Legenda Arcana

Legenda Arcana
Perjalanan Menuju Kerajaan Astar


__ADS_3

"Baiklah ayo kita berangkat!" teriak Ziruko.


Kereta kuda yang mereka naiki pun mulai bergerak. Mereka semua duduk dengan santai sambil melihat-lihat pemandangan. Namun, lama-kelamaan suasana menjadi canggung.


Ziruko mencoba untuk memulai pembicaraan karena tidak ada satu pun dari mereka yang saling berbicara.


"Ngomong-ngomong, apa ada yang pernah ke Kerajaan Astar?"


"Aku pernah," jawab Kagura.


"Disana keadaannya seperti apa?"


"Banyak orang, ada laki-laki dan perempuan. Ada juga prajurit yang melakukan patroli."


"Bisa jelaskan lebih spesifik lagi?"


"Tidak ada yang spesial, di tempat itu sama seperti tempat-tempat lain."


"Apa benar-benar tidak ada yang spesial?"


"Palingan cuma para rakyatnya yang sangat mendukung Sygard."


"Memangnya Sygard sehebat apa?"


"Kalau menurutku biasa-biasa saja. Bisa dibilang lebih kuat kamu dibanding Sygard. Itu juga kalau kamu mengerahkan seluruh kemampuanmu."


"Aku tidak merasa sekuat itu, terakhir kali juga aku kalah olehnya."


"Mungkin saja dia hanya beruntung."


"Bisa saja seperti yang kamu katakan."


"Ngomong-ngomong kenapa sikapmu biasa saja ketika dikelilingi banyak perempuan cantik?"


"Eh~ memangnya kenapa? padahal ada Bard kan disini."


"Bard kan jauh di depan sana, dia tidak akan tahu apa yang kamu lakukan di belakang sini."


"Aku tidak terlalu tertarik dengan hal itu."


"Apa benar? coba perhatikan wajah mereka satu persatu!"


Ziruko memandangi satu persatu orang yang ada disini.


"Kamu tidak bisa mengelak, kan? mereka semua itu adalah perempuan cantik," kata Kagura.


"Mungkin tidak untuk sekarang."


"Berarti kalau nanti..." Tiba-tiba kereta berguncang. Kagura yang duduk di depan Ziruko terlempar kearah Ziruko. Mereka sekarang berpelukan, dan yang lainnya melirik mereka.


"He~ kamu ini tidak cari-cari kesempatan kan, Kagura?" kata Eliza.


"Dasar, mencari kesempatan dalam kesempitan." kata Irina.


"Ternyata benar, aku mendukungmu nona Kagura." kata Violet.

__ADS_1


Kagura langsung berteriak, "Kalian salah paham!!!"


Setelah itu semuanya diam tidak ada lagi yang saling berbicara satu sama lain. Suasana di kereta ini sangat hening. Saking beningnya bisa membuat Eliza tertidur.


Tiba-tiba Violet berdiri dari tempat duduknya dan mengatakan dengan keras, "cepat berhenti!"


Seketika kereta kuda yang dikendarai oleh Bard pun berhenti. Bard langsung bertanya kepada Violet.


"Ada apa tuan putri?"


"Aku tidak kuat lagi."


"Oh, begitu ya. Kalau begitu kita istirahat dulu."


Violet langsung keluar dari kereta kuda ini. Ziruko merasa bingung dengan tingkah laku Violet, yang tidak seperti biasanya.


"Ngomong-ngomong Kagura, Violet kenapa?"


"Apa kamu tidak tahu kalau Violet itu..."


"Apa dia mabuk kendaraan?"


"Tepat seperti yang kamu katakan."


"Ternyata tuan putri juga mempunyai kelemahan."


Setelah beberapa menit beristirahat, mereka semua melanjutkan perjalanan lagi. Ziruko mencoba untuk memulai pembicaraan lagi.


"Oh iya, Kaisar Luis mendapatkan kabar dari Pangeran Aslan, kan?"


"Itu berarti Pangeran Aslan ada di dekat sini, karena tidak mungkin dia bisa melihat kereta kuda yang membawa Azalea jika berada jauh sekali."


"Ya, kamu memang benar. Menurut kabar yang disampaikannya, dia sekarang berada di Kota Lily. Kota itu adalah kota yang berada di pesisir pantai."


"Pesisir pantai? kalau begitu Kerajaan Astar ada di seberang ya?"


"Ya, tapi tenang saja. Ada jembatan yang menghubungkan dua pulau."


