
Ziruko perlahan-lahan membuka matanya. Dia melihat ada seorang perempuan yang sedang duduk di sebelah tempat tidurnya. Perempuan itu memegang sebuah kipas.
"Apa kamu sudah siuman?"
Ziruko langsung bangun untuk duduk sambil bersandar kepada tempat tidur.
"Ya, tentu saja. Sepertinya aku merasa baik-baik saja."
"Baguslah kalau memang begitu. Aku kasian sama Irina yang menunggumu bangun."
"Ngomong-ngomong aku tidak sadarkan diri berapa hari? dan siapakah kamu?"
"Kamu sudah tidak sadarkan diri selama satu minggu. Kalau kamu menanyakan namaku, namaku adalah Kagura. Aku adalah seorang ksatria zodiak libra."
"Sepertinya aku pernah mendengar nama itu. Tapi, aku tidak ingat waktu kita bertemu."
"Tidak apa-apa, mungkin saja ini adalah pertemuan kita yang pertama."
Ziruko mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya.
"Jangan memaksakan diri. Lihat semua perbanmu! lukamu itu sangat serius. Kamu beruntung karena masih hidup."
"Baiklah."
"Apa tujuanmu berusaha sampai sekeras ini?"
"Aku ingin menjadi seorang kaisar."
"Lalu kenapa kamu menyia-nyiakan waktu berduel dengan orang lemah itu?"
"Orang lemah katamu? aku tidak menganggapnya begitu. Aku melakukan hal itu untuk menguatkan posisiku di kekaisaran."
"Tetap saja aku tidak mengerti dengan apa yang kamu pikirkan. Sekedar informasi, dengan kecepatan regenerasi milikmu, kamu besok akan sembuh."
"Bagaimana kamu tahu?"
"Tentu saja aku tahu, meskipun aku itu bukanlah seorang dokter. Untuk hari ini lebih baik kamu beristirahat saja."
"Baiklah."
Pada hari itu Ziruko tidak melakukan aktivitas apapun selain berbaring di tempat tidurnya.
Tidak lama kemudian malam pun tiba. Kagura masih belum beranjak dari tempat duduknya.
"Aku bingung, apakah ksatria zodiak mempunyai waktu seluang ini, sampai-sampai kamu bisa duduk disini seharian penuh."
"Tentu saja aku tidak mempunyai banyak waktu luang. Hanya saja aku menyempatkan waktu untuk merawatmu. Kalau aku tidak merawatmu, Irina yang akan ada disini."
"Apa Irina seperhatian itu padaku?"
"Ya mungkin saja. Karena kamu sekarang sudah siuman, berarti aku akan meminta izin untuk tidur di sebelahmu."
"Hee~ kenapa?"
"Padahal aku sudah tidur denganmu seminggu ini. Lagipula ini adalah kamarku."
"Baiklah, kalau memang begitu aku tidak bisa melawan."
Keesokan harinya.
Ziruko bangun lebih awal daripada Kagura. Dia mencoba menggerak-gerakkan tubuhnya, dan benar saja dengan apa yang dikatakan oleh Kagura. Tubuhnya sembuh total pada hari ini.
__ADS_1
Kemudian, Kagura pun bangun.
"Kamu bangun lebih awal dariku? sepertinya kamu sudah sembuh total."
"Kamu hebat Kagura bisa memperkirakan dengan akurat."
"Aku tidak sehebat itu. Apa perbanmu mau kulepaskan?"
"Tidak usah. Perempuan secantik dirimu tidak perlu repot-repot membantu aku yang seperti ini."
"Padahal aku yang mengganti perbanmu saat kamu masih belum siuman. Dan juga kamu tidak berhak mengatakan hal itu karena sebelumnya kamu sudah tidur denganku? sebenarnya apa yang menurutmu lebih aneh, memegang tubuhmu atau tidur bersama?"
"Keduanya itu aneh."
"Kalau begitu, aku akan menunggumu diluar. Sebagai ganti telah merawatmu, aku memintamu untuk menemaniku mengelilingi istana kekaisaran ini."
"Baiklah."
Ziruko mengganti pakaiannya dan setelah itu langsung keluar dari kamar ini.
"Sekarang kita akan kemana?"
"Aku sudah bilang, kan?"
"Baiklah, aku hanya akan mengikutimu."
Pertama-tama Kagura mengajak Ziruko untuk pergi ke tempat latihan para prajurit kekaisaran. Disana terlihat ada Violet yang sedang melatih para prajurit kekaisaran. Violet menoleh kearah mereka berdua, dan menghampirinya.
"Selamat pagi, Nona Kagura."
Ziruko sangat terkejut, karena ternyata Kagura sangat dihormati disini.
