
"Memangnya guru mencari informasi seperti apa? Kenapa tidak mencari di papan informasi. Siapa tau ada?"
"Kau benar juga. Mengapa aku tidak ke papan informasi, terima kasih sudah mengingatkan guru yang sudah pelupa ini" kata Wen Hao. Dia langsung pergi. Padahal makanan sudah dipesan.
Ketika itu pelayan datang. Long Chu yang ingin pergi pun terpaksa harus duduk lagi dan mengurungkan niatnya. 'Guru sialan ini meninggalkanku! apa dia tak berpikir bagaimana caranya aku membayar semua ini' gerutunya dalam hati. Tapi semua sudah tertata rapi mau bagaimana lagi? "Mungkin aku akan mencuci piring setelah ini" gumamnya.
Pelayan yang mendengar gumaman itu langsung menoleh. Namun Long Chu tidak lagi melanjutkan gumamnya. Dia mulai menyantap makanan yang ada tanpa bicara dan memikirkan apapun lagi selain makanan yang ada di hadapannya.
Ayunan tangannya cukup cepat mengambil makanan tersedia.
Sendawa segera keluar ketika dia menyelesaikan makannya.
Semua orang yang ada disana langsung menatap dia yang tak tau malu, namun dia mana peduli dengan orang lain. Dia mengeluarkan sejumlah perunggu dan menghitungnya cukup lama. Hal itu juga tidak luput dari gunjingan orang lain
"Tampang boleh tampan. Miskin jangan" ledekan itu cukup nyaring terdengar di telinga Long Cu hingga tawa memenuhi resto 'ini semua gegara Guru, mengapa meninggalkanku'
Tap
Tap
Tap
Datang seseorang dan berdiri dibelakang pemuda yang sedang ditertawakan. Dia menaruh lima koin perak di meja. Lalu berkata "ikuti aku, ada seseorang yang ingin bertemu" katanya.
Long Chu segera menoleh karena mendengar suara khas wanita yang keluar di belakangnya. Namun dia melihat tampilan seorang lelaki yang ada. "Bukankah senior yang malam itu ingin membunuhku?" Tanya Long Chu dengan sedikit bingung.
"Jangan banyak bertanya, ikutlah segera" ucap wanita itu lagi.
Long Chu segera berdiri dan mengikuti wanita itu, di bawah tatapan semua orang yang masih memasang wajah mengejek kepada pemuda itu.
__ADS_1
Wanita itu menggeleng ketika melihat Long Chu menyingsing lengan baju dan terlihat marah "Jangan ditanggapi. Mereka sebagian tidak tahu bahwa kau seorang pendekar"
Long Chu tahu hal itu, dia hanya ingin menggetarkan nyali orang-orang yang terlihat mengejeknya saja. Tapi dipikirnya itu tidak menguntungkan. Dia pun menuruti wanita itu.
Di sebuah penginapan yang sangat bagus. Seorang wanita memainkan sitar dengan nada halus yang lembut. Gerakan jarinya begitu sempurna berpindah ke satu senar ke senar yang lain dengan cepat. Namun hal itu tidak mengurangi dari nada-nada dan irama yang tercipta menjadi tidak stabil. Bahkan Long Chu seperti patung yang hanya berdiri didepan pintu karena mendengar irama menyayat hati, lagu ini punya kenangan tersendiri saat kebersamaanya dengan Xia Lin, istrinya!
'Wanita itu sangat pintar memainkan lagu indah tentang kenangan' batin Long Chu segera memberikan pujian.
Irama berhenti bergetar di udara, dan wanita itu atau yang biasa dipanggil Putri Hua meminta Long Chu untuk masuk. Dia melambaikan tangannya dan menarik tubuh Long Chu mendekat ke arahnya.
"Eh tubuhku" Long Chu tidak dapat mengontrol tubuhnya yang tiba-tiba ditarik secara paksa dengan sebuah tali energi yang melilit tubuhnya.
Tubuhnya berhenti di hadapan wanita yang masih menutupi wajahnya dengan cadar..
"Tolong jangan cabuli aku, aku masih perjaka" kata Long Chu. Tubuhnya sedikit bergetar ketika mengingat dia tak bisa mengontrol tubuhnya.
Pintu perlahan tertutup. Ada tawa cekikikan diluar yang terdengar ketika Long Chu mengatakan hal itu.
