
Tidak ada yang tidak mendengar ucapan itu karena diselubungi oleh Qi hingga kalimatnya mencakup telinga semua orang, tidak terkecuali Long Chu yang sedang bermeditasi. Meskipun jiwanya berpindah, tapi dia tetap meninggalkan kesadaran pada tubuh, agar jika dia dipanggil, dia bisa untuk segera membantu.
"Keparat kau!" Eldar berteriak, lalu menyerang orang yang sebelumnya berbicara.
"Panglima! Jangan gegabah!" Deffi berteriak menghentikan dan akan meraih pakaian Eldar, namun tubuh Eldar sudah melesat, deffin hanya menangkap angin saja.
Dua orang segera menghadang pergerakan dari Eldar, dua iblis itu langsung mengeluarkan teknik mereka.
"Badai api neraka!" Nyala api panas keluar bersamaan dari telapak tangan dua orang itu yang dengan sengaja langsung menyongsong datangnya Eldar, sambil mereka tertawa, jelas menertawakan kebodohan Panglima perang yang dimiliki oleh bangsa Elf.
Wajah panik diperlihatkan oleh Eldar, namun beruntung satu sosok menolong, mendorong tubuhnya hingga terhempas ke tembok rumah warga. Dia adalah Adelfo, ketika melihat ayahnya berlaku bodoh, segera saja dia melesat dari arah yang berbeda..
Ughh! Adelfo terkena sedikit tabrakan api, jika itu telak, mungkin akan menjadi abu dengan sekejap
Kini dia terjatuh pula dengan punggung terbakar. Dan disambut oleh dua orang yang melihatnya. Lalu menyiramkan air agar tidak memperparah. Beruntung kolam ikan tidak jauh.
Deffin membantu Eldar di reruntuhan tembok rumah. Membantu untuk berdiri.
Raja Elf yang mendengar kegaduhan itu merasakan bimbang pada hatinya. Menolong putrinya atau menolong bangsanya.
Setelah cukup lama, dia menyeka air mata atas kesedihan hati yang akan dilakukan olehnya. Pengorbanan harus dilakukan demi kehidupan layak. Dia pun melesat meninggalkan Putri Airell yang masih sekarat bersama dengan seorang pemuda,
Dua orang berbeda jenis dalam satu ruangan, apakah yang akan terjadi?
Sementara itu, Long Chu kembali dalam kesadaran tubuhnya, karena ini darurat, dia tidak ingin terlambat dan melihat banyak orang terluka. Meskipun sebetulnya ini tidak ada kaitan dengannya, akan tetapi, jiwa sosial membuatnya ingin membantu dan akan menyesal jika melihat bangsa ini hancur tanpa campur tangan dirinya yang ikut membela.
Entah menang atau kalah, yang lebih utama adalah bertindak.
__ADS_1
Long Chu berdiri dan ingin pergi, namun dia merasa kasihan dengan gadis muda nan cantik jelita yang kini terbaring penuh dengan kelemahan. Jika ada niat jahat terselip sedikit saja, pasti gadis itu akan selesai sudah.
Namun Long Chu bukan lelaki seperti itu, yang akan memanfaatkan situasi demi melanggar seorang gadis tak berdaya.
"Naga merah, bagaimana dengan wanita ini, apakah dibiarkan saja seperti ini? Mungkin tidak lama lagi dia akan mati!" Ucap Pemuda itu, dia tentunya sedikit prihatin dan menyayangkan jika wanita muda ini mati begitu saja.
"Apa kau menyukainya?" Naga merah bertanya.
"Aku belum menemukan rasa suka!" Sahut Long Chu "cepatlah, sebelum dia kehabisan nafas!"
Naga merah keluar dari cincin dunia, dan melingkar di antara gadis itu. "Sebetulnya ini sangat mudah, jika kau mau saja menggagahinya, dia akan sembuh dengan sendirinya!" Kata naga merah sambil menghembus nafas ke arah wanita itu.
"Cih.. kau mau menjerumuskanku lagi ke lubang maksiat, hingga berkata seperti itu? Aku akan keluar lebih dulu!" Segera saja, setelah selesai berkata, Long Chu melesat dengan kepakan sayap transparan di punggungnya, sayap angin memang tidak terlihat.
