
Ziruko dan Kagura yang melanjutkan perjalanan berdua tidak dihadapkan dengan satupun musuh.
"Ini aneh sekali Kagura, tidak ada satupun musuh disini."
"Kamu benar, dan juga tidak mungkin kalau pasukan milik Sygard cuma yang diluar saja."
"Ada tangga!"
"Sepertinya ini jalan menuju tempat Sygard."
"Kalau begitu ayo kita keatas!"
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di lantai atas. Di lantai ini ruangannya terbuka, dan ada banyak sekali prajurit yang sedang menunggu mereka disini.
"Surprize! apa aku harus mengatakan itu, Ziruko!" kata Kagura.
"Tidak usah seperti itu jaga. Tapi, kalau seperti ini kita akan menghabiskan banyak waktu."
"Tinggalkan saja aku."
"Aku tidak bisa, meskipun kamu kuat... rasanya tidak mungkin kalau kamu bisa melawan mereka semua sendirian."
"Tidak, tidak, jangan menganggapku lemah seperti itu. Aku tidak suka direndahkan seperti itu. Tinggalkan saja aku sendiri disini, aku percaya diri dengan kemampuanku."
"Tetap saja aku tidak bisa mempercayai kata-katamu."
"Cepatlah pergi! panggungmu bukan disini."
"Kalau begitu hati-hati!"
Dengan berat hati Ziruko meninggalkan Kagura sendirian. Dia sempat di kejar oleh prajurit yang ada disini. Namun, Kagura menghadangnya.
"Lawan kalian bukan dia, tapi aku."
Prajurit itu langsung menyerang Kagura. Tapi, Kagura dengan mudahnya melompati tubuh mereka. Prajurit itu tidak menyerang Kagura, mereka malah mengejar Ziruko.
"Kalian... jangan abaikan aku!"
Kagura kembali melompat dari bahu prajurit yang satu ke yang lainnya sampai dia ada di paling depan.
"Aku bilang lawan aku!"
Kagura langsung membuka kipasnya, dia langsung mengayunkannya kearah para prajurit. Para prajurit itu pun langsung terlempar.
"Sekarang kalian harus serius melawan aku!"
"Kami harus menjalankan perintah! kami tidak ada waktu untuk bermain-main dengan kamu!" teriak dari salah seorang prajurit.
"Aku tidak meminta kalian untuk bermain, aku meminta kalian untuk melawanku! baiklah karena aku sedang berbaik hati, aku tidak akan menggunakan sihir. Aku hanya akan menggunakan kipasku, kakiku, dan juga tanganku."
"Kamu benar-benar merendahkan kami, nona!"
"Tidak, tidak, kalian memang lemah."
__ADS_1
Seketika mereka pun langsung menyerang Kagura. Kagura menghindari serangan mereka. Sekarang Kagura terlihat seperti sedang menari di tengah serangan para prajurit.
"Mau kemana kamu nona! katanya tadi kamu mau bertarung."
"Aku memberikan kesempatan untuk kalian menyerang. Soalnya kalau aku langsung serius, kurang dari 10 menit kalian akan kalah."
"Mau sampai kapan kamu merandahkan kami."
"Maaf saja, aku itu aset yang berharga dibanding kalian semua. Jika diibaratkan kekuatanku itu sama dengan 1 juta prajurit."
"Berhenti mengkhayal!"
"Mungkin benar kalau aku terlalu berlebihan."
"Mungkin kamu hanya jago bicara saja."
"Baik, baik, kalau begini aku akan serius."
Kagura langsung menendang salah satu perut seorang prajurit. Dia langsung terhempas, dan yang berada di belakangnya pun ikut terhempas.
Setelah itu para prajurit terprovokasi oleh serangan Kagura, Kagura menghindari semua serangan sambil menyerang para prajurit. Setiap kali dia memukul pasti banyak prajurit yang terhempas.
"Kekuatan ini... jangan bilang kalau kamu adalah Ksatria Zodiak Libra, Kagura."
"Kalian telat menyadari ya..."
Tidak terasa beberapa menit kemudian para prajurit sudah tumbang.
Tiba-tiba terlihat ada beberapa orang yang mendekat kearah Kagura. Mereka mendekat dari arah belakang.
"Ternyata rumor itu bukanlah rumor belaka, kamu memang kuat." terdengar salah seorang dari mereka mengatakan hal ini.
