Legenda Arcana

Legenda Arcana
Misi Dimulai!!! Ninja Penjaga Guild


__ADS_3

Setelah mendengar tujuan paman, Ziruko langsung membicarakan hal ini kepada teman-temannya.


Mereka setuju untuk mengambil misi ini, mereka mengatakan kalau apapun yang Ziruko lakukan pasti itu adalah hal yang baik. Setidaknya Ziruko berhasil mendapatkan kepercayaan dari temanku.


Tapi, Riz tidak bisa ikut dalam misi ini.


"Ziruko, aku senang kamu mengajakku. Aku juga ingin ikut denganmu. Tapi, jika besok aku tidak bisa ikut. Keluargaku ada di dekat sini, mereka menyuruhku untuk menemui mereka."


"Tidak apa-apa Riz. Tapi Riz, apa Mizu juga ikut denganmu?"


"Tidak, dia lebih memilih bersamamu daripada bersama keluarganya."


"Apakah aku sepenting itu?"


"Jarang ada laki-laki yang memahami isi hati wanita. Jadi ikuti saja alurnya!"


"Aku tidak mengerti dengan perkataanmu, jangan buat rumit percakapan."


"Bagiku itu bukan hal yang rumit."


"Terserah kamu saja."


Ziruko langsung duduk di sofa yang ada di ruang tengah. Dia mencoba untuk memikirkan sebuah rencana. Tapi, entah kenapa dia tidak bisa fokus.


Dia melihat Azalea sedang berjalan menghampirinya.


"Ziruko, apa kamu tahu besok hari apa?"


"Besok ya, hari selasa?"


"Bukan itu, Ziruko!"


"Besok adalah hari untuk menjalankan misi ini bukan?"


"Benar sih, tabi bukan itu, Ziruko! besok adalah hari yang sangat spesial untukku. Pokoknya jangan sampai lupa!"


Dia tidak tahu apa yang dimaksud oleh Azalea. Tapi, memang benar sih rasanya ada yang janggal. Seperti dia melupakan satu hal yang sangat penting.


Apa aku membuat janji dengan Azalea?


Perkataan itulah yang ada di benak pikirannya. Tapi, Ziruko merasa kalau dia tidak pernah membuat janji dengan Azalea. Daripada memikirkan hal ini terus, lebih baik dia berdiskusi saja dengan Paman Nathan.


Dia menghampiri Paman Nathan yang sedang minum kopi hangat di dapur.


"Paman Nathan, pagi-pagi dah minum kopi."


"Hehehehe, ada apa tuan muda?"


"Aku sudah punya rencana untuk besok."


"Rencana??? coba jelaskan rencananya padaku."


Mulai dari situ dia terus mengobrol dengan Paman Nathan. Dia menjelaskan sangat lama sekali. Paman Nathan sampai terlihat bosan mendengarnya.

__ADS_1


"Oh, jadi itu rencanamu ya Ziruko. Tapi, ada hal yang lebih penting dari hal itu."


"Apa itu paman???"


"Karena sekarang aku akan menginap, apa disini ada kamar lebih???"


"Kamar lebih??? tentu saja tidak ada paman."


"Kalau begitu paman tidur dimana? masa aku harus tidur di restoran."


"Ya jangan lah. Kasian sama para pelanggan."


"Kasian kenapa?"


"Nanti kalau paman mendengkur, mereka jadi gak mau lagi datang ke restoran itu."


"Kamu bisa aja, terus paman harus tidur dimana?


"Dimana ya?"


Sambil tersenyum, Mizu pun berjalan menghampiri mereka berdua. Senyumannya terlihat seperti senyuman orang yang jahat.


"Ziruko, bagaimana kalau kamu tidur di kamarku saja."


"Mana mungkin, aku tidur dikamarmu. Kan kamu tidur sama Aza. Lagipula aku tidak bisa tidur bersama dengan perempuan."


"Heh... benarkah itu Ziruko? bukankah kemarin-kemarin kamu tidur denganku? kamu juga pernah tidur dengan Azalea."


"Tuan muda, apa kamu tidur bersama perempuan selain tuan putri."


"Aku bisa menjelaskan hal itu paman, lagipula apa hubungannya hal ini dengan paman."


"Tentu saja itu masalah besar buatku!!!"


"Aku akan menjelaskannya, jadi paman tenang ya. Sebenarnya aku tidak tahu Mizu tidur denganku. Lagipula ia yang datang ke kamarku saat aku tidur."


"Kalau kamu melihat dia masuk ke kamarmu, kenapa kamu tidak menyuruhnya keluar!!!"


