
Ziruko tidak pernah menyangka kalau mengalahkan Raja Ogre akan semudah ini. Tapi, hal ini sudah terjadi. Tidak ada alasan lagi untuk menganggap kalau ini adalah hal yang bohong.
"Baiklah Aza, ayo kita temui yang lainnya."
"Baiklah, Ziruko."
Ziruko memutuskan untuk menemui yang lainnya. Dia berharap semuanya baik-baik saja dan tidak ada yang terluka. Mungkin kalau tidak terluka sih, itu adalah hal yang naif.
Azalea memberitahuku kalau yang lainnya sedang terbaring, tapi dia mengatakan padaku untuk tidak khawatir. Aku berjalan berdua bersama Azalea menuju tempat mereka berada. Tidak lama kemudian kami berdua pun sampai di tempat mereka berada.
"Kita berhasil, teman-teman."
"Kamu memang hebat bos."
"Bukan aku saja yang hebat, partnerku yang cantik ini hebat juga kan."
"Ya bos."
"Dan tidak lupa, kalian juga hebat bisa menahan pasukan ogre sebanyak itu. Aku harap kita bisa berjuang bersama-sama lagi seperti ini dilain waktu."
"Tenang saja bos, jika kamu butuh bantuan tinggal hubungi saja kami."
"Ya, itu pun jika aku masih ada di daerah sini."
"Memangnya kamu mau kemana bos?"
"Aku akan pergi ketempat lain, untuk bisa mewujudkan mimpiku."
"Memangnya apa impianmu bos?"
"Aku Ziruko, adalah orang yang akan menjadi seorang kaisar!!!"
"Impianmu tinggi sekali, kami semua berharap bos bisa menjadi seorang kaisar. Jika nanti bos sudah jadi kaisar, beritahu kami. Dan kami akan berada di jalan yang sama denganmu bos!!!"
"Baiklah terimakasih semuanya. Aku akan melanjutkan perjalanan, apa kalian akan ikut denganku?"
"Untuk saat ini, kami harus menjaga kota ini."
"Kalau begitu, kami berdua pergi dulu."
Setelah itu mereka pergi menuju kearah hutan. Sedangkan Ziruko dan Azalea sedang kebingungan untuk menentukan tujuan selanjutnya.
"Baiklah, sekarang kita akan pergi kemana?"
"Seharusnya aku yang menanyakan hal itu padamu."
"Aku tidak pernah memikirkan rute perjalananku. Lagian itu tidak ada gunanya."
"Setidaknya kamu harus tau tujuan kita selanjutnya. Kamu kan pemimpinnya."
"Terus kupikirkan juga, tetap saja aku tidak tahu harus pergi kemana."
"Kemana ya kita sekarang? gimana kalau kita mencari penginapan dulu. Tidak mungkin kan, perempuan secantik diriku tidur dipinggir jalan."
"Ya, sepertinya kamu benar juga."
"Apa kamu mengatakan kalau aku itu cantik??? apa kamu menyukaiku???"
"Aku tidak pernah mengatakan hal itu."
"Ah... Ziruko jahat."
"Sudahlah, kita tidak bisa tidur kedinginan. Karena itu ayo kita pergi ke Kota Belerick untuk menyewa penginapan."
"Kenapa harus disana? disana kan hanya tempat yang dipenuhi oleh monster."
"Entahlah, firasat ku mengatakan itu tempat yang bagus untuk melanjutkan petualangan kita."
__ADS_1
Mereka berdua berjalan terus menuju Kota Belerick. Disana adalah kota dimana penduduk aslinya Cuma berjumlah empat puluh orang. Sedangkan sisanya hanya petualang yang kebetulan lewat.
Mereka berdua sampai di Kota Belerick pada saat sore hari menjelang malam. Mereka langsung menuju ke tempat yang terpasang papan bertuliskan “penginapan”.
"Penginapan ini kelihatannya besar ya, kamu mau menyewa ruangan disini nggak Aza?"
"Aku ngikutin kamu aja Ziruko"
"Baiklah, kita akan menyewa ruangan disini."
Setelah itu, mereka berdua masuk ke penginapan itu. Ziruko langsung pergi ke tempat resepsionis.
"Maaf nona, apa ada dua ruangan yang kosong disini?"
"Kalau dua ruangan sih tidak ada. Maaf, disini ruangan yang kosong hanya tinggal satu saja, tuan. Soalnya banyak para petualang yang datang ke kota ini untuk berburu monster."
"Tinggal satu ruangan ya... harga permalam nya berapa?"
"Cuma tiga keping perak perhari."
"Baiklah aku ambil saja yang itu."
Seketika Azalea terkejut mendengar apa yang Ziruko katakan. Dia tidak pernah menyangka kalau Ziruko akan menyewa satu ruangan saja.
Azalea berpikir kalau mungkin dia akan tidur bersama dengan Ziruko. Membayangkannya saja sudah membuat muka Azalea memerah.
Ziruko langsung membayar biaya inapnya, dan resepsionis itu memberi kunci ruangannya kepadanya.
"Baiklah Aza, ayo kita pergi keatas. Katanya ruangan kita berada dilantai ketiga."
Azalea tetap diam ditempat tanpa bergerak sedikitpun.
"Ada apa Aza? apa kamu tidak suka? dan juga kenapa mukamu memerah, atau mungkin kamu tidak suka sama penginapan ini?"
"Tidak ada apa-apa kok Ziruko. Ayo kita naik keatas"
"Baiklah, tuan putri silakan masuk duluan."
