Legenda Arcana

Legenda Arcana
Kerajaan Astar


__ADS_3

Bard memperlambat laju kudanya. Terlihat dari kejauhan ada seorang penduduk yang berdiri sambil memegang sebuah tombak.


Saat kereta kuda yang di kendarai oleh Bard sampai di depan orang itu, dia memberhentikan jalannya.


"Maaf tuan, kalau tidak ada keperluan dilarang masuk ke daerah sini!"


"Apa katamu? kami ini dari kekaisaran. Apa kamu mau menentang kami?"


Setelah itu Violet keluar dari kereta kuda. Dia langsung menjelaskan semuanya.


"Kami ini benar dari kekaisaran. Aku adalah jendral Kekaisaran Rossweild, namaku adalah Violet Rossweiss."


"Kalau memang begitu, silahkan lewat. Tapi, saat ini sedang terjadi kekacauan di Kerajaan Astar."


Tanpa mempedulikannya Violet langsung kembali menaiki kereta kuda. Bard pun menjalankan kereta kudanya kembali.


Setengah jam pun sudah berlalu, mereka semua sudah sampai di ibukota Kerajaan Astar. Di gerbang masuk menuju kota, mereka diberhentikan lagi.


"Tunjukkan pengenalmu!" kata penjaga itu.


"Lagi-lagi kaya gini. Kita berasal dari kekaisaran," ucap Bard dengan nada tinggi.


"Tidak boleh masuk!"


"Apa katamu?"


"Mau dari kekaisaran atau apapun itu, tidak boleh masuk!"


"Cihh... kami datang kesini untuk memastikan sesuatu."


"Maaf sekali, ini semua adalah perintah langsung dari Raja Sygard. Kami tidak boleh membiarkan satu orang pun melewati gerbang ini."


"Meskipun itu dengan kekerasan?"


"Kalau tuan tidak ingin terkena masalah, lebih baik jangan lakukan hal itu."


Bard melompat dari kereta kudanya. Dia langsung menyerang penjaga itu. Penjaga itu pun langsung pingsan.


"Nah, begini kan gampang."


Bard kembali mengendari kereta kudanya. Tiba-tiba terdengar suara dari seseorang, dia berteriak "tembak!!!"


Semuanya langsung keluar dari kereta kuda. Untung saja mereka tepat waktu, selang satu detik setelah mereka melompat kereta kudanya hancur.


"Ini sial! kendaraan kita hancur. Sepertinya memang ada yang salah dengan Kerajaan Astar," kata Bard.


"Tenang saja, Bard! sekarang sudah jelas kalau Kerajaan Astar menculik Azalea."


"Kamu tidak bisa menyimpulkan secepat itu, orang pilihan Kagura."


"Panggil aku Ziruko."


Setelah itu banyak prajurit yang berlarian kearah Ziruko dan yang lainnya. Mereka terlihat seperti menyerang.


"Sepertinya mereka akan menyerang kita." kata Eliza.


"Aku saja yang menahan mereka disini. Kalian semua pergi saja ke istana Kerajaan Astar." kata Bard.

__ADS_1


"Tidak usah begitu, kita masih mempunyai banyak waktu." kata Ziruko


"Baiklah."


Semuanya menghajar para prajurit. Satu-satunya yang tidak menyerang mereka adalah Eliza.


"Ini merepotkan!" keluh Eliza.


Dia hanya berdiri saja ditempatnya. Tiba-tiba ada banyak pasukan yang mendekatinya. Dia langsung menghempaskan mereka semua dengan mengayunkan tongkat sihirnya.


Memang ini sedikit berbeda, dia menggunakan sihir tapi tidak mempunyai arcana. Sihir seperti itu disebut dengan "Sihir Alam".


Sihir alam adalah jenis sihir yang hanya bisa digunakan oleh orang-orang tertentu. Biasanya orang yang bisa menggunakan sihir ini adalah orang yang mempunyai bakat dari lahir. Salah satu faktornya adalah faktor keturunan.


Sedangkan itu, Ziruko masih belum mengeluarkan arcana miliknya. Dia hanya melawan para prajurit itu menggunakan energi gaia-nya.


Sambil menghindari serangan lawan Kagura bertanya kepada prajurit yang menyerangnya.


"Ngomong-ngomong apa yang kalian rencanakan?"


Namun tidak ada satupun dari mereka yang menjawab.


"Ini menyebalkan, aku seperti berbicara sendiri."


Seketika para prajurit yang menyerang Kagura berlumuran darah.


"Sebenarnya aku bisa menghabisi mereka semua dalam 1 detik, tapi aku membutuhkan informasi dari mereka," kata Kagura dengan sombong.


"Benarkah? kamu hebat sekali Kagura, dan juga menyeramkan." kata Ziruko.


"Jangan begitu, lebih tepatnya aku ini anggun, Ziruko."


