
Dua hari sudah berlalu sejak menyelamatkan Azalea di Kerajaan Astar. Tidak ada tanda-tanda Kerajaan Astar melakukan penyerangan. Ziruko sudah kembali dalam keadaan yang prima.
Hari ini Kaisar Luis mengadakan pertemuan dengan semua orang yang berada di Kekaisaran Rossweild. Mukanya terlihat sedikit pucat, tidak seperti biasanya.
"Setelah kejadian beberapa hari lalu, sepertinya akan terjadi lagi sebuah masalah. Kemungkinan besar Kerajaan Astar akan menyerang kekaisaran. Hal ini disampaikan oleh Aslan. Aku merasa kurang sehat, karena itu aku memanggil Aslan untuk kembali kesini. Mungkin dia tiba disini akan sedikit lebih lama, dia berjalan kaki dari Central City."
Salah seorang prajurit berdiri dan bertanya kepada Kaisar Luis.
"Yang mulia kaisar, apa Pangeran Aslan datang kesini bersama dengan kelompoknya?"
"Tidak, dia tidak akan kemari bersama kelompoknya. Kelompoknya sedang mengurusi masalah di Central City."
"Terimakasih."
Tiba-tiba terdengar suara kericuhan. Dan ada satu prajurit yang berlari dengan tergesa-gesa.
"Yang mulia kaisar, Kerajaan Astar menyerang."
"Ini lebih cepat dari dugaanku. Semuanya jangan biarkan Kerajaan Astar menduduki tempat ini. Ini adalah pemberontakan!!!"
Semuanya pun langsung berlari keluar istana. Terlihat ada Kagura yang berjalan dengan biasa saja menuju kearah Ziruko.
"Ziruko, kita sudah berakhir!"
"Apa maksudmu?"
Kagura tidak menjawab pertanyaan dari Ziruko. Dia langsung berlari keluar istana. Ziruko pun mengikutinya.
Saat sampai diluar, terlihat ada banyak sekali pasukan dari Kerajaan Astar.
"Benar katamu Kagura, ini sudah berakhir."
"Sebenarnya bukan tentang ini yang aku maksud. Tapi, ya sudahlah..."
Terlihat dari kejauhan ada Sygard yang menunggangi kuda. Di sampingnya ada Alsen, Hanzo, dan Megane. Yang paling mengejutkan ada Paman Nathan di barisan prajurit.
Selain itu, terlihat ada gadis bertudung merah. Di samping perempuan itu ada jendral yang waktu itu mengawal Sygard datang ke rapat para raja.
"Sepertinya ini akan menjadi perang besar. Tapi, untung saja pemukiman berada jauh dari sini." ucap Ziruko dalam hatinya.
Terdengar suara terompet, tanda perang dimulai. Pasukan berkuda milik Sygard pun langsung berlari dengan kencang.
"Aku tidak akan berkontribusi terlalu banyak," kata Kagura.
Setelah mengucapkan itu Kagura langsung berlari secepat kilat kearah pasukan berkuda milik Sygard. Prajurit yang lainnya pun mengikutinya dari belakang.
"Kalau begitu apa yang harus aku lakukan ya? Aku tidak bisa bertarung jarak dekat, aku harus memikirkan sebuah cara agar aku bisa bertarung jarak dekat."
__ADS_1
Akhirnya Ziruko memiliki sebuah ide. Dia langsung maju untuk menumpas semua musuh. Ziruko menggunakan sihir es-nya untuk membuat sebuah pedang. Karena hal itu, dia menjadi petarung jarak dekat.
Ziruko berhasil menjatuhkan para pasukan berkuda. Setelah itu jendral milik Sygard, semuanya maju.
"Aku tidak begitu mengerti, kenapa Paman Nathan berkhianat. Tapi, musuh itu harus dikalahkan."
Di medan pertempuran ini tidak terlihat ada putri kekaisaran seorang pun. Mungkin ini adalah perintah dari kaisar supaya mereka terlindungi.
Ziruko tidak begitu mengerti dengan apa yang Kaisar Luis lakukan. Kaisar Luis seperti sengaja untuk membuat dirinya kalah.
"Kalau berjalan seperti ini terus sudah dipastikan Kekaisaran Rossweild akan runtuh," ucap Ziruko di dalam hatinya.
Sambil mengesampingkan hal itu Ziruko tetap menumpas semua musuh yang berdatangan. Tiba-tiba Hanzo muncul di hadapan Ziruko.
"Sepertinya sudah lama ya, Ziruko!"
"Hanzo!!! bukannya kamu ditangkap?"
"Ceritanya panjang, Paman Nathan bukan menangkap kami, tapi menyuruh kami untuk menjadi anak buahnya."
"Berarti kamu tetap menjadi musuh ya?"
"Begitulah."
