
"Ayah! Apa yang terjadi, mengapa wajahmu begitu kusut!?" Leng Xu langsung bertanya, ketika ayahnya masuk kedalam kamar penginapan. Tidak ada yang tau tentang apa yang telah direncanakan oleh Leng Kai sebelumnya, bahkan anaknya sendiri.
"Nak! Lebih baik kau jangan menuruti apa yang diminta oleh patriark Tang Rui, karena ini sangat berbahaya!"
"Maksud ayah? Coba jelaskan agar aku mengerti!" Kata Leng Xu. Dia memegang kedua bahu Leng Kai, lalu mengajaknya duduk di kursi yang tersedia.
"Ayah mengirim empat orang murid sekte yang berada pada ranah pendekar prajurit bintang sembilan untuk menyandera beberapa murid dari sekte fajar senja agar memuluskan rencana kita nantinya. Namun malah berakhir dengan kegagalan. Bocah yang telah membuatmu terluka dalam sebelumnya aku yakin dia tidak berada pada ranah yang terlihat. Sebab dia berani datang sendiri dan membunuh Leng Su di hadapanku, jadi ku harap kau mengurungkan niatmu untuk membawanya ke hadapan Patriark Tang Rui!"
"Tapi ayah, ayah sudah melihat sendiri bagaimana kekuatan magis dari tangan patriark Tang Rui. Hanya dengan beberapa sentuhan aku bisa naik satu bintang dengan mudah, padahal sebelumnya aku terluka dalam dan sembuh pula seketika. Jika aku bisa menjadi muridnya. Maka sekte pedang ilahi akan berjaya di kekaisaran Qing ini!" Leng Xu tetap keras kepala. Karena dia merasa apa yang diberikan oleh patriark Tang Rui memang luar biasa, dia yakin bahwa dengan ranahnya sekarang bisa melawan dua ranah di atasnya.
"Tapi lawanmu adalah orang yang bisa membunuh ranah yang sama denganmu pada bintang yang berada jauh di atasmu Nak! Aku hanya khawatir"
"Ayah tenanglah. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berkeinginan!" Jawab Leng Xu mantap.
"Hah! Baiklah.. jika begitu kamu tetap tidak boleh melawannya secara langsung, biarkan para tetua melemahkannya nanti baru kau yang akan mengeksekusi, jika kau tidak mau. Sebaiknya kau diam saja dikamar menunggu hasil"
"Baik ayah! Aku akan mengikuti rencanamu" Leng Xu menjawab pasrah.
"Patriark!" Suara panggilan dan ketukan terdengar dari luar kamar secara bersamaan.
Leng Kai segera berdiri dan membukakan pintu.
"Ada apa Jing?"
"Diluar ada pihak keamanan kota, mereka membawa tiga jasad yang terbungkus kain, meminta patriark untuk turun dan mengkonfirmasi"
"Suruh mereka tinggalkan saja dan beri beberapa koin emas. Itu memang murid sekte kita" kata Patriark Leng Kai.
__ADS_1
"Baik Patriark! Aku akan mengurusnya" Leng Jing menjawab, lalu pergi dari tempat itu.
Leng Kai kembali menutup pintu dan melanjutkan pembicaraan dengan anaknya.
Sedangkan di tempat yang berbeda. Long Chu telah kembali ke penginapan dengan berjalan santai seolah bukan dia pelaku dari pembunuhan di penginapan itu.
Terlihat patriark Wen Hao dan tetua serta para murid di usir keluar dari penginapan. Karena menyebabkan keributan dan kekacauan di tempat itu.
Long Chu merasa bersalah. Dia mendekat dan bertanya. "Guru! Ada apa ini. Mengapa kita diusir?"
"Hais!" Wen Hao menghela nafasnya "Rombongan kita dikatakan yang menjadi penyebab keributan dan juga pembunuhan yang terjadi di penginapan ini, sehingga mereka mengusir kita" jawab Wen Hao. "Ayo kita pergi dari tempat ini!" Seru Wen Hao yang lebih dulu bergerak melangkah
"Kita mau kemana Patriark. Ini sudah malam, tidak banyak penginapan yang kosong karena kompetisi sudah menjelang final besok. Apalagi dengan insiden ini, mungkinkah akan ada yang menerima rombongan kita?" Tanya tetua Fan.
