Legenda Arcana

Legenda Arcana
Latih Tanding!!! Ziruko vs Elena


__ADS_3

Saat Ziruko terbangun dia sudah berada di tempat tidur. Dia kebingungan dengan apa yang terjadi kemarin. Setelah itu, dia bangun dari tidurnya dan langsung keluar dari ruangan ini.


Ziruko keluar dari rumah ini. Di luar dia melihat Lili yang sedang berlatih.


"Hai, Lili! Tumben sekali kamu berlatih," kata Ziruko sambil menghampiri Lili.


"Kita tidak tahu kapan bahaya akan datang kan? Lagian bahaya sudah di depan mata."


"Apa maksudmu Violet? Kurasa dia tidak akan mengancam negeri ini."


"Bagaimanapun juga dia adalah orang dari kekaisaran. Aku tidak sepenuhnya percaya pada orang-orang yang berasal dari situ."


"Begitu juga dengan Azalea?"


"Ya, aku sedikit tidak mempercayainya. Kalau diingat-ingat, tingkah lakunya itu seperti sedang bersandiwara."


"Lebih baik jangan berprasangka buruk. Bisa saja yang dia tunjukkan kepada kita adalah ekspresi aslinya."


"Baiklah, aku mengerti."


"Kalau begitu, aku pergi dulu."


Setelah itu Ziruko berjalan-jalan mengelilingi Kota Ragorick. Di sepanjang jalan dia disapa oleh para penduduk kota ini. Ziruko membalas mereka dengan senyuman.


Dari kejauhan terlihat Elena dan Momo sedang berjalan berdua. Ziruko menghampiri mereka berdua.


"Elena! Kamu mau kemana?"


"Aku jalan-jalan, lihat kondisi Desa Rabby yang sekarang."


"Ini bukan Desa Rabby lagi. Nama desa ini berubah menjadi Kota Ragorick."


"Dari desa kok bisa jadi kota."


"Siap dong yang merubahnya?"


"Cih... Ngomong-ngomong Ziruko apa kamu baik-baik saja?"


"Ya, aku baik-baik saja. Kenapa kamu mengkhawatirkanku?"


"Soalnya kemarin kamu ditendang dan diinjak berkali-kali oleh Violet."


"Pantas saja aku sedikit merasa pegal-pegal di punggungku."


"Tapi, setelah itu Violet menyesal dan membawamu ke kamar."


"Ternyata Violet baik juga ya."


"Momo apa kamu akan tinggal disini?" Tanya Ziruko kepada Momo.


"Tentu saja, Ziruko. Sepertinya aku nyaman tinggal disini. Apalagi ada kamu disini."


Setelah itu tiba-tiba, ada prajurit kekaisaran menghampiri Ziruko.


"Tuan Ziruko, ada dipanggil oleh Komandan Violet."


Ziruko pun mengikuti prajurit kekaisaran itu untuk bertemu dengan Violet. Ternyata Violet tinggal di sebuah tenda untuk peperangan. Padahal tempat tidurnya sudah disiapkan dia lebih memilih tinggal di tempat seperti ini.


Ziruko pun masuk kedalam tenda tersebut. Tapi, prajurit itu tidak ikut masuk. Dia menjaga tendanya dari luar.


"Ada apa Violet?"


"Silakan duduk!"


"Kamu terlihat lebih cantik jika memakai baju bagi perempuan seperti ini."


"Ho~ apa kamu menyindirku?"


"Lupakan saja."

__ADS_1


"Jadi, kemarin aku sudah berkonsultasi dengan kaisar. Katanya kamu diizinkan untuk mendirikan kerajaan yang kamu minta. Peraturannya, ketika diadakan rapat kekaisaran kamu harus datang menghadirinya."


"Begitu ya, sepertinya itu syarat yang mudah. Lalu bagaimana dengan kotanya?"


"Wilayah kekuasaanmu untuk saat ini hanya Kota Ragorick ini saja."


"Begitu ya, kalau begitu apa kamu biasanya berpenampilan seperti ini."


"Tidak, aku tidak pernah menunjukkan penampilan seperti ini kepada orang lain. Selain kepada para perempuan."


"Berarti kepada kakakmu tidak ya?"


"Ya, dia kan laki-laki."


"Ho~ sepertinya aku sudah menjadi orang yang spesial untukmu."


"Bukan begitu, hanya saja aku merasa kamu tidak akan tertarik dengan penampilan seperti ini."


"Hmmm... Baiklah gaun ini cocok untukmu. Ingat saja begini-begini aku ini laki-laki."


"Ya, mau bagaimana lagi ini sudah terlanjur."


"Sebenarnya aku ini jago melakukan drama."


"Benarkah? Kalau begitu tunjukkan."


Ziruko langsung berdiri dan memegang tangan Violet. Dia langsung menunduk, dan berkata "Maukah kamu menikah denganku?"


Wajah Violet memerah, tiba-tiba pintu tenda terbuka.


