Legenda Arcana

Legenda Arcana
Violet La Valierre


__ADS_3

Prajurit yang mengawal Violet langsung memegang kedua tangan Ziruko. Momo dan Elena yang melihatnya tidak bisa diam saja. Elena langsung membekukan kaki kedua prajurit begitu.


"Apa yang kamu lakukan, bodoh!"


"Berani sekali kamu mengatakan hal itu kepada Jenderal Tertinggi Kekaisaran Rossweild. Memangnya kamu ini siapa?"


"Kamu yang tidak sopan karena tidak mengetahui diriku. Namaku adalah Elena, Ratu dari Kerajaan Es."


"Apa???"


"Jika kamu berani macam-macam, akan aku bekukan langsung. Asal kamu tahu saja es yang dibuat olehku tidak akan mencair selain aku yang mencairkannya."


Mendengar perkataan itu, Violet seperti terpojok. Dia kembali duduk dan menyuruh Elena untuk mencairkan es di kaki pengawalnya. Elena pun menyetujui hal itu.


"Maaf, ketidak sopanan saya tuan Ziruko."


"Tidak usah kaku begitu, panggil saja aku Ziruko."


"Langsung saja ke intinya. Jadi, apa kamu berencana memberontak?"


"Tentu saja tidak. Jika aku berencana melakukan hal itu. Maka aku akan memusnahkan kalian dari tadi. Aku bisa dengan mudah melakukannya."


Sebenarnya Ziruko hanya menggertak saja. Mana mungkin dia berani melakukan hal itu.


"Jadi apa ada pertanyaan yang lainnya?"


"Apa semua prestasi yang kamu raih itu benar?"


"Kalau kamu masih meragukannya kamu bisa menanyakan kepada Minos. Kalau tidak coba tanyakan kepada para goblin yang ada disini."


"Baiklah, sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jadi untuk memastikan kalian semua tidak akan memberontak, apa jaminannya?"


"Jaminan ya?"


"Ya, kamu membutuhkan jaminan."


"Bagaimana kalau begini saja. Anggap saja kalau tempat ini adalah daerah kekuasaanku."


"Apa maksudmu?"


"Aku ingin kamu mengurus perizinan tempat ini sebagai kerajaan. Tapi tenang saja, kerajaan ini berada dibawah naungan kekaisaran. Jadi kami tidak akan memberontak."


"Baiklah aku akan coba sampaikan hal ini kepada kaisar."


"Dan juga untuk masalah wilayah kekuasaannya, aku akan menjadikan kota ini sebagai ibukotanya. Terserah saja jika ada kota atau desa lain yang netral yang ingin bergabung dengan kerajaanku."


"Aku juga akan menyampaikan hal itu. Ini semua akan aku lakukan asalkan kamu dan teman-temanmu tidak membelot. Satu hal lagi yang harus kamu tentukan untuk membangun kerajaan."


"Apa itu?"


"Apa nama dari kerajaan yang akan kamu pimpin?"


"Aku akan menggunakan namaku. Jadi nama kerajaan ini adalah Kerajaan Vanargard. Apa kalian setuju, Lili, Tred?"


Lili dan Tred langsung membuka pintu dan masuk kedalam ruangan.


"Maaf Ziruko, kami berdua menguping."

__ADS_1


"Tidak apa-apa, sebenarnya aku juga tidak tahu kalau kalian ada disana. Jadi anggap saja kalau ini adalah caraku agar terlihat keren."


"Hehehehe."


Violet langsung berdiri dan berbalik, dia langsung meninggalkan ruangan ini.


"Tunggu dulu Violet La Valierre!"


"Ada apa?" Dia mengatakan hal itu tanpa melihat wajah Ziruko.


"Bagaimana keadaan Azalea, apa dia baik-baik saja?"


Dia langsung berbalik ke arahku dan menyuruh kedua prajurit yang mengawalnya pergi keluar duluan.


"Kamu berkata seperti itu, seperti kenal saja dengan adikku."


"Tentu saja aku kenal. Dia waktu itu kabur kan?"


"Kenapa kamu bisa tahu?"


"Tentu saja aku juga tau, dia kan kabur dan memutuskan untuk berpetualang denganku. Apa paman Nathan tidak memberitahumu?"


"Siapa saja keluarga kekaisaran yang sudah menemuimu?"


"Azalea, Paman Nathan, dan juga Irina."


