Legenda Arcana

Legenda Arcana
Pertarungan Dimulai


__ADS_3

Tidak lama kemudian Ziruko sampai di Desa Foxez. Kedatangan mereka disambut oleh Kagura yang sedang marah.


"Ziruko!!!" teriak Kagura.


"Aku tahu kamu mau mengatakan apa... jadi, maaf aku tidak bilang dulu padamu."


“Baguslah kalau kamu mengerti.”


Setelah itu Ziruko langsung melakukan latihan untuk pertandingan besok. Ziruko melakukan latihan sampai malam hari. Setelah itu, Ziruko memutuskan untuk tidur.


Keesokan harinya Ziruko sudah sepenuhnya siap untuk bertarung. Ziruko langsung pergi ke pesisir pantai. Banyak orang yang akan melihat pertandingan itu.


“Miho, sebelum aku mulai bertarung. Ada hal yang ingin aku tanyakan.”


“Kamu mau tanya apa?”


“Apa tidak apa-apa aku yang melakukan pertarungan ini?”


“Tentu saja tidak apa-apa.”


“Tapi, bagaimana dengan pendapat orang lain?”


“Tenang saja, mereka pasti setuju. Karena sudah lama tidak ada orang yang dari suku Foxez yang menjadi elder. Pasti mereka berharap kamu bisa menjadi elder.”

__ADS_1


“Kalau begitu bukannya beban yang aku tanggung jadi semakin besar?”


“Entahlah.”


Terlihat ada Fergus yang masuk kedalam arena bertarung. Tempat pertarungannya dibuat sesederhana mungkin. Arena bertarungnya hanya diberi lingkaran menggunakan kayu.


Ziruko pun berjalan menuju arena bertanding. Namun, ia dihentikan oleh Miho.


“Sebelum itu, kamu pakai kalung ini dulu,” kata Miho sambil memasangkan kalung yang ia pegang kepada Ziruko.


Ziruko kembali melanjutkan langkahnya. Di arena sudah ada Fergus dan Ziruko. Itu artinya pertarungan akan segera dimulai.


Sang elder berjalan menuju ketengah arena. Elder itu berasal dari Suku Wolvez Dia langsung berbicara.


“Siap!!!” jawab Fergus dan Ziruko.


“Ketika batu yang nanti aku lempar jatuh ke bawah, maka itu menjadi tanda kalau pertarungan ini dimulai.”


Elder itu keluar dari lapangan dan langsung melempar keatas. Saat batu itu jatuh ke bawah Fergus langsung berlari menuju arah Ziruko sambil mengeluarkan api berwarna biru di kedua tangannya.


Fergus mengarahkan kedua tangannya kearah Ziruko dan langsung mengeluarkan semburan api yang keluar dari tangannya. Namun Ziruko langsung mengeluarkan pilar es di depannya.


Sangat disayangkan, pilar es yang Ziruko buat hancur dengan mudah. Ziruko langsung berlari melebar dan berencana untuk menyerang Fergus dari belakang.

__ADS_1


Ziruko mengumpulkan energinya di kedua tumpuan kakinya. Setelah itu melesat dengan cepat, dan langsung menendang Fergus.


Fergus pun berguling-guling di tanah. Meskipun begitu, Fergus belum keluar dari arena. Para Foxez terlihat terkejut melihat kemampuan Ziruko, mereka seperti diberi harapan kembali untuk memimpin.


Fergus bangkit dari jatuhnya, dan langsung berlari dengan sangat cepat. Dia menggunakan energi gaia juga.


“Tidak buruk.” kata Fergus.


Ziruko kembali menendang Fergus, namun Fergus bangkit lagi. Kali ini Ziruko mempunyai cara untuk mengalahkan Fergus dengan satu kali serangan. Ziruko meletakkan tangannya keatas tanah dan mengeluarkan sihir “Ice Glacier”.


Fergus yang sedang berlari dengan sangat cepat terpeleset karena licinnya es milik Ziruko. Karena tidak sempat berhenti, dia terlempar keluar arena.


Kedua belah pihak yang mendukung sempat terlihat kebingungan karena melihat Fergus keluar dari arena. Namun setelah elder terdahulu mengumumkan kemenangan Ziruko, mereka semua langsung memberikan tepuk tangan.


Fergus duduk di atas pasir sambil meratapi kekalahannya. Namun beberapa saat kemudian dia langsung bangkit dari duduknya dan langsung berjalan menuju kearah Ziruko.


“Seperti janjiku, aku akan memberikan kalung ini,” kata Fergus sambil mengepal kalung miliknya.


“Terimakasih, Fergus.”


Setelah itu Fergus berbalik badan dan meninggalkan tempat ini. Terlihat Miho berjalan menghampiri Ziruko.


“Dari awal aku percaya kalau kamu akan menang. Itu sudah menjadi kebiasaanmu, kan?” kata Miho.

__ADS_1


“Tidak juga, terkadang aku mengalami kekalahan.”


__ADS_2