
Dia tidak menyangka pedang kebanggan milikanya berhasil dipatahkan oleh Alsen dengan mudah. Tidak ada cara lain selain menggunakan gaia.
Tapi, tetap saja pedang itu adalah pedang yang sangat berharga bagi Ziruko. Dia tidak bisa mendapatkan pedang itu dengan mudah.
"Kenapa kamu diam saja Ziruko!!! kamu tidak bisa melawan lagi karena pedangmu patah??? kamu itu pengecut ya, menyerah saja di hadapan sang raja gladiator ini."
"Kamu meledekku??? memangnya kenapa kalau pedangku patah??? apa aku akan menyerah begitu saja, tentu saja aku akan melakukan hal itu."
"Jadi, kamu mau menyerah ya."
"Ya, tapi setelah aku mengalahkanmu."
Ziruko menerjang kearah Alsen, tapi dia menyadari gerakannya. Ziruko pun kembali mundur.
"Gerakan yang sama tidak bisa mengelabuiku, Ziruko! seranganmu itu tidak akan pernah mempan terhadapku."
"Benarkah?"
"Aku jadi tidak percaya kalau kamu yang memukul mundur pasukan ogre dan para minotaur itu."
"Terserah kamu mau percaya atau tidak. Tapi, itu adalah kenyataan."
Sebenarnya, Ziruko juga menyadari kalau gerakannya itu pasti bisa dibaca oleh Alsen. Alsen bukanlah sembarang orang, dia adalah Pemimpin Guild Gladiator.
Ziruko harus melakukan improvisasi, jika ingin mengalahkan Alsen.
Tapi apa yang harus dilakukan?
Ziruko berpikir sebentar hingga akhirnya menemukan pencerahan.
Dia kembali menerjang kearah Alsen. Dia menghindari semua serangan Alsen. Dan ketika Alsen mau menusukkan pedang miliknyanya Ziruko langsung memukul pedangnya.
Pedang itu berhasil terlempar kelangit. Dan tentunya tangan Ziruko pun terluka.
Ziruko merasa sedikit menyesal, kenapa tidak dia tendang saja pedangnya. Jika dia tendang, luka yang akan dia terima pasti lebih sedikit dari ini.
Alsen terlihat terkejut melihat improvisasi milik Ziruko ini. Alsen tidak pernah menyangka kalau Ziruko itu mengarah kepada pedangnya.
Ziruko berlari kearah pedang itu terlempar. Tapi jika adu cepat berlari, tentu saja Ziruko lebih cepat. Dia berlatih terus dengan Mizu.
Ziruko langsung menendang Alsen, dan Alsen pun terhempas kesisi lain arena ini. Namun, tidak sampai ke dinding arena.
Dia kembali kearah Ziruko. Namun, kelihatannya kali ini Alsen akan langsung menyerang Ziruko.
"Ziruko!!!"
Ziruko kembali melakukan tendangan kepadanya. Sepertinya cara ini tidak berhasil untuk kedua kalinya.
Kaki Ziruko dia pegang, dan dia dilemparkan kelangit oleh Alsen. Tapi, hal itu memberikan keuntungan pada Ziruko.
Saat Ziruko terlempar, dia menyiapkan pukulannya menggunakan gaia.
Alsen menatap kearah langit. Namun itu sudah terlambat. Karena Ziruko akan melepaskan pukulan gaia miliknya.
Alsen pun berbaring diatas arena ini sambil menatap langit.
Komentator yang melihatnya sangat terkejut. Lalu dia berteriak mengumumkan pemenangnya.
"Penonton tidak disangka-sangka, untuk pertama kalinya Alsen dikalahkan. Selamat kepada Ziruko telah memenangkan duel yang cukup menegangkan ini."
__ADS_1
Semua orang yang hadir disini bersorak untuk Ziruko, mereka baru pertama kali melihat ada orang yang mengalahkan Alsen di Colosseum ini.
Mereka terus berteriak memanggil nama Ziruko. Dia merasa bangga pada dirinya sendiri.
Azalea dan teman-temannya yang lain turun dari tempat duduk penonton untuk mengucapkan selamat pada Ziruko.
"Selamat ya Ziruko!"
"Terimakasih Aza."
"Aku tahu kamu pasti bisa menang. Siapa dong yang melatihnya juga."
"Terimakasih Mizu."
Ziruko merasa ada yang sedang mengawasinya, tapi sepertinya orang ini memiliki hawa membunuh yang sangat besar. Bisa jadi dia ini orang yang kuat, Ziruko harus berhati-hati.
Alsen bangkit dari jatuhnya, ia langsung berlari sangat cepat kearah Ziruko.
Dia mengeluarkan arcananya, lalu keluar asap di tangannya. Dia mengarahkan tangannya pada Ziruko, dan tiba-tiba terjadi sebuah ledakan.
