
Irina melawan gadis bertudung merah itu, sedangkan yang lainnya melanjutkan perjalanan. Mereka terus berlari lurus ke depan. Tidak ada musuh yang menghadang mereka.
"Kalau begini keadaanya, aku akan memisahkan diri dengan kalian," kata Bard.
"Kamu mau kemana?" tanya Ziruko.
"Aku harus menyiapkan jalur pelarian."
"Kalau begitu hati-hati, ya."
"Aku ikut!" kata Eliza.
Disitu Bard dan Eliza berpisah dengan yang lainnya. Sekarang mereka tinggal berempat. Tidak lama kemudian mereka dihadapkan dengan dua buah lorong.
"Kita berpencar saja," kata Ziruko tanpa berpikir panjang.
"Ya, aku setuju. Kalau begitu aku akan ke lorong sebelah kanan bersama nona Violet," kata Paman Nathan.
"Berarti aku dengan Kagura, ya. Hati-hati ya kalian."
"Ya, kami akan berhati-hati."
Ziruko berlari ke lorong yang di sebelah kiri, sedangkan Violet ke lorong yang berada di sebelah kanan. Violet berlari di depan Paman Nathan. Dia menuruni tangga yang ada di depannya.
Tangga itu tidak kunjung berakhir. Seperti tidak ada ujungnya, Violet yakin kalau tangga itu membawa mereka menuju ke tempat Azalea ditahan.
"Paman Nathan, aku pikir mungkin jalan ini akan menuntun kita ke tempat ditahannya Azalea."
"Aku juga berpikiran seperti itu."
Mereka berdua sudah berada di lantai terbawah. Di bawah tanah ini hanya ada ruangan luas yang kosong.
"Gawat! sepertinya ini jebakan."
"Benar, ini memang jebakan."
"Kalau begitu ayo kita kembali."
Violet langsung berlari keatas lagi. Namun tiba-tiba Paman Nathan menendangnya dan Violet pun terjatuh.
"Apa yang salah, Paman Nathan!"
"Tidak ada yang salah."
"Jangan-jangan..."
"Ya, kamu benar nona Violet. Aku berkhianat, memang aku tidak begitu memikirkannya. Tapi aku rasa Sygard lebih cocok untuk berkuasa."
"Aku sudah menduga hal ini dari dulu, tapi aku mencoba untuk tidak mempercayainya karena kamu sudah melayani keluarga kekaisaran selama berpuluh-puluh tahun. Tapi kalau sudah begini tidak ada pilihan lain."
"Apa kamu akan menyerangku? memangnya kamu bisa?"
"Dengan menyandang nama Rossweiss aku akan membinasakan semua orang yang mengkhianati Kekaisaran Rossweild atas alasan apapun."
"Padahal aku yang sudah mengajari kalian cara bertarung."
Violet mengeluarkan arcana miliknya. Dia langsung mengeluarkan "Wind Tornado". Namun, Paman Nathan berhasil menghindarinya dengan mudah.
"Arcana milik kalian itu sama. Kemampuan kalian juga sama, karena aku yang mengajarinya."
Paman Nathan langsung menerjang kearah Violet dengan sangat cepat. Violet langsung mengeluarkan sihir "Wind Shield".
__ADS_1
"Aku tau kemampuanmu bukan segini saja, kamu sering latihan dengan Kagura, kan?"
"Tentu saja."
"Kita kan sama-sama pengguna pedang jadi bukannya lebih logis jika kita bertarung menggunakan pedang."
"Meskipun menggunakan pedang, pemenangnya takkan berubah. Yang bisa mengalahkanku cuma Nona Kagura saja."
Violet langsung melesat kearah Paman Nathan, dan terdengar suara pedang yang saling membentur. Mereka melakukan pembicaraan saat beradu pedang.
"Andai saja tidak ada Kagura, kamu pasti sudah menjadi jendral terkuat."
"Tidak, aku sudah puas dengan posisiku sekarang."
"Andai kamu tahu yang sebenarnya mengenai Kagura."
"Aku tidak akan terpengaruh."
"Kalau kamu tahu kebenarannya, kamu juga pasti akan mengikuti jalanku."
"Berhentilah mengoceh!"
"Ini semua berhubungan, antara Kagura, Ziruko, dan pelayannya."
"Aku tidak mengerti."
"Jangan bertingkah laku bodoh seperti itu, aku tau kamu pasti menyadari ada yang salah dengan mereka."
"Pengkhianat akan tetap menjadi pengkhianat!"
"Kamu juga pasti mengerti setelah melihat pertarungannya melawan Sygard."
