Legenda Arcana

Legenda Arcana
Ambisi Ziruko!!! Mengalahkan Raja Ogre


__ADS_3

“Kita harus bersiap dulu.”


“Baiklah akan kutunggu."


Setelah mereka semua selesai melakukan persiapan. Ziruko memutuskan untuk langsung pergi ke Hutan Ezelic.


Beberapa saat kemudian, mereka semua sudah sampai di depan Hutan Ezelic. Ternyata belum ada pasukan ogre yang berhasil keluar dari Hutan Ezelic. Tapi mungkin kebenarannya tidak seperti itu, bisa saja mereka sedang menyusun sebuah rencana sebelum melakukan pergerakan.


"Dengar ya semuanya, sebenarnya aku tidak terlalu pandai dalam menyusun rencana."


"Tidak apa, yang penting kita memiliki rencana. Dibandingkan kita harus menyerang tidak jelas."


"Menurutku, kita hanya perlu menyergap mereka dari segala arah."


Azalea terlihat seperti tidak setuju. Dia langsung memotong pembicaraan Ziruko.


"Tunggu dulu Ziruko, kalau begitu bukannya sama saja seperti bunuh diri?"


"Kalau begitu kita harus melakukan apa lagi? jumlah kita ada dua puluh lima orang, mungkin jumlah ogre disana ada seratus, atau bisa saja melebihi apa yang aku perkirakan.”


"Kita bisa melakukan teknik gerilya."


"Menurutku, teknik itu tidak akan berhasil. Jika seperti ini keadaannya, memang yang paling harus dilakukan adalah mengalahkan semua ogre itu."


"Ketuanya kan kamu, jadi terserah kamu saja. Tapi, sebagai gantinya aku meminta menyerang dari belakang kalian. Kalian harus melindungiku!"


"Kenapa, Aza?"


"Soalnya aku memakai arcana tipe jarak jauh, dan juga aku harus menjaga jarak dari ogre itu untuk mengeluarkan sihir."


"Baik, aku terima permintaanmu Aza. Apa disini ada yang memakai arcana lagi..... kalau tidak ada, ayo kita kalahkan mereka!!!"


Mereka langsung menuju kearah barat hutan, Ziruko yakin tempat berkumpulnya ogre ada di sebelah sana.


Todak lama mereka berjalan, mereka sudah dihadapkan dengan ogre. Tapi, ogrenya cuma berjumlah satu orang.


"Ada apa ogre, apa kamu terkejut? Aku datang kemari atas penghinaanmu yang kemarin. Sekarang akan aku perkenalkan namaku, namaku adalah Ziruko. Orang yang akan menjadi seorang kaisar."


Azalea menggunakan arcananya, arcana miliknya mengeluarkan aura berwarna hijau.


"Wind Slash"


Ogre itu langsung terbaring tak berdaya. Ziruko merasa akan memenangkan pertempuran ini dengan mudah.


"Kalau begini terus kita tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk mengalahkan mereka."


"Ya tuan, kita pasti akan berhasil."


Setelah itu tiba-tiba terlihat ada segerombolan ogre yang datang kearah kami. Ziruko dan kelompoknya terlihat sangat bersemangat, mereka langsung menyerbu habis-habisan para ogre.


Ziruko mengeluarkan senjatanya, dan langsung menyerang mereka dengan kemampuannya. Tidak lupa, Ziruko juga memberikan semangat kepada yang lainnya.


"Semangat semuanya!!! kalahkan mereka semua!!!"


"Baik Bos."


Semangat bertarung Kelompok Ziruko belum pudar, semakin banyak ogre yang datang semangat mereka pun bertambah semakin banyak. Beberapa ogre terlihat sudah bergeletakan di tanah. Tapi ada satu hal yang sangat penting, Azalea tidak terlihat dibelakang mereka.


"Kalian, apa kalian melihat Azalea???"


"Tidak bos."


"Kalau begitu, aku akan mencarinya."


"Siap bos."


Azalea hilang beberapa saat yang lalu. Saat itu dia terlihat sangat percaya diri setelah mengalahkan ogre sendirian.


"Kalau aku tahu ogre itu selemah ini, waktu itu aku tidak akan lari dari mereka."

__ADS_1


Azalea tersenyum melihat situasinya saat ini. Tiba-tiba Azalea merasa kalau ada suara langkah ogre dibelakangnya. Azalea menoleh kebelakang, dan ternyata dari kejauhan ada pasukan ogre yang berlarian kearahnya.


