Legenda Arcana

Legenda Arcana
Kembali ke Kekaisaran


__ADS_3

Sygard berdiri dari singgasananya. Dia mendekati Ziruko.


"Ada apa Ziruko? apa kamu mencari seseorang?"


"Dimana Azalea???"


"Tenang, dia baik-baik saja."


"Ternyata benar, kamu menculik Azalea ya."


"Daripada menculik, lebih tepatnya aku membohonginya."


"Lepaskan dia, dan tidak akan terjadi pertarungan."


"Malahan aku lebih suka bertarung."


Ziruko langsung mengeluarkan sihir "Ice Rope". Sygard tidak sempat menghindarinya. Dia terikat oleh es.


"Sihir ini lagi ya, kalau begitu aku bisa melepaskannya."


Sygard memanaskan tubuhnya, dan es nya pun mencair. Ziruko langsung mengeluarkan "Ice Shockwave". Sygard berhasil menghindarinya.


"Aku berhasil menghindarinya, ini sihir baru berskala besar ya."


Sygard langsung mengeluarkan sihir "Fire Breath". Ziruko juga bisa menghindari serangannya. Ziruko langsung berlari kearahnya dan langsung menendang Sygard.


Sygard terhempas, saking kuatnya singgasana miliknya hancur lebur.


"Kursi kesayanganku... tidak apa-apa lah. Tinggal buat lagi. Baiklah Ziruko, aku tidak mau bermain-main lagi. Aku akan langsung mengakhirinya, sebelum hal seperti waktu itu terjadi."


Sygard berlari kearah Ziruko, namun dia tidak melakukan serangan. Ziruko mengingat dengan jelas, sihir milik Sygard. Ziruko yakin kalau Sygard akan mengeluarkan sihir "Ring of Fire".


Ziruko langsung mundur dari tempat dia berdiri. Sygard langsung berlari kearah Ziruko lagi, tiba-tiba dia meletakkan tangannya di perut Ziruko.


"Apa yang akan kamu lakukan Sygard? ternyata kamu itu orang mesum!"


Tidak jelas sekali yang dilakukan Sygard, setelah melakukan itu dia kembali ke tempat semula dia berdiri. Dia langsung meletakkan tangannya di tanah. Dia langsung berteriak, "Burn of Fire".


Tiba-tiba api muncul di perut Ziruko dan merambat ke bajunya. Ziruko tidak ingin kejadian sebelumnya terulang lagi. Dia menggunakan sihir yang membekukan dirinya sendiri, "Ice Capsule".


"Jadi ini berakhir ya? ya sudah," kata Sygard.


Ziruko melakukan hal itu, tapi sebenarnya dia tidak tahu cara membatalkan sihirnya. Jadi kemungkinan besar, dia akan terkurung di dalam kapsul es selamanya. Tentu saja itu tidak akan terjadi.


Di dalam kapsul es-nya, Ziruko sedang berpikir. Dia memikirkan cara terbaik untuk mengalahkan Sygard. Namun, dia tidak kunjung juga mendapatkan jawaban.


Akhirnya dia memutuskan untuk melawannya tanpa memikirkan rencana. Dia hanya harus menanyakan letak Azalea.


Dari luar terlihat kapsul es-nya retak. Ziruko langsung menerjang kearah depan. Dia langsung memukul Sygard, Sygard tidak berkutik karena Ziruko melakukan serangan kejutan.


Tangan Sygard sekarang dipenuhi oleh Api. Dia langsung mengarahkannya kepada Ziruko. Namun, Ziruko berhasil menghindarinya dengan mudah.


Ziruko langsung melakukan serangan beruntun. Di pukulan terakhirnya dia berhasil membuat Sygard terhempas. Hempasannya membuat dinding istana hancur, dia terhempas jatuh kebawah.


"Sepertinya ini sudah berakhir."

__ADS_1


"Terlalu cepat untuk mengatakan hal itu!"


Entah bagaimana caranya Sygard bisa melompat setinggi itu. Dia tiba-tiba langsung memukul Ziruko dengan sangat keras.


Tangan Sygard seperti menjadi api, Ziruko tidak bisa lebih lama lagi melawannya, dia harus mengetahui dimana letak Azalea.


"Sygard, dimana kamu menyembunyikan Azalea?"


"Entahlah, coba pikirkan sendiri!"


"Kalau aku jadi kamu..."


Saat Ziruko berbicara, dia langsung dipukul oleh Sygard.


"Jangan banyak bicara!!!"


Tiba-tiba terdengar seperti suara bangunan hancur. Ziruko dan Sygard melihat keatas. Betapa terkejutnya mereka melihat ada seekor naga turun dari atap istana.


