Legenda Arcana

Legenda Arcana
Kandidat Kaisar Selanjutnya


__ADS_3

Ziruko yang mendengar fakta mengejutkan itu terlihat sangat terkejut.


"Jadi... kamu itu?"


"Ya, ya. Baiklah, sepertinya hari ini sampai disini saja."


"Kalau begitu aku ingin berkeliling dulu."


"Terserah kamu saja."


Mereka berdua pun berpisah. Setelah itu Ziruko pergi ke gerbang istana. Dia disambut dengan baik oleh penjaga gerbang.


"Ada keperluan apa, tuan?"


"Tidak ada, aku hanya ingin menghirup udara segar. Apa boleh aku diam disini sebentar."


"Tentu saja, tuan."


Ziruko melihat keatas langit. Dia merasa semakin dekat dengan cita-citanya untuk menjadi seorang kaisar. Tiba-tiba prajurit itu mengagetkan Ziruko.


"Tuan! apa benar tuan ingin menjadi seorang kaisar?"


"Kalau itu mungkin sih, aku mau."


"Aku sudah mendengar banyak hal tentangmu, tuan. Aku mendukungmu untuk menjadi seorang kaisar. Lagipula sebentar lagi kaisar akan turun takhta."


"Apa katamu? kenapa bisa begitu?"


"Tuan kaisar yang sekarang kan sudah termakan usia. Bukannya sudah seharusnya dia itu beristirahat dan menikmati hari-hari yang indah."


"Hee~ mengatakannya jangan begitu juga. Itu seperti mengharapkan tuan kaisar mati."


"Bukan begitu maksudku, tuan."


"Ya sudah... lalu kaisar selanjutnya dipilih oleh siapa?"


"Kalau di Kekaisaran Rossweild sih sudah turun temurun menggunakan hak pilihnya lewat suara rakyat."


"Jadi begitu, ya. Ternyata disini menggunakan cara yang lebih aman."


"Ya, tidak seperti di kebanyakan kekaisaran yang memutuskannya lewat kekuatan, atau kontribusi si kandidat."


"Lalu bagaimana cara mengajukan diri menjadi seorang kaisar?"


"Sebelum pemilihan dimulai biasanya kaisar dan para bangsawan merundingkan untuk mengajukan calon kaisar."


"Kalau begitu susah juga ya."


"Tenang saja, sepertinya Kaisar Luis sudah menaruh kepercayaan kepada, tuan."


"Aku juga berharap begitu sih. Ngomong-ngomong siapa saja yang menurutmu menjadi kandidat kaisar selanjutnya."


"Kalau menurutku sih, yang pertama ada Sygard."


"Eh??? Maksudmu raja dari Kerajaan Astar."


"Ya, benar. Dia memiliki kekuatan yang hebat dan juga memiliki kepercayaan dari orang-orang sekitarnya."


"Terus siapa lagi?"


"Kalau dari jajaran para jenderal sih..."


Ziruko langsung memotong pembicaraan penjaga gerbang itu, "Pasti Paman Nathan."


"Tentu saja bukan, dia mendukung Sygard untuk menjadi seorang kaisar."

__ADS_1


"Terus siapa?"


"Violet Rossweiss anak dari Kaisar Luis."


"Jangan bercanda, baru saja tadi aku lihat dia latih tanding dengan Kagura. Tapi dia dikalahkan dengan mudah."


"Tentu saja itu terjadi. Kamu tidak bisa membandingkan kekuatan setiap jendral disini dengan Nona Kagura. Dia itu perempuan yang sangat berbakat."


"Lalu kenapa dia tidak menjadi kandidat seorang kaisar?"


"Dia tidak ingin menjadi seorang kaisar, dia selalu berbicara 'kalian ini masih saja mengatakan hal bodoh seperti itu, kalian semua yang ada disini tidak ada yang pantas menjadi seorang kaisar' begitu katanya."


"Dia benar-benar tidak berbelas kasih."


"Tapi, mungkin dia memilihmu untuk menjadi kandidat kaisar, tuan."


"Kenapa?"


"Sebenarnya, dia tidak pernah dekat dengan siapapun kecuali keluarga kekaisaran. Jadi mungkin saja..."


"Mungkin sulit dipercaya, tapi aku dan dia itu adalah teman masa kecil. Jadi tidak aneh bukan kalau kami ini akrab. Apa ada lagi kandidat kaisar selanjutnya?"


"Tentu saja ada."


"Kandidat selanjutnya adalah anak dari Kerajaan Tulip. Alexis Cavanier."


"Benarkah? Apa sifatnya sama seperti ayahnya?"


"Sangat beda, beda sekali. Dia seperti kebalikannya. Alexis itu pendiam, pintar, dan rendah hati."


