
Dalam aula istana yang didominasi warna putih pada lantai maupun temboknya. Seorang wanita dari bangsa siluman, seorang ratu yang ditinggikan kini kehilangan seorang manusia yang sebelumnya berada di hadapannya.
Bai Lin jelas terkejut dengan hilangnya Long Chu. Bahkan dia tidak merasakan auranya sedikitpun di wilayahnya. Hanya ada tiga orang dari bangsa yang sama dengan Long Chu yang masih dipenjara.
"Kemana menghilangnya dia? Aneh sekali. Seolah dia tidak pernah ada sebelumnya di dunia ini!" Bai Lin bergumam sendiri dengan wajah bingung.
Setelah tidak lagi mampu mendeteksi. Bai Lin menyerah dan kembali ke kamarnya dan membiarkan ruangan aula dijaga oleh beberapa. Entah mengapa? Bai Lin berpikiran suatu saat pemuda itu akan kembali ke ruangan itu. Tapi tak tau kapan!
Long Chu yang berada dalam cincin dunia menatap naga yang terlihat salah tingkah. Naga berwarna merah darah itu ingin menyembunyikan dirinya lebih lama tapi kesalahannya terlalu lantang tertawa sehingga pemuda itu menyadari bahwa ada keberadaan hidup dalam cincin dunia miliknya.
"Mengapa kau ada disini?" Tanya Long Chu. Meskipun dia merasakan naga itu sangat kuat dibandingkan dengan dirinya. Tapi ada satu hal yang membuatnya berani ingin mencengkram Leher naga itu sebelumnya. Dorongan ingin menaklukan itu lebih besar dibandingkan ketakutan menghadapinya.
"Aku memang tinggal disini!" Jawab naga merah itu menatap Long Chu dengan mata besarnya. Memancarkan aura yang tidak biasa dan ingin menekan pemuda itu. Bersikap arogan adalah dasar dari sifat seekor naga.
Akan tetapi, Long Chu tidak merasakan tekanan yang diberikan. Mungkin sebab keterikatan kontrak jiwa yang membuat budak tidak bisa menyakiti tuannya.
Long Chu tersenyum melihat ekspresi Naga merah kecil itu. Dan kembali mengulurkan tangannya. Meski naga itu menyemburkan api berwarna biru. Namun Long Chu tidak sedikitpun menarik tangannya. Dia tidak merasakan panas bahkan terbakar karena api itu seolah bersahabat dengannya. Bahkan tubuhnya dibiarkan bergeming ditempat.
"Lepaskan aku!" Teriak naga merah itu.
__ADS_1
Kekuatannya belum kembali ke puncak. Dimana dia bisa menghancurkan alam yang ditempati oleh Long Chu ini hanya dengan hembusan nafas api miliknya. Sekarang tubuhnya sangat kecil dan dia memerlukan nutrisi untuk menaikan kembali tingkatan miliknya yang telah hilang.
Sebelumnya, kekuatannya yang ditujukan kepada Ratu bangsa siluman itu adalah kekuatan yang sedikit pulih dari banyaknya dia menyerap Kristal Roh. Sekarang tinggal 00,1% yang tersisa hingga tubuhnya mengecil kembali dan begitu lemah.
Itu dia lakukan karena tak ingin terjadi suatu hal yang bisa mengakibatkan kehancuran masa depan bagi pemuda itu yang sudah mengalirkan darahnya kepada dirinya. Membantunya untuk bangkit kembali dalam wujud naga dan menyediakan makanan untuk diserapnya. Jika tidak begitu mengkhawatirkan itu! Mungkin dia akan tetap bersembunyi dalam cincin dunia dengan bentuk pedang.
"Katakan dengan jelas mengapa kau ada dalam cincin dunia milikku?" Long Chu menyipitkan matanya menatap Naga yang sebesar lengan itu, yang kini masih berada dalam cengkramannya.
"Aku akan mengatakannya!" Naga merah menjawab dengan terbata karena ketatnya cengkraman itu menyulitkannya untuk bersuara. Cakar di kedua kakinya tidak bisa membantu meskipun sudah berusaha untuk menusukan setiap kukunya ke dalam daging pemuda itu.
