Legenda Arcana

Legenda Arcana
Ramalan Walterz


__ADS_3

Tidak terasa sudah seminggu berlalu sejak penyerangan Kerajaan Astar. Luka yang ada di tangan Ziruko pun sudah pulih sepenuhnya. Namun, Sygard dinyatakan hilang setelah dia melarikan diri.


Ziruko keluar dari ruangannya. Dia terkejut karena ada Irina di depan matanya.


"Ziruko, kamu sudah sembuh?"


"Tumben bicaranya baik."


"Ya sudah... kalau begitu antar aku pergi ke kota."


"Kota?"


"Sejak tidak ada Paman Nathan, aku diam terus di sini. Karena itu antar aku ke kota."


"Baiklah... sepertinya aku tidak bisa menolak."


Kota yang mereka tuju adalah Kota Rose. Bisa dibilang Kota Rose itu sebagai kota terbesar di Kekaisaran Rossweild.


Sebelum mulai mengelilingi kota, mereka memutuskan untuk singgah di tempat makan lebih dulu.


"Makan ya?" tanya Aiqu.


"Ya... pagi-pagi itu perlu sarapan, kan?"


"Ya, ternyata kamu itu suka makan ya."


"Jangan salah sangka, bukannya aku ingin makan. Hanya saja, kalau kamu nanti pingsan di jalan siapa yang mau gotong?"

__ADS_1


"Terserah kamu saja..."


Setelah menghabiskan makanannya, mereka langsung mengelilingi kota.


"Sekarang mau kemana lagi?"


"Kita berkeliling saja."


"Jadi belum direncanakan ya?"


Irina terdiam mendengar perkataan Ziruko.


"Nah~ Ziruko lihat itu. Ayo kita kesana!" kata Irina sambil menunjuk kearah kerumunan banyak orang.


Setelah mendekat akhirnya Ziruko tau kalau kerumunan orang itu sedang melihat trik sulap. Namun hal itu sudah biasa, pesulap yang mengeluarkan burung di topinya, Mengubah kain menjadi bunga, dan sebagainya. Namun di balik hal itu Irina terlihat senang.


Ziruko yang terlihat tidak menikmati sulap dipanggil oleh si pesulap itu. Ziruko pun menghampirinya, dan Irina juga mengikutinya dari belakang.


"Ada apa tuan pesulap?"


"Jangan panggil aku begitu. Namaku Walterz. Oh iya, sepertinya kamu sama sekali tidak tertarik dengan pertunjukkan sulapku ya?"


"Kalau kamu menyuruhku untum menjawab jujur, aku memang tidak suka. Bukan karena sulapnya tidak hebat, hanya saja itu membosankan."


"Kalau begitu bagaimana dengan ramalan?"


"Ramalan? aku tidak percaya dengan hal yang tidak pasti seperti itu."

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan mencoba untuk meramalmu."


Dengan cepat Ziruko berbalik, namun dia di hentikan oleh Irina. Irina menyuruh agar Ziruko diramal oleh Walterz.


"Jadi, ramalan seperti apa yang kamu inginkan?"


"Hmmm~ kalau begitu ramalanku di hari ini."


Walterz memegang tangan Ziruko, dia dengan teliti melihat telapak tangan Ziruko. Ziruko tidak mengerti apa yang dilakukan oleh orang tersebut.


"Jadi, sudah?"


"Baiklah, di hari ini keberuntunganmu sangat tidak baik."


"Hanya seperti itu?"


"Kalau lebih rincinya... akan ada sebuah masalah besar yang akan terjadi. Bisa saja masalah itu berhubungan dengan orang-orang di dekatmu. Mungkin contohnya seperti kematian?"


"Kematian? kalau begitu di minggu ini takdirku akan seperti apa?"


"Oh~ jadi kamu memutuskan untuk mencari tahu ya."


"Cepatlah beritahu!"


"Di minggu ini juga keberuntunganmu sangat kecil. Kalau diibaratkan dengan perang, kamu itu sedang di kepung oleh musuh yang jumlahnya banyak. Karena hal itu mungkin kamu akan merasakan lebih banyak kehilangan. Entah itu kehilangan teman lagi, atau mungkin kehilangan kesadaran, akal, jati diri, atau mungkin kehilangan impian. Bisa saja hal yang selama ini kamu impikan hancur begitu saja dikarenakan kemunculan seseorang."


"Kamu mengatakan hal itu seperti sudah tahu saja. Hanya saja ini seperti berhubungan. Belum lama ini aku bertemu dengan kakaknya dia. Mungkin ini ada hubungannya."

__ADS_1


__ADS_2