Legenda Arcana

Legenda Arcana
Misi Selesai


__ADS_3

Keadaan semakin menjadi menegangkan. Paman Nathan dan Alsen saling bertatapan.


"Begini saja Alsen, jika kamu menyerahkan diri, aku tidak akan membuat keributan disini."


"Maaf saja paman, tapi aku merasa percaya diri dengan kekuatanku. Lagipula sudah terjadi keributan disini."


"Sepertinya tidak ada cara lain selain menggunakan kekerasan."


"Silakan, paman saja yang menyerang duluan."


"Kamu seperti merendahkanku Alsen!"


"Bukannya itu perilaku baik, jika aku membiarkan orang tua menyerang duluan???"


Paman Nathan merasa sedikit muak dengan kepercayadirian Alsen. Karenanya dia langsung menerjang kearah Alsen.


Dia mengeluarkan pedangnya, dan langsung mengayunkan pedangnya kepada Alsen.


"Terima ini Alsen!!!"


"Explosion!!!"


Untung saja Paman Nathan masih sempat membuat barrier. Jika dia terkena serangannya, bisa saja dia berubah menjadi abu.


Kali ini dia tidak akan meleset lagi.


"Power Up!!! Nathan Slash!!!"


Serangannya mengenai Alsen. Alsen langsung terbaring kesakitan. Kalau begini, sepertinya Paman Nathan tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga.


"Sial!!! aku sudah salah meremehkanmu paman."


"Ingat Alsen! gelarku ini bukanlah gelar semata."


"Explosion!!!"


"Barrier."


"Maaf Alsen tapi sudah berakhir, Execute!!!"


Alsen pun terbaring, dan tidak sadarkan diri. Sepertinya dia hanya pingsan, tapi Paman Nathan harus memastikannya lagi.


Paman Nathan pun memegang urat nadi Alsen, dan terdengar detakan jantungnya. Untung saja Alsen masih hidup, jika dia mati mungkin Paman Nathan bisa kena marah.


Sekarang dia tinggal memborgol tangannya dengan logam anti sihir.


Tugas Paman Nathan selesai, dia harus mengecek yang lainnya. Semoga saja mereka masih hidup. Mungkin Paman Nathan terlalu berlebihan mengkhawatirkan mereka.


Sedangkan itu, Ziruko masih terikat dalam cengkraman bayangan milik Hanzo.


"Baiklah Hanzo, aku sudah bisa menganggapmu kuat. Ini cuma permintaan kecilku saja, jika aku sudah menjadi kaisar... apa kamu mau menjadi rekanku???"


"Itupun kalau kau bisa menjadi kaisar, dan itu juga kalau kau bisa melewatiku. Jika melewatiku saja kau tidak bisa, apalagi menjadi kaisar. Aku akan mengabdi padamu jika kamu bisa membuktikannya."


"Tenang saja, Hanzo.... aku akan menyelesaikannya sekarang."


"Cepat, maju!!!"


Ziruko mengumpulkan energi gaia di tangan kanannya. Dia langsung mengangkat tangannya ke atas. Dia pun bisa lepas dari cengkraman bayangan milik Hanzo.


Ziruko langsung melesat ke arah Hanzo. Sekarang, dia bisa menebak pergerakan Hanzo. Dia yakin kalau Hanzo akan mengeluarkan bayangannya.


"Aku tidak akan jatuh kedalam perangkap untuk ketiga kalinya."


Ziruko melompat sangat tinggi, dan langsung menggunakan jurus tendangan yang baru saja dia buat.


"Normal Kick!!!"


Dia mendarat dibelakang Hanzo, Hanzo pun melangkah menjauhinya. Tapi dia masih punya serangan terakhir.


Serangan ini juga baru Ziruko buat.


"Super Gaia Punch!!!!"


Hanzo pun terlempar menabrak batu. Tidak disangka, batu itu hancur dan Hanzo masih belum berhenti terhempas.


"Wah... gawat. Aku tidak tahu seranganku sekuat ini."


Sepertinya Hanzo sudah kalah, Ziruko harus menemui yang lainnya. Dia tidak bisa berlama-lama disini.

__ADS_1


"Shadow Rope!!!"


Tiba-tiba bayangan milik Hanzo melesat cepat mengikat kakiku, Ziruko tidak bisa melangkah.


"Mau kemana kau Ziruko!!! apa kau mau lari?"


"Tentu saja tidak, aku kira kamu sudah kalah."


"Aku tidak selemah itu."


"Ohh, begitu ya... maaf saja aku tidak bisa melawan orang yang sudah tidak bisa melawan."


"Aku masih bisa melawan, buktinya aku masih bisa mengeluarkan sihir."


"Ini kan mana terakhir yang kamu punya, jika mana-mu sudah terkuras habis bisa-bisa kamu mati."


"Ternyata kamu tidak sebodoh yang aku pikirkan."


"Tentu saja, aku kan orang yang akan menjadi kaisar."


"Sebaiknya kamu berhenti tersenyum seperti itu, rasanya menjijikkan."


"Tidak apa-apa, aku menikmati senyuman ini."


"Kenapa?"


"Karena senyuman bisa menyembunyikan penderitaan."


"Baiklah... jika begini sepertinya aku bisa mempercayaimu. Cepat pergi dari sini!!!"


Azalea dan yang lainnya masih belum selesai, mengalahkan anggota Guild Gladiator.


"Mizu, sepertinya ada yang aneh... kenapa kita tidak menemukan orang yang kuat?"


"Benar juga, aneh sekali jika tidak ada orang yang kuat disini."


Tiba-tiba asap keluar dari jalan yang tadi dilewati Paman Nathan. Azalea melihat bayangan seorang laki-laki dibalik asap itu.


