Legenda Arcana

Legenda Arcana
Azalea Hilang!!! Cari Dia Sampai ke Penjuru Kota!!!


__ADS_3

Mereka berdua sudah sampai di guild Lost Veresa. Di guild ini ada satu pekerjaan yang menarik perhatian Ziruko. Pekerjaan itu adalah membunuh wyvern.


Wyvern adalah monster sejenis burung tapi seperti naga. Cukup sulit juga menjelaskannya, tapi setidaknya wyvern itu lebih kecil dari naga.


"Mizu sepertinya wyvern itu menarik."


"Kalau begitu ambil saja pekerjaan yang itu."


"Baiklah."


Setelah itu mereka pergi ke Padang Belerick. Disana terlihat ada dua wyvern yang sedang terbang mengelilingi reruntuhan.


"Wyvern nya tinggi banget dah. Gimana cara ngalahinnya."


"Kita terbang saja."


"Itu terlalu merepotkan, lagian aku gak bisa terbang."


"Biar aku saja yang lakukan."


"Melakukan apa?"


"Melemparkan pisau ke sayapnya."


"Silakan lakukan saja sesukamu."


Mizu melompat tinggi, dan langsung melemparkan pisau ke sayap salah satu wyvern.


"Mizu, kamu keren. Wyvern itu kelihatan kehilangan keseimbangan, dan akhirnya jatuh. Lemparkan pisaunya ke yang satunya lagi."


"Tunggu dulu, sekarang jadi susah nembaknya. Wyvern yang ini nggak bisa diem."


"Bukannya tadi kamu langsung melemparkan pisau ke dua sayapnya, kan kamu pegang tiga pisau."


"Mungkin tadi itu hanya keberuntungan. Aku tidak sehebat itu."


Sementara Mizu mencoba untuk menjatuhkan wyvern yang tidak bisa diam, Ziruko langsung membunuh wyvern yang sudah terjatuh.


"Ziruko, kamu berlebihan kasihan wyvernnya."


"Kalau di tebas sekali dia pasti masih hidup, nanti kalau terbang lagi jadi ribet."


Mizu membunuh wyvern yang satunya lagi.


Setelah itu mereka berdua langsung pergi ke guild untuk menerima hadiah karena berhasil membunuh wyvern.


Mereka langsung pulang ke penginapan, sambil melewati pasar untuk membeli beberapa bahan makanan.


Ziruko berharap pintunya sudah dibuka oleh Azalea.


"Aku pulang."


Saat aku masuk ke dalam rumah, tiba-tiba Riz menghampiriku.


"Ziruko, Azalea belum pulang dari tadi pagi?"


"Belum pulang? dia bilang mau kemana?"


"Katanya mau ke pasar."


"Apa dia masih marah padaku ya?"


"Entahlah."


"Kalau begitu ayo kita cari sampai ke penjuru kota. Ayo Riz kamu ikut juga."


Mereka bertiga mengelilingi Kota Belerick sampai malam hari tapi tidak ada satu pun dari mereka yang melihat Azalea.


Ziruko terus bertanya kepada orang-orang yang dia lihat.


"Apa ada yang melihat Azalea?"

__ADS_1


Tapi semuanya menjawab "tidak."


Ziruko merasa khawatir dengan Azalea, kalau dia sampai diculik bisa-bisa pihak kekaisaran memberikan hukuman yang berat kepadanya. Bisa jadi hal ini disebabkan karena Azalea masih marah pada Ziruko.


Dan jika Ziruko ditangkap oleh kekaisaran, bisa-bisa masa depannya akan suram. Jadi, dia harus segera menemukan Azalea.


Jika ia diculik kemungkinan terbesarnya adalah di tempat yang gelap. Saat ini, Ziruko tidak memikirkan hal lain lagi, kecuali hal itu. Jadi, dia menyusuri tempat-tempat yang gelap.


Hari sudah semakin gelap, secepat mungkin Ziruko terus mencari Azalea. Semakin gelap, semakin sulit untuk menemukannya.


Tiba-tiba terdengar suara barel minuman yang terjatuh. Dia bisa tau, karena itu terjadi tidak jauh dari tempat dia berdiri sekarang.


Tak lama kemudian Ziruko melihat Azalea sedang berlari kearah yang berlawanan dariku. Dia dikejar oleh banyak orang di gang-gang sempit.


Melihat hal itu, Ziruko langsung berlari menghampiri Azalea, dan memukul satu persatu orang yang mengejarnya. Dia terlalu berlebihan, karena setelah dipukul mereka pingsan.


"Azalea apa yang sebenarnya terjadi?"


"Ceritanya panjang, yang penting sekarang kita harus lari dulu."


"Tapi kan mereka sudah pingsan."


"Masih banyak orang yang mengejarku. Aku menjadi seperti seorang buronan."


"Sebenarnya apa sih yang kamu lakukan?"


"Nanti akan kujawab."


