
"Sebagai gantinya aku akan mencari api phoenix untuk membebaskan semua warga yang membeku oleh sihir es abadimu itu."
"Kamu mengatakan hal itu seperti kamu menyalahkan semuanya padaku."
"Aku tidak bermaksud begitu."
Kagura pun menyela pembicaraan mereka.
"Baik, baik, sepertinya tujuannya sudah ditentukan. Berarti selanjutnya kita akan mencari api phoenix itu, kan?"
"Ya, Kagura. Tapi masalahnya aku tidak tahu dimana api phoenix itu berada."
"Aku tau semuanya, karena arcanaku adalah arcana pengetahuan. Jadi... "
"Bukannya sudah ketahuan kalau arcana milikmu itu arcana waktu?"
"Baik, baik, aku mengerti. Aku ini sudah pernah mengelilingi dunia hampir seluruhnya. Jadi, aku mempunyai banyak pengalaman."
"Jadi, apa kamu tau apa yang harus aku tuju?"
"Tunggu dulu Ziruko, sebelum itu aku mempunyai pertanyaan untukmu."
"Silahkan bertanya saja."
"Menurutmu sudut pandangmu sekarang, kaisar itu orang yang seperti apa?"
"Bisa dibilang Kaisar Luis itu orang yang baik. Namun dia seperti terikat oleh suatu perjanjian. Dia melakukan hal ini seperti terpaksa akan sesuatu."
"Kalau memang begitu, aku yakin selanjutnya kamu tidak akan berpikiran seperti itu lagi."
"Apa maksudmu?"
"Diluar sana ke-11 kaisar yang lain malahan lebih buruk dari Kaisar Luis."
"Perkataanmu itu seperti ingin memperdayai aku supaya merubah cara pandangku."
"Cara pikirmu itu bisa dibilang terlalu sempit. Kamu hanya memikirkan hal-hal yang positif. Adakalanya kita harus memikirkan hal negatif juga. Jika seperti itu terus kamu tidak akan pernah maju."
"Kamu menasihatiku?"
"Hmmm ... baiklah sekarang aku akan bertanya lagi. Apa kamu masih ingin menjadi seorang kaisar?"
"Tentu saja."
"Lalu setelah menjadi kaisar apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku akan membuat perdamaian di seluruh dunia. Tidak ada lagi yang namanya diskriminasi."
"Sekarang aku tanya apa syarat menjadi seorang kaisar?"
"Cara pertama adalah dengan menjadi pewaris takhta. Kedua dengan menjatuhkan kekaisaran. Ketiga diakui oleh Imperium D. Arc."
__ADS_1
"Lalu apa kamu masuk dalam salah satu kriteria tersebut?"
"Yang bisa kulakukan mungkin hanya mencari cara agar diakui oleh Imperium D. Arc."
"Bodoh sekali! itu adalah cara tersulit untuk menjadi seorang kaisar. Ingat ini meski kamu sudah menjadi kaisar, tapi kamu tidak bisa mengatur semua dunia. Kamu tidak bisa memiliki wewenang seperti Imperium D. Arc."
"Lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Bukannya kamu sudah tahu jawabannya? Jangan berpura-pura bodoh!"
"Maksudmu melakukan invasi?"
"Benar sekali, itu satu-satunya cara yang efektif."
"Tapi, cara seperti itu bisa menimbulkan kudeta di suatu hari nanti."
"Bukannya kamu bisa melakukan suatu perjanjian. Dan juga kita bisa memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan."
"Apa maksudmu?"
"Saat ini di Kekaisaran Ming sedang terjadi kudeta besar-besaran. Jika kamu menjadi penengah, kamu bisa diakui sebagai seorang kaisar. Karena satu syarat yang pasti untuk menjadi seorang kaisar, kamu hanya membutuhkan kepercayaan dari rakyat. Sejauh ini kamu sudah bisa dipercayai oleh banyak orang. Jadi, kesimpulannya tujuan kita selanjutnya adalah Kekaisaran Ming."
"Kekaisaran Ming? tapi, apa disana ada api phoenix?"
"Karena hal itu sebelum kita pergi ke Kekaisaran Ming. Kita akan singgah di sebuah pulau kecil yang ada diantara Kekaisaran Rossweild dan Kekaisaran Ming. Pulau itu bernama Gwongseun. Pulang yang netral tanpa dikuasai kekaisaran manapun. Disana juga terdapat cerita legenda Fenghuang yang katanya berasal dari Kekaisaran Ming. Fenghuang itu bisa jadi adalah phoenix. Kita harus kesana untuk memastikannya."
"Baiklah berarti sudah diputuskan. Pertama-tama kita akan pergi ke Gwongseun setelah itu kita kembali ke sini dan lalu pergi ke Kekaisaran Ming."