"Mana ada orang yang lagi tidur bisa melihat!!!"


"Benar juga tuan muda. Kenapa aku tak terpikirkan hal itu.... bukan begitu tuan muda, tadi dia bilang kamu pernah tidur dengan tuan putri. Apa kamu sudah mengambil kesucian tuan putri yang polos itu? jika sudah aku akan membunuhmu."


"Polos darimananya... tentu saja aku tidak melakukan hal itu. Hal itu bisa membuat reputasiku hancur."


"Ternyata begini-begini kamu juga orang yang pintar. Aku jadi berpikiran kalo kamu berpura-pura menjadi orang yang polos."


"Entahlah, hanya aku yang tahu apa yang aku pikirkan."


Setelah itu mereka memutuskan kalau Paman Nathan tidur dengan Riz di kamar yang asalnya Ziruko pakai tidur. Mizu dan Azalea tetap tidur di kamarnya. Sedangkan Ziruko, lebih memilih untuk tidur di ruang tengah.


Malam hari berlalu dengan tenang...


Keesokan harinya, mereka bersiap untuk pergi ke Guild Gladiator. Dengan adanya Paman Nathan, kelompok milik Ziruko ini bertambah satu orang anggotanya.

__ADS_1


Sebelum pergi, mereka sarapan dulu. Sarapan itu penting selain menambah tenaga, sarapan juga bisa untuk menambah konsentrasi.


Setelah selesai sarapan, mereka langsung memulai perjalanan ke Guild Gladiator.


Tidak lama kemudian, mereka sampai di depan Guild Gladiator.


"Paman, guild ini tidak seperti yang aku bayangkan. Ternyata tempat ini mempunyai lapangan yang sangat luas, dan lebih penting lagi kita bisa melihat lapangannya disini. Saat aku pergi kesini waktu dulu, aku tidak memerhatikan kondisi lingkungan disekitarnya."


"Tentu saja Ziruko, disini tempat yang tinggi. Sedangkan lapangan itu berada di tempat yang rendah. Jadi kita bisa melihat lapangan itu disini."


"Aku juga tahu itu paman. Aku hanya sedang ingin berkata-kata saja."


"Lebih baik kamu jadi ksatria daripada jadi pujangga."


"Paman kok jahat sih, begini-begini aku punya bakat untuk menjadi sastrawan."


Tiba-tiba Ziruko merasakan angin sepoi-sepoi yang berhembus kearahnya. Tiba-tiba hembusan itu terasa semakin kencang.


Dia curiga dengan hal ini, karenanya dia langsung menoleh kebelakangnya. Tidak diduga, dia melihat seorang ninja.


"Paman Nathan, lihat itu ada ninja."


"Itu sudah biasa. Aku sudah pernah bertemu dengan banyak ninja."


"Aku nggak nanya hal itu, tapi ini ninja-nya kayanya berbeda dari ninja yang paman lihat selama ini."


"Beda apanya tuan muda?"


"Lihat paman, ninja itu menutup matanya dengan plat besi."


"Kalau dipikir-pikir juga aneh ya, yang paman pikirkan... kenapa dia bisa melihat."


Ninja itu mengeluarkan dua pisau dan berpose seperti sedang ingin bertarung.


"Aku adalah Hanzo. Aku ditugaskan untuk berjaga disini, dan aku diizinkan membunuh jika ada orang yang terlihat mencurigakan."


"Aku adalah Ziruko, orang yang akan menjadi kaisar selanjutnya. Bisa kita bicarakan baik-baik?"


"Mana mungkin aku bisa bicara baik-baik dengan orang yang mempunyai hawa membunuh."


"Tapi, aku tidak menyembunyikan apa-apa."


"Kamu bisa saja menyembunyikan sifatmu itu. Tapi, kamu tidak bisa menyembunyikan aura milikmu. Aura milikmu terlihat sangat busuk."


"Berani sekali kamu bicara hal itu padaku!!!"


"Aura-mu terlihat seperti aura seorang iblis. Bukan hanya iblis biasa, tapi terlihat seperti para bangsawan iblis. Begitupun dengan teman perempuanmu yang rambutnya diikat. Auranya terlihat seperti dirimu."


Karena dia mengatakan hal itu, Mizu langsung menggertaknya.


"Kamu bisa menghinaku, tapi jangan pernah berani menghina Ziruko!!! lagian mana ada orang yang senang dihina seperti itu."


"Tenang saja Mizu, biar aku saja yang memberinya pelajaran. Hanzo!!!! ayo kita bereskan permasalahan ini dengan cara laki-laki!!!!"

__ADS_1


__ADS_2