"Oh begitu ya, tapi sepertinya aku akan tenang saja. Azalea tidak akan tertarik dengan orang sepertimu."


"Apa maksudmu? Padahal dia cukup perhatian loh."


"Mungkin dia hanya sedang berakting saja. Kalau Irina sih mungkin saja dia bisa suka padamu."


"Aku tidak semanja Azalea. Aku tidak perlu dilayani olehmu."


"Hoo~~ berarti kamu akan berdiam dulu disini ya."


Tanpa menjawab perkataannya Violet langsung keluar dari ruangan ini. Setelah itu Lili dan Tred datang menghampiri Ziruko.


"Ziruko apa kamu baik-baik saja."


"Tentu saja aku baik-baik saja."


Elena langsung mendekati Lili.


"Lili apa itu kamu? Apa kamu Liliana de Rabby no Luca IX?"


"Ya ini aku, Elena. Kok rasanya aneh ya. Sekarang aku jauh lebih tinggi darimu."


"Ini penghinaan."


"Hehehehe."


Setelah itu Lili memegang tangan Ziruko.


"Ziruko gawat! Sepertinya yang dikatakan oleh Violet itu benar. Azalea mungkin hanya berakting saat dia bersamamu."


"Kok kamu bicara gitu sih. Padahal aku yakin Azalea itu orang yang baik."

__ADS_1


"Tapi aku mendengar dari para prajurit kalau Azalea itu adalah orang yang tidak peduli pada makhluk hidup lainnya. Dia bahkan memperlakukan prajurit seperti hewan."


"Contohnya seperti apa?"


"Katanya, waktu itu Azalea pernah memberikan makanan kepada para prajurit."


"Bukannya itu bagus?"


"Bukan itu masalahnya. Tapi, dia hanya memberikan satu mangkuk saja untuk 20 orang prajurit. Bukannya itu kejam. Kamu juga kadang makan 2 porsi. Tapi prajurit itu makan 1 porsi untuk 20 orang."


"Tapi aku harus tetap beranggapan Azalea itu orang yang baik. Setidaknya kalau aku belum melihatnya, maka aku tidak akan percaya. Mungkin para prajurit itu cuma ingin merendahkan Azalea saja. Soalnya ada rumor yang beredar tentang persaingan para anak dari kaisar untuk mendapatkan takhta dari kaisar selanjutnya."


"Aku juga akan mencoba untuk berpikir sepertimu."


"Sepertinya aku berkeringat. Aku ingin berendam. Apa ada tempat berendam air hangat?"


"Tentu saja ada. Ada di lantai bawah, di samping kanan tangga."


"Baiklah! Aku akan berendam dulu."


Ziruko langsung menuju ketempat yang dimaksud oleh Lili.


Dia melepas pakaiannya dan memakai handuk. Setelah itu dia berendam di kolam air panas.


"Rasanya enak sekali, sepertinya sudah lama aku tidak berendam seperti ini. Habisnya di istana Elena airnya dingin."


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Ziruko langsung menoleh kebelakang. Dia melihat seorang perempuan, dan dia langsung menutup matanya.


"Buka saja matamu!"


"Aku tidak bisa. Itu Momo kan!"


"Padahal aku memakai handuk."


Ziruko pun membuka matanya. Ternyata benar Momo memakai handuk.


"Apa kamu kecewa Ziruko?" Kata Momo sambil melangkahkan kaki kedalam kolam.


"Tentu saja tidak."


"Apa perlu aku buka handuknya?"


"Tidak usah."


Momo memeluk tangan Ziruko. Lalu terdengar suara pintu terbuka lagi. Sekarang yang datang adalah Elena dan Lili.


"Kami juga akan ikut berendam." Kata Lili.


"Kenapa jadi ramai seperti ini."


Saat Lili dan Elena masuk kedalam kolam, Ziruko langsung berdiri.


"Sepertinya aku sudah saja berendamnya. Aku duluan keluar ya."


"Hee~ kenapa Ziruko?" Kata Lili.


Saat dia berada di depan pintu tiba-tiba dia terpeleset, dan terdengar suara pintu terbuka. Ziruko menoleh keatas, dan ternyata yang datang adalah Violet.

__ADS_1


"Dasar mesum! Apa yang kamu lihat!"


Seketika Ziruko langsung ditendang oleh Violet. Dan tendangannya itu membuat Ziruko pingsan.


__ADS_2