"Jadi ini acara lamaran ya." Kata Elena.


"Tentu saja ini acara lamaran."


Wajah Violet semakin memerah, kemudian dia melepaskan tangan Ziruko.


"Ho~ kamu ditolak?"


"Saat ditolak kamu bilang ini drama, aku tidak tahan dengan sikapmu. Ayo kita berduel!"


"Apa?"


Setelah itu Elena menarik Ziruko sampai ke tempat yang luas. Yang menjadi wasitnya adalah Violet. Pertandingan ini hanya ditonton oleh Tred, Lili, Momo dan tetua desa terdahulu.


"Duel dimulai!" Teriak Violet.


Ziruko langsung berlari kearah kanannya Elena. Tapi Elena menghambatnya dengan es, Ziruko pun tergelincir dan terjatuh berguling-guling.


Elena langsung mengeluarkan membekukan kaki Ziruko.


"Kamu kalah Ziruko! Apa kamu selemah ini?"


"Ini curang, kamu membuatku tergelincir."


"Itu tidak curang, ini salah kamu karena kamu tidak menggunakan arcana milikmu!"


"Aku minta tanding ulang."


Elena pun mencairkan es dari kaki Ziruko. Ziruko kembali ke posisi awal.


"Duel dimulai!" Teriak Violet.


Kali ini Elena yang menyerang duluan. Dia mengeluarkan serangan es beruntun. Namun, Ziruko bisa menghindarinya.


Kemudian Ziruko mengeluarkan tali es yang waktu itu digunakan kepada golemes. Dia berhasil mengikat Elena. Tapi, Elena malah terlihat bahagia.


"Kamu sudah terkena jebakanku, Ziruko!"


Elena membekukan kaki milik Ziruko lagi.

__ADS_1


"Sial, kenapa aku malah terkena jebakan yang sama lagi."


"Ini akibat dari perbuatanmu. Kamu harus lebih banyak berlatih, bukan bersantai-santaian dengan perempuan."


"Aku tidak bersantai-santaian!"


Setelah itu Violet menghampiri Ziruko.


"Sore ini aku akan kembali ke kekaisaran."


"Terus kenapa kamu melapor."


"Ini kan wilayahmu! Tentu saja aku melapor. Dan juga dua hari lagi ada rapat kekaisaran."


"Aku ingin bertanya, rapat itu dihadiri oleh siapa saja?"


"Dihadiri oleh kaisar, terus oleh kakakku. Rapat itu dihadiri juga oleh raja dari kerajaan Edelweiss, Astar, dan Tulip. Oh iya, di rapat itu juga dihadiri oleh ksatria zodiak."


"Ho~ sepertinya bakal seru."


"Ini bukan perkara seru atau tidaknya. Ini adalah rapat yang serius."


"Ngomong-ngomong ksatria zodiak yang ada di Kekaisaran Rossweild itu ksatria zodiak apa?"


"Ksatria Zodiak Libra."


"Lambang keadilan ya? Padahal aku menyangka kalau di kekaisaran ini ksatria zodiaknya Virgo."


"Kenapa kamu berpikiran seperti itu?"


"Soalnya nama kerajaan dan nama kekaisarannya terdengar seperti nama bunga. Virgo itu melambangkan perempuan kan?"


"Benar juga. Kamu bisa membawa pengawal kesana. Tapi hanya satu orang."


"Kalau begitu, nanti aku akan kesana dengan Momo saja."


"Baguslah, kalau sudah ditentukan. Kalau begitu, aku akan kembali ke tendaku."


Setelah itu Ziruko kembali ke kediamannya.


Beberapa jam kemudian...


Seorang prajurit kekaisaran melapor kepada Ziruko kalau mereka akan segera pulang. Ziruko pun ikut dengan prajurit kekaisaran itu untuk mengucapkan perpisahan.


Terlihat Elena di luar tendanya sedang berdiri dan merapihkan zirah miliknya.


"Eh... Ziruko. Kenapa kamu kesini?"


"Apa aku tidak boleh mengucapkan salam perpisahan?"


"Tentu saja boleh."


"Oh iya, ada satu hal yang ingin aku titipkan."


"Apa itu?"


"Aku menitip salam untum Azalea dan Irina."


"Kalau menurutku Azalea tidak akan merespon salam darimu. Kalau Irina sih sepertinya dia akan senang."


"Baguslah kalau begitu."


Setelah tendanya selesai dibereskan Violet membariskan pasukannya. Pasukannya berjalan dengan rapi menuju kearah kekaisaran. Tapi, Violet masih diam saja.


"Ada apa Violet?"


Tiba-tiba Violet mencium pipi Ziruko.


"Ini sebagai permintaan maaf karena aku sudah menyakitimu. Jadi lupakan saja."

__ADS_1


Ziruko terlihat kebingungan dengan perilaku Violet. Kemudian, Violet pergi mengikuti pasukannya.


__ADS_2