Legenda Arcana

Legenda Arcana
Firasat Buruk


__ADS_3

Setelah diberi hadiah pencapaian oleh sang kaisar Ziruko pergi menuju kamarnya. Saat dia masuk, terlihat ada Kagura yang sedang berdiri di samping kasur.


"Ziruko, pertama-tama aku ucapkan selamat padamu atas hadiah pencapaianmu itu meskipun aku tahu kamu tidak menyukainya. Jadi kamu mau berangkat kapan?"


"Kemungkinan aku akan pergi besok. Perkataanmu itu seperti mengusirku dari istana ini."


"Tidak, tidak, aku hanya menanyakan hal itu. Tidak ada maksud yang lain. Tapi, apa kamu benar-benar bisa pergi besok?"


"Tentu saja aku bisa."


"Benarkah? Namun yang aku rasa sangat berbeda jauh dengan yang kamu rasakan."


"Apa kamu mencoba untuk menjadi seorang peramal?"


"Dari masa depan yang kulihat kamu tidak akan bisa pergi besok."


"Apa maksudmu?"


"Tidak usah dipikirkan... lupakan saja."


"Hmmmmmmm, lalu apa pekerjaanmu itu selalu menganggur seperti ini?"


"Beginilah kehidupanku, namun hari ini aku mendapatkan sebuah misi."


"Misi apa itu? Apa aku boleh ikut denganmu, Kagura?"


"Tentu saja aku menolak permintaanmu itu. Misi yang akan aku jalankan itu tidak semudah yang kamu bayangkan."


"Karena hal itulah aku jadi ingin ikut denganmu."


"Ingatlah hal ini, setiap manusia itu mempunyai ego-nya masing-masing. Untuk saat ini saja bisakah kamu menuruti egoku?"


"Aku merasakan firasat buruk. Aku tidak akan merubah pikiranku, aku akan tetap ikut denganmu!"


Seketika suasana menjadi hening. Tidak lama kemudian, Kagura mencoba untuk menolak permintaan Ziruko lagi.


"Sudah kubilang kan? aku ingin menjalankan misi ini sendiri. Tenang saja aku akan baik-baik saja. Kalau begitu aku berjanji besok akan ada di dekatmu."


"Aku tidak bisa diajak kompromi seperti itu, aku tetap ingin ikut denganmu."


"Kamu harus banyak beristirahat, besok kamu akan melakukan perjalanan kan?"


"Baiklah, tapi kamu sudah berjanji agar tidak kenapa-napa."


"Kalau begitu, aku akan pergi sekarang."


Kagura langsung keluar dari ruangan ini. Setelah itu Ziruko mencoba untuk merenung sambil duduk di atas kasur.


"Meskipun aku bilang begitu, aku tetap merasa khawatir pada Kagura. Ini semua gara-gara peramal itu. Dibandingkan dengan hal itu, aku masih bingung dengan keadaan Mizu. Bukannya terakhir kali aku bertemu dengannya dia bilang ingin memeriksa keadaan kekaisaran ya? Tapi ini sudah terlalu lama. Aku hanya berharap semuanya baik-baik saja."


Tiba-tiba ada orang yang membuka pintu. Orang itu adalah Momo.


"Ada apa Ziruko sampai-sampai kamu bicara sendiri seperti tadi?"


"Tidak ada apa-apa."

__ADS_1


"Ayo jujurlah, kita juga kan sudah kenal lumayan lama."


"Aku hanya merasa sedikit khawatir dengan apa yang terjadi sekarang."


"Kalau begitu untuk menenangkan pikiranmu, apa kamu mau kembali ke Kota Ragorick sebentar?"


"Sepertinya tidak buruk juga, Momo."


Setelah itu mereka berdua pergi ke Kota Ragorick. Ziruko naik ke punggung Momo yang sudah berubah wujud menjadi naga.


Tidak lama kemudian mereka sampai di Kota Ragorick. Ziruko pun turun dari punggung Momo, dan Momo mengembalikan wujudnya menjadi manusia lagi.


"Sepertinya pembangunannya sudah selesai ya?"


"Ya, sudah selesai lumayan lama."


"Apa disini kehidupannya rukun?"


"Lihat saja sendiri, kamu akan mengerti jika melihatnya dengan mata kepala sendiri."


"Kalau kamu bilangnya begitu aku jadi merasa sedikit khawatir."


Ziruko dan Momo melihat-lihat keadaan di Kota Ragorick. Ziruko merasa tenang karena kehidupan di tempat ini bisa dibilang damai.


"Momo, apa Elena masih tinggal disini?"