Hanzo berlari dengan cepat untuk mundur dari medan pertempuran. Ziruko mengikutinya dengan cepat.
"Maaf saja Hanzo, aku tidak seperti dulu lagi."
Ziruko mengeluarkan sihir "Ice Rope". Hanzo pun terikat dengan kuat.
"Jadi bukan aku saja ya, yang bisa mengikat lawan."
Setelah itu Ziruko membekukan Hanzo dan hanya kepalanya saja yang tidak dia bekukan.
Setelah itu Ziruko melanjutkan pertempuran. Pada kali ini dia dihadang oleh Alsen.
Tanpa mengatakan apapun Alsen langsung melesat kearah Ziruko dan meledakkan udara yang ada di sekitarnya. Ziruko berhasil menghindarinya.
Ziruko menggunakan pedangnya untuk melawan Alsen. Pada kali ini, Alsen tidak menggunakan pedang. Sepenuhnya dia hanya menggunakan tangannya sebagai senjatanya.
"Alsen sebenarnya kamu bisa meledakkan apa saja?"
"Aku bisa meledakkan udara."
"Jadi kamu bisa membatasi ledakannya ya."
"Tentu saja. Itu adalah perkara yang simpel sekali."
__ADS_1
"Kalau begitu aku bisa menghindari ledakanmu."
Ziruko berlari dengan sangat cepat, dan dia sekarang berada di belakang Alsen. Kemudian Ziruko menendang punggung Alsen. Alsen pun terhempas kearah depannya.
"Bolehlah, untuk ukuran orang sepertimu. Kamu sudah berkembang."
"Terimakasih pujiannya."
Ziruko langsung mengeluarkan sihir "Ice Rope" dan Alsen pun terikat. Namun, Alsen meledakkan talinya menggunakan sihirnya.
Alsen kembali menerjang kearah Ziruko. Dia meledakkan udara di belakangnya, sehingga dia terlihat seperti sedang terbang.
Alsen langsung mengarahkan kedua tangannya ke depan Ziruko. Dia langsung meledakkan udara di sekitar Ziruko. Namun Ziruko berhasil melompat keatas.
"Kalau begini terus tidak akan berakhir."
"Makanya kamu ngalah saja, tidur disana. Jadi pertempuran ini tidak akan berlanjut."
"Andai saja pertempuran bisa di hentikan dengan cara yang sesimpel itu."
Alsen pun berlari lagi. Namun, sekarang Ziruko mempunyai antisipasi. Dia mengubah tanah yang diinjaknya menjadi es.
"Ice Glacier"
Alsen pun terpeleset dan setelah itu Ziruko menendang Alsen menggunakan energi gaia-nya.
"Rasanya mudah sekali jika mempunyai arcana. Andai saja dari dulu begini. Sepertinya aku mundur dulu, lagipula aku sudah mengalahkan dua jendral. Dan juga tadi Kagura mengatakan, 'aku tidak akan banyak berkontribusi' jadi aku juga akan mengikutinya."
Beberapa jam sudah berlalu sejak dimulainya peperangan. Semua prajurit juga terlihat sudah kelelahan. Tiba-tiba bunyi terompet kembali di dengar.
Terompet milik pasukan Sygard itu menandakan kalau mereka akan mundur. Para prajurit Kerajaan Astar pun mundur seperti yang diintruksikan.
Namun ada sesuatu yang janggal terjadi. Mereka mundur dan berdiam diri saja disana. Jadi, mereka tidak benar-benar mundur untuk kembali ke kerajaannya.
Mereka mundur seperti sedang beristirahat. Namun ada satu hal lagi yang janggal, kalau itu istirahat kenapa mereka berdiri saja dengan tegap. Hanya ada satu hal yang bisa disimpulkan, mereka sedang menjalankan sebuah rencana.
Namun, para prajurit Kekaisaran Rossweild pun tidak menyerang. Mereka juga ingin beristirahat sebentar. Jadi bisa dibilang kalau ini menunjukkan kedua belah pihak saling pengertian.
Kagura datang menghampiri Ziruko. Dia langsung mengatakan sesuatu yang tidak jelas lagi.
"Akhir dari pertempuran sudah terlihat. Jika alurnya berlanjut seperti ini Kerajaan Astar akan menang."
"Apa katamu?"
Terlihat dari kejauhan salah satu jendral milik Kerajaan Astar berjalan ke tengah medan yang sebelumnya digunakan untuk bertempur. Dia mengangkat tangannya, dan terlihat Paman Nathan menggunakan barrier untuk melindungi seluruh pasukan Kerajaan Astar.
"Apa dia akan mengeluarkan sihir???"
__ADS_1
Tiba-tiba langit menjadi mendung, dan jendral itu mengeluarkan sihir "Meteor Shower"