Long Chu mengelus kepala naga itu dan memberikan usapan lembut dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya perlahan terbuka dan longgar sehingga Naga merah bisa bergerak dan melompat.
Long Chu tertawa mendengarnya. Bagaimana tidak? Jika ada orang yang membuat lelucon di hadapannya. "Imut dari man? Kulihat dari setiap sudut tidak ada yang istimewa selain kumis panjang ini!" Kata Long Chu. Dia menarik kumis itu dan membuat naga merah tergantung, meringis kesakitan. Setelahnya dia langsung lepaskan.
"Ini penyiksaan. Akan aku laporkan nanti kepada KOMNAS HAN (Komisi Nasional Hak Asasi Naga)" ucap naga merah kesal.
"Fufufu nah ini baru lucu" ucap Long Chu. Dia duduk di depan naga itu dan memandang serius. "Jadi katakan dengan jujur! bagaimana kau bisa masuk ke tempat ini?"
Swush! Naga merah berubah bentuk menjadi pedang dan terbang sendiri kesana kemari lalu berubah bentuk lagi menjadi naga merah seperti ukuran sebelumnya. "Ini wujud asliku namun bukan wujud sejatiku! Aku yang menolongmu waktu itu ketika berhadapan dengan Laba-laba siluman dan masuk kedalam cincin milikmu ketika kau pingsan. Dan keberuntungan berpihak kepadaku. Aku mendapat banyak kristal Roh berada ditempat ini. Itulah awal cerita aku masuk ke tempat ini!"
__ADS_1
"Jadi begitu. Pantas saja laba-laba siluman itu mati. Tanpa aku tau siapa yang membunuhnya. Untuk hal itu aku berterima kasih. Tapi….. apa kau tau. Aku mengumpulkan banyak Kristal roh untuk apa? Untuk aku bisa menggunakannya dalam pelatihanku jika aku sudah menjadi pendekar raja. Tapi sekarang harapan itu seakan menjauh!" Long Chu bersedih hati.
"Bukankah kau mendapatkan berkah yang banyak setelah membawaku. Apa kau lupa? Karena aku. Kau naik satu bintang. Sekarang berkat aku lagi kau mendapatkan sebuah bola kristal yang menaikan tiga bintang sekaligus, hingga sekarang kau memiliki tingkat pendekar Prajurit bintang sembilan! Itu berkat siapa jika bukan aku?!" Dada naga itu membusung membanggakan diri.
"Hais!" Long Chu menghela nafas perlahan. Memang hal itu betul. Sejak pertemuan dengan pedang itu. Keberuntungannya sedikit lebih baik. Sebab jika dengan keadaan normal dia menaikan satu persatu maka akan membutuhkan sumberdaya yang sangat besar dan uang yang tak terhitung jumlahnya. "Apa kau tau yang sebenarnya tentang bola kristal ramalan itu? Mengapa bola sekecil itu bisa masuk ke perut dan membuat aku naik tingkat?"
"Apakah kau mengizinkan aku untuk mengakses tubuhmu?" Naga merah bertanya tanpa ada maksud lain yang terlihat.
"Kau pasti akan berbuat yang macam-macam?" Selidik Long Chu.
"Kau hanya berpikiran sempit saja terhadap diriku. Aku akan memeriksa kedalaman tubuhmu dimana keberadaan bola itu sekarang. Apakah melebur dalam dantianmu atau tidak?"
"Dantian?" Long Chu baru mendengar kata itu.
"Apa kau tidak tau? Yah itu wajar. Kau tinggal didunia yang sama sekali tidak mengetahui Qi. Dantian itu tempat tersimpannya semua Qi atau pusat Qi yang bisa mengatur dan diatur sedemikian rupa untuk mengalirkannya ke sirkulasi Meridian dan dapat memadat atau dibuat sesuai dengan kehendak jika sudah berada pada tingkatan tertentu" jelas Naga Merah.
"Memang aku tidak mengerti dan baru mengetahui. Tapi aku tidak akan menyerahkan tubuhku begitu saja kepadamu. Tolong ajarkan kepadaku bagaimana cara untuk mengatur Qi dan meridian yang kau katakan itu"
"Kau harus memiliki Qi lebih dulu atau jika tidak itu tidak akan efektif" kata Naga merah
__ADS_1