Legenda Arcana

Legenda Arcana
Penyerangan Goblin


__ADS_3

"Apa? para goblin menemukan tempat persembunyian kita?"


"Iya Nona Liliana."


"Ini sangat gawat, Ziruko aku mohon bantuanmu. Kalau bisa kamu jangan terlalu menyakiti para goblin itu."


"Baiklah, Lili."


Warga desa yang melapor menuntun mereka berdua menuju tempat pertempuran terjadi.


Kebakaran hebat terjadi, kenangan yang baru Ziruko buat di tempat ini, sekarang hanya tersisa kobaran api.


Ziruko melihat banyak sekali jumlah goblin yang sedang bertarung dengan penduduk Desa Rabby.


Tapi sepertinya penduduk Desa Rabby tidak tahu cara bertarung. Mereka bisa dikalahkan oleh para goblin yang cebol.


Ziruko memutuskan untuk memukul mundur pasukan goblin ini. Seperti yang dia lakukan saat dia memukul mundur pasukan ogre.


Ziruko langsung mengumpulkan energinya, dan dia langsung melesat cepat ke medan pertempuran.


Ziruko menendang para goblin yang menyerang warga. Dan warga yang dia selamatkan, memberikan senyumannya kepadaku.


Ziruko hampir menghabisi semua goblin yang ada disini. Tapi, tiba-tiba dia mendengar teriakan Lili.


"Ziruko berhenti!!! sudah cukup hentikan!!!"


"Ada apa Lili?"


"Sudah, tidak apa-apa~ jika hanya desa, kita bisa membuatnya kapan saja. Tapi jangan membuat hubungan kami dengan para goblin semakin merenggang."


Para goblin yang tersisa, kembali menuju permukaan.


"Kamu tidak bisa diam saja jika harga diri kamu diinjak-injak. Jika kamu terlalu mempedulikan orang lain, kamu akan mendapatkan akibatnya."


"Kamu tidak tahu apa-apa! aku mencoba untuk membicarakan hal ini kepada ketua suku mereka. Jika kamu melakukan hal yang seperti tadi, maka kemungkinan besar dia tidak akan menerima tawaranku."


"Jangan jadi pengecut Lili, kamu kan penerus tetua. Kalau kamu tidak berani mengambil resiko, kamu tidak cocok untuk menjadi seorang tetua desa."


"Setiap orang mempunyai caranya masing-masing, Ziruko!"


"Baiklah aku akan membantumu, sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Maaf sudah terlalu berlebihan."


"Baik Ziruko, aku memaafkanmu."


"Tapi, jangan senang dulu. Jika aku tidak tahan melihatnya, mungkin aku akan melakukan sesuatu yang diluar dugaan."


"Jika memang begitu keadaannya, tidak apa-apa Ziruko. Aku bisa paham rasa sakit ketika melihat orang lain menderita."


"Ngomong-ngomong pertemuan dengan kepala suku goblin kapan ya?"


"Waktunya adalah besok."


"Siapa yang akan menghadiri pertemuan tersebut?"


"Jangan terlalu formal begitu, tentu saja aku yang akan menghadirinya."


"Kamu bakalan kesana sendirian?"


"Tentu saja."


"Lebih baik kamu mencari pengawal. Takutnya akan terjadi hal yang tidak diinginkan."


"Kamu benar juga. Tapi siapa yang cocok untuk jadi pengawalku?"


"Jika boleh beri saran, aku lebih memilih Ziruko sebagai pengawal Nona Lili."


"Kamu bisa saja, Ziruko."


"Aku serius, Lili. Aku akan mengajak Mizu dan Azalea juga."

__ADS_1


"Baiklah jika kamu sudah memutuskannya."


"Jadi, sekarang kita apakan beberapa rumah yang terbakar ini?"


"Tentu saja memadamkannya. Di dekat sini ada sumur. Kita bisa mengambil air dari situ."


"Kalau pake cara manual bakalan lama, lebih baik Mizu saja yang memadamkannya."


"Dia lagi tidur, kasian."


"Ternyata kamu bisa bicara kaya gitu juga ya, Lili."


"Tidak-tidak."


"Sambil menunggu aku membangunkan Mizu, sebaiknya kamu beri arahan untuk memadamkan api ini ke warga desa."


"Baiklah."


Ziruko langsung berlari ke rumah Lili. Dan langsung masuk kedalam ruangan dimana Mizu dan Azalea tidur.


"Mizu, apa kamu masih bangun?"


"Ziruko, kalau mau masuk ke kamar perempuan. Kamu harus mengetuk pintu dulu. Bagaimana kalau aku atau Azalea sedang ganti baju?"


"Sudahlah jangan pedulikan hal itu. Ini keadaan darurat, di desa terjadi kebakaran."