Dia meringis kesakitan dengan punggung yang sakit karena terbentur tembok penginapan. Dan juga dadanya yang sedikit sesak.
"Jika kau berkata hal yang tidak senonoh lagi, aku akan menggalikan kuburan untukmu" kata wanita bercadar itu dengan ketus.
Long Chu perlahan duduk, namun sedikit jauh.
"Ada apa nyonya ingin bertemu denganku, apakah masih karena masalah kemarin?" Kini dia menatap wanita bercadar itu dengan wajah serius tanpa candaan.
"Apa kau sudah menerima pil yang aku berikan?" Tanya Putri Hua.
Kejutan tercipta di wajah Long Chu. "Jadi kau yang memberikan Pil itu?"
__ADS_1
"Jika kau bertanya, artinya sudah pasti itu berada padamu. Mengapa kau belum mengkonsumsinya? Jika itu diambil oleh orang lain. Jelas aku yang akan rugi, aku berinvestasi besar kepadamu" katanya cukup panjang.
"Aku hanya menunggu waktu yang tepat saja. Jika sekarang aku mengkonsumsinya. Maka hal itu tidak akan se efektif ketika aku sudah berada di tingkat Raja" ucap Long Chu. Dia mencoba menelisik apa maksud dari wanita itu.
"Aku bisa mengajarimu membuat pil itu. Tapi kau harus menjadi muridku"
"Benarkah?!" Kilauan kilat memenuhi bola matanya. "Menjadi seorang ahli di bidang pil dan pengobatan adalah cita-citaku sejak kecil"
"Aku tidak berbohong masalah ini. Jika kau siap. Katakan kepada Gurumu Wen Hao bahwa kau akan berlatih untuk jangka waktu yang belum ditentukan" kata wanita itu seraya tersenyum. "Kau bernama Long Chu bukan?" Sambungnya dengan pertanyaan.
"Iya. Kau tau lebih banyak tentang aku, sedangkan aku tidak tau siapa dirimu?" Ucap Long Chu, dia masih penasaran dengan wanita bercadar di hadapannya itu.
"Aku adalah Putri Hua. Biasa orang memanggilku Dewi Obat"
"Kalau begitu aku akan mencari—" kalimatnya terhenti karena Putri Hua mengangkat tangan.
"Aku ingin melihat lebih dulu kau mengkonsumsi pil yang ku berikan. Jika kau sudah bisa menguasai hal yang seperti ini. Maka kita akan mudah lanjut ke sesi latihan menjadi alkimia"
'Apakah dia juga menguasai Qi. Ada api berwarna biru cerah yang muncul di telunjuknya. Ini seperti aku mengeluarkan api merah. Tapi aku tak harus mengatakannya sekarang, sepertinya aku memang harus menjadi muridnya dan membuat kemajuan dalam dunia kependekaran, untuk mencapai tingkat suci di usia muda. Bukan lagi hayalan. Akan ku songsong hari dimana aku berdiri di puncak kekuatan dunia ini'
Long Chu segera mengambil sebuah kotak yang didalamnya terjaga sebutir pil bening. 'Meskipun sedikit sayang untuk menelannya. Tapi jika benar dia bisa membuat sebutir pil yang sama. Maka tidak perlu ditahan lagi'
Long Chu melayangkan Pil itu ke mulutnya. Dan ada sebuah senyuman yang tersungging di bibir Putri Hua.
Hawa panas begitu terasa di aliran darah, membakar semua hal yang berpotensi untuk menyumbat.
Putri Hua melemparkan sebuah piringan keatas dan kepala Long Chu. Seletika piringan itu membentuk sebuah Formasi yang mengurung tubuh Long Chu.
Long Chu sendiri tidak tahu apa yang terjadi diluar dengan tubuhnya. Yang pasti sekarang dia melihat ada dua kolam energi dalam jiwa spiritualnya. Dia melayang di antara keduanya.
__ADS_1
'Mengapa ada dua kolam dalam tubuhku, seharusnya hanya ada satu. Apakah ini Qi dan tenaga dalam. Semua mengandung energi yang serupa tapi tidak sama. Aku dapat merasakan energi yang terkandung dikolam sebelah kanan ini lebih kental, ini sungguh luar biasa'