Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Buah


__ADS_3

Dua butir pil telah berada di kuali kecil itu, tidak ada bekas apapun yang tersisa, bersih tanpa cela. Biasanya akan mengendap kotoran pada kuali yang akan mempengaruhi keefektifitasan sebutir pil, karena bisa saja kotoran itu bercampur racun dari limbah bahan.


Long Chu mengeluarkan dua butir pil itu, kemudian dia duduk bersila "bantulah aku menerobos" ucapnya kepada dua butir pil itu.


Mengerti atau tidak, Long Chu hanya berharap bahwa pil itu benar-benar membantunya.


Segera dua butir pil itu memasuki mulutnya, dia langsung mengkonsumsi, tidak takut akan efek samping darinya. Dia sangat yakin tubuhnya mampu menahan esensi Qi dari pil Embun bening itu, sebab dia sudah pernah mengkonsumsinya di masa lalu, ketika masih berada pada ranah emas, tapi itu juga berkat bantuan sang ibu.


Sekarang dia akan berusaha sendiri, segera aliran Qi mengalir di sekujur tubuhnya, sangat nyaman ketika dua butir itu langsung pecah di tenggorokan seperti air yang mengalir tanpa ada yang mengganggu.


Mengalir menuju dantian, dimana disana menjadi pusat seluruh energi berkumpul dan dan Long Chu menganggap dantian itu adalah pabrik pengolahan…


_


Di sebuah aula istana, beberapa orang tengah berkumpul, ini adalah rapat yang diadakan secara rutin oleh kerajaan Chu ketika Raja Chu Yuan masih menjadi pemimpinnya. Namun setelah Raja Chu Lei mengambil alih tahta, kebiasaan itu dihilangkan dan tidak ada lagi rapat penyampaian laporan maupun hal yang terkait dengan suara rakyat.


Kini diadakan lagi rapat tersebut, karena adanya Ratu Ling Hua yang menjadi pemimpin sementara hingga pangeran Long Chu cukup dewasa untuk menanggung beban dan tahta kerajaan.


Mereka sedang membicarakan beberapa hal terkait pembangunan dan hubungan yang semakin membaik antara kerajaan Chu dan kerajaan Lei.


"Ratu! Aku sudah menyelidiki dan mendapat informasi bahwa Raja Bai Saluang tidak ada di kediamannya. Menurut informasi dia menutup diri untuk waktu yang tidak ditentukan!" Seseorang dari kepala divisi yang telah dibentuk untuk penyelidikan memberikan laporannya.


Ling Hua menatap dengan lembut. "Terima kasih atas kinerja dari divisi penyelidikan, tetap cari informasi tentangnya, tidak mungkin dia merelakan kematian adiknya. Jadi akan ada kemungkinan dia membalas dendam entah dengan cara apa, yang pasti kita tetap harus berjaga dan siaga menghadapi segala bentuk macam ancaman yang akan meruntuhkan kerajaan kita. Apalagi kerajaan kita masih belum pulih sepenuhnya" kata Ling Hua.

__ADS_1


Kemudian dia mengalihkan pandangannya ke barisan kursi nomor tiga, disana ada divisi keamanan dan pertahanan.


"Menteri Zhang! Jika kau kekurangan pasukan, segera edarkan berita dan adakan penerimaan prajurit kerajaan. Kau bisa mengaturnya bukan?"


"Hamba menerima perintah Ratu!" Menteri Zhang Segera berdiri, menangkupkan kedua tangannya dan membungkuk.


"Duduklah!" Kata Ling Hua kepada menteri Zhang, lalu dia berkata kembali "Siapa lagi yang belum melaporkan hasil kerjanya?"


Satu persatu setelah itu, secara bergantian, semua kepala divisi melaporkan hasil dari apa yang bawahan mereka kerjakan.


Tiga bulan telah berlalu. Banyak hal telah terjadi dan kerajaan Chu, kini kerajaan itu benar-benar seperti wajah baru, lebih hidup, lebih nyaman, lebih baik dari sebelum-sebelumnya, walaupun hanya dipimpin oleh seorang wanita.


Sebagian orang yang juga mengetahui identitas lain dari Ratu Ling Hua itu tentunya lebih menghormati, memiliki identitas ganda memang menguntungkan buatnya, terlebih sekarang penjualan obat serta bahan herbal kembali dipercayakan kepada Klan Ling sebagai Klan penghasil obat terbesar di kerajaan itu.