Azalea merasa percaya diri bisa mengalahkan semua pasukan ogre itu. Dia berlari menghampiri pasukan ogre itu. Dia menggunalan “Wind Slash” untuk mengalahkan para ogre itu.


Namun saat ini, sihirnya tidak memberikan luka sedikitpun pada para ogre itu. Tiba-tiba para ogre itu tertawa terbahak-bahak.


"Sebenarnya apa yang salah dengan sihirku."


"Apa kamu kebingungan nona muda? jangan bandingkan kami dengan pasukan kami yang lemah itu. Mereka itu tidak lebih hanya para ogre biasa yang pekerjaannya bukan bertarung."


"Curang sekali kalian mau menyerang kami dari belakang. Untung saja aku melihat kalian."


"Percaya diri sekali kamu ini nona muda."


"Aku percaya kepada kekuatanku, walaupun aku kalah... aku percaya kalau Ziruko akan datang menyelamatkanku."


"Kalau begitu coba buktikan nona muda."


Para ogre yang Azalea hadapi memiliki pergerakan yang lebih cepat dibandingkan dengan ogre lainnya yang sedang dihadapi oleh Ziruko. Tapi, setelah melihat situasi ini Azalea tidak bisa lari lagi. Mau tidak mau dia harus melawan mereka.


Ziruko menerobos ke barisan depan untuk mencari Azalea. Dia terlihat sangat panik.


"Bos tunggu dulu!!!"


"Ada apa???"


"Bos kamu naksir sama dia kan, cepat cari dia. Kami akan menahan mereka disini."


"Ini bukan saatnya untuk memikirkan hal itu. Tapi, terimakasih semuanya sudah ikut mengkhawatirkan Azalea."


Ziruko sudah berada di barisan depan pasukan ogre. Tapi, ada sesuatu yang berbeda dari ogre ini. Mereka menggunakan sebuah armor dan menggunakan mace yang terbuat dari batu.


Ziruko harus mengalahkan mereka semua sebelum para ogre ini menyerang kelompoknya.


"Ayo ogre, aku semakin bersemangat. Cepat lawan aku!!!"


Ziruko sedikit kesulitan melawan para ogre itu. Tapi, dia tetap harus menahan merela semua. Setidaknya sampai aku melihat Azalea disini.


Apakah aku akan mati disini?


Lalu bagaimana dengan impianku?


Apa aku berhasil menyelamatkan teman-temanku?


Itu semua adalah hal yang terlintas dipikiran Ziruko.


Sedangkan itu, keadaan Azalea tidak begitu baik. Dia mendapatkan luka di beberapa bagian tangannya. Dia sudah melawan para ogre ini berjam-jam. Meskipun dalam keadaan yang mungkin bisa membuatnya terbunuh, dia masih berharap kalau Ziruko bisa bertahan melawan ogre yang seperti ini.


"Aku sudah mulai merasa kelelahan, tapi jika aku kalah disini... aku bisa kehilangan mereka, terutama Ziruko. Aku harus cepat mengalahkan para ogre ini."


Tidak lama kemudian Azalea berhasil mengalahkan semua ogre yang menyerangnya. Dia langsung berlari menuju barisan depan.


Azalea terus berteriak memanggil Ziruko. Namun tidak ada jawaban dari Ziruko. Ia langsung melihat kearah sekitarnya, dia melihat para ogre dan kelompok yang ia bentuk dengan Ziruko berbaring di tanah.


"Apa kalian melihat Ziruko???"


"Sepertinya kau sudah berjuang keras. Aku malu pada diriku yang seorang lelaki ini, aku laki-laki tapi aku malah lebih lemah dari wanita."


"Tidak apa-apa, dalam sebuah pertempuran laki-laki dan perempuan itu tidak ada bedanya."


"Maafkan aku ya, dia tadi berlari kearah sana, untuk mencarimu. Biarkan kami membantumu!!!"


"Terimakasih. Tapi tidak apa-apa, kalian beristirahat saja disini."


Mungkin ini sesuatu yang buruk, bisa saja ogre disana lebih kuat dari yang Azalea hadapi selama ini. Dia ingin memastikan Ziruko selamat.


Tidak lama Azalea berlari, dia menemukan Ziruko yang sedang berlumuran darah ogre. Setidaknya untuk saat ini rasa cemasnya sedikit memudar dengan melihat keadaan Ziruko baik-baik saja.


