Legenda Arcana

Legenda Arcana
Siapa Yang Ingin Membunuhku???


__ADS_3

"Aza, kapan-kapan kamu masakin makanan buat aku lagi ya..."


"Baiklah, tapi itu juga jika kamu terus bersamaku."


"Aku berjanji kita tidak akan berpisah, meskipun harus berpisah aku akan membawamu kembali bersamaku."


"Janji ya! kamu kan sudah berjanji, jadi kamu harus menepati janjimu."


"Baiklah."


Ziruko memutuskan untuk mengambil pekerjaan di guild. Tapi bukan berari dia akan bergabung dengan guild. Dia hanya akan mengambil pekerjaan saja.


"Aza, aku mau pergi dulu. Kamu tunggu saja disini."


"Kamu mau kemana Ziruko?"


"Aku mau mengambil pekerjaan di guild dulu."


"Aku ikut ya, Ziruko."


"Tidak usah Aza. Kamu istirahat dulu aja disini."


"Terimakasih atas perhatianmu Ziruko. Sebagai istri yang baik aku akan mengikuti perkataan suamiku."


"Sejak kapan kamu jadi istriku!!!"


Setelah keluar dari penginapan, akhirnya Ziruko bisa menghirup udara segar.


Waktu cepat berlalu, saat ini sudah siang hari. Ziruko langsung pergi ke guild yang ada di kota ini.


Ziruko terus berjalan, tapi dia sadar kalau ada yang sedang mengikutinya. Dia berhenti berjalan sejenak, dan langsung menoleh kebelakang. Tapi, dia tidak melihat siapapun.


Tidak lama kemudian, Ziruko sampai di depang bangunan guild. Guild ini bernama Lost Veresa. Dia tidak mengetahui apapun tentang guild ini, tapi yang penting dia bisa mengambil pekerjaan disini.


Dia langsung pergi ke resepsionis guild, dan langsung mendaftar untuk menjadi anggota sementara guiild.


"Apa ada pekerjaan untukku?"


"Aku baru melihat anda, sepertinya anda belum terdaftar di guild. Apa anda orang baru disini?"


"Ya, aku baru tiba disini kemarin malam."


"Apa anda berminat bergabung dengan guild ini atau hanya mendaftar untuk sementara saja?"


"Aku hanya akan mendaftar untuk beberapa saat saja. Aku ini suka berpindah-pindah tempat."


"Di guild Lost Veresa meskipun anggota sementara tapi tetap diharuskan menggunakan tanda pengenal guild."


"Apa aku bisa membuatnya?"


"Bisa, dan biayanya juga gratis."


"Baiklah buatkan aku tanda pengenal itu. Aku akan mendaftar menjadi anggota sementara disini."

__ADS_1


Setelah itu, Ziruko memilih pekerjaan yang ada di papan pengumuman. Untuk saat ini dia hanha mengambil pekerjaan untuk membunuh seekor slime.


Setelah menentukan pekerjaan, Ziruko langsung keluar dari tempat ini dan berlari menuju kelokasi yang ditunjukkan di kertas permintaan.


Lokasi yang dia tuju sekarang adalah Padang Belerick, karena dia berlari dia hanya memakan sedikit waktu untuk sampai kelokasi itu.


Nama dari tempat inj sedikit terdengar aneh untuknya, tapi disini merupakan salah satu lokasi bersejarah. Hal itu dibuktikan dengan adanya reruntuhan bekas dari sebuah kuil.


Ziruko mencari kemungkinan lokasi slime akan muncul. Dia tidak tahu kapan waktu slime biasanya muncul, apakah disiang hari atau malam hari.


"Dimana slime itu berada ya? kalau aku jadi slime aku akan bersembunyi dimana ya? jika aku menjadi slime, mungkin aku akan bersembunyi di reruntuhan."


Ziruko langsung pergi menuju reruntuhan. Lalu, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mengikutinya dari belakang.


Ziruko sangat yakin kalau suara itu berasal dari manusia. Tidak mungkin monster memiliki suara langkah kaki seperti itu. Ziruko langsung menoleh kebelakang, dan mencari asal dari suara itu.


Saat Ziruko melangkah tiba-tiba ada pisau yang terbang kearahnya. Karena reflek, dia bisa menghindari pisau itu.


Terdengar suara raungan di belakang Ziruko. Dia langsung menoleh kebelakang, dan ternyata pisau itu mengarah kepada wolves yang akan menerkam Ziruko.


Dia tidak tahu siapa yang melemparkan pisau itu. Dia sangat bingung, sampai-sampai dia tidak sadar kalau ada slime yang sedang melompat-lompat di depannya.


“Itu kan slime.”


Dia langsung menebas slime itu, dan membawa intinya untuk dijadikan bukti kepada guild. Meskipun begitu, sebenarnya dia masih penasaran dengan orang yang melempar pisau kearahnya.


Ziruko bingung mau melakukan apa, akhirnya ia memutuskan untuk berteriak.


“Hwaaaaaaa…… ngapain aku berteriak. Kaya orang gila aja. Halo... Apa ada orang disini?"


Karena hal itu, dia langsung berlari keluar tempat ini dan langsung menuju guild untuk melaporkan hasil pekerjaan.