"Tunggu dulu, kenapa kamu bisa tau?"


"Waktu itu dia pernah kesini menjadi pengawal ayahnya."


"Tentu saja disana juga ada. Namanya adalah Darius Edelweild. Tapi aku tidak begitu tahu mengenainya."


"Jadi cuma segitu ya."


"Ya cuma... eitss tunggu dulu, sepertinya aku melupakan satu orang."


"Siapa itu?"


"Pangeran Aslan."


"Kalau kamu ingat berarti bukan lupa namanya."


"Dia adalah orang yang sangat berpeluang besar untuk menjadi seorang kaisar. Prestasinya tidak bisa dianggap remeh lagi. Dia saat ini sedang menjelajah dengan kelompoknya. Dia juga orang terkuat di kekaisaran ini saat ini."


"Apa dia sebegitu hebatnya. Aku jadi penasaran."


"Mungkin beberapa hari lagi dia akan tiba disini."


"Terimakasih sudah membicarakan hal ini denganku. Sepertinya aku akan kembali ke dalam."


"Hati-hati ya, tuan."


"Aku tidak akan berperang kok, jangan khawatirkan aku!"


"Ya, ya."


Ziruko masuk kembali kedalam istana. Dia berjalan menuju kamarnya.


"Oh iya, ngomong-ngomong Momo pergi kemana ya."


Saat dia berjalan dia berpapasan dengan Irina.

__ADS_1


"Ziruko!"


"Ada Irina."


"Jadi kamu benar-benar sudah sembuh ya."


"Ya. Syukurlah aku bisa sembuh total."


"Kalau begitu cepatlah pulang."


"Apa katamu? apa kamu mengusirku?"


"Apa kamu tidak mengerti dengan apa yang aku ucapkan? aku bilang 'cepat pulang' bukan 'kuusir kamu' jadi begitu. Sampai jumpa."


"Terimakasih Irina."


"Ada apa tiba-tiba berterimakasih?"


"Terimakasih karena sudah merawatku saat aku tidak sadar."


"Siapa yang mengatakan hal itu? apa saat itu kamu sadar?"


"Saat itu aku benar-benar tidak sadarkan diri. Yang memberitahuku itu Kagura."


"Kagura ya, Kagura sialan... kubunuh kamu?"


"Santai saja Irina. Ngomong-ngomong apa kamu tahu Momo pergi kemana?"


"Dua hari yang lalu dia bilang untuk kembali dulu ke kerajaanmu. Setelah itu dia mengatakan 'tenang saja, saat Ziruko membutuhkan aku akan ada untuknya' begitu katanya."


"Kalau begitu syukurlah, karena dia tidak terluka."


"Ada lagi yang ingin kamu tanyakan? aku tidak punya banyak waktu."


"Tidak ada, terimakasih atas pembicaraannya."


"Kamu itu terlalu sering mengucapkan terima kasih. Aku terganggu dengan hal itu."


"Terserah kamu saja."


Setelah itu dia kembali ke kamarnya. Dia membuka pintu kamarnya. Terlihat ada Kagura yang sedang berdiri.


"Tidak sopan sekali, untung saja aku sudah selesai mengenakan bajuku."


"Maaf, maaf, aku tidak tahu kalau kamu ada disini, Kagura."


"Tapi, kalau kamu memang ingin melihatnya akan aku perlihatkan kok. Atau kita harus menjalani pernikahan dulu?"


"Aku tidak memikirkan hal itu. Sudahlah aku ingin tidur."


"Kalau kamu tidur terus kapan kamu bisa menjadi seorang kaisar," kata Kagura sambil duduk di kasur.


"Aku bisa menjadi seorang kapan saja?"


"Jadi Ziruko sudah menjadi orang yang pemalas ya. Apa kamu tau setiap kali kamu menyia-nyiakan waktumu kamu akan membuang banyak hal yang mungkin saja akan berlalu. Kamu juga akan tertinggal dan ditinggalkan."


"Aku tidak begitu mengerti dengan apa yang kamu katakan. Tapi, setidaknya aku ingin beristirahat dulu. Firasatku mengatakan kalau akan terjadi hal yang buruk. Aku harus mengumpulkan energi sebelum aku bertarung nanti."


"Apa sekarang kamu menjadi peramal? atau mungkin cuma membuat alasan. Tapi bukannya cara pikirmu itu terlalu pesimis, kamu seperti mengharapkan hal buruk terjadi. Kalau itu benar-benar terjadi apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku akan pergi menyelesaikan masalah yang terjadi."


"Hanya itu?"


"Hanya itu yang akan aku lakukan."

__ADS_1


__ADS_2