
Di sebuah hutan yang tak bisa disebutkan namanya. Hutan gelap tidak ada penerangan selain api unggun yang kini terhembus angin bergoyang seperti ingin padam. Jika itu padam! Maka dapat dipastikan mereka akan menjadi mangsa atas kegelapan..
"Jaga api agar tetap menjadi penerang!" Kata Long Chu
Dia berteriak sambil mencoba melompat dibanyak pohon yang dapat membantunya untuk meraih kepala ular tersebut. Setidaknya itu rencana dia. Meskipun gelap. Dia masih dapat melihat mata merah milik ular itu. Serta tubuh besar yang tak bisa disembunyikan. Mungkin jika ular itu diam dia akan terkecoh. Tapi ular akan agresif jika bertemu lawan. Hal itu dapat dilihat dari tidak berdiamnya dia ditempat.
Mulut ular itu terus mendesis mengeluarkan lidah yang bercabang dan menyambar Long Chu dengan ganas. Untungnya pemuda itu lincah dan sudah terbiasa melawan beberapa binatang buas di dunia nyata. Ada begitu banyak pengalaman. Namun dengan siluman memang sedikit berbeda. Mereka seperti memiliki pemikiran sendiri. Namun insting membunuh mereka tidak jauh berbeda.
Entah berapa kali Long Chu mengganti senjatanya dan jika senjatanya ini hancur maka hanya tinggal pisau kecil yang berada di tanah. Akan tetapi Ular itu juga bukan tidak memiliki luka di tubuhnya. Sebab semakin Long Chu bertarung. Akan semakin meningkat ketajamannya. Dia seolah menemukan lawan yang bisa dianggap latihan di tengah antara hidup dan mati. Semangatnya kian meningkat walau kesulitannya sangatlah sulit.
"Matilah!" Teriak Long Chu. Dia mengeluarkan Qi apinya kembali. Menyalurkan lebih banyak energi kedalam senjata terakhir miliknya. Berharap itu adalah serangan pamungkas dengan teknik yang dipelajari. "Gerakan kedua, seni pedang pembunuh dewa!"
Slash! Tiga tebasan beruntun langsung dilepaskan. Serangan yang sangat jarang dilakukan. Sebab akan mengkonsumsinya banyak energi Qi miliknya. Namun dia sangat berharap dengan serangan ini.
Boom! Serangan itu telak menghantam kepala ular yang mengarah kepadanya. Memukul mundur ular itu dan menunjukan sisi terlemah. Yaitu bagian perut. Long Chu segera bergerak menggunakan teknik fisik "Gerakan kedua, Raja kera mencuri mangsa, gerakan ketiga Raja Kera memutar kelapa!" Dua teknik langsung dipergunakan menjadi satu kesatuan.
Dia bergerak sangat cepat dan ringan di antara pepohonan lalu meraih kepala ular dengan satu tangan kiri. Sedang tangan kanannya masih bergelantung di dahan pohon.
Kraak! Kepala ular itu ditaruh di ketiaknya. Kemudian dia melepas tangan kanannya dan memutar kepala ular itu hingga terpelintir dan berguling melompat setelah memastikan ular itu mati.
Dia meraih pisau kecil miliknya yang tidak jauh berada dengan api unggun.
"Tetap waspada Kak Chu!" Ucap Yun Fei Yang.
Long Chu menganggukan kepalanya saja. Lalu berjalan pelan dan mendekati ular itu. Dia menusuk kepala ular dan mencongkel krystal Roh milik siluman itu dan menyimpannya tanpa sepengetahuan tiga orang itu. Lalu memotong kepalanya dan dibuang. Kemudian Long Chu menarik ular itu dan membelah kulitnya dengan Pisau kecil. Dia memasukan tenaga dalam untuk mempertajam pisau untuk agar dapat menembus kulit keras ular itu.
__ADS_1
Jika memakai Qi. Takutnya pisau itu akan hancur.
Kulit ular itu disimpannya. Suatu saat itu akan berguna sebagai pakaian. Lalu dia mengambil dagingnya, menyimpan ke dalam cincin dunia dan sedikit menyisakan untuk dimakan.
Dulu sewaktu menjadi Chen Long dia juga pernah berburu siluman. Namun kepiawaiannya dan kekuatannya cukup besar dengan tingkat pendekar kaisar bintang tiga. Mudah baginya untuk melawan siluman ular seperti ini yang dia dapat menyimpulkan berkekuatan pendekar raja.
