Legenda Arcana

Legenda Arcana
Eksekusi


__ADS_3

Ziruko tiba-tiba tergeletak di tanah. Semua orang yang melihatnya terkejut. Setelah itu Ziruko diangkat oleh Violet dan ditidurkan di atas tempat tidurnya.


Azalea yang melihat tingkah laku mencurigakan dari Violet langsung bertanya-tanya padanya.


"Kakak, maaf kalau ini tidak mengenakkan hati kakak. Tapi bukannya tingkah laku kakak ini sangat mencurigakan? Apa kakak yang membuat Ziruko tertidur?"


"Sebelumnya kamu belum pernah berpikiran seperti ini kepada kakakmu, Azalea. Apa sekarang kamu lebih memilih iblis itu daripada kakak?"


"Apa jangan-jangan memang kakak yang memberi obat tidur kepada minuman yang diminum Ziruko?"


"Kalau iya memangnya kenapa?"


"Aku tidak pernah menduga kakak akan melakukan hal seperti ini. Kalau begitu maaf lancang, tapi apa kakak yang membunuh Kagura?"


Seketika suasana menjadi hening. Tidak ada satu orangpun yang angkat bicara.


"Aku bertanya padamu kakak!"


"Kalau iya, memangnya kenapa?"


"Aku tidak pernah membayangkan kakak akan melakukan hal memalukan seperti ini."


"Yang sudah berlalu biarlah berlalu."


Azalea meninggalkan ruangan ini, dilanjutkan dengan Irina yang mengikutinya dari belakang.


Keesokan harinya, hari sudah pagi. Ziruko dibangunkan oleh seorang prajurit kekaisaran.


"Tuan Ziruko, silahkan bangun. Kamu harus memberikan kesaksian sekarang."


Ziruko yang mendengar suara panggilan itu, perlahan-lahan terbangun.


"Ada apa?"


"Ini sudah pagi, tuan Ziruko. silahkan menghadap Kaisar Luis."


"Apa, ini sudah pagi?"


Tiba-tiba Ziruko dipaksa untuk bangun oleh prajurit itu dan dia memborgol tangan Ziruko. Setelah itu Ziruko dituntun sampai ke tempat singgasana Kaisar Luis. Kaisar Luis langsung bertanya kepada Ziruko.


"Lalu apa kamu sudah menemukan bukti?"


"Bukannya aku tidak menemukannya hanya saja entah bagaimana aku tiba-tiba tertidur."


"Itu hanyalah sebuah alasan."

__ADS_1


"Ini bukan alasan, ini kebenarannya."


"Sampai kapanpun alasan akan tetap menjadi alasan."


Ziruko hanya diam saja mendengar perkataan Kaisar Luis. Tiba-tiba Kaisar Luis memberikan keputusan.


"Karena tidak ada penjelasan yang logis, saat ini kamu dinyatakan akan di EKSEKUSI."


Ziruko mencoba untuk melepaskan borgolnya. Namun borgolnya tidak bisa dilepas. Hal ini disebabkan karena borgol yang Ziruko pakai terbuat dari perak hitam yang bisa menahan gaia dan sihir.


Ziruko dibawa keluar istana. Di luar istana sudah disediakan dua orang prajurit yang membawa pedang untuk mengeksekusi. Disana juga terlihat satu orang perempuan yang sedang menunduk dan tangannya diborgol.


"Mizu!"


Ziruko terkejut melihat apa yang ada di hadapannya. Dia tidak pernah menyangka akan berakhir seperti ini.


"Apa impianku akan berakhir sampai disini saja."


Kaisar Luis menghampiri Mizu. Salah satu hal buruk tentang eksekusi ini adalah eksekusi ini disaksikan oleh para warga. Kaisar Luis mengucapkan sepatah dua patah kata sebelum memulai eksekusi.


"Rakyat Kekaisaran Rossweild yang aku cintai, aku ingin mengucapkan sepatah dua patah kata sebelum aku memulai eksekusi ini. Kenapa aku melakukan hal ini? seperti yang sudah diketahui kita semua memang dari dulunya sudah diajari kalau sikap ras iblis itu memang buruk. Buktinya beberapa minggu yang lalu perempuan ini dengan terang-terangan menyusup ke dalam istana ini. Selain itu seperti yang sudah dilihat, di sebelah sana ada seorang yang dianggap pahlawan oleh sebagian orang. Namun, iblis akan tetap menjadi seorang iblis. Dia membunuh teman se-rasnya sendiri. Saat ini saya pun ikut berduka atas kematian Ksatria Zodiak yang sudah mengabdi kepada kekaisaran ini selama bertahun-tahun lamanya."


