
Mereka bertiga berhadapan dengan golemes.
"Yosh, kita akan kalahkan dia."
Ziruko menggunakan arcana miliknya. "Tali Es"
Dia sudah meneriakkan sihir tapi tidak terjadi apa-apa.
"Apa?"
"Ada apa Ziruko? Apa kamu sedang bercanda?"
"Tidak Momo, aku tidak bisa mengeluarkan sihir."
"Apa?"
Ziruko mencobanya sekali lagi, tapi tidak terjadi apa-apa lagi.
"Apa yang salah ya. Apa kamu tahu sesuatu, Elena?"
"Aku tidak tahu. Mungkin saja mana milikmu tidak cukup."
"Mana mungkin."
"Atau mungkin kamu belum membangkitkan mana."
"Sepertinya aku belum membangkitkan mana."
Momo berubah menjadi wujud naga. Dia melakukan duel dengan golemes.
"Kalau begitu, biar aku saja yang mengurus golemes ini."
"Aku disini akan terus mencoba mengeluarkan sihir."
"Oke Ziruko."
Ziruko terus mencoba mengeluarkan sihir, namun tidak terjadi reaksi apa-apa. Lalu tiba-tiba dia mendengar suara si harimau putih.
"Apa kamu bodoh? Kenapa kamu tidak membangkitkan mana milikmu. Padahal aku bisa merasakan banyak mana."
"Bagaimana melakukannya?"
"Kamu hanya perlu memfokuskan pikiranmu dan bayangkan kalau mana milikmu mengalir di seluruh tubuhmu."
"Apa seperti menggunakan gaia?"
"Kira-kira cara kerjanya seperti itu."
"Baiklah akan aku lakukan."
Dari kejauhan, Elena terlihat kebingungan karena Ziruko berbicara sendiri.
"Apa anjing ku yang manis sudah gila gara-gara tidak bisa menggunakan arcana miliknya."
Ziruko mencoba melakukan apa yang harimau putih itu katakan. Dia membayangkan mana mengalir di seluruh tubuhnya.
"Yosh!!! Sekarang aku sudah siap. Momo awas!!!"
Momo pun mundur dan berubah lagi menjadi manusia. Ziruko langsung mengeluarkan sihir, "Tali Es"
Tidak disangka tali yang dikeluarkan oleh Ziruko sangat besar dan mengikat golemes itu dengan sempurna. Setelah itu, Ziruko mengekang golemes itu sampai dia hancur.
__ADS_1
"Sudah selesai! Ternyata kekuatan arcana itu sekuat ini."
"Bagus Ziruko. Tapi kalau digunakan kepada manusia kamu harus bisa mengendalikan sihir milikmu."
"Terimakasih pujiannya, Elena."
"Aku tidak memuji kamu."
Setelah itu mereka kembali ke istana milik Elena dengan terbang menaiki Momo.
"Rasanya aneh sekali kalau tahu Momo itu perempuan."
"Aneh kenapa?"
"Aku tidak bisa naik punggung perempuan."
"Sebenarnya apa yang kamu bayangkan anjing mesum!!!"
Tanpa sengaja Elena mendorong Ziruko. Ziruko pun terjatuh dari punggung Momo.
"Jangan mati, anjingku yang manis! Momo tangkap dia."
Momo melesat kencang, dan dia berhasil menangkap Ziruko.
Beberapa saat kemudian, di istana es...
"Sekarang kamu mau ngapain anjing!"
"Aku tidak ingin dipanggil anjing sama kamu."
"Baiklah, kalau begitu aku akan memanggilmu Ziruko."
"Aku setuju."
"Sepertinya tidak ada salahnya tinggal disini lebih lama, sambil menunggu pembangunan desa selesai."
"Baguslah kalau begitu."
Tiba-tiba Momo gabung kedalam obrolan.
"Kalau begitu izinkan aku tinggal disini ya, Elena."
"Kenapa, Momo?"
"Aku tidak bisa membiarkan laki-laki ini berbuat semaunya."
"Terimakasih karena perhatianmu, tapi dia itu tidak semesum yang kamu pikirkan. Buktinya, waktu itu aku tidur bersama pun tidak terjadi apa-apa."
"Justru aku menghawatirkan hal itu. Aku tidak bisa membiarkan calon suamiku melakukan hal yang tidak-tidak kepada perempuan lain."
"Eh~ apa kamu sungguh-sungguh?"
"Ya, aku sudah memutuskannya."
Ziruko terlihat sangat kebingungan. Dia mempunyai firasat buruk.
"Sepertinya aku akan langsung pulang saja."
"Jangan gitu dong, Ziruko."
"Tidak apa-apa Momo. Lebih baik aku pulang saja."
__ADS_1
Beberapa saat kemudian...
Hari sudah malam, Ziruko tidak bisa pulang karena ditahan oleh Elena dan Momo. Mereka bertiga pergi ke kamar tidur.
"Momo? Apa kamu tahu sejarah arcana?"
"Aku tahu sedikit, mau kuceritakan?"
"Ya, aku akan mendengarnya."
Momo mulai menceritakan tentang awal mula munculnya arcana.
Semua berawal disaat seluruh dunia berada di kedamaian. Semua ras hidup berdampingan tanpa ada yang mendiskriminasi.