Tiba-tiba orang itu mengucapkan sepatah dua patah kata.


"Sepertinya aku harus keluar ya, mereka memang tidak bisa diandalkan."


Mizu tidak menjawab, aku pun menoleh kearah Mizu. Tiba-tiba Mizu tergeletak.


Aku mengira kalau ini adalah gas beracun. Azalea pun langsung menutup mulutnya.


Tidak ada orang lain lagi disini, jadi sepertinya takdir memilih Azalea untuk bertarung melawannya.


Laki-laki itu terlihat semakin dekat dengan Azalea. Azalea bisa melihatnya, rambutnya putih dan dia memakai kacamata.


"Oh... kamu kuat juga ya, sepertinya kamu bukan manusia..."


"Apa maksudmu? sudah jelas kalau aku ini manusia."


"Jangan marah, jika kamu marah wajah cantikmu akan hilang."


"Berhenti menggodaku dan hilangkan semua asap ini."


"Tidak bisa, rasanya curang sekali jika kamu menggunakan arcana sedangkan diriku tidak."


"Jadi... ini kekuatan arcana-mu."


"Tepat sekali, aku bisa mengeluarkan asap yang bisa meracuni beberapa manusia. Sebenarnya asap ini sangat kuat, sampai bisa dibilang kalau kamu menutup hidungmu asap ini akan tetap bisa masuk ke hidungmu."


"Terus kenapa aku tidak terpengaruh?"


"Mungkin kamu juga pengguna arcana asap."


"Sayang sekali, tebakanmu salah. Kalau begitu aku tidak perlu menutupi hidungku."


"Aku Megane, orang terkuat di Guild Gladiator."


"Aku Azalea Rossweiss, rekan satu tim Kaisar Ziruko."


"Rossweiss??? kau tuan putri ya... dan juga aku belum pernah mendengar tentang Kaisar Ziruko. Apa dia putra mahkota?"


"Sekarang masih belum, tapi di masa depan ia akan menjadi seorang kaisar."


"Kamu memilih memihak orang lain daripada kekaisaranmu sendiri."

__ADS_1


"Bukan karena apa-apa, tapi aku lebih percaya Ziruko daripada ayahku yang memerintah."


"Oh... menarik, kisah cinta ya..."


"Tornado!!!"


Megane berhasil menghindari serangan yang dikeluarkan Azalea.


"Hampir saja, tapi untuk anak dari seorang kaisar tornado-mu kecil sekali ya."


"Aku hanya berniat untuk menghilangkan asapnya. Tapi kekuatanku saat ini memang masih segini."


"Baik sekali kamu, memberitahukan kelemahanmu pada musuhmu sendiri."


"Tenang saja, aku percaya Ziruko akan datang."


Baru saja dia mengatakannya, Ziruko berlari kearahnya sambil meneriakkan namanya.


"Azalea!!! Azalea!!!"


Lalu, si laki-laki berkacamata itu mengeluarkan asapnya lagi.


"Meskipun kau menghancurkan asap milikku ini aku akan terus mengeluarkannya lagi dan lagi sampai kamu kalah."


"Begitu juga denganku, aku akan menghilangkannya lagi dan lagi, sampai Ziruko datang kesini."


Tidak lama kemudian Ziruko pun tiba.


"Maaf Azalea, aku terlambat. Eh... aroma apa ini?"


"Ziruko!!! jangan hirup!!!"


Azalea kurang cepat memperingatkannya, tiba-tiba Ziruko tergeletak.


Azalea bingung karena hanya dia yang tidak terpengaruh oleh asap milik Megane.


Dia berulang-ulang mengeluarkan tornado. Tapi, laki-laki berkacamata itu terus mengeluarkan asapnya lagi dan lagi.


Sepertinya dia tidak bisa menang melawannya. Sampai saat ini dia hanya bisa menggunakan dua sihir saja.


Cara terakhir untuk mengalahkannya adalah menggunakan, wind slash. Jika itu masih tidak bisa mengalahkannya, Azalea hanya harus pasrah menunggu Paman Nathan datang.


"Wind Slash!!!"


Azalea berhasil mengenainya, lalu dia mengeluarkan tornado dan asapnya hilang. Tapi, Megane mendekati Azalea dengan cepat seperti ingin memukulnya.


Tiba-tiba Megane terbentur tepat di depan Azalea, padahal didepannya tidak ada tembok.


Setelah itu, Azalea mendengar suara Paman Nathan. Paman Nathan terlihat sedang menggusur Alsen yang sedang tidak sadarkan diri.


"Apa kamu baik-baik saja tuan putri?"


"Paman."


"Sepertinya kalian sudah berjuang keras, sekarang ayo kita pulang."


"Aku tidak akan pulang sekarang, aku akan bersama teman-temanku lebih lama lagi. Jadi, aku minta padamu untuk tidak memaksaku untuk ikut."


"Baiklah, jika ini keinginan tuan putri."


"Kenapa?"


"Karena hari ini adalah hari ulang tahunmu... aku akan mengabulkannya. Selamat ulang tahun, Putri Azalea. Aku akan mengantarkanmu dengan teman-temanmu ke penginapan. Setelah itu, aku akan langsung kembali ke istana kekaisaran."


"Paman Nathan!!! aku tidak ingin kamu yang pertama kali mengucapkan ulang tahun padaku!!!"


"Lalu siapa? apa Riz atau Ziruko?"


"Bukan keduanya."


"Terus siapa?"


"Aku ingin mendengarnya dari Irina."


"Oh... dari tuan putri muda ya."


"Aku rasa aku akan bertemu dengannya lagi."


"Semoga harapanmu terkabulkan. Kalau begini ayo kita kembali ke penginapan."

__ADS_1


__ADS_2