saja kan yang ingin kamu katakan?"
"Ya."
"Kalau begitu aku akan bertanya kepada tuan putri mengenai hal ini."
Paman Nathan menghentikan pembicaraan, dan langsung menghampiri Azalea.
Dalam lubuk hatinya, Ziruko berharap Azalea masih ingin tetap tinggal disini bersamanya. Tapi benar apa kata Paman Nathan, jika Azalea ingin pulang dia tidak bisa memaksakan kehendaknya.
Hati Ziruko berdegup kencang melihat Paman Nathan mengobrol dengan Azalea sambil tersenyum lebar.
Ziruko mulai berpikiran negatif, mungkin saja Paman Nathan tersenyum karena Azalea akan pulang.
Setelah beberapa saat yang mendebarkan, Paman Nathan pun kembali menghampiri Ziruko.
"Jadi hasilnya bagaimana paman?"
"Selamat tuan muda, tuan putri menolak mentah-mentah tawaranku."
__ADS_1
"Oh iya, aku baru sadar kalau paman memanggilku tuan muda. Apa alasan kamu memanggilku begitu?"
"Aku hanya percaya, bahwa tuan muda akan menjadi suami yang baik bagi tuan putri. Kalian terlihat cocok."
"Suami? apa-apaan pikiran paman itu."
"Muka tuan muda memerah. Tapi, kalo tuan putri mau menikahi tuan muda, pasti gak akan ditolak kan???"
"Meskipun itu terjadi, itu hanya akan terjadi di dalam khayalanku saja."
Mereka berdua tertawa bersama-sama.
"Paman, karena Azalea tak mau pulang jadi apa kamu akan tetap tinggal disini?"
"Karena aku sedang tidak ada kerjaan, jadi aku akan disini mengawasi tuan putri. Aku harus memastikan kesucian tuan putri tidak ternodai olehmu tuan muda."
"Tenang saja, aku tidak akan melakukan hal itu."
"Meskipun kamu bilang begitu, tapi kaisar menyuruhku untuk bersama kalian sampai waktunya tiba."
"Kenapa kaisar bisa tau ya keberadaanku."
"Siapa yang tidak tau tentang kalian, kalian itu bagaikan pahlawan yang mendadak muncul. Selain mengalahkan pasukan ogre, kalian juga mengalahkan pasukan minotaur."
"Sebenarnya ini rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain, mungkin hanya kita berempat yang tahu."
"Rahasia apa?"
"Sebenarnya waktu itu ada orang yang bekerja sama dengan para minotaur, tapi kami tidak dapat menemukannya."
"Ciri-cirinya seperti apa?"
"Terus kenapa kamu bisa tau?"
"Karena Minos sendiri yang mengatakannya, ia bilang kalau sebenarnya kuil yang muncul dari tanah itu adalah ilusi buatan seseorang."
"Ilusi ya."
Seketika wajah paman menjadi pucat. Ziruko menyangka kalau paman tahu sesuatu yang berkaitan dengan hal ini.
"Paman tahu sesuatu?"
"Tidak, aku tidak tahu tentang hal itu. Lagipula jarang sekali ada yang mempunyai arcana ilusi. Lagipula arcana seperti itu adalah tipe yang langka."
"Oh begitu ya, paman. Ya sudah kalau paman gak tau."
"Tapi, kaisar yang sekarang itu sangat hebat ya. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi."
"Paman, apa paman tau siapa saja saudara kandung Azalea?"
"Tentu saja, aku sudah melayani keluarga kekaisaran sejak zaman dulu."
"Terus siapa saja?"
"Anak pertama dari kaisar bernama Aslan, dia adalah satu-satunya anak laki-laki dari kaisar. Anak kedua bernama Violet dia juga adalah jenderal sama sepertiku. Anak ketiga adalah Azalea, aku tidak perlu menjelaskannya lagi. Anak keempat bernama Irina, dia juga petarung yang hebat."
"Sepertinya keluarga Azalea itu keluarga yang harmonis ya."
__ADS_1
"Mereka tidak seperti yang kamu pikirkan."
"Mereka tidak akrab?"
"Entahlah, bila kukatakan sekarang, mereka sedang memperebutkan posisi pewaris tahkta."
"Kalau begitu bukannya Aslan yang akan terpilih menjadi kaisar selanjutnya?"
"Benar, itu pun jika pada umumnya. Tapi para keluarga kekaisaran tidak menyetujuinya. Mereka lebih memilih Violet untuk menjadi kaisar selanjutnya."
"Memangnya perempuan bisa menjadi seorang kaisar?"
"Itu yang jadi masalahnya. Sejauh ini belum ada seorang perempuan yang menjadi seorang kaisar."
"Aku jadi penasaran dengan Violet."
"Penasaran kenapa?"
"Penasaran karena dia bisa mendapatkan kepercayaan banyak orang."
"Tapi, hal itu akan menjadi sia-sia jika kekaisaran dijatuhkan kekuasaannya."
"Aku rasa untuk saat ini, Kekaisaran Rossweild akan aman-aman saja."
"Aku juga berpikir begitu."
"Sebenarnya, apa saja cara yang bisa dilakukan untuk menjadi seorang kaisar?"
"Cara pertama adalah dengan menjadi pewaris takhta. Kedua dengan menjatuhkan kekaisaran. Ketiga diakui oleh Imperium D. Arc."
"Imperium itu sama dengan kekaisaran kan?"
"Ya, namun jika diibaratkan imperium itu seperti sebuah ibukota negara."
"Tuan muda, sebenarnya ada tujuan lain aku datang menemuimu."
"Apa itu?"
"Aku diperintahkan untuk menghancurkan Guild Gladiator."
"Guild Gladiator??? bukannya itu guild milik Alsen."
"Ya, aku diperintahkan oleh kaisar."
"Kenapa?"
"Alasannya adalah karena mereka menyalahgunakan guild mereka untuk melakukan hal-hal ilegal."
"Kalau begitu kenapa paman tidak langsung kesana."
"Ingat ini tuan muda, sekuat-kuatnya dirimu kalau kamu melawan banyak orang sekaligus kecil peluangnya untuk bisa menang."
"Jadi paman meminta bantuanku?"
"Bukan kamu saja, tapi seluruh tim-mu. Karena Guild Gladiator itu adalah guild yang besar. Ada beberapa orang yang kuat."
"Ketua mereka juga selemah itu, pasti bawahannya juga tidak akan jauh berbeda."
__ADS_1
"Sebenarnya ada beberapa bawahan Alsen yang lebih kuat dari dirinya. Hal ini disebabkan oleh ikatan mereka. Jadi, mereka tidak mempermasalahkan siapa yang ingin menjadi ketua guild."
"Kalau begitu, aku harus membicarakan hal ini kepada teman-temanku dulu."