Kagura langsung menoleh kebelakang.
"Kamu... siapa?"
"Aku adalah Alsen, dan mereka berdua adalah rekanku."
Terlihat Alsen berdiri, disampingnya ada Hanzo dan Megane.
"Jadi, kamu jendral di Kerajaan Astar?"
"Bisa dibilang begitu."
"Jadi aku harus melawan 3 jendral sekaligus ya."
"Tentu saja... apa kamu akan merengek, dan memohon untuk bisa lari?"
"Tentu saja... aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu. Yang harusnya melakukan hal bodoh seperti itu adalah kalian."
Alsen mengangkat satu tangannya, dia terlihat seperti mengatakan "langsung mulai rencananya". Sesaat setelah Alsen mengangkat tangannya, kabut mulai muncul.
"Cihh... mau melemahkanku ya dengan gas murahan seperti ini."
__ADS_1
Kagura langsung berlari kearah Alsen, namun tiba-tiba dia terjatuh. Ternyata kakinya tertangkap oleh bayangan Hanzo.
"Sial!"
Terlihat ada Alsen muncul dari asap sambil mengangkat satu tangannya keatas seperti ingin memukul. Benar saja dia memukul wajah Kagura, dan ledakan pun terjadi. Kagura langsung terhempas.
"Kamu masih beruntung kepalamu itu tidak meledak."
"Maaf aku sedikit lengah... kalau aku biarkan terlalu lama ini akan sangat merepotkan."
"Apa sekarang kamu mau bersujud di hadapanku."
"Jangan besar kepala hanya karena kamu berhasil mengenaiku sekali saja. Sepertinya akan aku akhiri saja."
Kagura berdiri dengan tegak sambil memejamkan matanya. Saat dia membukakan matanya, tiba-tiba atmosfer di sekitarnya seperti melambat. Matanya berubah menjadi warna merah.
Kagura langsung melesat secepat kilat kearah mereka, dia langsung membukakan kipasnya, dan menyerang mereka mengunakan itu. Tiba-tiba darah menyembur dari tubuh mereka.
Kagura langsung menendang mereka bertiga sekaligus. Mereka semua terhempas kearah yang sama. Kagura langsung memejamkan matanya lagi, dan ketika dia membuka matanya warna matanya berubah seperti semula.
"Aku tidak boleh termakan emosi. Sekarang aku harus bagaimana ya? apa aku harus membantu Ziruko? sepertinya aku akan membiarkan dia belajar, aku akan menunggunya saja di luar."
Tiba-tiba Kagura tidak bisa bergerak, ternyata dia ditahan lagi oleh Hanzo.
"Ada apa?"
"Kamu berbahaya! Ziruko tidak boleh bersama orang sepertimu."
"Apa kamu mengenal Ziruko?"
"Sebelumnya aku pernah melawannya, dia memang hebat. Tapi dia tidak sepertimu. Aura milikmu itu terasa sangat pekat. Apa kamu seorang iblis?"
Kagura langsung berbalik, dia dengan mudah lepas dari bayangan milik Hanzo.
"Lebih baik kamu diam saja, ikuti saja alurnya."
"Sepertinya instingku benar, aku memang tidak boleh membiarkan Ziruko bersama orang sepertimu."
"Aku tidak terlalu mempermasalahkannya, jika Ziruko tidak suka denganku dia akan pergi menjauhiku. Ini semua terserah Ziruko, dia bebas memilih mau bersamaku atau tidak."
Setelah itu Kagura pun pergi, dan Hanzo pun tidak sadarkan diri.
"Mungkin aku memang benar-benar berlebihan. Masa lalu itu tidak pernah bisa aku lupakan. Hal itu selalu saja terbayang-bayang di pikiranku. Mungkin aku melakukan hal ini untuk menebus dosaku ya? entahlah aku juga tidak mengerti." Kagura mengatakan hal itu di dalam hatinya.
Sedangkan itu Ziruko sedang berlari lurus terus mengikuti jalan.
"Instingku mengatakan kalau aku lari lurus terus aku akan menemukan tempat Sygard berada."
Beberapa saat kemudian, Ziruko berada di ujung jalan. Di ujung jalan ini ada sebuah pintu yang sangat besar. Ziruko langsung membuka pintunya dan masuk kedalam.
Terlihat ada Sygard sedang duduk manis di singgasananya.
"Selamat datang Ziruko!!!"
__ADS_1