Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Bukan merampok?


__ADS_3

Yang Shiji terlihat berlari lebih ke dalam rumahnya. Mendatangi tempat teraman yang memang sudah di siapkan untuk hari yang genting seperti ini.


Dia menggeser rak buku ke samping kanan. Lalu memasuki celah yang ada disana dengan membungkukkan tubuhnya dan menghilang dibalik pintu.


Sayangnya. Rak buku itu tidak menutup secara otomatis dan itulah kesialannya.


Long Chu yang sudah memasuki beberapa ruangan pun melihat sebuah kejanggalan pada rak buku. Segera dia mengeceknya dan menemukan ada sebuah pintu.


"Hmm, disini kau rupanya" dia berkata sendiri lalu mendorong pintu lalu memasukinya. Karena tubuhnya tidak sebesar Yang Shiji. Long Chu tidak perlu membungkukkan tubuhnya.


Ada obor sebagai penerangan ruangan yang kemungkinan besar hasil dari Yang Shiji menyalakan sebelumnya agar dia bisa lolos. Namun lagi-lagi hal sekecil itulah yang menjadi petaka buatnya.


Long Chu dapat melihat kini pergerakan seseorang dari balik bayang-bayang. Dia terlihat membuat sesuatu kedalam karung yang cukup besar. Mungkin untuk bekal dia di masa depan.


Sang pengintai berada tepat di belakangnya kini tanpa terdeteksi antara bau dan hal semacamnya.


Long Chu menyeringai melihat tumpukan harta. Bahkan ada beberapa sumberdaya yang cukup tua. Sangat cocok untuk dijadikan obat tingkat rendah. 'Sepertinya barang-barang disini bagus dijadikan Pil untuk meningkatkan kemampuan Yun Fei Yang' Long Chu berpikir senang.


Segera dia mengayunkan tinjunya di tengkuk Yang Shiji. Membuatnya langsung pingsan.


Sebenarnya Yang Shiji bukanlah pendekar yang menggeluti dunia persilatan. Dia memiliki tingkat pendekar Emas bintang lima. Namun dia tidak ahli dalam bertarung. Tingkatnya memang hanya untuk menakuti lawan.


Long Chu mengeluarkan cincin dunia yang tersimpan pada kantong penyimpanan miliknya. Lalu menggunakan Qi dan mengarahkan cincin kedepan dimana tumpukan koin emas, senjata dan sumberdaya berada. "ini tak bisa dikatakan merampok bukan?" dia bergumam dan bertanya dengan diri sendiri.


Setelah menyimpan semua harta itu. Terlihat ada satu yang tersisa dan tak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Seolah dia memiliki kesadaran sendiri dan menolak untuk masuk ke dalam cincin dunia.


Long Chu mendekati benda berbentuk panjang dengan ukiran yang indah pada sarungnya. Benda itu adalah pedang.

__ADS_1


Dia menariknya namun tidak bisa tercabut walaupun dia mengerahkan Qi miliknya dan terus berusaha..


"Meskipun kau menolak untuk masuk dalam cincinku dan menolak untuk tercabut. Tapi jika kamu tidak menolak untuk ku bawa. Maka hilangkanlah bebanmu dan berpetualanglah denganku" kata Zai memberi hormat kepada pedang itu. Lalu mencoba mengangkat pedang yang belum mau tercabut dari sarungnya. "Terima kasih!" Tambah Long Chu, kemudian dia mengikatnya di punggung dan membawanya keluar dari ruangan itu seraya tangannya menarik kaki Yang Shiji yang masih tak sadarkan diri.


Long Chu berhasil mengeluarkan tubuh Yang Shiji dan meletakkannya di tanah. Lalu mengumpulkan beberapa mayat yang berserakan, menjadikannya satu tempat.


Kemudian dengan Qi Api yang dimilikinya. Dia membakar mayat itu tak lupa pula untuk membakar tempat tinggal saudagar kaya, Yang Shiji!


Sebelum api kian membesar dan mengundang tandanya tanya penduduk. Long Chu memapah Yang Shiji yang terikat tangan serta kakinya. Lalu melompat di beberapa atap rumah warga hingga sampai ke halaman rumah Yun Qing Yan tanpa disadari oleh orang lain. Sebab orang akan fokus ke titik api.


Sementara di kediaman Yun Qing Yan.


"Dia sedikit luka dalam. Tapi tidak terlalu parah. Untungnya yang memberi luka tidak menggunakan tenaga dalam. Hanya pukulan fisik biasa, jika tidak! Mungkin ayahmu tidak akan tertolong" kata Tabib kota Cangyun itu.