Seketika atap istana pun rubuh, Ziruko langsung naik ke atas punggung naga itu. Benar sekali, naga itu adalah Momo. Mereka langsung terbang menjauh dari istana.


"Turunkan aku Momo! Azalea masih belum ditemukan."


Momo seperti tidak mendengar perkataannya.


"Cepat turunkan aku Momo!!!"


"Tenang, Ziruko. Azalea sudah ditemukan oleh yang lainnya. Sekarang ini saatnya untuk melarikan diri."


"Tapi bagaimana dengan yang lainnya? kereta kudanya kan hancur?"


"Apa mereka semua selamat?"


"Tentu saja, mereka dilindungi oleh Kagura. Kagura mengatakan 'tidak usah khawatirkan kami, bawa Ziruko dan tunggu di seberang jembatan' itu yang dia katakan."


"Kalau begitu ya sudahlah."


"Kamu kenapa Ziruko?"


"Ada satu hal yang aku sadari. Aku terlalu lemah, aku merasa belum pantas untuk menjadi seorang kaisar."


"Bukan begitu Ziruko, lagipula sihir api milik Sygard itu lawan dari sihir es-mu. Dan juga sihir es yang kamu punya sepertinya untuk serangan jarak jauh saja. Kalau saling adu pukul kemungkinan besar kamu kalah."


"Apanya yang arcana legendaris? arcana ini lemah."


"Mungkin kamu belum bisa menggunakannya dengan benar. Kalau begitu setelah ini kita akan mencari roh yang lainnya. Mungkin kita akan menemukan Phoenix."


"Baiklah."


Tidak lama kemudian mereka sampai di seberang jembatan. Kagura dan yang lainnya masih belum sampai. Sedangkan itu Momo merubah kembali wujudnya menjadi manusia.


Setelah menunggu beberapa menit, mereka akhirnya terlihat ada tujuh kuda yang berlari kearah sini. Dibelakangnya terlihat ada lebih banyak lagi kuda yang mengejar.


"Ini gawat, Momo!" Ziruko mengatakan hal itu.


Kuda yang ditunggangi Paman Nathan melewati Ziruko dan Momo begitu saja. Begitu juga dengan Violet, Irina dan Azalea.

__ADS_1


Eliza langsung menarik Momo untuk naik ke kuda bersamanya, dan kembali menjalankan kudanya. Sedangkan Kagura malah berhenti di hadapan Ziruko. Dia turun dari kudanya.


"Ziruko apa perlu kita menahan mereka?"


"Sepertinya tidak perlu. Lalu kenapa kamu turun?"


"Kamu dulu yang naik, aku akan duduk di depan. Kalau kamu yang duduk di depan jadi tidak romantis, kan?"


"Kamu masih memikirkan hal itu di situasi yang darurat ini."


Setelah itu Ziruko langsung naik ke kuda dan langsung menjalankannya secepat mungkin.


"Sepertinya mereka tidak akan mengejar, Kagura."


"Asal kamu tahu saja, Ziruko. Kita sudah masuk kedalam jebakan."


"Apa maksudmu?"


"Bukan jebakan seperti yang kamu pikirkan. Hal ini seperti kita sedang menjadi tokoh dalam sebuah cerita."


"Apa maksudmu? aku tidak mengerti."


"Yang kita semua lakukan seperti sudah ditentukan oleh seseorang. Bisa dibilang kamu menjadi tokoh utama dalam cerita ini."


"Aku masih belum paham."


"Ingatlah, sudah berapa banyak masalah yang kamu hadapi. Satu atau dua, atau malah tiga? kamu itu dicintai oleh masalah. Sama seperti cerita-cerita legenda pada umumnya. Semua yang kamu alami dari awal perjalananmu di Kekaisaran Rossweild itu saling berhubungan. Semuanya pasti berasal dari orang yang sama."


"Apa yang kamu maksud Sygard yang mengendalikan masalah ini?"


"Sepertinya bukan, ada seseorang yang tahu pasti akan berakhir seperti apa masalah yang sedang kita hadapi ini."


"Aku semakin tidak mengerti."


"Ya sudah jangan dipikirkan."


Akhirnya Ziruko bisa mengejar yang lainnya, sekarang mereka menunggangi kuda dengan santai. Ziruko mencoba untuk berbicara dengan Azalea.


"Apa kamu baik-baik saja, Aza?"


"Seperti yang kamu lihat."


"Setelah beberapa lama, akhirnya aku bisa bicara denganmu lagi seperti ini."


"Lebih baik kamu tidak mendekatiku."


"Apa maksudmu?"


Ziruko mempercepat laju kuda yang ditungganginya.




Akankah Ziruko sadar kalau dirinya berada di dalam sebuah cerita 😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2