"Pagi juga Violet."
"Cuma sebentar ya."
"Tidak apa-apa, sebentar saja sudah menjadi sebuah kehormatan bagiku."
Terlihat Violet melepas pedangnya dari sarungnya. Pedang miliknya mengeluarkan angin yang sangat kencang, dan juga semakin lama semakin bercahaya pedangnya. Ini adalah serangan skala besar.
Disisi yang lain Kagura hanya diam saja memegang kipasnya.
"Lama sekali menunggumu mengeluarkan jurusmu itu."
"Tenang saja, sekarang aku akan mengenaimu."
Violet langsung melesat kearah Kagura. Ibaratkan waktu melambat, Kagura berhasil memukul perut Violet menggunakan kipasnya. Secepat kilat dia berdiri tegak dibelakang Violet, sedangkan Violet terjatuh.
"Bahkan ini tidak bisa disebut pemanasan."
"Maafkan saya, lain kali saya akan berusaha lebih keras lagi."
"Kamu mengerti kan, Ziruko?"
"Aku sedikit mengerti," jawab Ziruko.
Setelah itu Kagura mengajak Ziruko untuk pergi ke perpustakaan. Disana ada seorang penjaga perpustakaan yang sedang membaca buku.
"Selamat datang, Kagura. Tumben sekali kamu kesini."
"Aku hanya ingin menunjukkan sesuatu pada orang ini, Eliza."
__ADS_1
"Terserah saja apa maumu, yang paling penting jangan menggangguku."
"Ayo kesini Ziruko," kata Kagura sambil menarik tangan Ziruko.
Mereka berdua duduk di kursi yang sudah disediakan.
"Disini kamu bisa mempelajari beberapa hal tentang sihir, gaia, dan apapun itu."
"Aku juga sudah tahu itu."
"Setidaknya kamu harus tahu cara mengeluarkan sihir yang benar."
"Maaf saja, aku tidak terlalu suka membaca."
"Begitu ya, kalau begitu kamu bisa mengandalkanku."
"Mengandalkanmu? memangnya kenapa?"
"Aku mengetahui tentang semua seluk beluk ilmu yang ada di dunia ini."
"Apakah kamu sepercaya diri itu?"
"Arcana milikku adalah 'pengetahuan' aku bisa mengetahui apapun ilmu yang ada di dunia ini."
"Terus kenapa kamu bisa menghentikan serangan Violet yang tadi?"
"Mungkin itu adalah bakatku. Tapi, aku dipilih sebagai ksatria zodiak libra karena kepintaranku. Kamu tahu kan libra itu mewakili keadilan. Makanya aku dipilih untuk memikul tugas itu."
"Jangan besar kepala dulu, takutnya nanti kamu menyesal."
"Hanya kamu satu-satunya orang yang menanggapiku seperti ini. Baiklah, ada satu tempat lagi yang ingin aku kunjungi bersamamu."
Saat mereka berdua berjalan, mereka berpapasan dengan Azalea. Ziruko yang melihatnya langsung menyapanya.
"Halo, Aza."
Azalea berhenti berjalan.
"Tunggu dulu, nama kamu siapa, ya?" tanya Azalea.
"Jangan bercanda, kamu pasti mengenalku, kan? aku adalah Ziruko."
"Oh, Ziruko. Maaf sekarang aku sedang sibuk. Lain kali saja bila mau berbicara, atau mungkin jika ada sesuatu yang ingin dibicarakan. Sampaikan saja kepada pelayanku."
Setelah itu Azalea berjalan lagi. Ziruko terlihat kebingungan dengan sikap Azalea, Azalea terlihat seperti memandang rendah Ziruko.
"Jadi begitu ya, benar kata Violet." kata Ziruko di dalam hatinya.
Tidak lama kemudian, Ziruko sampai di tempat yang ingin ditunjukkan oleh Kagura. Ini adalah gerbang masuk istana.
"Ya, kamu benar. Ini adalah gerbang masuk istana. Disini banyak hal menarik yang sudah terjadi ataupun belum terjadi. Tapi, bukan itu maksudku mengajakmu kesini. Aku hanya ingin mengatakan satu hal padamu."
"Apa itu?"
"Apa kamu masih mengingatku?"
"..."
"Sepertinya kamu sudah tidak mengingatku ya. Lagipula ini semua karena sihir itu. Kita ganti pertanyaannya saja. Apa kamu masih ingat 'takdir seorang pahlawan'?"
"Oh, maksudmu hal itu. Jangan bilang kalau kamu itu perempuan yang ada di dalam ingatanku yang samar-samar."
__ADS_1
"Kalau kamu mengharapkan jawaban bukan. Maaf, karena aku adalah orang dalam ingatanmu itu."