"Tapi, tunggu dulu."
"Besok tidak akan seperti hari ini."
"Apa maksudmu?"
"Mungkin saja besok pasukan kekaisaran sudah sampai disini. Jika itu terjadi tidak akan ada hari esok untuk kita."
"Lalu apa kamu sudah menyiapkan penyelesaiannya?"
"Tentu saja aku sudah menyiapkan penyelesaiannya. Cara paling efektif adalah dengan meninggalkan Elena disini sendirian."
Elena yang mendengar hal tersebut langsung protes kepada Kagura.
"Kenapa kamu meninggalkan aku disini sendirian dasar perempuan sombong."
"Tenang saja perempuan bodoh. Aku akan menjelaskan alasannya. Yang pertama, kamu harus bersandiwara seakan-akan kamu tidak pernah mengenal Ziruko."
"Kenapa aku harus melakukan hal itu, perempuan sombong?!"
"Aku akan menjelaskannya jadi kamu diam saja! jika sandiwaramu berhasil kita akan mendapatkan suatu keuntungan. Kita bisa saling berkomunikasi lewat burung merpati untuk menjelaskan kondisi satu sama lain. Hal ini untuk mempersiapkan kembalinya Ziruko ke tempat ini. Kan nggak lucu kalo Ziruko datang kesini dan tiba-tiba dikepung oleh para prajurit kekaisaran. Yang kedua adalah untuk melindungi orang-orang yang berubah menjadi patung es. Kamu harus memastikan mereka baik-baik saja. Julukanmu sebagai 'Ratu Es' bukan hanya julukan saja, kan?"
"Baiklah aku akan melakukan hal itu. Tapi, bukannya kalau kita menyerang Kekaisaran Rossweild sekarang akan lebih cepat selesai?"
__ADS_1
"Kalau kamu ingin cepat selesai, dalam artian mati. Silahkan saja serang sendirian."
"Bukan itu yang aku maksud, bukannya kalau kekuatan kita digabungkan kita bisa menang?"
"Kalau lawan kekaisaran saja masih bisa menang. Namun, bagaimana bila kekaisaran mendapatkan bala bantuan dari kerajaan lain. Meskipun kuat kalau kita kalah jumlah terlalu banyak, pasti kita akan kalah. Kita tidak bisa senekat itu. Di Kekaisaran Ming kita juga akan mengumpulkan pasukan untuk menyerang kekaisaran ini."
"Baiklah aku akan percaya pada rencanamu itu."
"Lili belum kembali kesini, kan?" tanya Ziruko pada Elena.
"Ya, dia belum datang."
"Karena hal itu tugasmu menjadi nambah satu, kamu harus menjelaskan apa yang terjadi dan rencana kita kepada Lili, setelah itu kamu harus menjaga Lili supaya dia baik-baik saja."
"Itu bukan satu tugas, dasar bodoh!"
"Intinya seperti itu."
Sedangkan itu, Irina terlihat kebingungan dengan penjelasan dari Kagura. Momo dan Mizu masih mengaktifkan mode nyimaknya.
"Tunggu-tunggu! kenapa aku harus terlibat dengan hal ini?!" tanya Irina dengan kebingungan.
"Kamu berada disini berani kamu sudah berkhianat kepada kekaisaran," jawab Kagura.
"Padahal aku tidak niat melakukan hal itu."
"Kalau kamu mau, pulang saja ke kekaisaran sendirian."
"Bisa-bisa aku terbunuh."
"Itu kamu tau, kan? jadi sekarang kamu ikuti saja apa yang kami lakukan."
"Setidaknya kalian semua adalah perempuan. Aku jadi sedikit lega."
"Terus aku kamu anggap apa?!" teriak Ziruko.
"Kamu aku anggap tidak ada. Jika ada kamu berarti ada laki-laki dan itu artinya situasi disini tidak aman. Bukannya berbahaya jika seorang perempuan berjalan dengan seorang laki-laki."
"Lalu waktu itu kita kencan berdua, kan?"
"Lupakan hal itu!"
"Kalian kencan?!?!" tanya Elena dengan muka yang bingung dan penuh marah.
"Kami cuma numpang makan," jawab Ziruko dan Irina.
"Ya sudah lupakan saja."
Momo yang dari tadi tidak berbicara akhirnya mengajukan sebuah pertanyaan.
"Maaf mengganggu, tapi aku ingin mengajukan pertanyaan. Kalian sudah membahas panjang tentang hal ini, tapi kita akan pergi ke Pulau Gwongseun menggunakan apa?" tanya Momo.
__ADS_1
"Aku juga bingung tentang hal itu," tambah Mizu.
"Aku melupakan hal yang penting," kata Kagura dengan muka yang terlihat sedikit khawatir.