"Terima kasih tabib, budi baikmu tidak akan aku lupakan!" Ucap Yun Fei Yang.


"Jaga dia dan beli bahan yang ku tulis itu dan rebus sesuai caranya lalu berikan di waktu pagi. Siang dan petang" ucap Tabib itu. Lalu dia keluar dari kamar Yun Qing Yan


"Ayah! Maafkan anakmu yang terlambat menyelamatkanmu. Rencanaku memberikanmu kejutan. Tapi malah aku yang terkejut mendapatkan kenyataan?" Ucap Yun Fei Yang di dalam kamar seraya menggenggam erat tangan Ayahnya. Lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah Hung. "Pak Hung! Ibu kemana?"


"Nyonya pulang ke kerajaan Chu. Katanya kakek tuan muda sedang sakit!" Sahut Hung.


"Baiklah.. tolong belikan barang yang tertulis dikertas ini lalu rebus sesuai caranya!" Pinta Yun Fei Yang seraya mengambil kantong penyimpanan milik ayahnya, dan mengeluarkan beberapa koin emas untuk membeli bahan yang tertera.


"Baik tuan muda!" Hung langsung berdiri dan berpaling, keluar dari kamar itu dan menghilang.


Long Chu datang dengan masih menarik kerah baju Yang Shiji.

__ADS_1


Setelah menghabiskan sidat listrik yang ada dikolam dalam Goa pemberian gurunya. Fisik Long Chu semakin kuat. Bahkan tubuhnya lebih tinggi dan dadanya terlihat bidang serta perut yang memiliki garis-garis yang bila wanita melihatnya akan tergoda.


Dia juga sudah mengerti konsep petir yang bisa dikeluarkan oleh binatang kecil itu. Namun hanya belum bisa merealisasikannya saja. Mungkin jika sudah berada ditingkatan tertentu dia akan bisa menguasainya.


Long Chu melempar Yang Shiji ke lantai dingin yang ada dirumah Yun Fei Yang. Lalu memanggil sahabatnya itu.


Tiga orang segera keluar dari satu kamar yang sama setelah mendengar teriakan yang jelas mereka kenal siapa orangnya. Orang itu tidak lain adalah pahlawan muda dihati mereka bertiga.


"Siapa dia Kak Chu?" Tanya Yun Fei Yang.


Meski Yun Fei Yang lebih tua dari Long Chu dalam hal usia yang normal. Namu Yun Fei Yang tetap memanggil Long Chu sebagai Kakak. Sebab dalam hal kekuatan. Long Chu adalah seniornya.


"Dialah dalang dibalik pemukulan ayahmu, aku mengejar orang yang sebelumnya dan mendapati mereka membicarakan masalah yang telah gagal. Akhirnya aku memutuskan untuk menyerangnya saja"


Mendengar penuturan Long Chu. Yun Fei Yang kembali meradang. Dia menatap Lelaki paruh baya itu dengan tatapan kebencian. Jika dimana seorang ayah telah dipukuli, disitu seorang anak akan menjadi pembela. Begitu Yun Fei Yang sekarang.


Dia ke dapur dan mengambil seember air lalu menyiramkan air itu ke kepala Yang Shiji. Sontak hal itu membuat Yang Shiji segera terjaga dari pingsannya.


Dia memutar bola matanya dan juga kepalanya untuk melihat sekitar dan memastikan keberadaannya. Sebelumnya dia berada di ruang bawah tanah miliknya. Tapi dia bingung ketika kini berpindah tempat.


"Apa yang terjadi kepadaku?" Gumamnya. Saat dimana matanya tertuju ke arah seorang pemuda. Baru dia mengerti mengapa dirinya berpindah tempat. 'Sial! Aku tertangkap' dia membatin seorang diri dan harus menerima konsekuensi yang telah dia perbuat.


Dia akan menuai apa yang sudah ditanam.


Yun Fei Yang mengayunkan kakinya cukup tinggi lalu menurunkannya dengan cepat. Ada suara renyah yang terdengar bercampur teriakan.


Kretak! Argh! Yang Shiji dipenuhi dengan kejutan diwajahnya. Ketika kakinya diinjak dengan keras hingga pergelangan kaki miliknya dapat diyakini telah bergeser dari semestinya.

__ADS_1


Air liur bahkan menyembur dari mulutnya ketika dia berteriak tentang rasa sakit yang dialaminya.


__ADS_2