Legenda Arcana

Legenda Arcana
Duel Dimulai!!! Ziruko vs Alsen


__ADS_3

Saat mereka tiba di penginapan, tidak ada siapapun di ruang tengah. Ziruko berpikir mereka mungkin masih mencari Azalea.


Beberapa menit kemudian mereka pun tiba. Mizu tiba-tiba datang kearahku sambil menampakkan ekspresi yang sedang marah.


"Ziruko!!! kamu ini, aku benar-benar khawatir pada Azalea. Tapi, kenapa kamu malah diam disini bermesraan dengan Azalea."


"Aku tidak bermesraan kok."


Tiba-tiba Azalea melihatkan ekspresi yang mengolok-olok Mizu.


"Kamu benar Mizu, aku bermesraan dengan Ziruko."


"Jadi itu benar ya."


"Ziruko tadi membiarkan aku memeluknya."


"Benarkah itu Ziruko?"


Aku tidak menjawab pertanyaan Mizu.


"Ada hal yang lebih penting dari hal itu."


"Hal apa Ziruko."


"Aku menantang duel pemimpin Guild Gladiator."


"Apa? apa kau sudah gila? dia itu raja gladiator."


"Emangnya aku peduli. Aku melakukan hal ini untuk menjamin keselamatan Aza."


"Memangnya kenapa?"


"Tadi Aza menjadi buruan para anggota Guild Gladiator."


"Terus sebenarnya apa sih kerja anggota kekaisaran. Mereka tidak menindak lanjuti tentang guild yang berwenang semena-mena."


"Yang pasti jangan mengkhawatirkanku. Aku pasti bisa menang melawannya."


Setelah itu Ziruko memutuskan untuk pergi tidur.


Keesokan harinya...


Firasat Ziruko kali ini juga terasa buruk. Sepertinya Mizu tidur di tempatnya lagi.


"Mizu, cepat keluar sebelum Aza datang."


"Buka matamu Ziruko, ini aku bukan Mizu."


"Aza, apa yang kamu lakukan disini?"


"Aku memastikan supaya Mizu tidak masuk kesini."


Tiba-tiba Mizu datang.


"Oh jadi sekarang Azalea sudah berani ya tidur bersama Ziruko."


Ziruko langsung beranjak dari tempat tidurnya dan memutuskan untuk latihan di halaman belakang penginapan.

__ADS_1


Dia berlatih bersama Mizu. Mizu adalah seorang petarung yang mengandalkan kecepatan, sedangkan Ziruko lebih mengandalkan kekuatan.


Pelatihan ini sangat cocok untuk melatih kereflekanku dalam menangkis serangan musuh.


Mizu terus melemparkan tiga buah pisau kearah Ziruko. Dia terus berlari ke samping kiri dan kanan. Kadang Ziruko tidak bisa melihat Mizu karena saking cepatnya dia.


Hari demi hari dia lalui dengan latihan bersama Mizu di setiap pagi hari.


Waktu berlalu begitu cepat, hari ini adalah hari yang sudah dijanjikan.


Ziruko berpamitan pada mereka semua, dan langsung pergi ke Colosseum yang ada di Central City.


Mereka bilang mereka akan menonton duelnua dengan pemimpin Guild Gladiator itu.


Saat perjalanan kesana banyak orang-orang yang membicarakan tentang duel antara Ziruko dengan Alsen.


Mereka tertarik pada Ziruko karena kabar angin tentangnya yang berhasil mengalahkan ogre dan mengalahkan minotaur. Jadi, menurut mereka duel Alsen yang kali ini akan sangat menarik.


Sesampainya di Colosseum Ziruko langsung masuk ke ruang tunggu peserta duel.


Dia melihat disana ada Alsen yang sudah siap sedia dengan memakai armor miliknya.


Sedangkan Ziruko hanya memakai baju yang biasa dia pakai, ditambah plat besi yang dia gunakan di dadanya. Alsen melihat kearah Ziruko, dan dia langsung menghampiri Ziruko.


"Ziruko, apa kamu sedang menghinaku? berani sekali kamu melawanku tanpa menggunakan pelindung apapun."


"Aku tidak terbiasa menggunakan armor yang berat itu, lebih baik begini. Aku jadi lebih leluasa jika memakai pakaian seperti ini."


"Baiklah, mau apapun yang dipakai olehmu, pemenangnya memang sudah ditentukan dari awal. Jangan salahkan aku jika kamu mati."


"Kamu sudah menduganya ya, hebat. Pasti yang kamu pikirkan aku ya pemenangnya."


"Aku tidak merasa bodoh, malahan aku merasa pintar. Mungkin saja aku akan mengalahkanmu tanpa menggunakan senjata."


"Sombong sekali kamu."


"Apa boleh tidak menggunakan senjata saat duel???"