"Percuma saja kamu mau mengatakan apa. Tekadku sudah bulat. Ini semua adalah untaian takdir. Tadirku dan takdirmu terhubung dengan takdir Ziruko, dan itu bukanlah hal yang baik."
"Jadi apa alasan sebenarnya paman berkhianat?"
"Bagaimana menjelaskannya ya, kalau aku sekarang menjelaskannya kamu tidak akan percaya."
"Tenang saja, aku akan mencoba untuk mendengarkan."
"Lupakan saja! lagipula kamu tidak akan mengerti."
"Aku kesal dengan orang sepertimu paman! kamu itu labil."
"Ada celah!!!"
Paman Nathan memukul badan Violet menggunakan pegangan pedang yang tidak tajam. Violet pun terhempas kearah sebaliknya dari tempat Paman Nathan berada.
"Murid tidak akan pernah bisa mengungguli gurunya."
"Kurasa ucapanmu tidak benar, paman!" kata Violet sambil bangkit dari jatuhnya.
"Sepertinya akan aku akhiri saja disini."
Violet mengangkat pedangnya keatas. Seketika angin pun berhembus dengan kencang menuju kearah pedang Violet.
"Teknik pedang yang disatukan dengan sihir ini akan mengakhirimu"
Angin semakin kencang, paman Nathan pun tidak bisa menahan kencangnya angin.
"Ternyata kamu seserius ini."
__ADS_1
"Aku tidak pernah menganggap suatu hal main-main."
Paman Nathan mengeluarkan sihir "Shield Absorption"
"Percuma saja kamu tidak akan bisa menembus barrier milikku ini."
"Dibandingkan barrier milikmu, barrier milik Eliza lebih kuat."
"Jangan bandingkan sihirku, dengan sihir alam."
Violet langsung menerjang kearah Paman Nathan, dan dia mengeluarkan teknik senjata sihir, "Wind Incision"
Barrier milik Paman Nathan pecah, dan dia terhempas ke tembok yang berlawanan dengan Violet. Seketika armor yang di gunakannya hancur, dan tiba-tiba muncul darah di mulutnya.
"Kenapa? kenapa kamu tidak menghabisiku. Aku tau kamu tidak mempunyai keberanian untuk melakukan hal itu."
"Bukan karena hal itu, aku ini tidak mudah termakan emosi. Aku harus mendiskusikannya dulu kepada ayahanda."
"Kalau begitu bagus, semuanya berjalan sesuai rencana."
"Rencana apa yang kau maksud?"
"Rencana untuk membongkar identitas Kagura, Ziruko, dan pelayannya."
"Aku tidak begitu paham. Coba jelaskan!"
"Aku ingin bertanya satu hal. Apa kamu sudah membaca mengenai ras-ras yang hidup di dunia ini?"
"Tentu saja aku membacanya, itu sudah diajarkan saat aku masih kecil, kan?"
"Oh, maaf. Aku lupa. Yang pertama dan yang sudah jelas, Momo pelayannya Ziruko adalah seorang ras Dragonewth. Benar, kan?"
"Benar, tapi yang aku tahu ras itu sudah punah beratus-ratus tahun yang lalu."
"Lalu kenapa ada dia? jika memang begitu, harusnya dia tidak ada. Tapi buktinya dia masih ada disini. Fakta itu menunjukkan kalau masih ada banyak ras Dragonewth yang tinggal di dunia ini."
"Sepertinya masuk akal. Lalu apa hubungannya dengan Ziruko dan Kagura."
"Kalaupun mereka hidup, berarti mereka mempunyai kekuatan yang besar. Apa kamu tau nama ras Dragonewth itu diambil dari mana?"
"Aku tidak tahu."
"Nama ras itu diambil dari keluarga bangsawan iblis RE. Dragonewth."
"Jadi maksudmu, Momo itu adalah bangsawan iblis?"
"Ya, dan juga... Ziruko dan Kagura itu berasal dari keluarga bangsawan iblis."
"Aku tidak begitu percaya. Kalau Ziruko sih mungkin, tapi aku tidak percaya kalau Nona Kagura adalah seorang bangsawan iblis."
"Di Desa Rabby, yang sekarang jadi Kota Ragorick... disana Ziruko memberitahukan kalau namanya itu Ziruko RE. Vanargard."
"Jadi maksudmu semua yang ada kata RE. di namanya itu bangsawan iblis?"
"Ya, seperti itulah. Lebih parahnya lagi Ziruko dan Kagura sepertinya adalah ras langka. Ras yang bisa mengelabui para manusia. Ras yang wujudnya tidak jauh berbeda dengan manusia."
"Vampir?"
"Bukan! dia adalah ras...."
"Archdemon?"
__ADS_1