Klan Ling sendiri tidak ada saingan dalam hal kedua bahan tersebut, sebab klan-klan besar lainnya tidak berdagang di bidang itu. Jadi Klan Ling satu-satunya penghasil, pembuat dan penyebar dari tiga kerajaan yang berdekatan


Akan tetapi disitulah iri hati dan dengki timbul.


Kekaisaran Qing menguasai banyak kerajaan yang berada di bawah pemerintahannya. Selain tiga kerajaan Chu, Lei dan Bai yang berdekatan. Masih ada lima belas kerajaan dan ratusan Klan yang hidup di kerajaan-kerajaan tersebut. Tentunya kabar dari Klan Ling atau kerajaan Chu menjadi pemasok barang ke kekaisaran memicu kemarahan dan ketidaksukaan beberapa Klan dan kerajaan, namun tentunya mereka tidak akan berperang secara terang-terangan.


Biarpun mereka terpisah cukup jauh, akan tetapi kabar akan selalu cepat sampai, ada informasi yang bisa dibeli dan ada pula informasi gratis, namun terkadang tidak terlalu akurat.


Hari ini adalah hari pertama bagi Klan Ling mengirim pasokan Herbal ke istana kekaisaran, memerlukan satu bulan menggunakan kereta untuk sampai ke ibukota kekaisaran. Dan pastinya akan ada banyak bahaya yang mengancam. Dipilih beberapa orang hebat untuk mengawal perjalanan itu.

__ADS_1


Ada tiga gerbong kereta, satu yang berisi herbal dan obat-obatan, sedangkan satunya berisi ramuan siap pakai, dan satu gerbong untuk tempat istirahat serta perbekalan.


Ling Suan bersiap untuk berangkat, dia memilih untuk melakukannya sendiri. Ditemani oleh dua puluh orang pengawal setingkat pendekar Prajurit bintang lima, keberangkatan itu dimulai dari istana, karena istana kerajaan yang menyiapkan segalanya untuk perjalanan cukup jauh itu.


"Hati-hati ayah, kabari aku bila kau sudah sampai di istana kekaisaran Qing, serta sampaikan pada Kakek Hong, bahwa aku baik-baik saja"


"Baiklah, aku akan mengirim surat jika sudah sampai disana!" Kata Ling Suan.


Karavan itu melaju dengan santai. Karena beban yang dibawa oleh kuda lumayan berat, maka dari itu memerlukan waktu satu bulan. Jika hanya memakai kuda tanpa beban mungkin kurang dari lima belas hari akan sampai ke tanah kekaisaran.


Kuda berlenggok tanpa ada halangan yang berarti.


Long Chu membuka matanya tepat ketika dia sudah merasakan tubuhnya sangat ringan, energi Qi yang terkandung dan masuk dalam tubuhnya adalah yang paling murni, hal itu membuat Long Chu bisa seringan kapas, artinya pergerakannya pula bisa secepat kilat. Dia sudah mencapai ranah pendekar bintang empat sekarang setelah dapat menembus satu bintang.


Tapi bukan hanya mendapatkan kenaikan bintang, tapi juga tubuhnya kini telah sembuh sepenuhnya.


"Aku harus mencari lebih banyak sumberdaya untuk terus menambah ranahku, saudaranya Tang Rui cepat atau lambat akan datang, bisa saja dia datang membawa Han Bing dan yang lainnya. Jika benar, meski di ranah kaisar pun aku akan kalah lagi, setidaknya aku harus mencapai ranah Suci, aku yakin bisa jika memang ada bahan untuk membuat pil kemajuan Langit"


Long Chu berdiri, namun dia teringat akan buah yang sebelumnya dipetik, dia lupa untuk mencicipi rasa buah itu.


Long Chu langsung mengeluarkannya dari kantong penyimpanan miliknya dan menatap dengan harapan lebih akan buah yang sekecil kepalan tangan itu.


Segera dia memberi gigitan pada buah yang tidak diketahui namanya "manis, sama seperti air surgawi. Apakah memang pohon ini penghasil manisan" katanya menatap pohon itu.

__ADS_1


Pada gigitan terakhir dia merasakan ada yang aneh dalam perutnya, dia menyentuh perut bagian bawah dua jari naik daripada tongkat pusaka yang tersembunyi.


Rasa panas yang menyiksa segera menyebar "Argh, sialan!" Teriakannya sangat nyaring. Long Chu benar-benar kesakitan, cakarnya masuk kedalam tanah, dia merayap seperti cicak kehilangan ekor, lalu berguling dan pingsan tak kuasa menahan sakit yang mendera..


__ADS_2