"Kalau kamu tidak mau mati, beritahu aku tentang apa yang terjadi di Kerajaan Astar!"


Sekali lagi mereka tidak menjawab pertanyaan dari Kagura.


"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu padamu dulu."


Kagura langsung menendang perut salah satu prajurit yang menyerangnya. Setelah itu dia mengarahkan kipasnya pada lehernya.


"Sekarang katakan!"


"..."


"Jangan sangka kalau kipas ini selembut kapas. Kipas milikku ini setajam seribu pedang."


"..."


Kagura membukakan sedikit kipasnya. Dan darah pun muncul dari leher prajurit itu.


"B-baiklah akan kukatakan, sebenarnya Raja Sygard ingin memulai perang dengan kekaisaran. Dia melakukan penyerangan karena ingin menjadi seorang kaisar dengan cara yang instan. Karena hal itu dia menculik salah satu putri di kekaisaran."


"Begitu ya..."


Kagura langsung memukul kepala prajurit itu. Prajurit itu pun pingsan.


"Semuanya, kita akan langsung pergi ke istana. Kita hancurkan rencananya saat ini juga."

__ADS_1


Semuanya langsung berlari kearah istana. Sedangkan Bard membukakan jalan untuk mereka.


Saat mendekati istana mereka diserang oleh para pemanah, gerbang istana pun ditutup. Mereka semua tidak sempat menghindar. Tapi, untungnya ada barrier di atas mereka.


Benar, barrier itu dikeluarkan oleh paman Nathan.


"Paman Nathan, kita ketemu lagi."


"Yo, tuan muda."


Setelah itu entah bagaimana Kagura bisa keatas benteng itu. Dia menghabisi semua pemanah yang ada disana dengan gerakan secepat cahaya. Setelah itu dia membukakan gerbang istana.


Kemudian mereka semua melewati gerbang tersebut. Dibalik gerbang ini ternyata masih ada gerbang lagi. Gerbang yang berada di depan di jaga oleh pasukan pemanah yang lebih banyak.


Mereka kembali dihujani oleh anak panah. Kali ini barrier milik paman Nathan tidak bisa bertahan lama. Barrier miliknya pecah berkeping-keping.


Setelah itu para pemanah menggunakan panah api. Saat ini serangan mereka makin sulit dihindari. Mereka seperti memanah kemana saja.


Kebakaran pun tidak dapat dihindari. Namun kebakarannya tidak merambat karena lantainya terbuat dari batu. Namun apinya tetap berkobar.


"Ini benar-benar merepotkan."


Kagura kembali naik keatas benteng, dia langsung menghabisi semua pemanah dengan cepat seperti tadi. Setelah itu dia membukakan gerbang lagi.


"Kalau begini aku akan menjadi babu!" keluh Kagura.


Sekarang mereka dihadapkan dengan tangga yang sangat tinggi. Di puncak tangga itu terdapat gerbang, dan diatasnya terdapat beberapa prajurit yang memegang meriam.


Sudah pasti mereka yang menghancurkan kereta kuda milik kekaisaran. Sekarang mereka menembakkan meriam kearah Ziruko dan yang lainnya yang sedang berlari menaiki tangga.


"Kalau dipikir-pikir, istana milik Sygard ini besar sekali." kata Ziruko.


"Kamu benar, bahkan aku rasa, istana miliknya lebih besar daripada istana kekaisaran." ucap Kagura.


"Ya, kamu benar Kagura."


"Kalau begitu aku akan menghabisi mereka semua dalam 3 detik."


"Tapi..."


Belum selesai Ziruko mengatakan perkataannya semua prajurit yang menembakkan meriam telah dikalahkan oleh Kagura, sekarang dia membukakan gerbang lagi.


"Kagura benar-benar menyeramkan." kata Ziruko.


"Gelarnya sebagai ksatria zodiak bukankah gelar belaka. Dia mendapatkan gelar itu karena kemampuannya. Banyak orang yang bilang kalau ksatria zodiak terkuat adalah dia. Lagipula sebenarnya dia bisa mengalahkan kaisar dengan mudah jika dia niat," jelas paman Nathan.


"Begitu ya."


Mereka semua melewati gerbang tersebut dan ternyata gerbang tersebut adalah yang terakhir. Di hadapan mereka sekarang ada sebuah pintu yang besar tanpa ada pengawalan. Ziruko membuka pintu tersebut.


Terlihat ada seseorang yang tingginya lebih pendek dari Kagura sedang berdiri jauh di depan pintu tersebut. Perempuan itu mengenakan tudung berwarna merah dan membawa senjata yang berbentuk sabit.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Halo para readers....


Cerita Legenda Arcana akan update setiap hari sampai tanggal 1 Januari 2020...

__ADS_1


Dibaca ya...


Jangan lupa comment '-'


__ADS_2