Ziruko tidak bisa menghindari serangan dari Alsen itu. Tapi setidaknya Ziruko harus melindungi Azalea. Karena kalau dia sampai terluka Ziruko yang akan disalahkan... mungkin ada keluarga kekaisaran disini.
Ziruko menjadikan tubuhnya sebagai tameng. Dia memejamkan matanya karena dia yakin ini pasti akan sakit.
Tapi, apa yang terjadi disini tidak bisa diterima oleh akal sehat. Ada seseorang yang berbadan kekar berdiri di depan Ziruko, orang kemar jtu mengeluarkan sebuah barrier.
Bukan barrier nya yang membuat Ziruko takjub, tapi kecepatan dia yang bisa melompat kesini sebelum ledakan itu sampai menuju kearahku.
"Kalian tidak apa-apa."
"Aku tidak apa-apa."
"Dia baik-baik saja."
"Baiklah, kalau begini akan aku selesaikan dengan cepat."
Laki-laki kekar itu menghampiri Alsen dengan cepat. Alsen yang terkejut pun tanpa sadar memukulnya, tapi laki-laki kekar itu tidak menunjukkan reaksi apapun.
Alsen pun mencoba membuat ledakan lagi. Tapi laki-laki kekar itu tetap berdiri tegak.
"Apa ini yang kau sebut dengan kekuatan???"
"Sebenarnya kau ini siapa, paman berotot."
"Paman berotot??? kamu menghinaku ya Alsen."
"Aku senang kamu mengenalku, paman. Tapi paman ini siapa???"
"Kamu tidak mengenaliku??? padahal kamu tinggal di daerah sini."
"Paman, cepat beritahukan. Aku benar-benar tidak tahu siapa paman itu???"
"Benarkah??? kenapa ada warga yang tidak mengenaliku ya. Mungkin aku terlalu terkenal sampai-sampai ada yang tidak kebagian untuk mengenalku."
"Paman ini, kalau keadannya begitu sudah jelas aku mengenalmu. Memangnya paman ada urusan apa denganku?"
"Begini, Alsen. Kamu itu sedang kuawasi.... jangan sampai kamu lengah ya. Namaku adalah Nathan."
"Nathan katamu!!! sebaiknya aku tidak berurusan dengan paman."
__ADS_1
Seketika Alsen pun mengeluarkan keringat yang banyak. Sepertinya dia sedang ketakutan melihat laki-laki kekar itu.
"Nah begitu, jadilah orang yang baik ya. Cepat pulang sana."
Ziruko pun terkejut dengan karisma yang dimiliki oleh laki-laki kekar itu. Dia terlihat seperti orang yang sangat kuat.
Ziruko bertanya pada Azalea mengenai laki-laki kekar itu.
"Azalea siapa dia???"
"Dia itu Paman Nathan, Jenderal dari Kekaisaran Rossweild."
"Apa?"
"Ya benar."
"Aza, apa kamu masih mau ikut berpetualang bersamaku?"
"Tentu saja, meskipun Paman Nathan menyuruhku pulang... aku akan tetap berpetualang bersamamu."
"Ternyata orang penting dari kekaisaran itu sekuat ini ya."
"Sepertinya penafsiranmu salah, Ziruko. Paman Nathan tidak sekuat kelihatannya."
"Benarkah?"
"Benar. Aku bisa bilang kamu lebih kuat dibandingkan Paman Nathan."
"Begitu ya. Kalau begitu aku bisa tenang."
"Tenang kenapa?"
"Karena mungkin Paman Nathan akan mempercayakanmu padaku."
"Begitu ya. Baiklah."
Paman Nathan pun berjalan kearah Ziruko. Dia penasaran dengan apa yang akan Paman Nathan lakukan.
Apa dia akan membawa pulang Azalea???
Dari belakang Paman Nathan terlihat sekumpulan orang sedang berjalan.
Ziruko sepertinya mengingat orang-orang itu. Mereka adalah anggota Guild Gladiator.
Akan terjadi kerusuhan disini. Sebagian penonton ada yang keluar dari tempat ini. Dan sebagian lagi turun ke arena ini.
Ziruko melihat kearah komentator. Sepertinya dia sedang ketakutan. Komentator itu tiba-tiba keluar dari arena.
Paman Nathan pun berbalik, dan memandang kumpulan orang itu. Lalu meneriakkan, "Apa kalian semua menantangku?"
Alsen pun menjawab, "Ya, paman yang sombong!"
Alsen pun memberi aba-aba untuk menyerang. Lalu semua anggota guildnya berlarian kearah Ziruko dan yang lainnya.
Azalea dan Mizu menyiapkan arcana-nya. Dan Riz menggunakan pistolnya.
Ziruko berjalan menuju ke tempat Paman Nathan.
"Sepertinya ini akan seru!!!"
__ADS_1