"Ya, Elena masih berada di tempat ini. Dia bilang dia lebih menikmati kehidupan disini daripada kehidupan di istana miliknya."


"Kalau begitu ayo kita pergi ke tempat Elena berada."


Ziruko dan Momo pun pergi ke rumah untuk tetua desa. Diluar rumah itu terlihat ada Tred yang sedang berjaga di depan pintu.


"Tuan Ziruko, sudah lama anda tidak kesini. Kalau anda bilang dulu mungkin kami akan menyambut dengan meriah."


"Angkat kepalamu Tred. Aku hanya berkunjung kesini untuk menenangkan pikiranku, setelah ini aku akan kembali lagi ke ibukota kekaisaran."


"Kenapa anda pergi kesana lagi?"


"Ada urusan yang belum terselesaikan."


Ziruko langsung masuk ke dalam rumah tersebut. Dia langsung pergi keruangan atas, ke tempat berdiamnya pemimpin kota.


Dia langsung masuk keruangan itu, dan ternyata cuma ada Elena yang sedang duduk di ruangan itu.


"Halo Elena!" sapa Ziruko.


"Z-Ziruko, kenapa kamu tidak bilang kalau kamu akan datang."


"Kalian semua terlalu bersemangat menyambutku."


"Silahkan Ziruko duduk disini!"


"Kalau kamu sedang duduk, duduk saja tidak usah mempedulikan aku. Lagian bukannya sifatmu itu menjadi terbalik 180 derajat? Aku tidak ingat kalau kamu itu sebaik ini."


"Dasar anjing bodoh."

__ADS_1


"Nahh, begini lebih baik."


"Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kamu inginkan."


"Apa Lili ada disini?"


"Sekarang dia sedang pergi keluar kota untuk menjual hasil panen penduduk."


"Sepertinya keuangan di tempat ini sudah terkoordinasi dengan baik ya."


"Iya dong, siapa dulu yang mengaturnya."


"Oh yang mengaturnya pasti kakek tetua desa."


"Tentu saja bukan! aku yang mengaturnya anjing bodoh!"


"Tapi bukankah kamu tidak bertambah tinggi satu mm (milimeter) pun?"


"Ini adalah sebuah penghinaan. Cepat pergi sana!"


"Kalau begitu aku akan pergi, lagian pikiranku sudah jernih lagi ketika aku melihat-lihat kota ini. Ayo Momo kita kembali ke ibukota kekaisaran."


"Dasar bodoh! aku tidak benar-benar menyuruhmu untuk pergi."


Setelah itu Ziruko dan Momo kembali ke ibukota kerajaan. Saat sampai di ibukota, hari sudah gelap dan Ziruko memutuskan untuk langsung beristirahat.


"Momo, sepertinya aku akan langsung tidur."


"Aku juga akan langsung tidur, sepertinya aku sedikit lelah karena perjalanan hari ini."


"Maaf sudah merepotkan."


Setelah itu Ziruko langsung berjalan ke kamarnya. Saat ia akan tidur ia merasakan firasat buruk lagi.


"Sepertinya liburanku hari ini sia-sia. Tetap saja aku merasakan firasat yang buruk. Aku harap tidak terjadi apa-apa pada Kagura, Lili ataupun Mizu."


Setelah itu Ziruko memaksakan diri untuk tidur. Lama-kelamaan ia pun berhasil tidur.


Keesokan harinya Ziruko mencoba bangun dari tidurnya. Dia menggerakkan tangannya dengan mata yang masih tertutup, dan tidak sengaja dia memegang kepala dari seorang perempuan. Perempuan itu adalah Kagura.


Sambil membuka matanya dengan perlahan, Ziruko mengatakan "Kagura, kamu pulang cepat ya. Kenapa kamu tidak membangunkanku."


Namun tidak ada respon dari Kagura. Ziruko langsung membuka matanya. Dia melihat darah berlumuran dari tubuh Kagura.


Dari lukanya, bisa dilihat kalau Kagura dibunuh oleh seseorang. Lukanya seperti diakibatkan oleh senjata tajam. Ziruko mencoba untuk membangunkan Kagura.


"Oy, oy, Kagura cepat bangun! Bukannya kamu sudah bilang kalau kamu akan baik-baik saja."


Namun tidak ada respon dari Kagura.


"Kagura!!!" teriak Ziruko.



 

__ADS_1


Terimakasih yang udah nungguin cerita Legenda Arcana update lagi ' v '. Untuk kedepannya akan update seperti biasa, hari Rabu, Jum'at, dan Minggu.


 


__ADS_2