Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Putri Raja Lei Guang?


__ADS_3

Naga merah tersenyum mendengar ucapan terima kasih dari mulut Long Chu sebelum akhirnya pingsan karena kelelahan, dan beban tubuh yang diderita akibat pertarungan.


Sebelumnya, dia tidak ingin mengorbankan tubuh Long Chu, tapi dia tidak punya pilihan lain, setelah dia membuka mata, dia dapat melihat dan mendengar apa yang terjadi pada pemuda itu, jika dia memunculkan tubuh kasarnya, maka akan terjadi kegaduhan, dan bukan tidak mungkin dia akan menjadi incaran semua kekuatan yang ingin memiliki dan mengambil dirinya menjadi peliharaan.


Karena ketika dia menghabiskan kekuatan bertarung, maka akan menjadi titik lemah hidupnya. Jadi dia mengambil pilihan cepat dengan mengambil alih tubuh bocah itu, dia yakin dengan tubuh bocah itu akan cukup menampung sebagian besar kekuatan yang sudah terkumpul selama ini dari menyerap kristal Roh dan kristal binatang buas.


"Aku akan tertidur kembali untuk waktu yang lama, sebab kekuatan yang sudah dikumpulkan telah habis dikeluarkan, semoga kau dapat hidup dan sehat kembali" doanya kepada bocah itu, sebelum menutup mata, entah kapan akan bangun kembali?


Langit biru begitu cerah sore itu, matahari bersinar terang seakan menolak untuk tenggelam, setelah awan hitam yang menggulung itu pergi.


Bau darah masih tercium, karena jasad bergelimpangan dimana-mana, setiap pijakan kaki ada darah yang menempel. Semua orang yang lari dari pertarungan itu, kini berbalik dan membantu untuk mengevakuasi.


Rakyat bergerak, mengumpulkan mayat dan menumpuk untuk dibakar agar tidak menjadi penyakit.


Sementara itu, seorang dengan baju kebangsawanan berwarna merah dengan banyak hiasan di bajunya, membawa seorang pemuda yang tidak lain adalah Long Chu. Pemuda itu berada di punggungnya, dia masih gagah dan kuat melakukan hal itu. Disampingnya ada seorang gadis cantik yang terus mengkhawatirkan keadaan sang pemuda. "Tenang sayang, ayah yakin dia akan baik-baik saja!" Ucap Sang ayah dengan senyum memberi ketenangan.


"Tapi ayah!"


"Percayakan saja! Jika kau kembali ke kerumah, aku akan meminta orang tuanya untuk mengambil perjodohan denganmu! Tapi jika tidak, ayah tidak memaksa" kata lelaki paruh baya itu.


Empat orang berteriak memanggil nama pemuda itu, tidak lain adalah Ling Hua, Ling Suan, Shen Zhi Ran dan Shen Subing yang sudah ditemukan keberadaannya. Meski terluka tapi Shen Subing tetap memaksa untuk ikut mencari.


"Lihat disana Selir Ling!" Telunjuk Shen Zhi Ran mengarah kepada dua orang yang tengah berjalan, "sepertinya yang lelaki membawa seseorang di punggungnya" katanya lagi, dari kejauhan dia tidak bisa melihat jelas dengan mata tuanya itu.

__ADS_1


Keempatnya segera berlari mendekat. "Hormat kepada Raja Lei Guang!" Penasehat Shen Zhi Ran membungkuk, menyapa, ketika mengenali bahwa yang membawa pangeran Long Chu adalah Raja Lei Guang bersama seorang gadis yang berkemungkinan adalah putrinya.


"Terima kasih sudah menyelamatkan cucuku Raja Lei, entah apa yang kau inginkan? aku akan menuruti satu permintaanmu!" Ucap Ling Suan, dia membungkuk pula.


"Jangan begitu Patriark Ling, aku senang bisa membantu" Lei Guang menurunkan Long Chu perlahan dari punggung. Dan disambut oleh Ling Suan serta Shen Zhi Ran.


Tentunya Lei Guang tau siapa Patriark Klan Ling, sebab sudah cukup lama, Ling Suan memasarkan obat-obatan serta herbal ke kerajaannya.


