Legenda Arcana

Legenda Arcana
Pengendali Bayangan, Hanzo!!!


__ADS_3

"Aza dan yang lain, serahkan saja dia padaku. Langsung saja masuk kedalam, nanti aku akan menyusul."


"Tapi Ziruko, kamu tidak tahu dia itu sekuat apa."


"Jangan khawatirkan aku Aza, bukankah ini hari yang spesial untukmu. Kalau begitu, aku tidak akan mengecewakanmu."


"Baiklah, hati-hati ya Ziruko!"


Selang beberapa detik sejak mereka pergi. Hanzo sudah berada di depan Ziruko sambil menodongkan pisaunya ke leher Ziruko.


Pergerakannya terbilang sangat cepat, sampai-sampai Ziruko tidak bisa melihatnya saat dia berlari kearahnya. Kecepatannya seperti kecepatan suara. Itulah yang Ziruko pikirkan untuk menjelaskan kecepatan Hanzo.


Tidak ada cara lain, selain menggunakan gaia. Memang itu satu-satunya kelebihan yang dimiliki Ziruko.


Dia mengumpulkan energi gaia di kepalan tangan kanannya. Lalu dia memukul ke arah Hanzo. Tapi, Hanzo berhasil menghindari pukulannya.


"Jadi kau pengguna gaia, Ziruko. Sekedar memberitahu, jika kamu hanya bisa menggunakan gaia, kamu tidak akan pernah bisa menjadi kaisar."


"Kenapa kamu bisa tahu, kalau aku pengguna gaia saja."


"Sebenarnya aku hanya menebak, tapi ternyata tebakanku itu benar ya. Kamu gampang sekali ku jebak. Kalau begitu aku bisa dengan cepat menghambisimu."


Hanzo pun menghampiri Ziruko dengan secepat kilat. Lalu menendang perutnya. Tendangan itu membuat Ziruko terhempas.


Entah bagaimana Hanzo melakukannya, mungkin saja Hanzo hanya mengandalkan kekuatan fisiknya saja.


Hanzo kembali menendang Ziruko, Ziruko tidak bisa berbuat apa-apa. Dia tidak bisa melihat Hanzo saat dia bergerak. Dan juga entah kenapa tendangan yang sekarang lebih menyakitkan dari yang tadi.


Ziruko hanya bisa menyimpulkan satu hal. Tendangannya terasa lebih sakit karena dia menggunakan gaia.


"Ternyata kamu juga pengguna gaia juga ya, Hanzo."


"Tentu saja, ini adalah satu hal yang mudah bagiku. Jika aku mengeluarkan kemampuanku sepenuhnya, mungkin kamu akan mati dalam tendangan pertamaku."


"Sombong sekali kamu. Aku malah menjadi lebih bersemangat, karena akhirnya aku menemukan lawan yang kuat. Ayo bertarung dengan serius!!!"


"Kalau begitu, aku akan menganggap ini sebagai latihan untukku."


Ziruko mencoba mendekati Hanzo. Tapi Hanzo berhasil mmembuatnya terhempas.


Ziruko melakukan hal itu berulang-ulang. Tapi, tidak ada kemajuan sama sekali. Dia terhempas lagi dengan cara yang sama.


Rasanya, menyedihkan sekali melihat Ziruko yang sekarang ini.

__ADS_1


"Ternyata kamu itu tidak sehebat yang dikatakan orang-orang, dan juga sepertinya kamu hanya bisa menggunakan gaia untuk memperkuat pukulanmu saja."


"Meskipun begitu, aku tidak akan menyerah."


"Kalau begitu coba kau serang aku."


Hanzo terus memprovokasi Ziruko, tapi Ziruko tidak akan terkena perangkapnya lagi.


Ziruko berlari dan menyiapkan pukulannya. Ketika dia sudah semakin dekat dengan Hanzo, dia langsung mengarahkan pukulannya kearah depan.


Tidak diduga, ternyata hal itu berhasil membuat Hanzo kembali ke tempatnya semula.


Ziruko harus mencari celah yang lain, dan ini akan menjadi pertarungan yang sangat panjang dan melelahkan.


"Hanzo, aku mengakuimu kalau kamu kuat. Tapi, orang yang akan menjadi kaisar adalah orang yang paling kuat. Jadi, aku tidak akan menyerah sampai bisa mengalahkanmu."


"Ambisimu membawamu semakin dekat terhadap kematian. Kamu seharusnya sadar, jika ada suatu hal yang tidak mungkin kamu bisa lakukan. Jika mengalahkanku saja tidak bisa, jangan harap kamu bisa menjadi seorang kaisar."


"Saat ini aku memang belum bisa mengalahkanmu. Tapi, setelah beberapa menit kedepan aku pasti akan menghabisimu."


"Aku sudah bosan mendengar perkataanmu. Taringmu tidak sebanyak gonggonganmu."