"Selama kamu tidak tergeletak di tanah, kamu masih bisa berduel. Memangnya kamu tidak akan menggunakan senjata?"


"Jadi begitu ya, ternyata peraturannya tidak serumit yang aku bayangkan. Dan tentu saja aku akan menggunakan senjataku."


"Kenapa kamu menanyakan hal ini?"


"Sebenarnya, aku tidak terbiasa menggunakan senjata. Jadi untuk antisipasi aku menanyakan hal ini dulu padamu."


"Sudahlah, pertarungannya sebentar lagi. Ingat, jika kamu kalah Azalea akan menjadi milikku."


"Tenang saja aku tidak akan kalah. Dan tidak akan pernah memberikan Azalea padamu."


"Kabar tentang Azalea yang jadi taruhannya sudah tersebar luas, jadi mungkin akan ada keluarga kekaisaran yang datang menonton."


"Benarkah? mungkin adiknya juga ada disini."


"Jika pun kamu menang, ada kemungkinan Azalea akan di bawa pulang oleh keluarga kekaisaran."


Tiba-tiba suara terompet dibunyikan. Tanda duel akan dimulai.

__ADS_1


"Ayo kita berduel dengan adil, Ziruko!"


"Ya."


Alsen dipanggil oleh komentator.


"Pertandingan hari ini akan sangat menegangkan. Petarung pertama kita adalah orang yang tidak pernah kalah saat berduel, siapa lagi kalau bukan Alsen!!!"


Seketika penonton pun antusias memberikan tepuk tangan.


"Dan yang menantangnya kali ini adalah seseorang yang kabarnya berhasil memukul mundur pasukan ogre dan juga berhasil mengalahkan para minotaur, Ziruko!!!"


Ziruko langsung masuk kedalam arena. Banyak orang yang memberikan dia tepuk tangan, tapi tidak sebanyak yang diberikan kepada Alsen.


"Marilah kita mulai... tiga... dua... satu... duel dimulai.


Alsen langsung menerjang ke arah Ziruko. Tapi, dia berhasil menangkis serangan bertubi-tubinya.


"Kau cepat tanggap juga ya, Ziruko. Tapi aku belum mengerahkan seluruh kemampuanku."


"Tenang saja, aku juga belum mengeluarkan kekuatanku."


Ziruko hanya terus menangkis dan menghindari serangan Alsen, Ziruko masih mencari celah dari pertahanan Alsen.


Dia juga sedang menganalisa gerakan Alsen. Kalau dipikir-pikir Alsen seperti menyerang tanpa berpikir, jadi sulit untuk ditebak kalau selanjutnya ia akan melakukan hal apa.


Ziruko berhasil menemukan sedikit celah.


Saat Alsen mengarahkan pedang pada Ziruko, dia langsung menghindar dan berjungkir balik ke belakang Alsen.


Namun dia berhasil membaca pergerakan Ziruko. Alsen langsung menangkis serangannya.


Sekarang Ziruko yang terlihat kewalahan, Alsen terus menyerang membabi-buta. Mungkin Ziruko harus menunggu sampai staminanya habis.


"Pecundang sekali kamu hanya berani menyerangku dari belakang."


"Ini adalah taktikku, aku tidak menjunjung tinggi prinsip seperti itu."


Tiba-tiba Alsen mundur menjauh dari Ziruko. Alsen mengangkat pedangnya keatas.


Ziruko terlihat bingung dengan tingkah laku Alsen, mungkin dia akan mengeluarkan teknik pedang. Yang pasti Ziruko harus bersiap-siap.


Tiba-tiba penonton bersorak, sambil berkata "ayo kalahkan dia dengan satu pukulan!!!"


Ziruko hanya menunggunya sampai dia selesai. Dia ingin melihat teknik apa yang ingin Alsen gunakan.


Tiba-tiba pedang Alsen mengeluarkan cahaya, dia mengarahkan pedangnya pada Ziruko. Setelah itu, Alsen melaju sangat kencang menuju kearah Ziruko. Ziruko mencoba menahan serangannya dengan pedang miliknya.


Serangannya begitu kuat, dia tidak akan bisa menahannya lebih lama lagi. Tapi, jika dia berhenti menahan serangan ini, serangan ini akan mengenainya.


"Apa kamu tidak bisa menahannya Ziruko?"


"Tenang saja, aku percaya pada pedang kebangganku ini."


"Jika kamu terlalu percaya, ketika kamu terkhianati kamu akan merasa tersakiti."


"Sebenarnya perkataanmu itu, tidak ada hubungannya dengan hal ini."

__ADS_1


Hal yang tidak terduga terjadi, sesuatu yang tidak diinginkan menjadi kenyataan. Ziruko terkejut, pedang kebanggaannya yang dia gunakan selama ini patah oleh serangan Alsen.


"Apa kamu akan menyerah, Ziruko?"


__ADS_2