"Kita lihat saja nanti, yang pasti menunggu disini juga tidak ada hasil" sahut Wen Hao.
Sempat bingung dengan keadaan itu. Tapi Wen Hao tidak memikirkan terlalu jauh. Dia hanya berbaik sangka saja. Bahwa pemiliknya adalah orang baik.
Tiga orang untuk satu kamar laki-laki. Dua orang untuk satu kamar wanita. Karena hanya ada dua wanita Cai muning dan Cai Yu yang selalu mendampingi.
"Tuan putri!" Panggil seorang pelayan ketika Cai Muning ingin masuk ke kamar, sambil membungkuk dan menunduk.
"Masuklah, nanti orang akan curiga!"
Cai Muning langsung masuk ke kamar diikuti oleh pelayan wanita itu. Sedangkan Cai Yu menunggu dan berjaga di luar.
"Sampaikan pada ayah! Bahwa Sekte fajar senja telah terancam. Aku ingin ayah mengirim orang untuk membantu. Jika tidak! Sampaikan padanya aku tidak akan mau kembali" ucap Cai Muning.
__ADS_1
"Baik putri! Hamba akan menyampaikannya, apakah ada lagi yang tuan Putri inginkan sebelum hamba pergi?" Pelayan itu bertanya kembali
"Tidak ada! Jangan biarkan orang lain tau tentang identitasku dan jika ada yang bertanya tentang siapa yang mengatur tempat ini untuk sekte fajar senja, katakan saja dari orang yang tidak ingin diketahui namanya!" Pesan Cai Muning. Lalu dia melambaikan tangannya meminta pelayan itu pergi.
Setelah pelayan pergi, Cai Yu masuk kedalam kamar…
Di tempat lain lagi diwaktu yang bersamaan.
"Guru! Aku mendengar informasi dari bawahanku, bahwa sekte pedang Nirwana [Aku ganti kata ilahi menjadi nirwana] telah mengirimkan beberapa orang untuk membuat kegaduhan di penginapan yang ditempati oleh sekte fajar senja! Namun berakhir gagal dan dibunuh oleh satu orang yang belum bisa dikonfirmasi identitasnya" Chu Yang langsung melapor kepada Tang Rui.
"Hemm! Kau jangan terlalu memikirkan hal itu, sebaiknya kamu berlatih. Besok kau akan berhadapan dengan pemuda itu dan buktikan jika dia memang memiliki teknik yang sama denganmu. Agar aku dapat memastikan dan menangkapnya untuk menanyakan darimana dia bisa mendapatkan teknik itu" kata Tang Rui.
"Baik guru, ijin undur diri" kata Chu Yang.
Tang Rui mengangguk dan melambaikan tangan lalu memejamkan mata kembali.
Kabar kegaduhan tentang sekte pedang Nirwana dan sekte fajar senja menyebar dengan cepat dan diketahui oleh hampir seluruh pelosok ibukota.
Dan itu menjadi gunjingan hangat di hampir setiap rumah makan yang ada. Tentunya bukan itu saja informasi gratis yang tersebar. Melainkan tentang terusirnya sekte fajar senja dari penginapan dan tidak diterima oleh banyak penginapan yang ingin mereka tinggali sementara waktu.
Hingga pagi, beberapa orang di jalanan masih saja membicarakan hal itu. Tapi rombongan sekte fajar senja tetap diam dan tidak menggubris apapun tentang penyerangan tadi malam. Dan memilih tetap memasuki kawasan yang akan dijadikan tempat pertandingan final.
Hanya rombongan sekte pedang nirwana yang tidak terlihat di tempat itu sekarang.
Jika pun ada, pasti mereka hanya akan menjadi bahan ejekan oleh semua penonton yang ada disana. Nama sekte yang bagus menjadi begitu memalukan.
Awalnya mereka juga diunggulkan untuk menjadi pemenang, sebab semua orang tau reputasi dari sekte itu, namun kali ini reputasi yang terbangun dengan baik itu hancur hanya karena ambisi..
__ADS_1
Selesai baca beri juga Rate, tentu like jangan tertinggal