Hanzo pun melakukan serangan combo kepada Ziruko. Dia memukul, menendang, memukul, dan menendang lagi. Meskipun Ziruko menahannya, tapi dia tetap terhempas.


Ziruko dibuat tidak bisa berkutik oleh Hanzo. Sialnya, sepertinya tangan kiri Ziruko patah karena menahan serangan combo-nya.


"Kenapa kamu bisa yakin?"


"Aku pernah melawan Alsen, kekuatannya jauh lebih lemah darimu."


"Kalau kamu tau pun, tidak akan ada bedanya dengan nasibmu sekarang. Nasi sudah menjadi bubur."


"Pasti ada bedanya, jika aku menahanmu disini. Kamu tidak akan bisa mengganggu teman-temanku. Setidaknya aku bisa mengulur waktu."


"Jadi, itu tujuanmu dari awal?"


"Perlu kubilang kalau aku merasakan aura yang berbeda darimu. Aura milikmu terasa seperti orang yang sedang kesepian. Tapi, itu tidak ada hubungannya dengan hal ini. Yang pasti aku akan mengalhkanmu."


"Mengimbangi? apanya yang mengimbangi? padahal sebelumnya saja kamu belum pernah berhasil menyentuhku. Kamu hanya berhasil membuatku menghindar. Jangan besar kepala!!!"


Ziruko sudah mulai mengetahui teknik yang digunakan oleh Hanzo. Dia seperti mengumpulkan energi miliknya pada kedua kakinya. Mungkin saja itu adalah teknik yang digunakannya untuk menjadi cepat.


Baiklah aku akan mencobanya!!!

__ADS_1


Ziruko mengatakan hal itu, di dalam pikirannya.


Saat Ziruko mengumpulkan energi di kedua kakinya, dia merasakan suatu hal yang berbeda. Kakinya terasa lebih ringan. Dia yakin kalau dia sudah bisa mengimbangi kecepatan Hanzo.


"Lihat ini Hanzo!!! akulah yang akan menang melawanmu."


Ziruko pun menghampiri Hanzo dengan secepat kilat. Dia melihat Hanzo tersenyum sedikit, seperti sedang mengatakan kalau dirinya adalah lawan yang cocok untuk Hanzo.


Ziruko pun memukul perut Hanzo sampai dia terhempas ke tembok bangunan guild.


"Sekarang aku sudah berubah Hanzo."


"Aku mengakuimu, kenapa kamu bisa mempelajari suatu hal dengan cepat?"


"Ini karena, aku memiliki tekad yang kuat."


"Ini sedikit menyeramkan, Ziruko. Seperti melihat bayi yang baru bisa berlari padahal ia hanya bisa berjalan."


Ziruko pun kembali melakukan hal yang sama, tapi kali ini Hanzo menahan serangannya dengan pisaunya.


"Jangan senang dulu karena sudah sekali mengenaiku Ziruko!!! aku masih belum mengerahkan seluruh kemampuanku. Seranganmu selanjutnya, tidak akan mengenaiku lagi."


Ziruko menjauh dari Hanzo, karena dia takut Hanzo akan melakukan serangan dadakan.


"Kenapa kau menjauh dariku, Ziruko! bukannya tadi kamu sangat percaya diri."


Meskipun Ziruko berpikir berulang kali, tapi tetap saja dia hanya memikirkan kalau cara yang paling efektif adalah cara yang tadi.


Peluang mengenainya sangat besar. Tapi, kali ini Hanzo sudah menjadi lebih waspada. Ziruko harus melakukan pengalihan perhatian.


Dia pun melakukan serangan beruntun kepada Hanzo. Pukulan pertamanya, tidak mengenainya. Pukulannya baru mengenai Hanzo pada pukulan keempat.


Setelah itu Ziruko kembali kebelakang, dan Hanzo terpancing oleh gerakanku ini. Dia melesat cepat datang kearah Ziruko berada.


Ziruko langsung berlari ke belakangnya. Dan melakukan pukulan beruntun lagi.


Kali ini Ziruko bisa melakukan pukulan beruntun sebanyak sembilan pukulan. Dia yakin pukulan kesepuluh akan membuatnya terhempas.


Ziruko mengumpulkan seluruh energinya kepada kepalan tangan kanannya. Setelah itu dia langsung melepaskan pukulannya.


Ziruko langsung berpikir kalau dia akan langsung menang. Tapi, ternyata hal itu tidaklah sesederhana itu.


Hanzo mengeluarkan sebuah bayangan, yang mengikat tangan dan kaki Ziruko.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak maju, Ziruko. Bukannya kamu akan mengambisiku dengan pukulanmu yang penuh ambisi itu. Ini adalah kemampuanku yang sebenarnya. Aku belum pernah menggunakan ini kepada manusia. Kalau kau mati jangan salahkan aku."


"Ternyata kamu mempunyai arcana. Aku jadi sedikit iri padamu. Selama aku masih bisa bergerak, aku tidak akan pernah menyerah!!!"


__ADS_2