Tapi karena tubuhnya kecil dan hanya memiliki tingkat pendekar Prajurit tahap lima. Membuatnya kesulitan. Untungnya masih dapat membunuh jika tidak, Entahlah!?
Dan juga. Jika bukan karena tubuhnya yang mudah dalam menyerap tenaga dalam dan menjadikan Qi. Kemungkinan dia akan mati. Sebab pertarungan yang panjang begitu memberatkan tubuh. Walaupun fisiknya sudah termasuk yang terbaik dalam kalangan pendekar raja.
Long Chu berjalan dengan gontai mendekati tiga orang yang masih tak percaya dapat hidup dan melewati kejadian yang menegangkan serta menyeramkan seperti itu.
"Kau memang hebat senior!" Ucap Zhan Shi.
"Bakarlah daging ini! Aku akan mengisi kapasitas tenaga dalam. Kalian jangan berkeliaran sebab masih tidak dapat dipastikan apakah akan ada lagi binatang siluman yang datang? Tetap waspada!" Kata Long Chu.
"Baik!" Sahut ketiganya.
Long Chu memasukan kesadarannya saja ke dalam cincin dunia. Sebab jika dia masuk dengan tubuh kasar, tiga orang itu akan kebingungan mencari keberadaannya.
Dia sudah memahami beberapa hal dengan cincin dunia setelah berlatih di dalam gua dalam kurun waktu setengah tahun. Dia bisa keluar masuk dengan tubuh kasar maupun dengan kesadaran jiwanya saja.
Swoosh! Jiwanya berpindah.
Suatu hal yang tidak terduga terjadi dalam cincin dunia. Dengan mata terbelalak Long Chu menatap pedang hitam yang disangkanya hilang. Tengah berada di cincin miliknya. Tak habis memikirkan itu. Pedang itu malah menyerap kristal roh yang baru dia dapatkan. Bahkan krystal Roh yang sebelum-sebelumnya dia kumpulkan telah menjadi serpihan kenangan yang tak terpakai.
__ADS_1
Dia mau marah tapi untuk apa? Dia ingin berteriak tapi tak ada guna!
Semua sudah terjadi. "Mengapa kau bisa disini? Aku tak pernah menyimpanmu dan mengapa kau menghabiskan semua krystal roh yang telah ku kumpulkan?" Long Chu bertanya kepada pedang yang dianggapnya hanya merugikan.
Pertama rugi karena Qi miliknya tersedot habis. Kedua rugi karena Kristalnya dihabiskan pula.
Pedang itu masih menyerap kristal roh ular sebelumnya. Setelah semua habis terserap gagangnya bergetar dan tercabut dari sarungnya dan melesat terbang. Seolah burung yang terbebas dari sangkarnya
Swush! Ada tekanan hebat yang dirasakan oleh Long Chu ketika pedang itu mendekati dia. Membuat Long Chu hampir berlutut dengan tekanan itu.
"Kau.. apa yang kau lakukan!?" Long Chu menggertakan giginya. Tak pernah dia membayangkan akan ditekan oleh sebilah pedang. Entah di kehidupan sebelumnya atau di kehidupannya yang sekarang.
"Kau pedang gila!" Umpat Long Chu.
Pedang itu seketika menarik diri dan masuk ke dalam sarungnya kembali dan tekanan itu menghilang.
"Eh! Apa yang terjadi?" Bukannya senang. Long Chu malah penasaran. Dia mendekati pedang itu dan meraihnya. Masih ringan dan dia bisa mengangkatnya. Lalu dia menarik namun tidak bisa tertarik..
"Aneh. Apakah pedang ini memiliki roh. Aku harus mencobanya" gumamnya. "Jika itu benar. Maka akan sangat berguna"
Dia menggigit ujung ibu jarinya dan ada darah yang keluar, lalu dia meneteskan pada pedang itu di antara pertemuan bilah dan sarung yang memang sedikit terbuka. Entah karena apa? Yang pasti ketika tetesan pertama darah itu mengenai. Ada getaran yang dapat dirasakannya. Getaran yang sama ketika pedang itu menyerap siluman laba-laba sebelumnya.
Masih ada tetesan selanjutnya yang terjatuh dan itu terserap sempurna ke dalam bilah. Long Chu perlahan menariknya dan pedang itu menampilkan cahaya kuning yang menyilaukan mata.
Maaf hari ini hanya satu. Ada banyak kegiatan. Salah satunya kondangan.
__ADS_1