"Begitu ya."


Beberapa jam kemudian mereka sampai di Kota Lily. Bard memperlambat kecepatan kudanya karena banyak orang disini. Dia berbicara kepada Kagura.


"Kagura, apa kita lanjutkan perjalanan ini?"


"Sebaiknya kita beristirahat dulu, lagi pula hari sudah sore sebentar lagi juga malam. Kita harus mengantisipasi hal yang tidak diinginkan."


"Kalau begitu kita berhenti di bar langgananku, ya? disana juga ada penginapannya."


"Terserah kamu saja."


Mereka pun turun dari kereta kuda dan memasuki bar. Saat masuk disana terlihat banyak sekali orang yang mabuk.


"Apa benar tempat ini aman?" tanya Violet.


"Tentu saja ini aman," jawab Bard.

__ADS_1


Setelah itu Bard berbicara dengan resepsionis bar ini. Dia berbicara dengan serius, lalu dia mengatakan sesuatu kepada Kagura.


"Kagura, sebenarnya tinggal tersisa dua kamar saja yang kosong."


"Kalau begitu tidak apa-apa. Kamu bisa tidur di kereta."


"Jahat sekali, tapi tidak apa-apa lah. Lagian aku juga mau gadang disini. Aku sudah lama tidak kesini."


"Kalau begitu cepat pesankan."


Setelah itu Bard memberikan kunci kamar yang sudah dipesan kepada Kagura. Kagura langsung mengajak Ziruko dan yang lainnya pergi keatas.


"Jadi, kita hanya mempunyai dua kamar. Untuk itu kita akan mendiskusikannya dulu," kata Kagura.


"Dua kamar, terus Ziruko tidur dimana?" tanya Violet.


"Tidak apa-apa aku bisa tidur di kereta." jawab Ziruko.


"Tidak usah Ziruko, kamu tidur denganku saja seperti biasanya. Jadi, di kamar yang pertama Violet dan Irina tidur bersama. Di kamar yang satunya lagi, aku, Ziruko dan Eliza akan tidur bersama."


"Laki-laki tidur dengan perempuan? bukankah itu aneh?" protes Violet.


"Tenang saja, aku sudah beberapa hari tidur bersama Ziruko, dan dia tidak melakukan hal yang aneh-aneh. Jadi keputusannya ada di Eliza."


"Aku? kalau aku sih tidak mempedulikannya kalau memang seperti yang dikatakan oleh Kagura." jawab Eliza.


"Kalau begitu, selamat tidur!" ucap Kagura dengan nada yang semangat.


Saat masuk kedalam kamar Eliza langsung tidur di kasur. Setelah itu Kagura juga ikut berbaring. Namun, Ziruko masih ragu untuk tidur bersama.


"Ada apa Ziruko?"


"Hanya saja aku merasa aneh kalau saat sadar aku harus tidur dengan dua perempuan."


"Tidak apa-apa Ziruko, lagipula tidak ada yang keberatan. Silahkan tidur! tapi jangan tidur ditengah ya."


"Kenapa?"


"Eliza mempunyai kebiasaan buruk, saat dia tidur terkadang dia memeluk orang yang ada di sampingnya. Jadi karena itu kamu tidur di sampingku saja. Anggap saja seperti biasanya."


Ziruko pun langsung tidur tanpa mempedulikan keadaan.


Keesokan harinya...


"Baiklah ayo kita lanjutkan perjalanan!" teriak Kagura dengan semangat.


Kemudian mereka semua berkumpul di luar bar dan langsung melanjutkan perjalanan menuju ke Kerajaan Astar.


"Selanjutnya kita akan melewati jembatan itu dan setelah itu kita sampai di Kerajaan Astar." kata Bard.


Suasana di kereta kuda hening seperti biasanya. Namun Ziruko tidak mencoba untuk membuat suasana. Karena tujuannya sudah sangat dekat.


Tidak lama kemudian mereka berhasil melewati jembatan dengan aman. Di pulau ini rumput-rumput terbentang luas. Namun masih belum ada bangunan-bangunan yang terlihat.


Lama-kelamaan rumah pun terlihat dari kejauhan. Namun semakin dekat semakin jelas kalau rumah yang Ziruko lihat itu adalah rumah yang tidak layak huni. Sekarang mereka melewati daerah kumuh yang ada di Kerajaan Astar.

__ADS_1


"Kenapa Kerajaan Astar seperti ini?" tanya Ziruko.


__ADS_2