Legenda Arcana

Legenda Arcana
Kuil Muncul Dari Tanah!!! Membentuk Pasukan


__ADS_3

Hari sudah pagi, Ziruko membuka matanya. Ini waktu yang tepat untuk melanjutkan kisah petualangan untuk menjadi seorang kaisar.


Ziruko merasa seperti ada yang berbeda. Dia merasa tempat tidurnya terasa sempit.


“Kenapa tempat tidur ini terasa lebih sempit???”


Ziruko berbalik, dia sangat terkejut dengan apa yang terjadi. Sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Sesuatu yang Ziruko maksud adalah Mizu.


"Mizu! Mizu! cepat bangun!"


"Ada apa pagi-pagi begini udah berisik."


"Kenapa kamu tidur disini?"


"Aku tidak sengaja ketiduran."


"Itu bukan sebuah alasan. Pokoknya cepat keluar dari sini."


Mereka berdua langsung keluar dari kamar. Mereka disambut dengan hangat oleh Azalea. Azalea terlihat sangat marah.


"Oh... Ziruko, kamu sudah mulai berani ya denganku."


"Apa maksudmu?"


"Memangnya aku tidak tahu, tadi malam kamu tidur dengan Mizu kan."


"Aku tidak tahu ada Mizu."


"Sampai kapanpun alasan akan tetap menjadi sebuah alasan."


"Terserah kamu saja Aza, mau percaya atau tidak aku tidak begitu peduli."


"Jadi kamu sekarang tidak peduli lagi denganku???"


"Bukan begitu maksudku."


"Pokoknya kalau kamu kelihatan tidur bersama Mizu lagi, kamu harus menerima akibatnya."


"Baiklah, Aza."


"Untuk saat ini, lupakan saja masalah itu. Kalian berdua silahkan makan makanan ini."


"Aza, kamu membuat apa hari ini?"


"Hari ini aku membuat sandwich."


"Oh begitu ya. Apapun makanannya, selama itu dibuat oleh Aza... pasti rasanya akan enak."


"Terimakasih atas pujianmu, Ziruko."


"Aza, kamu mau ikut berburu monster nggak sekarang?"


"Tentu saja dong. Aku adalah pendampingmu, dan juga bagian dari kelompokmu."


"Baiklah, yang penting kita sekarang habiskan dulu makanan yang lezat ini."


Setelah selesai makan, mereka bertiga pergi menuju guild untuk mengambil suatu pekerjaan.


"Sepertinya sekarang kita akan mendapatkan pekerjaan yang sangat menarik."

__ADS_1


"Ada apa Ziruko?"


"Hanya saja... aku merasa petualangan hari ini akan sangat menarik, Aza."


"Baiklah."


Tidak lama kemudian, mereka bertiga sampai di guild. Lalu Ziruko menyuruh Azalea dan Mizu untuk mendaftar menjadi anggota guild sementara.


Setelah proses pendaftaran selesai, mereka mengambil pekerjaan untuk mengalahkan monster yang ada di reruntuhan.


"Kita ambil yang ini saja. Di Padang Belerick, tempatnya luas dan juga disana gampang mencari monsternya."


Mereka bertiga langsung pergi ke Padang Belerick.


"Disini tempatnya tidak banyak berubah ya."


Mizu langsung memotong pembicaraanku.


"Ya iya lah, itu semua karena kamu baru kemarin datang ketempat ini. Andai saja kamu menunggu 10 tahun lagi, mungkin ditempat ini sudah menjadi desa."


Mereka bertiga langsung masuk kedalam reruntuhan, dan memeriksa sekeliling reruntuhan ini.


Tidak lama kemudian, mereka berpapasan dengan monster yang mereka cari. Monster itu adalah minotaur. Sebenarnya minotaur bukanlah monster, mereka hanya makhluk hidup yang buas.


Sebenarnya, minotaur itu cuma berbeda sedikit dengan ogre. Yang membedakannya adalah, mereka terlalu mempercayakan semuanya kepada instingnya.


"Aza, kamu diam saja dibelakangku, gunakan sihirmu. Lalu, aku dan Mizu akan maju untuk menyerangnya.


"Ok, Ziruko."


Karena mereka bertiga bekerja sama, minotaur bisa dikalahkan dengan mudah. Setelah itu Ziruko mengambil tanduk minotaur itu, untuk dijadikan bukti kepada guild.


Semakin lama, semakin terasa getaran yang berasal dari lantai yang mereka pijak. Mereka berpikir, kemungkinan besar reruntuhan ini akan runtuh. Jadi, mereka langsung berlari secepat mungkin untuk keluar dari reruntuhan ini.


