
Setelah cukup banyak mengisi ruang kosong dalam tubuhnya dengan Qi. Long Chu berdiri dan melihat tiga orang itu yang sedang memegang perut. "Ada apa dengan perut kalian?"
"Kami kelaparan?" Sahut Yun Fei Yang. "Entah sudah berapa hari kita berada di hutan ini. Suasana pun tak pernah berganti" tambahnya lagi
Mereka tidak memiliki tenaga dalam. Sehingga mereka kelaparan. Jika saja memiliki mungkin akan lain ceritanya.
Long Chu tidak mengerti mengapa bisa mereka terdampar di hutan itu. Tidak ada aura kehidupan manusia yang dapat dirasakannya ketika memakai indra sepiritual untuk merasakan jejak. Bahkan cahaya redup seperti rembulan itu sepertinya hanyalah ilusi. "Apa mungkin kita berada di dunia siluman?" Tanya Long Chu yang menatap tiga orang itu. Seraya mengeluarkan daging simpanan dari cincin dunia dengan mengayunkan tangannya. Mereka bertiga tertegun melihat keanehan itu. Ada daging mentah bersama rempah-rempah yang keluar.
"Bagaimana kau bisa melakukan trik sulap Kak Chu? Apakah api yang kemarin kami lihat juga berasal dari trik ini?" Yun Fei Yang perlahan berdiri mendekat dan meraih tangan Long Chu dia melihat ada lingkaran hitam di salah satu jari tangan sebelah kanan dan bertanya. "Lingkaran apa ini? Seperti cincin tapi bukan. Tak mungkin cincin bisa menyatu dengan kulit!"
"Jangan banyak bertanya soal yang tak perlu diketahui. Bantu aku cari ranting kayu tapi jangan jauh. Aku tidak bisa menjamin keselamatan kalian. Sebab aku juga tidak yakin bisa selamat dari hutan ini" katanya terkekeh pelan menutupi mulutnya.
Ada beberapa ranting kayu yang dibawa tiga orang itu. Jika mencarinya bersama maka akan terkumpul banyak dan Long Chu sudah selesai mengolesi daging itu dengan bumbu dapur ala nenek Zhou. Kemudian dia melambaikan tangannya lagi dan menyimpan semua tempat bumbu-bumbu itu. Tiga orang itu gatal ingin bertanya tapi tidak lagi berani. Long Chu sendiri tak ingin mengungkapkan hal itu jika tidak terpaksa. Sebab di kantong penyimpanannya tidak ada lagi daging yang bisa dijadikan makanan.
Semerbak wangi daging panggang menggoda siapapun yang mencium harumnya. Selera siapa yang tidak tergugah. Ada banyak pasang mata yang terbuka ketika wangi daging panggang menggelitik hidung dan keinginan.
Long Chu sudah bersiap dengan memasukan tangannya di kantong penyimpanan. "Bersiaplah! Umpan akan segera dimakan" kata Long Chu berkata pelan.
"Umpan apa Kak Chu?" Tanya Yun Fei Yang yang tidak tau apapun
__ADS_1
"Aku hanya ingin mengetahui apakah kita memang berada di dunia siluman. Dengan memanggang daging hidung mereka pasti akan tergelitik dan saat itu kita akan tau yang sebenarnya" terang Long Chu.
"Tapi kami tidak bisa jika berlari lagi. Tenaga kami hanya tinggal secuil" ucap Yun Fei Yang lemah. Dia pasrah dengan keadaan, entah apa yang akan terjadi selanjutnya?
"Tenang! Kalian telanlah ini. Ini ramuan penyembuh" Long Chu memberikan tiga botol kecil yang berisi ramuan. Dia tak ingin mengeluarkan pil penyembuh. Meskipun Yun Fei Yang tau dia bisa membuatnya. Namun untuk menjaga kerahasiaan dia harus menutupinya.
Ketiganya mengambil tanpa bertanya. Sebab tak ada yang patut dipertanyakan dalam keadaan genting dan langsung mencabut tutupnya dan menegak habis. Meskipun sedikit pahit ditenggorokan namun ramuan itu bekerja dengan sangat baik. Ketiganya dapat merasakan kehangatan yang menjalar di aliran darah mereka yang memberikan rasa kenyang dan fit penuh bertenaga.
