
Keesokan harinya...
Ziruko bangun dari tidurnya. Dia melihat kearah sampingnya. Tidak ada Kagura disampingnya.
Ziruko merasakan firasat buruk. Dia menduga kalau ada masalah yang sedang terjadi. Setelah itu Ziruko bergegas memakai jubahnya, dan keluar dari ruangannya.
Terlihat ada prajurit yang berlarian kesana-kemari. Sekarang Ziruko yakin kalau ada masalah yang sedang terjadi.
Ziruko bertanya kepada salah seorang prajurit yang berlari kearahnya. Prajurit itu mengatakan kalau Putri Azalea hilang. Betapa terkejutnya Ziruko mendengar kabar itu, dia langsung membantu yang lainnya untuk mencari Azalea.
Beberapa jam sudah berlalu, namun Ziruko dan yang lainnya masih belum menemukan Azalea. Kaisar Luis memerintahkan semua orang yang ada di kekaisaran untuk berkumpul menghadapnya.
Kaisar Luis bicara kepada semuanya mengenai hal ini.
"Apa kalian ada yang menemukan Azalea?"
Semua orang menjawab tidak. Setelah itu Kaisar Luis mengajukan pertanyaan lagi.
"Apa ada dari kalian yang melihat Jendral Nathan?"
Semua orang menjawab "tidak" lagi.
"Sepertinya ini semua saling terhubung. Antara hilangnya Azalea dan hilangnya Nathan. Aku merasa Azalea dibawa ke Kerajaan Astar dan Nathan mencoba untuk menyelamatkannya."
Ziruko terlihat sedikit kebingungan, dia merasa ada yang janggal dengan perkataan Kaisar Luis. Kaisar Luis mengatakan hal itu seperti dia sudah tahu semuanya. Setelah itu Kaisar Luis kembali melanjutkan omongannya.
"Aku sudah memastikan hal ini. Aku mendapat kabar dari Aslan kalau dia melihat kereta kuda yang pergi menuju ke Kerajaan Astar. Dia mengatakan kalau kemungkinan kereta kuda tersebut berasal dari Kekaisaran Rossweild. Jadi, untuk itu kita harus memastikannya dulu kesana. Aku sudah memikirkan penyelesaiannya. Kita tidak harus mengirimkan semua pasukan yang kita miliki. Kita disini hanya untuk memastikan kabar yang diberikan oleh Aslan. Untuk itu, Kagura... aku menyuruhmu untuk pergi ke Kerajaan Astar. Kamu bebas memilih siapa saja yang akan ikut denganmu, namun tidak boleh melebihi satu kereta kuda."
"Baik," itulah yang Kagura katakan setelah mendengar hal itu.
Pertemuan ini pun selesai. Semua orang bubar dari tempat ini, begitupun dengan Ziruko. Namun dia dipanggil oleh Kagura.
"Ziruko, jangan pergi dulu!"
"Ada apa Kagura?"
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."
"Kalau begitu jangan disini bicarakannya."
Ziruko dan Kagura pun pergi ke kamarnya.
"Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?"
"Sebelum itu, kenapa kamu menggunakan tempat ini untuk kita saling berbicara?"
"Tidak ada hal khusus. Langsung ke intinya saja!"
"Aku ingin kamu ikut denganku untuk pergi ke Kerajaan Astar."
"Hee~~ kenapa aku?"
"Aku membutuhkan kekuatanmu. Aku tidak membutuhkan orang-orang yang lemah. Bisa saja ini menjadi pertanda buruk."
"Pertanda buruk apa?"
"Hal ini bisa memicu peperangan. Jadi, aku harus membawa orang-orang kuat saja untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi."
"Baiklah kalau begitu."
Tiba-tiba pintu terbuka. Seketika mereka berdua melihat kearah pintu tersebut. Ternyata yang membuka pintu adalah Irina.
"Kalian berdua, aku ikut dengan kalian."
"Jadi kamu menguping ya, Irina," kata Kagura.
__ADS_1
"Kalaupun tidak diajak aku akan tetap ikut."
"Sebegitu perhatiannya kah kamu kepada kakakmu?"
"Tentu saja."
"Kalau begitu tidak usah banyak bicara lagi. Kita cari orang kuat lainnya."
"Selanjutnya kita akan mengajak siapa, Kagura?" tanya Ziruko.
"Kita akan mengajak orang penting, yaitu Violet."
"Baiklah kalau begitu."
Mereka berdua menemui Violet. Terlihat ada Violet yang sedang berlatih dengan para prajurit. Kagura menghampirinya sambil mengatakan sesuatu.
"Violet kamu itu tidak ada capeknya melatih orang-orang ini."
"Ini adalah kewajiban saya nona Kagura."
"Jadi begitu ya. Bagaimana kalau aku mengajakmu untuk ikut denganku pergi ke Kerajaan Astar."