"Kok kamu panggil aku tuan putri?"
"Jujur saja setelah lama aku memandangi kamu, kamu sangat terlihat seperti tuan putri."
Muka Azalea memerah lagi. Ziruko khawatir dengan keadaan Azalea. Dia mencoba untuk mengecek suhu tubuhnya dengan cara menempelkan dahinya kepada dahi Azalea.
"Azalea apa kamu demam? coba aku cek suhu tubuhmu."
Dan benar saja ternyata suhu tubuh Azalea sangat panas. Tapi, hal ini bukanlah hal yang sebenarnya.
"Ternyata kamu sedang sakit, ya."
"Tidak, bodoh! suhu tubuhku naik karena kamu menempelkan dahimu padaku."
"Tapi, menurut kakekku cara seperti ini bisa digunakan untuk mengetahui suhu tubuh seseorang. Berarti kakekku salah, ternyata cara ini adalah untuk menaikkan suhu tubuh seseorang."
"Dasar nggak peka. Oh iya Ziruko, sebelum masuk ada yang ingin aku tanyakan."
"Apa itu?"
"B-B-Begini Ziruko, apa kita akan tidur bersama?"
"Eh... sebenarnya apa yang tuan putri pikirkan ya. Ternyata pikiran tuan putri itu mesum."
"Aku tidak mesum, bodoh! aku hanya bertanya padamu. Ini semua karena kamu hanya memesan satu ruangan saja."
"Oh begitu ya. Apa kamu tidak membaca papan yang ada di depan penginapan? disitu tertera tulisan 'satu ruangan terdapat dua kamar' begitulah alasanku tetap memesan ruangan meskipun tidak ada dua ruangan."
"Terus kenapa kamu pas tadi bilang ke penjaga penginapan, kalau kamu mau pesan dua ruangan?"
__ADS_1
"Aku berpikir... mungkin saja nanti kita bertemu dengan seseorang yang akan menjadi rekan kita."
"Kamu benar-benar telah membodohiku, Ziruko."
Tanpa basa-basi lagi, mereka langsung masuk kedalam ruangan. Ziruko melihat-lihat ke sekeliling ruangan ini.
"Kalau begitu, Aza. Kamu tidur di kamar sebelah kiri dan aku tidur di kamar sebelah kanan."
Ziruko masuk kedalam kamarnya, dan langsung tidur.
"Sepertinya petualangan hari ini cukup sampai disini saja."
Keesokan harinya...
Ziruko bangun dari tempat tidurnya, dan langsung keluar dari kamarnya. Dia mencium aroma yang sangat lezat, yang membuat dia penasaran. Terlihat Azalea yang sedang memasak, Ziruko langsung menghampirinya.
"Kamu sedang masak apa tuan putri?"
"Sudah kubilang jangan panggil aku tuan putri."
"Kemarin kan kamu bilang tuan padaku. Jadi ini giliranku."
"Sudahlah, apa aroma dari masakanku tercium sampai kamarmu?"
"Aromanya harum sekali, sampai-sampai aku bisa menghirup aromanya dari kamarku. Kamu mendapatkan bahan-bahannya dari mana."
"Kemarin malam, saat kau sudah tertidur penjaga penginapan datang kesini dan memberikan bahan-bahan untuk dimasak. Katanya ini bonus.”
"Aku harus berterimakasih pada penjaga penginapan, karenanya aku bisa memakan makanan buatan tuan putri."
"Bukan untukmu Ziruko, tapi untuk kita berdua."
"Ternyata Aza itu orang yang baik ya."
"Ini adalah caraku untuk membalas kebaikanmu, jadi diam saja dan ikuti alur yang kubuat."
"Kalau dipikir-pikir lagi, kita malah kelihatan seperti pasangan suami istri ya."
"Apa yang kamu katakan Ziruko?"
"Aku tidak mengatakan apa-apa kok."
Setelah Azalea selesai memasak, mereka berdua langsung menyantap makanan itu di meja makan.
Ziruko sudah mulai terbiasa dengan Azalea. Dia jadi ingin tahu latar belakang dari kehidupan Azalea.
"Aza, boleh aku tanya sesuatu."
"Tanya apa? tapi sebaiknya kita mengabiskan makanan ini dulu."
"Baiklah, Aza."
Mereka berdua menyantap habis makanan yang dibuat oleh Azalea. Ziruko langsung bertanya kepada Azalea.
"Azalea sebenarnya kamu ini berasal dari mana? kamu kan pernah bilang kalau kamu kabur dari rumah."
"Ada hal yang akan aku jawab dan yanh tidak akan kujawab, seperti pertanyaan itu aku tidak akan menjawabnya. Kalau aku menjawabnya mungkin kamu akan meninggalkanku seperti yang lainnya."
"Kalau Azalea mau merahasiakannya aku tidak akan bertanya tentang hal itu lagi."
"Makasih Ziruko, kamu pengertian deh."
"Lalu sebenarnya nama belakangmu itu apa? Aku penasaran ketika aku pertama kali bertemu denganmu, waktu itu kamu mengatakan kalau namamu itu Azalearo. Jadi aku berpikir awal kata dari nama belakangmu adalah Ro, dan terlintas di pikiranku kalau kamu berasal dari keluarga Kekaisaran Rossweild, yaitu Keluarga Rossweiss."
"Waktu itu aku cuma salah bicara, sebenarnya namaku lengkapku adalah Azalea Rose."
"Maaf ya sudah menanyakan ini, ternyata tebakanku salah."
__ADS_1