Legenda Arcana

Legenda Arcana
Perayaan


__ADS_3

Ziruko langsung bertanya kepada Miho.


“Miho, bagaimana caranya aku memanggil phoenix?”


“Kalau itu, aku tidak tahu.”


“Hee~”


“Kamu bisa bertanya kepada elder terdahulu.”


Setelah mendengarkan perkataan itu Ziruko langsung menghampiri elder terdahulu.


“Maaf, aku ingin bertanya.”


“Oh, seorang pemenang pertandingan ya. Kamu mau tanya apa?”


“Bagaimana cara memanggil phoenix?”


“Pertama-tama kamu harus mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan.”


“Apa saja yang aku butuhkan?”


“Kamu hanya membutuhkan sepasang kalung phoenix.”


“Kalau itu aku sudah mendapatkannya. Setelah itu apa yang harus aku lakukan?”


“Kamu harus melakukan ritual pemanggilan yang dilakukan di kuil. Kuil nya berada di tengah-tengah pulau tempat tinggal para Wolvez.”


“Kalau begitu aku akan kesana.”


“Jangan terburu-buru, untuk saat ini kamu hanya perlu bersenang-senang saja dulu akan kemenanganmu. Soalnya besok kamu akan dilantik menjadi seorang elder.”


“Ternyata besok merupakan hari yang merepotkan untukku.”


“Santai saja.”


Setelah mendengarkan hal itu, Ziruko kembali menuju kediaman Miho.


Di kediaman Miho terlihat ada Kagura yang sedang duduk santai. Ziruko berjalan melewatinya.


“Ziruko, bagaimana hasilnya?”

__ADS_1


“Hasil tentang apa?”


“Apa kamu sudah mendapatkan informasi mengenai pemanggilan phoenix?”


“Elder terdahulu mengatakan kalau aku harus melakukan ritual pemanggilan esok hari. Kira-kira itu kesimpulan yang aku dapat.”


“Begitu ya, katanya malam ini akan diadakan pesta.”


“Aku jadi tidak sabar.”


Tidak terjadi apa-apa sampai malam tiba. Saat malam tiba, pesta pun dimulai. Terlihat ada banyak sekali makanan berjejeran.


Ziruko langsung mengambil makanan dan memakannya bersama dengan yang lainnya. Namun, di pesta ini Mizu sama sekali tidak terlihat.


“Irina, apa kamu melihat Mizu?”


“Sejak pulang dari menonton pertandinganmu dia mengurung diri di dalam kamar.”


“Apa terjadi suatu masalah?”


“Entahlah, sepertinya tidak terjadi apa-apa.”


“Ada apa.... Ziruko, kan?”


“Ya, namaku adalah Ziruko. Aku ingin mengobrol sedikit denganmu.”


“Kamu ingin mengobrol tentang hal apa?”


“Apa kamu memiliki arcana?”


“Tidak, aku tidak memiliknya. Di desa kamj hanya ada satu orang saja yang memiliki arcana.”


“Siapa orang itu?”


“Dia adalah adikku yang manis.”


“Adikmu yang manis? apa dia seorang perempuan?”


“Tentu saja.”


“Aku jadi tidak sabar untuk bisa bertemu dengannya.”

__ADS_1


“Padahal kamu sudah dikelilingi banyak perempuan cantik.”


“Apa maksudmu?”


“Bukan apa-apa. Oh iya, ngomong-ngomong tentang keinginanmu itu apa itu serius?”


“Maksudmu tentang menjadikanmu bawahanku?”


“Ya, tentang hal itu.”


“Hahahaha, daripada menjadi bawahan aku ingin menjadikanmu sebagai temanku atau mungkin menjadikanmu sebagai tangan kananku”


“Kenapa kamu berpikiran seperti itu?”


“Aku tahu kalau di pertandingan tadi kamu belum mengerahkan seluruh kemampuanmu, bukan?”


“Aku benar-benar sudah mengerahkan seluruh kemampuanku. Jangan terlalu meninggikan aku.”


“Bukannya kamu bisa menggunakan gaia ke tingkat selanjutnya. Kamu bisa melapisi anggota tubuhmu dengan menggunakan gaia, kan?”


“Sepertinya aku telah salah menilaimu. Ternyata kamu tidak sebodoh yang aku pikirkan.”


“Lalu kenapa kamu mengalah?”


“Aku tidak ingin berurusan dengan sistem pemerintahan. Tadinya jika Miho yang bertanding aku tidak akan mengalah. Aku tidak bisa menyerahkan tugas yang berat kepada seorang perempuan. Jadi, karena adanya kamu disini aku berpura-pura mengalah.”


“Serigala itu memang identik dengan kelicikan ya.”


“Tidak tidak, hanya ini saja yang aku sembunyikan. Tidak ada hal yang lainnya.”


“Kamu sedang mengujiku ya? begini saja, jangan berbohong lagi, kamu mempunyai arcana bukan?”


“Aku benar-benar tidak mempunyai arcana.”


“Aku tidak sebodoh itu sampai-sampai bisa dibodohi oleh tipuan seperti itu. Sudah jelas bukan kalau phoenix tidak memiliki api berwarna biru.”


“Jadi kamu menyadarinya ya. Tapi, tenang saja, kalung yang aku berikan itu adalah kalung yang asli. Aku tidak membutuhkan kekuatan dari phoenix selama aku masih memiliki api biru ini.”


Setelah itu tiba-tiba terdengar suara ledakan yang kemungkinan besar berasal di kediaman Miho.


“Sepertinya sudah dimulai,” kata Fergus.

__ADS_1


__ADS_2