Ziruko terus berlari, tapi tiba-tiba ada tiga pisau lagi yang mengarah ke kepalanya. Tapi, dia berhasil menghindarinya.


“Hampir saja! kalau begini terus aku bisa terbunuh. Ini sangat membahayakan hidupku.”


Beberapa saat kemudian, Zirukosampai di Guild Lost Veresa. Dia langsung pergi ke resepsionis guild dan meminta bayaran atas pekerjaannya.


"Aku sudah berhasil membunuh beberapa slime... ini buktinya."


"Terimakasih, ini bayaran atas pekerjaan anda."


Ziruko mengambil uangnya dan dia langsung keluar dari guild. Hari demi hari tidak akan sama, jika kemarin ada yang memberi makanan mungkin hari ini tidak akan ada yang memberi.


Ziruko tidak bisa terus mengharapkan pemberian dari orang lain. Lebih baik dia makan dengan hasil jerih payahnya sendiri. Sebelum pulang kerumah dia memutuskan pergi kepasar dulu untuk membeli bahan makanan.


Di pasar dia membeli beberapa sayuran untuk dimasak oleh Azalea. Setelah selesai dia tidak pergi kemana-mana lagi, dia langsung kembali ke penginapan.


"Aku pulang, Aza."


"Selamat datang sayang."


"A-apa??? barusan kamu memanggilku apa?"

__ADS_1


"Kamu baper??? mungkin kamu cuma salah dengar."


"Aku yakin tadi itu bukan salah dengar. Aku bisa mendengarnya dengan jelas."


"Baiklah, aku akan menjelaskan alasanku memanggilmu begitu. Panggilan seperti itu sebenarnya tradisi di tempat asalku."


"Memangnya ada tradisi yang seperti itu. Aku belum pernah mendengarnya."


"Terserah kamu mau percaya padaku atau tidak."


"Setidaknya, alasan akan tetap menjadi alasan."


"Kamu ngomong apaan sih???"


"Entahlah..."


Ziruko pun tertawa, dan memberikan bahan makanan yang sudah dia beli kepada Azalea.


"Aza, malam ini masakkan aku makanan yang enak ya. Aku membawa kentang, ini adalah gaji pertamaku. Jadi aku ingin kamu memasakkan sup kentang rebus."


"Baiklah Ziruko, tapi makanannya bukan untukmu."


"Kenapa??? aku kan yang sudah susah payah mendapatkannya."


"Bukan untukmu, tapi untuk kita berdua."


Azalea mengatakan hal itu sambil tersenyum. Dia langsung memasak dan Ziruko menunggu di meja makanan. Setelah selesai masak, mereka berdua langsung memakannya.


Setelah itu Ziruko memutuskan untuk tidur. Dia pergi ke kamarnya. Sebelum tidur dia menatap bulan lewat jendela untuk menenangkan pikirannya.


Sebenarnya dia masih kepikiran dengan orang yang melemparkan pisau kearahnya. Bisa saja itu pembunuh bayaran yang disewa untuk membunuh dirinya.


“Apakah aku seterkenal itu ya, sampai-sampai ada orang yang ingin membunuhku? jangan bercanda, hal seperti itu tidak akan terjadi. Aku yang sekarang diibaratkan seekor kucing yang baru pertama kali berhasil mendapatkan tikus.”


Ziruko mencoba untuk melupakan hal itu dengan tidur. Lagipula dia sudah mulai mengantuk.


Rasa kantuknya hilang saat dia mendengar langkah kaki yang berasal dari atas genteng. Sekarang dia semakin yakin kalau ada pembunuh bayaran yang mengincarnya.


Daripada dihantui oleh rasa takut, dia memutuskan untuk mengeceknya. Dia naik ke atas genteng melalui jendela.


Ternyata benar ada seseorang diatas genteng. Orang itu memakai tudung hitam, dan mukanya tidak terlihat jelas. Dengan berat hati, Ziruko mendekat ke orang itu, tapi orang itu malah menjauhi Ziruko.


Ziruko terus mendekatinya dan menanyakan alasan dia mengikutinya.


"Halo.... apa kamu ada urusan denganku?"


Orang itu tidak menjawab pertanyaan Ziruko. Sebenarnya Ziruko sedikit kesal karena dia sudah memberanikan diri untuk bertanya, tapi malah tidak dihargai.


Orang itu berlari dan melompat ke genteng bangunan yang ada di samping penginapan ini. Ziruko mengikutinya, rasanya seperti melihat ninja yang berlompatan di atas genteng pada malam hari.


Orang itu seperti menuntun Ziruko untuk pergi ke Padang Belerick. Ziruko tetap mengikutinya, tanpa peduli apa tujuannya.


Benar saja, orang itu berlari saat sampai di Padang Belerick. Tudungnya terlepas, rambutnya panjang berwarna coklat. Dengan begitu Ziruko bisa menyimpulkan kalau dia adalah seorang perempuan.

__ADS_1


Tapi, Ziruko masih bingung dengan alasan orang ini mengikutinya, tidak mungkin dia datang untuk membunuhnya.


__ADS_2