Mereka tersenyum saling memandang dan serempak sepakat berkata "ini luar biasa!"
Swosh! Angin kencang bertiup ke arah mereka. Keempatnya berdiri dan menyapukan pandangan ke segala arah. Dimana tidak ada cahaya yang menyala selain api unggun tempat pemanggangan daging yang masih menyala dengan bara yang tidak terlalu banyak.
Long Chu meraih pisau kecil dipinggangnya yang terselip rapi. Mungkin Yun Fei Yang yang telah menaruhnya disana. Sebab dia yang tau bahwa pisau itu adalah kesayangan Long Chu. Seketika dia melempar pisau itu.
Siluman kera terlihat memiliki mata yang merah dan meraung dia mencabut pisau kecil yang berdiameter tiga puluh sentimeter itu dan membuangnya ke tanah. Lalu mengayunkan tangannya ke arah Long Chu. Namun Long Chu sudah siap dengan tinju yang disimpannya dibelakang.
"Gerakan pertama, Seni tinju raja kera!" Gumamnya.
Baam! Kera itu terpelanting ketika beradu tinju dengan Long Chu dan tubuhnya terseok di tanah. Kemudian bangkit dan lari. Kera memang memiliki fisik yang kuat sehingga bisa menerima pukulan Long Chu tanpa cedera yang parah. Namun Long Chu juga tidak menggunakan tenaga dalam, itu murni kekuatan fisiknya. Sebab kera itu masih muda.
__ADS_1
"Jangan dikejar!" Perintah Long Chu kepada Hu Li yang dilihatnya bergerak. "Kau akan menyerahkan nyawa bila mengejarnya!"
"Maafkan aku Senior" ucap Hu Li.
"Sudah jangan dibahas. Kita tetap harus waspada" kata Long Chu seraya menepuk bahu Hu Li.
"Argh! Tolong kak Chu, tolong!" Yun Fei Yang tiba-tiba ditarik oleh sebuah akar yang menjalar cukup panjang.
Long Chu bergerak dan mengambil pedang di kantong penyimpanannya. Untungnya dia belum sempat menjual senjata yang dia ambil dari rumah Yang Shiji. Seandainya sudah terjual habis. Entah apa yang akan dijadikannya senjata selain tubuhnya sendiri.
Slash! Long Chu mengirim serangan dengan isi tenaga dalam, ada pancaran cahaya berwarna biru yang membentuk bulan sabit keluar dari pedang itu.
Roar! Akar itu meraung dengan ganas. Setelah itu ada kepala ular yang muncul seperti batang kelapa yang mendongak tinggi setinggi dua meter. Rupanya itu bukanlah akar pohon melainkan ular besar yang berkamuflase seperti akar untuk menangkap mangsa.
Ular itu mendesis menatap mangsanya yang terlepas dan langsung menatap pemuda yang telah memotong ekornya. Betapa dia marah terlihat dari desisnya yang beberapa kali keluar.
"Yun larilah ke belakang. Dan tetap didekat api" ucap Long Chu. Dia mengganti pedangnya lagi dengan yang baru. Sebab yang sebelumya rapuh dan tidak kuat menahan Qi yang dikeluarkannya.
Tanpa sadar dirinya sudah lebih baik dalam pengendalian Qi. Berkat pertarungan bebas antara hidup dan mati membangkitkan potensi dalam dirinya. Kapasitas Qi yang dimilikinya juga meluas dan mungkin dengan dorongan sumberdaya dia akan bisa mencapai pendekar Prajurit bintang enam.
__ADS_1
Long Chu melompat ke dahan kayu yang cukup besar. Di ikuti oleh ular itu. Lalu dia memutar tubuhnya mencoba untuk memerangkap dengan melilitkan di pohon. Akan tetapi tenaga ular itu cukup besar. Hingga langsung meremukan pohon yang dililitnya.
Entah dengan cara apalagi agar bisa membunuh ular itu. Nantikan saja besok lagi dan jangan lupa klik like dan komen positif yang bisa membangun atau jika ada saran. Beri saran yang tak menyinggung.