Mereka berdua sampai di perempatan gang. Mereka sudah terkepung dari segala arah.


Ziruko menggendong Azalea, dan naik ke atap rumah. Dia terus berlari sebisa mungkin.


Jika dia bertarung disini, bisa-bisa menimbulkan keributan di kota. Dia harus mencari tempat yang sepi.


Tiba-tiba seseorang berdiri di hadapanku. Ziruko pun berhenti berlari.


"Kenapa kalian mengejar Azalea?"


"Sepertinya kamu seorang petualang."


"Ya, aku adalah pemimpin dari Guild Gladiator."


"Kalau tidak salah guild itu berada di Central City ya."


"Aku senang guild ku terkenal. Baik, sekarang serahkan tuan putri padaku."


"Maaf saja, tapi aku tidak akan melakukannya."


"Apa kamu ingin memakai jalan kekerasan?"


"Aku tidak ingin menggunakan kekerasan."


"Kalau begitu cepat serahkan tuan putri!"


Tiba-tiba orang itu menerjang Ziruko, lalu mengarahkan pedang ke lehernya. Ziruko langsung menarik pedang miliknya dari sarungnya, lalu menangkis pedang miliknya.


"Ternyata kamu hebat juga bisa menahan dan imbang beradu pedang dengan Raja Gladiator."


"Kamu sudah mengerti kan? sekarang pulanglah jangan incar Azalea lagi!!!"


"Pulang? kami tidak pernah pulang dengan tangan kosong. Apalagi ada mangsa besar dihadapan kami."


"Aku tidak peduli dengan kehidupanmu."


Tiba-tiba semua anggota guildnya menyerang Ziruko. Dia berusaha untuk tidak menyakiti mereka.


Ziruko tidak menggunakan pedang miliknya, dia juga tidak menggunakan gaia. Kali ini dia hanya mengandalkan kekuatan fisik saja.


Beberapa menit kemudian, semua anggotanya sudah dikalahkan.


"Kamu hebat juga bisa mengalahkan semua anggota guildku."

__ADS_1


"Kamu Raja Gladiator kan?"


"Ya, benar."


"Kalau begitu aku menantangmu untuk melawanku di Colosseum."


"Baru saja aku ingin mengajakmu duel. Baiklah aku terima tawaranmu, tapi jika aku menang serahkan putri itu padaku."


"Tapi kalau aku yang menang, kamu jangan mengganggu kehidupan Azalea lagi."


"Baik aku terima syaratnya, kita akan berduel minggu depan."


"Ya, aku setuju."


Orang itu dan teman-temannya yang masih sadar pergi meninggalkan Ziruko dan Azalea. Setelah itu, tiba-tiba Azalea memeluk Ziruko.


"Eh, ada apa Azalea? tumben sekali kamu meluk."


"Biar saja aku memelukmu, bukannya Mizu juga boleh."


"Ya, benar juga sih. Tapi jangan disini kali, nanti banyak yang lihat."


"Apa kamu tidak suka?"


"Aku hanya takut, orang lain iri karena seorang putri memeluk laki-laki yang entah berasal dari mana."


"Kenapa kamu menantang orang itu, padahal biarkan saja aku ditangkapnya. Dia itu pemimpin guild, dia orang yang kuat."


"Aku akan melakukan hal apapun untuk melindungi kamu Aza, dan juga aku memilih cara yang mudah."


"Kenapa kamu berpikiran begitu?"


"Kalau aku tidak menjanjikan hal itu, kemungkinan di esok hari mereka akan mengejarmu lagi."


"Ternyata kamu memikirkannya sejauh itu."


"Baiklah Aza, sepertinya sudah cukup kamu memelukku hari ini. Ayo kita kembali ke penginapan!"


"Maaf, Ziruko."


Mereka berdua berjalan kembali menuju ke penginapan. Ziruko berjalan sambil mengobrol dengan Azalea.


"Ziruko aku ingin menanyakan sesuatu?"


"Menanyakan apa?"


"Apa kamu tahu adikku."


"Tidak tahu, sejujurnya waktu dulu aku juga tidak mengenalmu."


"Oh begitu ya, mungkin saat aku ulang tahun nanti dia akan datang menemuiku."


"Kenapa kamu bisa yakin?"


"Entah kenapa dia bisa mengetahui dimana pun aku berada."


"Mungkin dia menempelkan alat pelacak di salah satu bendamu."


"Dia tidak akan melakukan hal itu."


"Iya juga. Mungkin itu hanya firasat adik kakak."


"Ya mungkin juga begitu. Ada satu hal yang ingin kuingatkan padamu. Jika adikku datang menemuiku, jangan sampai suka sama dia."


"Kenapa?"


"Dia itu cantik..."


"Jadi, dia lebih cantik darimu ya. Padahal kamu itu cantik."


"Pokoknya jangan sampai kamu membuat harem!!!"

__ADS_1


__ADS_2