Ziruko sedikit menunjukkan ekspresi kekesalan. Dia seperti tidak puas dengan apa yang dikatakan oleh Kaisar Luis.


"Ingatlah! Segala sesuatu yang kalian perbuat akan mendapat balasannya," dengan wajah yang penuh amarah Ziruko mengatakan hal itu.


Tiba-tiba terlihat ada naga yang datang melesat dengan cepat. Menabrak Mizu dan kedua prajurit itu.


"Naga itu... pasti itu adalah Momo. Tapi laki-laki itu... dia bersama dengan siapa?"


Tiba-tiba tempat eksekusi itu dikelilingi oleh api. Prajurit yang berada di samping Ziruko tiba-tiba terjatuh. Orang yang menjatuhkan prajurit itu adalah Irina.


Di sebelah Irina terlihat juga ada Azalea yang mengikutinya.


"Irina cepat bawa Ziruko ke dalam api itu," kata Azalea sambil mendorong Irina.


Setelah itu Irina dan Ziruko berlari kearah api itu. Awalnya mereka ragu untuk masuk kedalam kobaran api itu. Namun akhirnya mereka memberanikan diri untuk masuk.


Tiba-tiba Ziruko teringat akan sesuatu.


"Benar juga, bukannya api milik Momo tidak bisa membakar selain makhluk hidup? kenapa aku baru ingat sekarang."


"Tapi, ini api milik siapa?"


Terlihat ada seorang laki-laki yang sedang berdiri di samping Momo yang sedang dalam keadaan berwujud naga.

__ADS_1


"Halo... Ziruko."


"K-k-kamu kan si pesulap Walterz itu."


"Tidak usah banyak tanya-tanya cepat pergi dari sini dan langsung ke Kota Ragorick. Disana sedang ada penyerangan. Kalian bertiga naiklah di atas punggung Momo!"


"Apa kamu bisa membawa 3 orang Momo?"


Terlihat Momo yang sedang dalam wujud naga mengangguk-angguk.


"Tapi, bagaimana dengan borgol ini?"


"Tenang saja aku mempunya ini," kata Walterz sambil mengeluarkan kunci yang tiba-tiba ada di tangannya.


"Baiklah. Tapi, bagaimana denganmu?"


"Jangan pedulikan aku, aku tidak selemah yang kamu pikirkan."


Mereka bertiga pun langsung naik keatas punggung Momo. Mereka langsung melesat kencang menuju Kota Ragorick.


"Tidak biasanya Momo terbang secepat ini."


Tidak lama kemudian mereka sampai di Kota Ragorick. Terlihat bangunan-bangunan sudah menjadi puing-puing reruntuhan. Tanda terjadinya penyerangan besar-besaran.


Momo berubah kembali menjadi wujud manusia. Mereka berempat langsung berjalan mencari orang-orang.


"Kemana semua orang pergi ya?"tanya Ziruko.


"Aku pun tak tahu, namun yang pasti disini sudah terjadi pertarungan besar," jawab Momo.


Tiba-tiba terlihat ada patung manusia yang terlihat seperti membeku. Ziruko langsung berlari menghampiri patung itu dan langsung memegangnya.


"Bukannya ini adalah sihir milik Elena?"


"Kamu benar Ziruko. Tapi bagaimana dengan keadaan Elena, aku harap dia tidak terpukul seperti waktu itu."


"Sepertinya berat mempunyai sihir seperti itu, benar kan Momo?"


"Ya, kamu benar Ziruko."


Mereka berempat terus berjalan mencari keberadaan orang yang tidak terkena sihir es abadi milik Elena.


"Sihir apa yang kamu maksud Ziruko?" tanya Irina.


"Itu adalah sihir kutukan yang dimiliki oleh Elena. Ketika dia mengaktifkannya dia akan terkena kutukan tubuhnya tidak berkembang. Sihir es miliknya tidak bisa di cairkan oleh sihir apapun, kecuali menggunakan api phoenix."

__ADS_1


"Begitu, ya. Kalau menurutku dia akan merasa sangat terpukul."


"Jangan sok tahu putri yang datang entah dari mana asalnya," kata seorang perempuan yang tiba-tiba datang menghampiri mereka berempat.


__ADS_2