Azalea langsung mengeluarkan sihir, dan mengarahkannya kepada ogre yang ada di hadapan Ziruko.

__ADS_1


"Wind Tornado"


Ogre yang ada di depan Ziruko semuanya terpental. Ziruko langsung menoleh kearah Azalea.


"Ziruko!!!"


"Aza, syukurlah kamu baik-baik saja. Aku mencemaskanmu, tapi maaf aku tidak sempat menemuimu."


"Benarkah kamu mencemaskanku?"


"Lupakan saja yang barusan aku katakan."


"Ayo kita keluar dari hutan ini, Ziruko!!!"


"Yang benar saja, urusan kita disini belum selesai. Jika kita berani memulai, berarti kita harus menuntaskannya sampai selesai."


Azalea terkejut mendengar perkataan dari Ziruko. Dia berpikiran kalau Ziruko adalah orang yang bertanggung jawab.


"Tapi kamu harus sadar diri, kamu sedang terluka kan?"


"Tenang saja Aza, semua darah ini bukan darahku, melainkan darah dari para ogre itu."


"Sudah jelas itu darahmu Ziruko, aku bisa membedakan mana darah ogre dan darah manusia."


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang membuat tanah yang mereka pijak bergetar. Azalea mulai khawatir dengan apa yang akan terjadi.


"Sepertinya suara ini berasal dari ogre yang lebih kuat lagi."


"Kamu sudah banyak bermain ya..."


Terlihat seorang ogre berarmor yang membawa mace yang terbuat dari besi. Dilihat dari penampilannya kemungkinan ogre itu adalah pemimpin dari pasukan ini.


"Akhirnya bos-nya datang juga."


"Yah, cuma takdir yang menentukan nasib kita Ziruko."


"Tenang saja aku pasti bisa mengalahkannya, Aza."


Tanpa memberi peringatan sedikitpun, Raja Ogre itu mengayunkan senjatanya kearah Azalea. Azalea pun terhempas karenanya, dan Ziruko terlihat sangat marah karena ogre itu menyakiti Azalea.


"Hey Raja Ogre bodoh!!! beraninya kamu melakukan hal itu pada rekanku. Prinsipku mengatakan, aku tidak akan pernah membiarkan perempuan menderita."


"Bukannya kamu yang bodoh karena telah menantang Raja Ogre yang perkasa ini."


"Kalau kamu tidak menginvasi kota sih, tidak akan kuhajar."


"Emangnya kamu tahu tujuanku datang kesini, bocah!!!"


"Ini adalah pertanyaan yang mudah untukku. Tidak ada hal lain yang ingin kau lakukan selain untuk menghancurkan kekaisaran."


"Jawabanmu hampir benar, tapi tujuanku yang sebenarnya adalah untuk mengambil alih kekaisaran."


"Kamu akan menyesal sudah mengatakannya."


Sekarang ini, Ziruko tidak mempunyai arcana. Tidak ada cara mendapatkannya selain mencarinya. Mungkin saja di masa depan nanti arcana bisa dibuat.


Sebagai gantinya, Ziruko mempunyai kekuatan fisik yang cukup kuat, dan juga dia menguasai gaia. Gaia adalah suatu kekuatan yang berasal dari tubuh pemakainya. Sedangkan kekuatan sihir kekuatannya berasal dari alam.


"Raja Ogre, aku mempunyai pukulan yang kuat loh."


"Menarik, aku akan menerima pukulanmu manusia. Silahkan kerahkan seluruh kekuatanmu."


"Baiklah jika kamu memaksa."


Setelah Raja Ogre mengatakan hal itu, dengan spontan Ziruko langsung mengumpulkan energi ke ujung pergelangan tangannya. Setelah itu dia memukulkan energi yang sudah terkumpul ke Raja Ogre itu.


Setelah terkena pukulan itu, Raja Ogre langsung terhempas keatas langit. Ziruko tidak pernah membayangkan kalau pukulannya sekuat ini. Dia berpikir mungkin kekuatan gaia miliknya adalah kelebihannya.


Karena melihat pemimpinnya sudah kalah, para pasukan ogre yang tersisa berlarian menuju ke arah Raja Ogre terlempar. Karena hal itu, operasi pembersihan ogre bisa diselesaikan tanpa ada korban jiwa.

__ADS_1


"Kita berhasil, Aza."


Azalea membalas perkataan Ziruko dengan senyuman.


__ADS_2