Di luar pohon kehidupan, Long Chu dapat melihat pertempuran yang sedang terjadi di udara. Sudah banyak rumah-rumah yang terbakar, walaupun pertarungan mereka cukup tinggi. Namun efek maupun serangan nyasar tidak bisa dihindari akan mengenai kota kerajaan.
Dia muncul di dekat Deffin yang terpojok dan menangkap satu tangan yang akan meraih kepala Penasehat kerajaan itu.
Teriakan diperdengarkan seperti tikus yang terjepit. Long Chu kemudian memberikan tendangan telak mengenai dada, hingga makhluk dari bangsa iblis itu dikirim terbang keluar dari retakan array formasi.
Dua lainnya menoleh ke samping, dimana teman mereka menghilang dari peredaran mata, hal itu dimanfaatkan oleh Raja Elf untuk memberikan tusukan dengan tombak miliknya ke arah dada lawan.
Arghh!. Teriakan kembali terdengar.
Raja Elf menarik tombaknya dan membiarkan sosok itu terjatuh, sebelum menyentuh tanah dia mengirimkan energi tombaknya dan Boom! Tubuh itu meledak.
Tersisa satu orang lagi yang masih berdiri, perlahan dengan pasti dia mundur dan keluar sendiri dari kubah formasi kota.
__ADS_1
"Sepertinya dia akan melarikan diri" seru seseorang di antara pasukan Elf.
"Ya benar, ayo kejar dan musnahkan dia!"
Belasan Elf mengejar satu orang yang terus melesat terbang menuju jalan pulang, iblis itu tersenyum dengan kebodohan dari bangsa Elf.
Dia mundur bukannya takut, tapi untuk memancing agar semua Elf bisa bertarung di luar, lagi pula jika bertarung dalam kubah formasi itu, mereka akan sedikit ditekan kekuatannya, jadi sesuai rencana maka akan dipancing keluar.
Setelah cukup jauh belasan Elf itu mengejar, orang yang dikejar pun berhenti sambil mendendangkan tawa "hahaha kalian dasar bodoh!" Singkatnya berkata, sejak itu, tubuh orang itu menghilang dari pandangan dan beberapa teriakan terdengar semakin kencang dan bertambah setiap detiknya.
Belasan Elf itu menipis, hanya teriakan terakhir yang dapat mereka suarakan sebagai bentuk kesialan baginya karena salah mengambil keputusan.
Raja Elf yang juga menyadari kesalahan itu sangat murka, dia tidak berpikir terlalu jauh, karena pikirannya kini terbagi antara anak dan bangsa. Hal itu jelas mempengaruhi kinerja otak, bahkan tubuhnya terkadang bergerak lambat tidak mengikuti kemauan pikiran.
Iblis itu tertawa ketika berhasil membabat semua pengejarnya dan dia segera kembali untuk memancing lagi, berharap saja ada orang bodoh yang ingin menambah angka kematian.
Eldar bangkit dan menyerang bersama dengan petinggi yang lainnya. Tiga orang mengepung satu dari bangsa iblis yang tersisa, lebih jelasnya yang terlihat oleh mata mereka, karena masih ada empat puluh delapan jika dihitung dengan Raja Iblis sendiri yang masih bersembunyi dalam kesenyapan.
Long Chu merasa sedikit kejanggalan, dia mengedarkan indra spiritual untuk merasakan apakah ada bangsa iblis yang bersembunyi tidak jauh dari tempatnya berdiri. Matanya melebar ketika ada cukup banyak orang dengan kekuatan yang tak bisa dilihat olehnya tingkat ke pendekaran lawan.
"Sial! Sepertinya memang bangsa Elf akan di takdirkan musnah!" Gumam Long Chu.
"Apa yang barusan kau katakan, mengapa kau menyimpulkan hal seperti itu?" Deffin bertanya penasaran.
"Ada puluhan iblis yang bersembunyi, mungkin menanti kita semua keluar dari formasi, lalu menjerat kita dalam perangkap mereka!"
"Tidakkah ini berlebihan, aku bahkan tidak dapat merasakannya ketika mengedarkan pencarian!"
__ADS_1
"Cepatlah peringatkan kepada yang lainnya, jika tidak ingin melihat bangsa ini dihancurkan!" Kata Long Chu kepada Deffin.
"Aku akan segera memberitahu Raja!" Meski sedikit tidak yakin, namun Deffin memilih untuk percaya.