Sesuatu yang disebut dengan kedamaian itu tidak bertahan lama. Bagaikan kepalsuan, kedamaian terjadi hanya dalam kurun waktu beberapa tahun.
Kedamaian itu hanya bertahan sampai terjadinya hujan meteor besar-besaran yang menghantam dunia. Tapi anehnya, tidak ada meteor yang sampai ke permukaan. Hal itu disebabkan oleh atmosfer yang melindungi permukaan dunia.
Satu-satunya yang sampai ke permukaan hanya buku sihir yang keluar dari meteor saat meteor itu menabrak atmosfer. Buku sihir tersebut adalah buku sihir yang sekarang disebut arcana.
Kekacauan dunia dimulai pada saat hari itu, sehingga hari itu diperingati sebagai Hari Festival Arcana.
Adanya arcana menyebabkan berubahnya keseimbangan dunia yang sedang damai ini. Sampai-sampai bisa dibilang dunia ini sedang diambang batas kehancuran. Kondisi ini menyebabkan munculnya prinsip, "yang paling kuat adalah yang paling berkuasa."
Orang yang tidak memiliki arcana mulai merasa tertindas. Mereka seperti diperbudak oleh orang-orang yang memiliki arcana. Karena jikapun mereka melawan, mereka hanya akan dibunuh oleh orang-orang yang memiliki arcana.
Beberapa orang yang tidak memiliki arcana mulai mencari tahu kekuatan baru yang bisa seimbang melawan kekuatan sihir dari arcana, dan ada seseorang yang berhasil menemukan kekuatan baru, yang sekarang disebut dengan gaia.
Gaia adalah energi yang berasal dari inti dunia, kebalikan dari arcana yang energinya berasal dari langit.
Berkat adanya orang yang mempelajari gaia, keseimbangan dunia kembali membaik. Tapi hal itu juga tidak bertahan lama, karena masih ada orang yang tidak bisa menggunakan sihir ataupun gaia.
Orang-orang yang tidak bisa menggunakan sihir ataupun gaia, mulai tidak tahan lagi dengan keadaan ini. Karena itu, mereka mempunyai sebuah pemikiran yang tabu, yaitu pemikiran untuk memanggil seorang iblis.
Meskipun mereka tahu resikonya, tapi tetap saja mereka melakukan hal yang tabu itu.
Akibatnya, jalan yang menghubungkan Avalon dan dunia, terbuka akibat adanya orang-orang yang melakukan ritual pemanggilan iblis. Hal itu tidak lain, disebabkan oleh ketamakan para makhluk hidup akan kekuatan.
Karena hal itu, ras druid yang melindungi dunia marah beras. Sehingga memicu terjadinya perang antara druid dan makhluk hidup lainnya yang tinggal di dunia.
Para druid kalah saat mereka perang dengan para makhluk hidup yang tinggal di dunia ini. Karena itu, para druid meminta bantuan kepada para elf yang berasal dari Alfheim.
Para elf setuju untuk membantu para druid. Karena di dunia mereka pun pernah terjadi perang melawan iblis. Para elf tidak ingin kejadian itu menimpa makhluk hidup lainnya.
Tapi hal itu, tidak memengaruhi orang-orang yang tamak. Mereka tidak takut atas ancaman dari para elf. Mereka tetap melakukan pemanggilan iblis.
Sekarang para iblis mulai memberontak, saat ada yang memanggilnya untuk mendapatkan kekuatan, para iblis itu langsung membunuh orang yang memanggilnya.
Pemanggilan iblis adalah tindakan yang sia-sia, mereka yang memanggilnya tidak akan mendapatkan kekuatan kecuali kesengsaraan. Hal itu telah membuat para makhluk hidup yang tamak akan kekuatan menyesali perbuatannya.
Mereka mendapatkan sebuah pelajaran, bahwa memanggil iblis hanya akan mendatangkan karma yang buruk.
Hari-hari berlalu dengan cepat dengan merasakan kehidupan yang penuh penderitaan. Mereka berharap, “semoga tidak akan ada yang lebih buruk dari ini.”
Harapan itu hanya sebuah harapan, tidak ada arti yang lebih dari itu. Demon Lord, Bahamut seorang penguasa Avalon datang ke dunia untuk melakukan revolusi iblis.
Setiap hari hanya terdengar suara jeritan dari orang-orang yang mengalami penderitaan. Jika kamu merasakannya, pasti kamu akan bertanya-tanya, “untuk apa aku hidup jika aku harus menderita?”
Hal itu berlangsung bertahun-tahun lamanya. Sampai muncul manusia yang bisa menguasai arcana dan menggunakan gaia dengan cerdik.
Mereka melakukan perlawanan terhadap Bahamut. Meskipun mereka gagal, mereka terus bangkit dan bangkit lagi. Sambil mereka percaya dengan pepatah, “usaha tidak akan pernah mengkhianati.”
__ADS_1
Sampai tiba saatnya mereka berhasil mengalahkan Bahamut. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Mereka adalah orang orang yang mendapat gelar Kaisar.
Pada zaman sekarang, kaisar berjumlah dua belas orang dengan ditemani dua belas ksatria zodiak. Mereka mengatur pemerintahan dunia saat ini.