"Terus aku harus lakukan apa? aku ngantuk nih."


"Ya padamkan api itu!"


"Nanti saja pagi."


"Keburu desa nya jadi abu."


"Baiklah, Ziruko. Tapi, aku terlalu mengantuk untuk berjalan."


"Jangan banyak alasan. Kalau begitu aku gendong saja."


Ziruko langsung menggendong Mizu dan langsung berlari secepat mungkin.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat terjadinya kebakaran. Mizu langsung menggunakan arcananya saat masih berada di gendongan Ziruko dan semua apinya langsung padam.


"Terimakasih Mizu."


Dia tidak menjawab perkataan Ziruko, dia sudah tidur. Lalu Lili datang menghampiriku.


"Kasian sekali Mizu, tidurnya terganggu."


"Tidak apa-apa, lagipula dia bersedia untuk memadamkan apinya. Tapi, untuk saat ini lebih baik kita pergi saja kerumahmu dulu. Udara disini dingin sekali."


"Baiklah."


Ziruko membaringkan Mizu diatas kasur.


Lalu dia kembali keruangan tengah, dan langsung mengobrol dengan Lili.


"Bagaimana persiapan untuk pertemuan besok?"


"Aku sudah memikirkan segala kemungkinannya. Sampai-sampai aku tidak bisa tidur sekarang."


"Kalau semuanya sudah siap, berarti aku akan tidur saja untuk memulihkan energiku."


"Jika kamu mau tidur, silakan saja pakai kamar yang ada di sebelah kiri tempat Mizu tidur."


"Kamu tidak akan tidur sekarang?"


"Aku akan melaporkan kejadian ini dulu kepada tetua."


"Baiklah kalau begitu. Aku tidur duluan."

__ADS_1


"Kalau mau tidur, tidur saja jangan banyak bicara."


"Iya, iya, nona."


Tanpa memikirkan apapun, Ziruko langsung tertidur.


Keesokan harinya...


"Ziruko, bangun!!! ini sudah jam berapa?"


"Baiklah."


Ziruko langsung bangun dari tempat tidurnya. Dia perlahan membuka matanya, dan yang pertama kali dia lihat adalah Lili yang tidur di sebelahnya.


"Heh~ Lili?"


"Iya, ada apa?"


"Apa kamu tidur disini?"


"Tentu saja, ini kan kamarku."


"Perasaan aku nggak masuk ke kamarmu. Kemarin aku tidur di kamar sebelah kiri dari ruangan yang dipakai Mizu dan Azalea tidur."


"Ya, itu adalah kamarku."


"Terus kenapa kamu tidak memberitahuku kalau ini adalah kamarmu?"


"Tentu saja tidak akan kuberi tahu. Kalau ku beri tahu, kamu tidak akan tidur disini kan?"


"Benar sekali, itu kamu tau kan."


"Aku tidak bisa membiarkan laki-laki tidur dengan perempuan. Jadi dibanding kamu tidur dengan mereka berdua, lebih baik kamu tidur denganku. Aku tidak ingin kamu menodai kesucian mereka berdua."


"Aku tidak berani melakukan hal itu. Buktinya kamu masih aman-aman saja."


"Mungkin kali ini tidak, tapi nggak tau kalau di lain waktu."


Tiba-tiba Mizu masuk ke dalam kamar ini.


"Hoo~ Ziruko kamu tidur dengan calon tetua desa ya. Oh iya Lili, tenang saja Ziruko tidak akan melakukan apa-apa kepadamu. Aku dan Azalea pernah tidur bersama Ziruko."


"Jangan buat orang salah paham Mizu."


"Tapi memang benar kan?"


"Ya."


Muka Lili memerah, dia langsung seperti tersenyum terpaksa.


"Ziruko ada yang ingin kutanyakan."


"Tanya apa?"


"Sebenarnya sudah berapa perempuan yang sudah pernah tidur bersamamu."


"Tiga."


"Siapa yang satunya?"


"Kamu."


"Benar juga. Pokoknya kita harus siap-siap untuk pergi ke pertemuan."


Setelah selesai bersiap, mereka berempat pergi menuju permukaan. Dan langsung mendatangi markas para goblin.


"Jadi ini ya markas para goblin itu. Tidak kuduga, jumlah goblinnya melebihi yang aku bayangkan."


"Ya, makanya jangan terlalu gegabah melawan mereka. Sekuat apa pun kamu, jika melawan orang yang sangat banyak, kemungkinan besar kamu akan kalah. Pokoknya jangan buat keributan ya, Ziruko, Mizu, Azalea."

__ADS_1


Mereka bertiga serentak menjawab "baik, Lili."


__ADS_2