Tidak lama kemudian, kami berhasil keluar dari reruntuhan. Keadaan diluar sangat gelap, tapi saat ini masih dalam keadaan siang hari. Tidak ada alasan lain selain terjadinya gerhana matahari.


Reruntuhan itu terangkat keatas, bangunannya semakin tinggi. Terlihat seperti sebuah kuil. Ditambah pemandangan menakjubkan dari gerhana matahari total, yang jarang terjadi.


Ketika gerhana matahari selesai, reruntuhan itu pun berhenti terangkat dari bawah tanah. Dihadapan mereka bertiga ada sebuah pintu untuk masuk kedalam kuil tersebut.


Dalam hatinya yang sangat dalam, Ziruko ingin langsung menjelajahi kuil itu. Tapi dia tidak ingin mengambil resiko, karena saat ini dia bersama Azalea dan Mizu.


Ziruko memutuskan untuk melaporkan hal ini kepada guild, dan dia berpikir untuk membentuk pasukan seperti saat dia memukul mundur pasukan ogre.


Beberapa saat kemudian, Ziruko sampai di guild. Di guild, semua orang terlihat panik. Ziruko langsung memberikan tanduk minotaur kepada guild.


"Ini hasil dari pekerjaan kami."


"Terimakasih ini bayaran untuk pe....."


"Ini situasi darurat, ada sebuah kuil muncul di Padang Belerick."


"Tidak mungkin, hal seperti itu hanya ada di cerita rakyat disini."


"Tapi ini benar-benar nyata, aku melihatnya sendiri."


"Tapi, apa ini ada hubungannya dengan seseorang yang kemarin datang kesini."


"Dia mengatakan hal apa???"

__ADS_1


"Dia mengatakan kalau akan ada gerhana matahari, dan sesuatu yang mengejutkan akan muncul."


"Mungkin dia tahu alasan munculnya kuil tersebut."


"Apa kamu tahu ciri-ciri orang itu?"


"Saat dia datang kesini aku tidak bisa melihat dengan jelas mukanya. Hal itu disebabkan karena dia memakai tudung."


Resepsionis guild itu memberikan bayaran untuk pekerjaan Ziruko dan teman-temannya. Lalu tiba-tiba Mizu protes kepada resepsionis guild.


"Kenapa kamu tidak percaya? Bagaimana kalau hal itu benar-benar terjadi."


"Bukan aku tak percaya nona muda, tapi apa yang dia katakan itu seperti dongeng saja. Mana mungkin ada kuil yang tiba-tiba muncul."


"Tapi, kan... tadi kamu mengatakan kalau hal ini mungkin ada hubungannya dengan orang yang kemarin datang kesini. Jadi, harusnya kamu percaya pada laporan ini."


"Mempercayai hal tersebut, bukan hal yang mudah."


"Kalau kamu tidak percaya, ya sudah."


Mizu langsung membalikkan badannya seperti tak peduli lagi dengan hal ini, dan dia langsung keluar dari tempat ini. Ziruko dan Azalea mengikutinya.


"Mizu, kamu mau kemana???"


"Pergi ke tempat yang tadi."


"Jangan gegabah, kamu tidak tahu disana ada monster yang seperti apa."


"Kalau sudah aku harus bagaimana lagi, Ziruko!!!"


"Kita membentuk pasukan saja dulu."


"Baiklah."


Ziruko tidak pernah menyangka kalau ada beberapa orang dari guild yang mengikutinya keluar. Dia berpikir mungkin saja, orang-orang ini ingin ikut mengeksplorasi kuil yang muncul dari tanah.


"Hey kalian bertiga!!!"


"Ada apa?"


"Kami akan bergabung dengan kalian."


"Apa kalian serius?"


"Ya, kami serius."


"Bukankah kalian tidak percaya pada kami."


"Awalnya kami tidak percaya atas perkataanmu. Tapi, setelah mendengarkan perkataan dari nona muda itu aku menjadi yakin."


"Aku tidak akan bertanggung jawab jika ada yang mati diantara kalian. Jadi, intinya aku tidak bisa memastikan kalau kalian tidak selamat."


"Jika tidak ada yang membasmi monster ditempat itu. Bisa-bisa monster itu menyerang kota ini. Kota ini memang kota yang sepi, tapi tetap saja kalau ini dihancurkan aku tidak bisa terima."


"Aku bisa mengerti perkataanmu, dan aku juga sangat penasaran dengan orang yang memakai tudung itu. Apa kalian sudah memikirkan resikonya?"


"Ya, kami juga penasaran dengan orang itu. Kami sudah memikirkan resikonya. Menang atau kalah itu tidak masalah, kami tetap akan bergabung denganmu."


"Baiklah, jika kalian sudah menerima resikonya. Ayo kita berangkat!!!"

__ADS_1


__ADS_2