
seorang perempuan tiba-tiba datang menghampiri mereka berempat.
"Benar Kagura aku yakin Elena tidak akan terpukul karena hal seperti ini," kata Ziruko.
"Benar, benar."
Tiba-tiba Ziruko merasa kalau ada sesuatu yang salah. Akhirnya dia sadar kalau ternyata dia sedang berbicara dengan Kagura.
"Kagura, apa itu benar kau?"
"Ya ini aku, Ziruko."
"Aku tidak percaya ini, apa kamu itu hantu?"
"Apa kamu harus menyentuhku dulu untuk memastikan apakah aku itu asli atau bukan?"
"Baiklah, aku percaya kalau kamu itu adalah Kagura. Tapi, aku ingin mendengarkan penjelasanmu tentang semua ini."
"Aku akan menjelaskannya. Tapi tidak sekarang. Untuk saat ini lebih baik kamu temui Elena dulu."
"Sekarang Elena ada dimana?"
"Dia ada di rumah tetua desa."
"Baiklah, ayo kita pergi kesana."
Mereka pun berjalan ke tempat yang dituju. Saat masuk kedalam rumah tetua desa terlihat ada Elena yang duduk di anak tangga. Ziruko yang melihatnya langsung menghampirinya.
"Elena apa kamu baik-baik saja?"
"Dasar bodoh! Kenapa kamu malah mengkhawatirkan aku. Bukannya yang harus kamu khawatirkan adalah orang-orang yang menjadi es itu?"
"Selain mengkhawatirkan orang-orang itu, aku juga mengkhawatirkanmu. Aku takut kamu akan mengingat hal-hal di masa lalu."
"Lalu apa yang harus aku lakukan, bodoh!!!"
"Untuk sekarang tenangkan saja dirimu dulu. Aku juga ingin tahu kenapa hal ini bisa terjadi."
"Mungkin ini cerita yang panjang. Apa kamu tetap mau mendengarkan?"
"Ya, aku akan mendengarkannya."
-----
Elena menceritakan tentang apa yang terjadi. Dia menceritakannya dengan suara yang kecil.
Semua berawal pada hari kemarin malam. Saat itu di ruang tengah cuma ada Tred yang sedang berjaga. Tiba-tiba Kagura datang memasuki rumah tetua desa.
"Kalian semua cepatlah berlindung!" teriak Kagura sambil membukakan pintu.
"Tunggu dulu, kamu itu siapa?" tanya Tred dengan nada yang tegas.
__ADS_1
"Kalian sedang dalam bahaya, cepatlah lari sebelum terlambat!"
"Tapi kamu itu siapa? Apa kamu itu bisa dipercaya?" tanya Tred lagi.
"Aku adalah Kagura, Ksatria Zodiak Libra. Aku adalah istrinya Ziruko!"
"Istri katamu?" kata Elena sambil menuruni tangga.
"Ternyata disini ada Ratu Es."
"Lama tidak berjumpa Kagura." kata Elena.
"Apa anda mengenal orang ini, Nona Elena?" tanya Tred sambil kebingungan.
"Ya, benar Tred. Sekarang dengarkan saja penjelasan darinya."
Setelah itu Kagura langsung menjelaskan bahaya yang dia maksud.
"Anak buah dari Aslan akan kesini. Mereka akan melakukan penyerangan. Mereka hanya berjumlah 3 orang. Tapi, kekuatan mereka setara dengan 1.000 prajurit kekaisaran."
"Apa katamu?"
"Ini adalah fakta. Pada saat ini kekaisaran sedang membersihkan semua yang berhubungan dengan ras iblis. Kota ini ada di bawah kekuasaan Ziruko, artinya kota ini akan menjadi target mereka."
"Aku memerlukan bukti. Satu bukti pun tak apa."
"Kalau begitu boleh aku minta seorang laki-laki menjauh dari tempat ini? Ini rahasia seorang perempuan."
"Aku tidak bisa membiarkan Nona Elena tanpa pengawalan." protes Tred.
"Sudahlah Tred, cepatlah keluar dari tempat ini. Kalau nanti terjadi sesuatu aku akan teriak," kata Elena.
"Baiklah Nona Elena."
Setelah Tred keluar, Kagura memperlihatkan luka tusukan yang ada di perutnya.
"Sepertinya itu luka yang sangat dalam, tapi apakah luka sedalam itu bisa sembuh dalam beberapa saat?"