Meskipun jarang bertemu secara langsung.


Ling Hua juga membungkuk dan menyapa serta menangkupkan kedua tangannya kepada Lei Guang.


"Salam selir Ling, syukurlah kau masih hidup, aku juga tidak percaya kau dikabarkan meninggal di hutan ketika pulang bersama dengan prajurit yang kau bawa, rupanya itu memang skema Chu Lei, aku juga kehilangan sahabat baikku Chu Yuan sekaligus waktu itu, dan tak bisa membantu apapun, maafkan aku!"


"Apakah dia bisa diobati!?" Gadis di samping Lei Guang bertanya, sambil menyentuh tangan Ling Hua.


Ling Hua menatap gadis cantik itu, lalu menatap kembali gadis yang lain yang berada di belakang dirinya, kemudian tersenyum. "Tentu akan sembuh, aku akan mengobatinya!"


Ling Hua mengeluarkan pil penyembuhan.


"Pil apa itu? Selir Ling!" Lei Guang penasaran dan menanyakan langsung.


"Ini adalah pil penyembuhan untuk membantu organ tubuhnya pulih dengan cepat" jawab Ling Hua.

__ADS_1


"Ada hal semacam itu, kau memang seorang jenius yang terlahir dengan bakat seorang dewi!" Puji Lei Guang. "Jika kau bisa memproduksi pil itu dalam jumlah banyak, tentu aku bisa membeli dengan harga yang sesuai, atau kita bisa barter dengan apa yang kau perlukan dari kerajaanku?"


"Setelah anakku sembuh, aku akan menginfokannya kepadamu, Raja Lei. Sekarang semua fokusku untuk kesembuhan anak ini lebih dulu" sahut Ling Hua.


"Aku siap menunggu informasinya, kapanpun itu? Dan ada satu hal juga nanti yang akan aku bicarakan secara pribadi setelah anak ini sembuh" kata Lei Guang sambil menatap Putrinya.


Putrinya menebak apa yang dimaksud oleh ayahnya itu, hingga wajahnya memerah merona.


Ling Hua dan semua orang yang melihat hal itu memahami hal pribadi apa yang akan dibicarakan. Tentunya mereka senang selain satu orang yang mengganjal kesal dan iri dihati. Tidak lain adalah Shen Subing, namun dia tidak berani bersuara satu patah kata pun, hanya menunduk dengan pinggiran mata berair.


"Sebaiknya kita bawa ke tempat nyaman dan baringkan dia!" Kata Ling Suan, memecah senyap yang terjadi dalam sekejap. "Biarkan aku yang menggendongnya" tambahnya lagi, dan benar dia memasang badan, lalu membawanya..


Sementara itu di tempat lain, pada malam hari. Wen Hao mengabari kepada anggota sektenya untuk menggempur sisa dari Sekte Pedang Nirwana dan menghancurkan sekte itu.


Pertarungan malam itu terjadi, ada begitu banyak darah yang berceceran dan potongan tubuh bagi anggota sekte pedang nirwana yang tidak mau menyerah.


Wen Hao tentunya tidak ingin, bibit dendam tumbuh besar karena dianggap tanaman liar yang tak mengganggu di masa depan.


Keberadaan sekte yang tanpa pemimpin itu hancur lantak, walaupun menang kuantitas, tapi mereka kalah dalam kualitas, semua sumberdaya dan harta diambil sebagai rampasan perang. Dan malam itu sekte pedang nirwana akan menjadi sejarah, dan sebagai kenangan, Wen Hao mendirikan bendera sekte Fajar Senja di atas tanah pegunungan itu, Agar orang lain tau siapa yang menghancurkannya.


Dua kabar dibawa oleh pembawa informasi gratis yang berada di warung, kedai, resto bahkan pasar. Informasi tentang hancurnya Sekte Pedang Nirwana oleh sekte Fajar Senja dan juga kabar gratis lainnya tentang Chu Lei dan penghianat lainnya yang akan dieksekusi seminggu kemudian di alun-alun kerajaan…


Teh melati menemani pagi, sambil ngebaca Legenda Long Chu yang telah Update lagi. Semangat bekerja…

__ADS_1


__ADS_2