"Baiklah, aku akan ikut. Ini adalah sebuah kehormatan. Lalu siapa saja yang akan pergi kesana?"
"Untuk saat ini hanya ada kamu, Irina, dan Ziruko."
"Oh, jadi begitu. Anda mengumpulkan orang-orang yang kuat ya?"
"Itu benar sekali."
"Jadi selanjutnya pasti anda mengajak orang itu."
"Ya, aku akan mengajak si pemalas berkacamata itu."
Selanjutnya mereka pergi ke perpustakaan. Saat sampai di perpustakaan Kagura langsung berbicara dengan keras.
"Oi, Eliza dimana kamu? apa kamu masih gak ada kerjaan disini? kerjaanmu cuma membaca buku terus."
"Berisik kau Kagura!"
Ziruko terkejut melihat sosok Eliza. Karena sebelumnya Eliza tidak menunjukkan mukanya karena terhalang oleh buku.
"Ada apa Kagura memanggilku?"
"Kaisar menyuruhmu untuk pergi ke Kerajaan Astar."
"Palingan juga kamu cuma bohong."
"Makanya tadi ikut kumpul. Azalea hilang, dan sepertinya dibawa ke Kerajaan Astar."
"Kalau memang begitu, aku akan ikut denganmu."
Ziruko terlihat sedikit kecewa dengan sikap Kagura. Padahal Kaisar Luis cuma menyuruh Kagura saja, bukan Eliza. Kagura berhasil memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
Setelah itu Kagura kembali berbicara. Dia melakukan pembicaraan dengan Ziruko.
"Jika dihitung kita sudah ada lima orang. Sepertinya sudah cukup sekarang kita akan mencari yang mengendarai kudanya."
"Kalau itu sih gampang, tinggal suruh saja salah satu prajurit."
"Tidak bisa! aku harus mencari orang yang kuat!"
"Kenapa? padahal cuma mengendarai kereta kuda saja."
"Bukan begitu Ziruko, kamu tidak boleh menganggap remeh hal sepele."
__ADS_1
"Terus alasannya kenapa? coba jelaskan!"
"Kenapa aku membutuhkan orang yang kuat? jawabannya mudah, aku memutuskan hal itu karena jika kita membiarkan prajurit biasa menjaga kereta kuda kita saat kita ke Kerajaan Astar... bagaimana kalau dia diserang?"
"Begitu ya."
"Ditambah jika kereta kuda kita disita, kita pulang naik apa? kereta kuda adalah kunci untuk kita melarikan diri dari sana."
"Tapi kan bisa saja disana cuma nyantai-nyantai saja."
"Lebih baik kita antisipasi hal yang tidak diinginkan."
"Lalu siapa yang akan kamu ajak?"
"Mungkin bukan orang baik. Tapi dia sudah terbukti kuat, dan dia itu tipe orang yang setia."
"Apakah itu pacarmu?"
"Tidak, tidak, selama ini aku tidak tertarik dengan hal yang seperti itu. Lagipula aku akan menjadi istri masa depanmu. Aku tidak boleh mengotori hatiku dengan perasaan orang lain."
"Aku bingung apa yang harus aku lakukan ketika kamu mengucapkan hal itu. Apa aku harus senang?"
"Ya, berbahagialah."
Mereka semua pergi ke bawah tanah. Tiba-tiba Violet mengatakan sesuatu.
"Jangan-jangan orang yang kamu maksud itu adalah orang itu."
"Ya orang itu."
"Sebenarnya siapa orang itu?" tanya Ziruko.
"Lihat saja nanti." jawab Kagura.
Kagura pun berhenti di depan sel tahanan nomor D-26.
"Apa kamu masih hidup?"
"Suara itu... apakah itu kamu Kagura?"
"Ya aku adalah Kagura, Bard."
Bard langsung berdiri dan mendekat kearah Kagura.
"Aku akan memintamu untuk ikut denganku."
"Maaf saja tapi aku tidak bisa melayanimu sekarang, Kagura."
"Tidak apa-apa aku akan meminta izin dari Kaisar Luis untuk membebaskanmu. Karena sekarang dia tidak akan bisa menolak permintaanku."
"Memangnya apa yang terjadi?"
"Azalea hilang dan sepertinya diculik."
"Sepertinya menimbulkan kehebohan yang besar ya."
"Tentu saja."
Entah bagaimana caranya tapi Bard memutuskan rantai yang mengikat tangannya, dan dia menghancurkan jeruji sel.
"Santai saja, padahal tadinya akan aku bukakan," kata Kagura.
Ziruko terkejut melihat kekuatannya. Setelah itu mereka pergi keluar istana dan menaiki kereta kuda yang dikemudikan oleh Bard.
"Ini akan menjadi Pasukan Khusus Kekaisaran," kata Violet.
__ADS_1