"Hal ini tidak aku beritahukan kepada siapapun. Aku sering memberitahukan kepada orang lain kalau arcana milikku itu adalah arcana pengetahuan. Namun sebenarnya arcana milikku adalah arcana waktu. Aku tidak bisa mengembalikan waktu, jadi bekas luka ini masih ada. Aku memperlambat aliran waktu di bagian lukanya. Hal ini bisa memperlambat proses pendarahan. Setelah prajurit kekaisaran memindahkanku, aku langsung menutupi lukaku dengan sebuah daun yang sudah aku siapkan sebelumnya. Daun inj bisa menutup luka apapun meskipun penyembuhannya memerlukan waktu yang lumayan lama. Proses normalnya adalah satu minggu. Namun setelah aku menutupi lukanya aku langsung mempercepat waktu penyembuhannya."
"Sepertinya aku bisa mempercayaimu."
"Kemungkinan besar besok Ziruko akan dieksekusi."
"Eksekusi katamu?"
"Dia dianggap sebagai orang yang membunuhku."
"Lalu bagaimana dengan nasib Ziruko?"
"Tenang saja beberapa hari sebelumnya Walterz sudah memberitahukan padaku tentang apa yang akan terjadi. Dia bilang akan menyelamatkan Ziruko."
__ADS_1
"Lalu siapa itu Walterz?"
"Lebih baik tidak usah ku jelaskan. Kalau ku jelaskan ceritanya akan semakin panjang dan membosankan."
"Baiklah."
Setelah itu tiba-tiba terdengar suara ledakan dari luar.
"Sepertinya serangannya sudah dimulai."
Mereka berdua langsung keluar dari tempat itu. Saat mereka keluar mereka langsung melihat kobaran api dimana-mana.
"Apa? Dalam sesaat mereka bisa melakukan hal ini. Ini akan sulit, kenapa Lili masih belum datang kesini." ucap Elena sambil terkejut.
"Baiklah aku akan mencoba untuk melawan mereka,"kata Kagura.
"Aku pun akan ikut membantumu. Tred kerahkan semua orang yang bisa bertarung untuk melawan musuh. Musuhnya ada 3 orang."
Kagura langsung menemui salah satu diantara 3 orang tersebut. Orang yang ia temui adalah orang yang menciptakan ledakan.
"Halo, apa kamu baik-baik saja. Aku rasa kamu sudah salah pilih target serang."
"Ksatria Zodiak Libra, bukannya kamu sudah mati?" ucap orang itu sambil terkejut.
"Jangan begitu Viz, bukannya kamu tahu kalau aku tidak akan mati semudah itu?"
"Benar juga ya. Sepertinya sekarang kita akan menjadi musuh, senior!"
Arcana yang digunakan oleh Viz adalah arcana petir. Viz langsung mengeluarkan petir di kedua tangannya. Namun, Kagura dengan mudahnya bisa menghindarinya.
Setelah itu Kagura memperlambat aliran waktu, dia langsung menendang Viz tiga kali. Saat aliran waktu kembali seperti semula Viz langsung terhempas keatas.
Setelah itu dia langsung terkapar di tanah.
"Sepertinya aku memang tidak akan pernah bisa mengalahkan senior."
Sedangkan itu Elena langsung menghadapi 2 orang. Orang yang Elena hadapi adalah Tyar yang menggunakan arcana tanaman dan Belix yang menggunakan arcana panas.
Elena langsung mengeluarkan sihir es miliknya. Namun berulang kali berhasil dicairkan oleh panasnya tubuh Belix.
Tyar melakukan serangan dengan tujuan untuk menghentikan pergerakan Elena. Beberapa saat kemudian Elena langsung terikat oleh sihir tanaman milik Tyar.
"Ternyata julukanmu hanya julukan saja. Kamu itu memang lemah seperti ratu es terdahulu." kata Tyar sambil tertawa.
"Kamu boleh menghinaku, tapi kamu tidak boleh menghina orang tuaku, bodoh!"
Tiba-tiba muncul aura di tubuh Elena. Sihir tanaman milik Tyar pun menghilang dan seketika semua api padam, warga Kota Ragorick membeku, namun Tyar berhasil melompat sebelum sihir milik Elena terlepas. Belix pun berhasil menghindar meskipun dia harus kehilangan satu kaki.
Setelah serangan itu mereka berdua memutuskan untuk mundur.
----------
__ADS_1
Elena telah selesai menceritakan kejadiannya. Ziruko pun akhirnya paham dengan kronologisnya. Setelah itu dia memutuskan untuk berjanji pada Elena.
"Kamu sudah berusaha keras, Elena. Aku tidak bisa menyalahkanmu. Sebagai gantinya aku akan mencari api phoenix untuk membuat para warga keluar dari sihir es abadi milikmu itu."